
1 bulan udah lewat....
Aku ?
Masih sebagai nyonya Ryuzaki, status doang !
Suka ?
Mmm.... biasa aja !
Nggak suka ?
Pertanyaan yang ini yang nggak tau jawabannya.
Dan aku, males mikirnya.
Bunda 1 minggu sekali datang, ingin bantu aku belajar jadi istri yang baik....
Mami, nggak tentu.
Kali karena punya usaha butik jadi sesempetnya aja main.
Sekali main, bawa makanan nggak tanggung-tanggung.
Dan butuh bantuan mulut 3 orang sahabat gila ku.
Masakan Mami khas banget japannese.
Kurang suka sama yang mentah mentah gitu.
Tapi Ryu, hobi banget !
Iihhh !!! Ngeliat dia makan filet ikan mentah gitu rasanya aneh.
Sara ?
Sara sebelumnya beberapa kali datang menginap.
Nah, bagian ini yang aku suka.
Aneh kan, setiap hari aku tidur di luar, di sofa. Giliran Sara datang, aku disuruh tidur di kamar.
Dan Ryu tidur di lantai kamar, pake alas bedcover.
Tanpa sadar, Aretha tertawa sendiri.
Lucunya....
Makanya berharap, Sara sering-sering nginep, biar aku bisa tidur di ranjang yang lebar dan empuk ....
Sayangnya, 1 minggu ini Sara nggak dateng nginep.
Kemana ya ???
Entahlah.....
Suka kuatir sama Sara, tapi aku juga bingung.
Aku yang salah....
Aku lah yang bikin Sara kayak sekarang ini.
Ya, aku !
" Bengong aja ! "
Ryuzaki menyentil hidung sang istri yang sedang melamun. Aretha hanya melihatnya sesaat, kemudian bangkit dari acara rebahan santai nya di karpet.
" Mau kemana ? "
" Gantian, mandi ! "
" Oh ... "
Ryuzaki memperhatikan Aretha yang berjalan dengan santai ke arah toilet.
Jalan aja dah keliatan cowok gitu, jadi nggak bisa berharap liat dia feminim kali ya...
__ADS_1
Waktu dia pake rok, lagi berkunjung ke rumah orangtua, dia bener-bener kaku, nggak nyaman.
Apa selama ini emang udah pilih hidup yang beda dari yang lain gitu ?
Begitu Aretha masuk ke toilet, Ryuzaki menyalakan televisi. Memilih saluran televisi dan menemukan satu acara komedi. Kemudian bangun dari karpet, berniat menyeduh kopi.
Nonton tv sambi ngopi...
Santuy !
TING TONG !!! TING TONG !!!
Ryuzaki membatalkan langkah kaki nya ke dapur. Berbelok ke arah pintu begitu mendengar bel pintu berbunyi.
Siapa yang datang ?
Dilihat layar di samping pintu.
Ayako ?
Ngapain dia kesini ?
Ryuzaki menekan password pintu dan membukanya.
" Ryuuu ..... "
Dan tanpa diduga, Ayako langsung memeluknya.
" Sini masuk ..... "
Melepaskan pelukan sesaat Ayako dan mempersilahkannya masuk. Ayako tersenyum manis. Kemudian mengikuti Ryuzaki masuk ke dalam.
" Totemo sabishī, anata no tsuma wa dokodesu ka ? "
( Sepi banget, dimana istrimu ? )
" Shawā o abite, saisho ni suwatte kudasai, anata wa nani o nomitaidesu ka ? "
( Lagi mandi, sini duduk dulu deh, kamu mau minum apa ? )
Ayako pun duduk di sofa. Memperhatikan sekitarnya. Di karpet, tepat di bawah kakinya, ada bantal dan selimut yang berantakan. Seketika keningnya berkerut. Berpikir, apa yang dilakukan Ryuzaki dan istrinya di karpet.
" Watashi no tsuma wa osoraku kāpetto no ue de hirune o shite irudeshou, soshite watashi ga izen ni shigoto kara ie ni kaetta toki, kanojo wa chōdo me ga samemashita. "
( Kali tadi siang istriku tidur siang di sini, aku pulang kerja barusan dia baru bangun. )
" Dakara anata wa hayaku ofisu kara kaettekita,-sōda, watashi wa anata no ofisu ni iku niataisuru, to anata ga kaettekita anchisukiru wa itta. Byōkidesu ka ? "
( Jadi kamu tadi pulang dari kantor lebih cepat ya, pantas saja aku ke kantormu, kata satpam kamu sudah pulang. Kamu sakit ? )
" Watashi wa byōkide wa arimasen, tada hayaku ie ni kaeritaidesu. Karada ga tsukaretanode ie de yasumitai. "
( Aku tidak sakit, hanya ingin pulang cepat. badan aku kecapekan saja, jadi ingin istirahat di rumah. )
Niatnya sih pingin ngajak Rere makan malam.
