
" Udah dong sayang .... Jangan marah ya ? "
Bunda membelai pipi Aretha penuh kelembutan. Wajah Aretha masih kesal. Mengingat bagaimana para bodyguard Bunda menculiknya dari tempat Oom Ridwan.
Iya .... Disinilah aku sekarang.
Dirias untuk menjadi pengantin dari subuh tadi.
Semaleman nggak bisa tidur, gara-gara nggak tenang karena hari ini.
Bunda mengunci ku di kamar hotel, niat banget !
Malah, segala ada satpam di depan pintu kamar pagi ini, jagain waktu dirias biar aku nggak bisa kabur.
" Ini semua demi kebaikan kamu, nak ! Biar kamu nggak kelayapan sana sini nggak jelas kayak gitu .... Mau sampai kapan luntang lantung ? Pikirkan masa depan mu .... "
Kata Bunda penuh kesabaran.
Bunda tau apa ?
Masa depan ku emang suram kalo aku nggak nikah sama pilihan orangtua ?
Iisshhhh ..... yang bener aja !
Umurku juga baru 22 .....
Ngapain juga buru-buru nikah ?
" Bunda nggak tau apa-apa tentang Rere ! "
" Bunda tau kok ! Bunda tau soal Sara .... "
Jawaban Bunda membuat Aretha menoleh dan menatap Bunda dengan tajam.
" Bunda tau ? Soal Sara ? "
Apa yang Bunda tau ?
Benerkah ?
Serius ???
" Ya Bunda tau. Maaf ! Bunda terlambat tau. "
" Dari kapan ? "
" Saat .... "
" Rere !! "
Belum sampai Bunda bercerita, Sara sudah muncul di depan pintu kamar tempat Rere sedang dirias untuk menjadi pengantin.
" Sara, kamu sudah dirias ? "
Tanya Bunda penuh perhatian. Sara yang tadi terlihat tergesa-gesa, melihat Bunda, berubah menjadi lebih rileks. Senyumnya mengembang. Dengan penuh keanggunan, Sara menghampiri Bunda.
" Oh, Bunda sudah ada disini .... Sara sudah dirias kok, gimana hasilnya ? Bagus nggak ? "
Sara berputar, memperlihatkan gaun berwarna kuning gadingnya. Aretha melihatnya dari kaca rias.
Sara emang cantik banget ....
Bukankah dia lebih pantas yang jadi pengantinnya ?
Kali aja, kalo dia yang jadi pengantin, dia nggak akan gangguin aku lagi ....
Mmmm .....
" Re, kamu cantik banget ! "
Mendadak, muncul pula ke tiga sahabat Aretha. Membawa kado yang besar.
" Selamat Pagi, Tante... Sara... "
Bersamaan ketiganya menyapa Bunda dan Sara dengan ramah dan senyum hangat.
__ADS_1
" Wah, kalian cantik-cantik banget .... Gaunnya muat kan ? Sesuai ukuran kalian ? "
" Muat banget, Tante.... Terimakasih ya ! "
" Tante the best deh soal fashion ! "
" Iya, cantik bnget gaunnya. Thanks ya Tan ... "
Bunda tersenyum senang, dan ketiga teman Aretha membalasnya dengan senyum pula.
" Sara, ayo kita keluar, sudah jam segini, takutnya para tamu undangan sudah mulai datang. Ayo sayang .... "
Ajak Bunda. Tanpa menunggu jawaban, menggandeng tangan Sara dan membawa nya keluar kamar. Sara tampak keberatan. Tapi karena Bunda yang mengajaknya, Sara terpaksa menurut.
" Aku nggak suka sama sodara mu itu .... "
Kata Ella dengan nada sinis. Aretha tersenyum. Masih tidak bergerak karena belum selesai dirias.
" Baju pengantin mu cantik banget .... Pasti Bunda mu juga yang pilih. The best deh ah ! "
" Bukan .... Pilihan mertua kok ! "
Sahut Aretha.
" Jiiaahhh ...... mertua mu keren juga, ikut milih baju pengantin. Pasti dia akan jadi mertua terbaik ! "
" Bener kata Zoya, mertua yang kayak gitukalo belum mati jangan dikubur, hehehe ..... "
Sambung Nasya sambil terkekeh. Yang lain ikut tersenyum, termasuk sang perias pengantin.
" Okey, mbak ..... finish ! "
Dan Aretha benar-benar bak bidadari yang turun dari surga. Sangat menawan. Tata rias yang minimalis tapi tampak elegan dipadu dengan gaun pengantin yang sungguh indah. Aretha teramat sangat berbeda.
" Re .... aku yakin, cowok jepang mu, bakal lope lope sama kamu ! "
Puji Ella yang merasa Aretha sangat cantik sekarang. Diikuti anggukan Nasya dan Zoya.
" Siap ? "
" Insyaallah ..... Siap nggak siap, harus siap kan ? "
Jawab Aretha dengan senyum sinisnya.
" Apapun keputusan mu, kita dukung kok ! Biarpun kamu mau kabur saat ini juga, kita bantu ! "
Kata-kata Zoya membuat 2 orang satpam yang berjaga di pintu dan sang perias pengantin langsung menoleh. Seketika bersikap waspada.
" Bicara sembarangan ! "
Timpal Ella melirik ke arah Zoya dengan tajam. Zoya tertawa kecil.
" Sorry... Sorry... Just kidding kok ! "
Kata Zoya sambil tersenyum kepada ke 2 satpam yang berjaga.
