
"Sudah siap??" Tanya Andrian yang kini tengah berada di depan pintu kamar Driaen ....
Pria kecil itu mengangguk kan kepala nya ." Sudah Dad, Oya kita mau kemana Dad??" Tanya Driaen dengan nada manja nya .
"Kita mau ke pesta om Steven " Sahut Andrian sembari merapihkan jas nya .
Driaen yang mendengar nya hanya berohriah saja , Driaen tidak tau jika yang akan bertunangan pria yang tadi mengajak nya mengobrol di mall , dan parah nya lagi yang bertunangan dengan pria itu adalah Triana yang Driaen anggap Mommy nya , lalu mereka semua nya memasuki mobil dan melajukan mobil nya menuju ke Mension milik Steven .
***
"Wah saya tidak menyangka ada seorang gadis yang bisa menaklukkan hati Tuan Steven " ucap salah satu kolega Steven kepada Steven .
Steven tersenyum mendengar pujian yang terlontar dari salah satu kolega nya , Steven tidak memungkiri dengan apa yang di ucapkan oleh kolega nya tersebut. Steven adalah pria yang sangat sulit di dekati oleh wanita manapun , bahkan sudah banyak kolega yang menawarkan putri mereka kepada Steven , namun lagi lagi pria tampan itu menolak nya secara terang terangan . Dan betapa terkejutnya para kolega Steven , ketika mendengar Steven akan bertunangan , tanpa ada nya gosip dan tiba tiba langsung melaksanakan tunangan . Tapi mereka juga tidak terkejut berlebihan , karena mereka sangat mengetahui bagaimana sosok seorang Steven Alinskie , pria yang menutupi identitasnya sangat rapat .
"Iya , saya juga sangat terkejut ketika mendapat kan undangan tiba tiba , saya pikir Tuan Steven melanjutkan lajang nya hahaha!!" Ledek salah satu kolega Steven dan di akhiri suara tawa mereka .
"Terimakasih , terimakasih karena kalian semua nya menyempatkan hadir di acara ku ini !!" Ucap Steven kepada para kolega nya .
"Ah Tuan Steven , seperti dengan siapa saja , kami walaupun ada hal yang penting tetap saja , kami sempat sempat kan hadir di acara Tuan Steven " Sahut salah satu kolega Steven dan di balas anggukan oleh yang lain nya , ya mereka sangat lah menjunjung tinggi sosok Steven Alinskie , pebisnis terkenal di seluruh dunia , jadi banyak pengusaha pengusaha yang menghormati diri nya .
Andrian dan keluarga nya yang baru saja tiba langsung menghampiri Steven dan memberikan ucapan selamat kepada Steven .
__ADS_1
Andrian menjabat tangan Steven .
"Selamat Tuan Steven , atas pertunangan anda !!" Ucap Andrian .
Steven tersenyum lalu membalas jabatan tangan dari Andrian . "Terimakasih Tuan Andrian , Terimakasih juga sudah menyempat kan diri untuk hadir dan selamat menikmati pesta kecil saya !!" Sahut Steven . Andrian hanya mengangguk kan kepala nya , lalu Steven tersenyum miring menatap Tuan Steven yang berdiri tidak jauh dari hadapan nya .
"Tunggu saat nya Tuan Kelvin !!" Ucap Steven di dalam hati nya . Lalu Tuan Kelvin menghampiri nya dan menjabat tangan Steven. Pria itu langsung membalas jabatan dari Tuan Kelvin . Steven terasa dunia nya ingin runtuh ketika berjabatan tangan dengan pria tua itu ,rasa sesak di dalam dada nya sangat sakit , diri nya sampai tidak sanggup bertatapan langsung dengan Tuan Kelvin , namun diri nya harus menetralkan semua nya , Steven tidak ingin semua nya berakhir seperti ini .