Ini malam minggu, paling nggak biar dia nggak bete ada dirumah terus sebulan ini.
Gimana ya cara nya biar Ayako pulang cepat ?
Ryuzaki meninggalkan Ayako yang mulai melihat-lihat sekeliling. Menuju ke dapur, membuat 1 cangkir teh manis hangat.
" Ryu, lihat celana jeans ku yang di.... "
Aretha muncul keluar dari dalam toilet. Menghentikan kalimatnya dan melihat Ayako yang sedang berdiri tepat di hadapan foto pernikahan berukuran 1 x 1,5 meter di dinding tengah ruangan.
Ayako menoleh ke arah Aretha.
Tersenyum. Sinis.
" Oh, hallo ! "
Sapa Aretha sembari menutup pintu toilet.
" Hallo ! "
Ayako menjawab.
__ADS_1
" Ryu, ngapain dia ? "
Aretha memilih bertanya kepada Ryuzaki tentang alasan Ayako datang. Ryuzaki meletakkan secangkir teh untuk Ayako di atas meja. Ayako duduk di sofa. Mengambil minuman yang disuguhkannya dan menikmatinya.
Cuma minum teh aja udah keliatan elegan dan anggun.
Hmm.... cewek berkelas ya.
" Kopi ? "
Ryuzaki kembali ke dapur, sembari menawarkan apa yang mungkin Aretha inginkan.
" Aku butuh celanaku yang aku gantung di toilet kemarin malem. "
" Di TPS, tadi pagi aku buang sekalian berangkat kerja. "
Dengan santai Ryuzaki menjawab. Aretha meradang. Dihampirinya Ryuzaki dan menarik lengan kaos suaminya. Mau tak mau membuat Ryuzaki menoleh ke arahnya.
" Apa ? Marah ? "
Sebuah pertanyaan dengan nada menantang keluar dari mulut Ryuzaki. Aretha makin meradang. Tapi sadar diri karena ada seorang tamu yang sedang memperhatikan mereka.
" Biar celana itu jelek, sobek-sobek dan nggak enak diliat sama kamu, tapi itu celanaku !! Nggak seharusnya kamu main buang gitu aja ! "
" Aku beliin yang baru, yang lebih pantas buat dipake. Kamu kan udah bersuami, pakelah pakaian yang pantas ! "
" **** off !!! "
Aretha mendorong lengan Ryuzaki dan mengacungkan jari tengahnya ke Ryuzaki. Dan segera beranjak melangkah menjauh. Namun, Ryuzaki lebih gesit, menangkap tangan istrinya dan membuatnya mendekat tepat ke tubuh Ryuzaki. Secepat kilat, ia mencium bibir Aretha dengan paksa.
" Mmppfftthhhh !!! "
Aretha berusaha meronta dan mendorong tubuh suaminya. Ayako melihat adegan tersebut dengan mata yang makin lama makin membelalak kaget.
" Jangan pernah lakukan kayak gitu lagi pada ku !! Kalo nggak, aku bisa lakukan lebih dari yang barusan !!! "
Ancam Ryuzaki sambil melepaskan Aretha dari pelukan dan ciumannya. Aretha mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Kemudian dengan kasar, mendorong tubuh Ryuzaki ke samping, agar memberinya jalan.
" Brengsek !!! Aku mau keluar ! "
Kata Aretha sambil mengambil jaket hoodie nya yang tergeletak di meja. Terburu-buru mengenakannya dan tanpa menoleh lagi, pergi keluar.
" Ryū ... Anata wa kare ga sukidesu ka ? "
( Ryu ... Kamu suka dia ya ? )
" Ayako, gaishoku shitai ? '
( Ayako, kamu mau makan malam keluar ? )
Sengaja, Ryuzaki mengalihkan pembicaraan.
" Dōshite ?.... Sā ! "
( Kenapa nggak ?.... Ayo ! )
Dan dengan cepat berdiri, mengikuti Ryuzaki yang sudah berjalan ke arah pintu sembari mengenakan jaketnya jeans hitamnya.
Harusnya bukan dengan Ayako, tapi dengan Rere.
Tapi kenapa setiap kali berada di dekat Rere, yang ada cuma berantem mulu.
Sekalinya nggak berantem, diem-dieman !
Nggak bisa apa Rere itu lebih lembut lagi ?
Dia kan cewek, selalu bertingkah dan berkata kasar.
Kayak pingin semua orang tau, dia itu kuat.
Apa gunanya bisa dianggap kuat ?
Ngerasa sendiri juga bisa atasin semuanya ?
Ngerasa nggak butuh orang lain ?
Aku pingin coba pahami tentang Rere.
__ADS_1
Tapi selalu berujung salah paham...
Entahlah !