
Hari ini Airin rasanya sangat tidak bersemangat untuk ke kampus , biasanya hari hari nya selalu di manja kan oleh sentuhan hangat dari suami nya itu , ia sangat rindu dengan suami nya itu teringat terakhir kali nya ia membawa nya di sebuah danau yang sangat romantis , pemandangan sampai senja , membuat Airin tidak ingin kembali pulang , ia sangat menikmati tempat itu , namun kini itu hanya sebuah kenangan entah sampai kapan entah lah sampai Andrian membuka mata nya kembali .
Sesampainya di depan kampus ia di sambut oleh seorang anak kecil yang membawa buket bunga mawar putih , anak itu memberi kan buket bunga mawar putih itu ke Airin sambil mengatakan ..
"Bunga mawar putih cantik untuk orang yang cantik " ucap anak kecil itu , namun ketika Airin hendak menanyakan siapa yang memberi bunga itu anak tersebut lari ..
"Hei mengapa kamu lari , ?"
Teriak Airin ,
"Ah yasudah lah mungkin ia salah memberi eth tapi di dalam bunga mawar ini ada kartu nama nya "
ucap Airin sambil mengambil kartu nama yang tertulis sangat cantik itu ..
"Mawar cantik untuk mu Airin , saat ini Aku hanya bisa menatap Mu , aku tidak mampu menyentuh Mu karena suatu hal " Airin membaca nya sambil berpikir , kira kira siapa ya yang memberi nya bunga ini ,dan ini memang benar sekali bunga yang paling ia sukai , Mawar Putih..
Namun Airin acuh , ia menganggap nya bahwa itu hanya orang yang iseng mengerjai nya ...
"Ah paling ini kerjaan orang iseng " ucap nya lagi , ia membuang bunga itu ke tong sampah .
Ia langsung berjalan menuju ruang kelas nya . Sesampainya nya di ruangan kelas ia di sambut dengan ketiga teman nya yang konyol itu , ya siapa lagi kalau bukan Vina , Romi dan Jeri ...
"Hai Airin cantik , apa kabar mu " ucap Jeri .
"Baik " jawab nya sambil menggulung kan senyuman nya .
"Wah buat aku mau pingsan deh , Jer tolongin gue , gue mau pingsan" Ucap nya sambil berakting ya seperti seorang aktor ..
"Helle Lo cari muka aja mana mau juga Airin sama Lo" sahut Vina
"Tu lah level nya itu setingkat Andrian , lagian Lo dari tampang aja udah gak banget apa lagi duit ." Timpal Jeri .
Airin yang melihat mereka bertengkar hanya diam dan tersenyum , namun tiba tiba Jeri terkejut ketika ia membuka ponsel nya ,
" Airin sudah lihat belum Andrian kecelakaan . " Ucap Jeri sambil menyodorkan ponsel nya ke arah Airin , Romi dan Vina
Semua mata terbelalak , selain Airin , ia masih menahan kesedihan nya ..
"Ia , Aku sudah mengetahui nya , baru saja Aku pulang dari rumah sakit " ucap nya lemas dengan nada sedih .
"Ya ampun Airin , yang sabar ya , tenang ada gue di sini , udah jangan sedih lagi ya . Andrian itu cowok yang kuat kok pasti dia sembuh ." Ucap Vina sambil memeluk Airin, berusaha menenangkan sahabat nya itu .
__ADS_1
"Makasih ya Vin "
"Ia BESTie , Lo jangan sungkan ya buat luapin isi hati Lo , gue tau pasti ini berat banget buat Lo " ucap nya lagi membuat Airin. semakin tenang .
"Hei nanti kita jenguk Andrian ya , mana tau kalau kita jenguk dia cepet sadar " Timpal Jeri
"Oke oke " semua menyetujui nya dan mereka kembali dengan keheningan nya ..
Tiba tiba Vina teringat akan sesuatu yang masih mengganjal di pikiran nya yaitu menanyakan perihal tentang hubungan Airin dengan Andrian ..
"Airin maaf ini ya gue sedikit agak kepo " ucap nya membuka percakapan
"Iya kenapa Vin ?" Tanya Airin
"Masalah kemarin yang Lo tiba tiba di bawa sama Andrian , kan gue lagi sama Daniel , kata Daniel Lo sama Andrian sudah menikah ya ?" Tanya nya
"Sialan Daniel ngapain juga dia bilang sama Vina , ampun deh , dari mana juga ya Daniel tau tentang pernikahan Aku sama Andrian , ah yasudah lah kalau semua nya sudah tau , lambat laun semua nya kan tau juga ." Gumam nya dalam hati .
