AKU DAN CINTA SAUDARIKU

AKU DAN CINTA SAUDARIKU
BAB 28


__ADS_3

" Rere !! Hh... hh... "


Panggil Ryuzaki begitu membuka pintu ruang apartemennya. Gelap.


Jangan-jangan dia nggak ada di sini !!!


Batin Ryuzaki setengah kesal. Menutup pintu kembali dan menguncinya. Menyalakan lampu lorong. Melangkah masuk lebih ke dalam lagi. Di karpet depan televisi, tepat di tengah ruang tengah, terlihat Aretha yang sedang tidur dipeluk oleh Sara. Ke duanya tertidur sangat lelap.


Sara ???


Ryuzaki mulai berpikir negatif melihat betapa nyamannya Sara memeluk Aretha.


Nggak ada waktu buat mikirin apa yang terjadi sebelumnya.


Aku udah nggak tahan.


Tanpa memperdulikan Sara yang masih memeluk Aretha, dibopongnya Aretha dengan cepat.


" Ryu ! Apa yang.... "


" Diam !! "


Aretha yang seketika tersentak bangun, bingung mendapati dirinya dalam gendongan Ryuzaki. Aretha segera meloncat turun.


" Aku bisa jalan sendiri !! "


" Re ? Hei ! Apa.... "


" Dia istriku, dia tidur di kamarku ! "


Potong Ryuzaki cepat dan langsung menarik Aretha masuk ke dalam kamar. Sara yang terbangun dan masih bertanya-tanya apa yang terjadi baru saja, hanya bisa diam.


Kenapa dia harus pulang ?


Mengganggu saja !!


Batinnya kesal. Dan kembali merebahkan diri, memaksakan untuk memejamkan mata kembali.


Ada apa ?


Ryu cemburukah ?


Tumben dia keliatan kasar gitu ??


Sara masih penasaran dalam diamnya. Matanya yang terpejam, terbuka kembali saat mendengar suara-suara berisik yang tidak jelas dari dalam kamar.


Ada apa di dalam sana ?


Apa Ryu bener-bener cemburu dan sekarang marah sama Rere ?


Apa aku ke sana ?


Tapi... mereka udah nikah.


Aku adalah orang lain dalam hubungan mereka.


Menatap dalam-dalam pintu kamar Ryuzaki, seolah-olah ingin menembus nya dan bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam kamar. Sara sangat penasaran.


Ah... Entahlah !


Bunda nggak suka aku ikut campur antara Rere dan Ryu.


Aku nggak mau bikin masalah...


Sara mengurungkan niatnya untuk bangun. Kembali memejamkan mata dan menutup telinganya dengan bantal.


" Apa- apaan kamu ??? "


Protes Aretha sewot, melihat Ryuzaki yang mendadak kasar mendorongnya ke ranjang. Ryuzaki tidak menjawab, malah melepaskan kemeja hitamnya.

__ADS_1


" Tu-tunggu.... tunggu dulu ! "


" Hh... Hh... Bantu aku ! Tolong, Hh... Hh... Hh... rasanya sakit dadaku, jantungku hh... hh... kayak mau meledak ! "


Kata Ryuzaki yang langsung memeluknya di atas ranjang. Berusaha melepas pakaian Aretha.


" Lepasin ! Nggak, jelasin dulu !!! "


" Ntar ! Kumohon... Hh... Hh... Ntar kujelasin !! "


Ryuzaki terus memaksanya, dan berhasil melepas kaosnya. Aretha makin meronta.


" Ryu !!! Gila kamu ya !!! LEPASIN !!! "


Seperti tidak mendengarkan, Ryuzaki kali ini berhasil melepas celana training Aretha. Dan melanjutkan nya membuka ritsleting celana jeans yang dia kenakan, sambil satu tangannya mencengkeram dengan kuat leher Aretha. Sesaat Aretha mulai sulit bernapas. Tapi kedua kakinya berusaha berontak dari apitan kedua kaki Ryuzaki.


" BRENGS.... Mmppffftthhhh !!!!! "


Begitu Ryuzaki melepaskan cengkeramannya di lehernya, Aretha yang langsung berteriak mencacinya segera dibekap mulutnya dengan ciuman dari sang suami.


Malam pertamaku ????


Kayak gini ???


Nggak !!!


" RYU !!!!! "


Jerit Aretha sambil menjambak rambut Ryuzaki.


" AADAAUWW !!!! "


Karena kesakitan, Ryuzaki lengah. Aretha bangun dari ranjang dan berniat keluar kamar. Tapi Ryuzaki lebih gesit, Dengan cepat menangkap pinggang Aretha.


" LEPAASSS !!! Kamu gila yaaa !!!! "


" Kamu kan istriku, hh... hh... wajar aku lakuin ini ke kamu ! Hh... hh... "


" Tolong, hh... hh...aku udah nggak tahan !! Jantungku hh... hh... mau meledak !!! "


" Tapi kenapa ??? "


Aretha yang sudah ditindih Ryuzaki, meminta penjelasan, dan terus melawan. Berusaha menyingkirkan tubuh suaminya dari atas tubuhnya.


" Obat perangsang ! Hh.... Ayako, dia ! Hh... hh..."


Jawab Ryuzaki, kali ini mulai menyentuh bagian sensitif dari tubuh Aretha.