Sedangkan Tuan Kelvin , merasakan ada getaran aneh ketika menjabat tangan pengusaha sukses itu , Tuan Kelvin tidak tau entah mengapa diri nya merasa begitu dekat dengan seorang Steven Alinskie , dan tunggu tunggu , melihat wajah dari Steven Alinskie , Tuan Kelvin merasa tidak asing bagi nya , seperti pernah melihat nya namun entah dimana .
"Terimakasih atas kehadiran nya Tuan " Ucapan Steven menyadarkan lamunan Tuan Kelvin , pria itu tergeragap lalu menyunggingkan senyuman nya ke Steven .
"Selamat atas pertunangan anda Tuan Steven , !!" Ucap Tuan Kelvin , Steven mengangguk kan kepala nya , lalu bersalaman dengan Mama nya Andrian. Dan mereka pun berbincang bincang masalah bisnis .
"Kamu juga datang sayang hum ??" Tanya Steven .
Driaen pria kecil itu mengangguk kan kepala nya, lalu melirik ke arah Andrian , Oma dan Opa nya .
"Daddy yang mengajak Om, " Sahut Driaen , lalu pria kecil itu teringat sesuatu ."Dimana Mommy, bukan nya tadi Mommy bersama dengan Om baik ??" Tanya Driaen dengan polos nya .
Steven mengusap kepala Driaen dengan pe ih kasih sayang . "Mommy sebentar lagi turun , Driaen lihat saja nanti !!" Sahut Steven . Driaen pun mengangguk kan kepala nya dan menyunggingkan senyuman manis nya . Steven tersenyum kecut ketika melihat senyuman di sudut bibir Driaen , hati Steven mendadak sesak , diri nya tidak bisa memungkiri betapa sedih nya Driaen yang di tinggal seorang ibu ketika diri nya sedang masih kecil , bahkan masih bayi , dan bahkan pria kecil itu belum mendapatkan kasih sayang sedikit pun oleh seorang ibu . Mengingat Driaen , Steven seperti mengingat diri nya yang harus di tinggal oleh ibu nya selam lama nya , Steven berusaha bangkit dari keterpurukannya , sampai datang lah Alinskie stiel seorang pria yang membuat nya seperti sekarang ini , dan Alinskie stiel lah yang mengangkat seorang Steven Alinskie sebagai putra nya , putra yang mewarisi seluruh kekayaan keluarga Alinskie . Karena Alinskie tidak memiliki saudara ataupun keturunan .
__ADS_1
Steven menurunkan Driaen lalu mengusap kepala nya . "Om mau sapa kolega yang lain nya ya ??" Ucap Steven . Driaen mengangguk kan kepala nya .
"Oke om ," sahut Driaen , lalu Steven pergi menyapa kolega nya yang lain ...
Tak Tak Tak
Suara langkah high heels itu menggema di dalam ruangan yang sudah penuh dengan orang di sana , acara yang di adakan juga cukup besar dan mewah ,padahal Steven menggelar acara nya sangat mendadak , namun persiapan nya sangat luar biasa .
Triana menuruni anak tangga dengan gaya anggun nya , apa lagi pakaian yang di kenakan nya , membuat nya sangat sempurna di mata para pria yang sedang menatap nya di sana .
Steven yang sedang menyapa semua para tamu menoleh ke arah tangga dan sekejap Steven terdiam sambil memandangi wajah cantik kekasih nya .
Sementara Mama nya Andrian , Papa nya Andrian , dan Andrian terkejut ketika melihat Triana yang wajah nya sama persis dengan wajah Airin.
Driaen pria kecil itu langsung berlari menghampiri Triana dan memeluk nya .
"Mommy " Teriak Driaen .
Triana membalas pelukan Driaen
"Kamu juga datang sayang ??" Tanya Triana .
__ADS_1
Driaen mengangguk kan kepala nya .."Yes Mom, Driaen datang dengan Daddy, Oma dan Opa " Ucap Driaen sembari menunjuk ke arah Andrian , Mama nya dan Papa nya .