"He iya Vin , yang di bilang sama Daniel tu memang bener , gue sudah menikah dengan Andrian . "
"What? Is Lo kenapa gak bilang sama gue Airin , Lo anggap gue apa sih , sampe rahasia an gitu sama gue" gerutu Airin memanyunkan bibirnya ..
"Maaf ya Vin , gue belum cerita sama Lo , karena gue pikir ini belum di publik , kan Lo tau sendiri sekarang Andrian udah jadi CEO , mereka takut kalau saingan bisnis nya bakal celakai gue ." Ucap nya
"Yaudah sekarang kan sahabat gue udah tau semua nya , jadi jangan ngambek ngambek lagi ya " ucap Airin ..
"Iya deh "
Kelas pun berakhir sesuai kesepakatan mereka berempat akan pergi menuju rumah sakit , mereka berjalan menuju parkiran mobil namun tiba tiba ...
"Coklat manis untuk Kaka cantik"
Ucap anak kecil itu yang menyodorkan sebuah cokelat yang di hiasi pita cantik dan di dalam nya ada secarik kertas ..
"Hei ini dari siapa ?" Teriak Airin namun anak kecil itu berlari lagi , seperti yang tadi .
"Airin , ayo masuk kedalam mobil, kau kenapa sih kok bengong gitu?" Tanya Vina yang datang mengajak Airin masuk kedalam mobil yang di kendarai Romi dan di samping nya Jeri . Airin langsung meletakkan coklat itu di dalam tas nya .
"Eh enggak apa apa kok , ayo kita pergi ."Ajak Airin menarik tangan Vina ....
\*\*\*\*
__ADS_1
"Om sudah ya , aku sudah kasih coklat nya ke Kaka cantik itu ." Ucap nya kepada seorang lelaki yang memakai topi dan berkaca mata hitam itu .
"Terimakasih adik manis " ucap laki laki itu . Lalu memberikan lima lembar uang merah kepada anak kecil itu dan langsung berjalan pergi .
*****
Sesampainya di rumah sakit , Airin dan ketiga teman nya keluar dari mobil , mereka pun langsung berjalan menuju ruangan tempat Andrian di rawat , di situ banyak para pengawal . Semua tunduk hormat ketika Airin datang ...
"Wih banyak banget orang bertubuh kekar disini kalah Lo Jer" Ucap Romi ngasal
"Ssssit berisik Lo " umpat Jeri
"Bagaimana keadaan Andrian ?" Tanya Airin kepada salah satu pengawal di situ .
"Maaf Nona , Tuan Muda masih seperti biasa nya !" Ucap nya
"Di mana Tuan Kelvin ?"
"Tuan besar ke kantornya Nona , ada kerjaan penting yang tidak bisa di tunda "
"Baik lah , tetap berjaga ." Ucap Airin
Mereka meminta ijin kepada dokter untuk masuk , dan dokter mengijinkan mereka semua untuk masuk tetapi dengan syarat tidak boleh ribut .
"Ya ampun bos ,gak nyangka gue Lo akan jadi kayak gini ." Ucap Jeri
"Iya bos , biasanya Lo resek banget , ini Lo hanya diam aja , bangun bos , nanti Airin gue ambil loh " ucap Romi .
"Ngaur Lo Rom , udah tau Andrian masih kayak gitu bisa bisa nya Lo berani ngomong kayak gitu ." Ucap Vina sambil menyentil jidat Romi .
"Sakit tau " Ucap Romi sambil memegang jidat nya
"Lagian Lo ngasal ngomong nya " timpal Jeri
"Ssst sudah sudah tadi kan kata dokter kita gak boleh ribut , ayo kita balik aja kasihan Andrian , biar dia istirahat " Ucap Vina dengan nada pelan .
"Iya ayo , Bos cepet sadar ya , nanti kalau lama lama gue peluk istri Lo buat gantiin Lo " ucap Romi
"Berisik Lo , gue tampol baru tau Lo" ucap Jeri ..
"Airin , gue balik dulu ya , Lo yang sabar ya , gue yakin pasti Andrian cepet sadar ,jangan lupa Lo kabari gue kalau Lo perlu apa apa , gue siap " ucap Vina sambil memeluk Airin ,
__ADS_1
"Makasih ya Vin"
"Gue mau juga meluk Airin " ucap Romi yang langsung di tepis oleh Jeri , mereka bertiga lalu pamit meninggalkan Airin dan Andrian ..