" Rere .... Udah waktunya keluar ....
Sara yang tiba-tiba datang, dengan tidak bersemangat menarik tangan Aretha. Dan spontan, Zoya ikut mendampingi Aretha di sebelah kanan nya, sementara Sara di sebelah kiri. Ella dan Nasya membantu mengangkat ujung belakang gaun Aretha yang agak panjang.
Perlahan, berlima berjalan ke arah ballroom hotel yang sudah disetting sedemikian rupa menjadi ruang resepsi pernikahan yang megah. Saat mulai memasuki ruang, jepretan kamera para wartawan menyambut mereka.
" Re, kabur yuk malam ini ! "
Bisik Sara tepat di telinga Aretha. Aretha melihat ke arahnya. Sara sangat serius.
" Harusnya semalem kita kabur nya, kalo sekarang, bakal bikin malu Ayah Bunda. Kenapa semalem nggak tolongin aku ? "
" Aku cari-cari kamu, tapi nggak ketemu. Temen-temenmu bilang nggak tau kamu dimana. Emang kamu ngumpet dimana ? .... Kamu sih nggak punya hape, aku jadi susah kontak kamu ! "
Iyalah, mereka nggak akan kasih tau kamu !
Kan aku mesen ke mereka, kamu, Ayah dan Bunda nggak boleh tau.
" Kita kabur ya .... Aku tunggu kamu di parkiran begitu acara kelar. Naik motor mu ya ! "
__ADS_1
" Motorku nggak tau dimana, pake mobil mu aja. Tunggu aku di kamar pengantin. Tempat aku dirias tadi. "
" Okey ! "
Semua pasang mata yang ada di ruangan, terpesona dengan kecantikan Aretha. Tidak terkecuali Ryuzaki dan para pendamping pria nya, yang tentu saja para sahabatnya.
Serius ????
Itu beneran dia ?!
Batin Ryuzaki yang benar-benar pangling.
Dijemput oleh sang ayah, Aretha hampir menitikkan airmata. Sara menyerahkan genggaman Aretha kepada Ayah.
" Kamu cantik sekali sayang ..... "
Puji Ayah dan memberikan kecupan kecil di kening Aretha. Dan seketika itu juga airmata Aretha pun perlahan turun.
" Maafin Rere, yah .... Maafin ya ..... "
Isak Aretha akhirnya. Ayah memeluknya sebentar. Dan menggandeng tangan Aretha, mengantarnya ke pelaminan.
Maaf, Yah .....
Maafin aku yang belum bisa menjadi anak yang berbakti sampai hari ini.
Bahkan sampai hari ini, aku masih bikin Ayah sedih.
Padahal Ayah selalu memberikan apapun yang terbaik untukku.
Tidak pernah marah, selalu lembut dan sabar.
Maafin aku, Yah ....
" Ryu, Ayah serahkan Aretha kepadamu mulai sekarang. Tolong jaga dia baik-baik. Bahagiakan dia ya, Ayah mohon .... "
Kata Ayah dengan nada suara yang terdengar sedih. Ryuzaki mengambil tangan Aretha dari genggaman sang ayah.
" Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bahagiakan Aretha, terimakasih untuk mempercayakan Aretha kepada saya. "
Sahut Ryuzaki dengan tenang dan tegas. Dan resepsi pernikahan pun berlangsung. Tamu-tamu kehormatan, para keluarga besar, dan sahabat-sahabat dari keluarga mempelai semuanya menyambut hari ini dengan sangat bahagia.
Sebuah pernikahan dengan tujuan penggabungan dua perusahaan besar di kota ini, benar-benar menarik perhatian para awak media dan kalangan umum.
Bukan hal baru melakukan pernikahan atas dasar keuntungan perusahaan yang tergabung. Karena sudah banyak yang melakukan nya. Dan seperti yang lainnya, banyak yang berhasil dan makin besar kesuksesan perusahaan tersebut.
Para pemegang saham pun sangat puas dengan cara seperti ini. Cara yang lebih cepat dan lebih mudah untuk mendongkrak lebih tinggi lagi kesuksesan perusahaan-perusahaan yang bergabung.
Kembali kepada sang mempelai. Senyum Ryuzaki dan Aretha terus mengembang setiap tamu yang menghampiri mereka dan mengucapkan selamat.
" Sampai kapan ini ? "
Bisik Aretha kepada Ryuzaki. Ryuzaki melirik ke sisinya. Memang benar, Aretha terlihat lelah sekali.
" Aku ngantuk .... "
" Semalem nggak tidur ? "
" Nggak bisa .... Disekap Bunda. "
Mendengar jawaban Aretha yang jujur, Ryuzaki malah tersenyum.
" Bentar ya .... "
Ryuzaki bangun dan menghampiri sang Mami. Melihat sang suami pergi, Aretha memberi kode pada Sara untuk mendekat. Sara menghampirinya.
" Sekarang ke kamar pengantin ku ! "
Bisik Aretha. Sara mengangguk. Dan dengan cepat pergi keluar ruangan. Bersamaan Sara pergi, Ryuzaki sudah kembali duduk di sampingnya.
Aretha menyambutnya dengan senyum. Ryuzaki melirik kearah Sara pergi.
Ngapain dia bisik-bisik sama pacar sesamanya ?
Kayaknya aku perlu waspada sama mereka berdua....
__ADS_1
Katanya sodara tapi kelakuan mereka lebih kayak pacaran....