" Lepasin, Ryu !!! Kalo Ayako yang kasih obat perangsangnya, ngapain kamu malah pulang dan gangguin aku ??? Ayakolah yang harusnya.... "


" Hh... hh... Jantungku ! "


Tiba-tiba Ryuzaki memegangi dadanya. Aretha yang terlepas langsung bangun dan berlari ke arah pintu.


" Uugghhh.... Hh... Hh... Aarrgghhh !! "


Langkah kakinya terhenti mendengar erangan kesakitan sang suami. Diam sesaat dan memutar tubuhnya. Ryuzaki tersungkur jatuh di ranjangnya. Aretha tidak tega melihatnya.


Aduh, gimana ini ?...


Masa iya aku harus lakuin itu ?


" Ah, bullshit !! "


Dan Aretha langsung memilih menghampiri Ryuzaki.


" Hhuuuhhh.... Okey ! Okey ! Kita lakukan ! "


Malam pertamaku.....

__ADS_1


Harusnya nggak dalam keadaan kayak gini bukan ?


Aretha mencium bibir Ryuzaki dengan ragu-ragu. Ryuzaki yang masih kesakitan karena degup jantungnya yang sangat kencang dan tak beraturan, seolah-olah hampir meledak, tidak menyangka nya.


" Sorry... Hh... Hh... Sorry ya.... Hh... "


" Nikmatin aja, okey ! Inget, ini adalah utangmu ya ! Utang yang gede banget ! Harus kamu bayar !! "


Ryuzaki berusaha tersenyum. Dan tanpa berpikir panjang lagi, mencium Aretha. Menarik Aretha ke dalam pelukannya. Aretha bergetar. Sesuatu yang selalu ia hindari saat berdua dengan Ryuzaki selama ini, akhirnya harus terjadi. Dan yang lebih menyesakkan dadanya adalah, hal ini dilakukan dalam keadaan terpaksa. Bukan dengan penyerahan diri yang penuh keikhlasan dan cinta.


Terpaksa melakukannya dengan keadaan kayak gini...


Harusnya malam pertama dilakukan dalam suasana romantis dan penuh kehangatan.


Tapi ini...


Paling nggak, aku nggak ngelakuinnya dengan yang lain.


Yang pertama ku.... dengan istriku sendiri.


Aretha berusaha mempersiapkan diri. Ryuzaki berusaha melakukannya dengan hati-hati dan penuh kelembutan. Biar bagaimanapun, bagi mereka ini yang pertama, paling tidak jangan sampai meninggalkan kenangan yang terlalu menyakitkan.


Setiap sentuhan, setiap ciuman, setiap pelukan, diantara desahan nafas mereka, keduanya berusaha menikmatinya. Keduanya mencoba saling menyerahkan diri dengan ikhlas, meskipun tanpa cinta. Untuk saat ini.


10.26...


" Uugghhhh...... sakitnya ! "


Aretha menggeliat. Mengedipkan matanya beberapa kali, dan membukanya perlahan. Hal yang pertama dilihatnya adalah....


" Haaa !!!! "


Tersentak kaget saat mendapati wajahnya yang begitu dekat dengan wajah Ryuzaki. Karena jeritannya, Ryuzaki yang sebelumnya terlelap, mulai membuka matanya. Aretha menarik tubuhnya agar menjauh dari tubuh Ryuzaki tapi...


" Awas !!! "


" Eehh.... "


Dengan cekatan, Ryuzaki menariknya dalam pelukan dan mencegahnya terjatuh dari ranjang ke lantai. Dalam keadaan tubuh tanpa sehelai benang pun, dan saling menempel seperti, membuat keduanya langsung malu dan saling menarik diri. Sama-sama menarik selimut, lebih tepatnya berebut.


" Iishhh.... Sini nggak ! "


Kata Aretha dengan nada ketus, sambil memaksa menarik selimut dari Ryuzaki. Ryuzaki masih memegang salah satu ujung selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


" Ntar aku ambil celanaku dulu. "


" Mana bisa ? Kalo kamu bangun pake selimut, aku gimana ??? Nggak !! "


" Lah terus gimana ? Masa iya aku ambil celanaku sambil jalan telanjang bulat ??? "


" Bomatlah ! Siniin, aku mau mandi ! Badanku lengket ! Semalem ada orang gila bikin aku sakit badan. "


" Apa maksudmu ngomong kayak gitu ? Ngatain aku orang gila ? "


" Bagus kalo situ sadar diri ! "


" Kamu mau coba-coba berani sama aku ? "


" Emang kamu pikir aku takut sama kamu ? "


" Kalo kamu emang nggak takut sama aku, kenapa semalem kamu tetep ngelakuin itu ? "


" Kan kamu butuh pertolongan, ya aku tolong lah !! "


" Kamu bisa aja pergi, nggak perlu nolongin aku ! "


" Haa.... !!! Nyesel aku semalem ! Bener-bener abis manis sepah dibuang. Itu yang pertama buatku !!! "


" Semalem juga yang pertama buatku ! "

__ADS_1


Keduanya saling terdiam. Wajah mereka bersemu kemerahan. Kejadian semalam kembali terulang dalam otak mereka. Saling kikuk dan canggung.


__ADS_2