Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Bertemu dengan Vina


__ADS_3

Matahari pagi menyapa dengan sinar nya yang begitu hangat , semua manusia tampak nya sudah terbangun menyambut sang Surya yang begitu indah ,mereka melakukan aktivitas nya kembali seperti biasa nya ,


begitu pula dengan Airin, tampak nya wanita cantik itu bergeliat di atas kasur empuk nya , karena sangat lelah tadi malam tidur nya pun tampak sangat pulas , ya walaupun hati nya tidak baik baik saja , namun dia harus melupakan sejenak rasa sakit hati nya . Airin mengerjapkan mata nya perlahan membuang nafas nya dengan pelan , seakan ingin melupakan semua nya dia duduk di kasur nya lalu dia mengelus perut nya yang tampak sudah mulai membesar itu ya walaupun belum terlalu besar Airin membelai nya dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang , mengajak nya berbicara seakan yang di dalam sudah merespon nya .


"Sayang baik baik ya di dalam sana , ingat jadi anak yang kuat ya " ucap Airin sambil tersenyum manis .


"Nanti kalau kamu sudah keluar , jadi anak yang baik ya sayang " ucap nya lagi .


"Mommy sayang banget sama kamu" tambah nya lagi . Ya begitulah Airin , dia ingin sekali menghilangkan rasa sakit hati nya saat ini , maka oleh sebab itu dia menyibukkan pikiran nya dengan hal yang lain , dia tidak ingin memikirkan hal tentang kemarin lagi , ya meski dia belum bisa memaafkan suami nya yang jelas jelas sudah tidak mau menjelaskan apa apa kepada nya tentang masa lalu suami nya . Kecewa ya kata itu lah yang pantas di rasakan nya saat ini . Saat orang yang paling dia percaya tidak ingin mengatakan yang sebenarnya , ya walaupun nanti sakit mendengar kenyataan nya , namun dia harus mengetahui semua nya apa lagi tentang suami nya orang yang akan menemani nya di sepanjang hidup nya .


Ketika sedang asik berceloteh sambil mengusap perut nya tiba tiba Airin di kejutkan dengan suara dari dalam perut nya ..


Kruk kruk kruk


"Oh iya ampun kamu lapar iya sayang , sabar ya sayang kita cari makanan dulu " ucap Airin sambil terkekeh . Airin lalu bergegas menuju ke kamar mandi ,dia ingin mandi dahulu lalu dia akan keluar mencari makanan dan juga akan membeli beberapa baju yang akan dia kenakan .


Tidak membutuhkan waktu yang lama Airin sudah siap dengan ala mandi nya , dia masih mengenakan baju yang di pakai nya tadi malam.


"Nanti sekalian deh beli baju ganti " ucap Airin . Airin berjalan keluar dari kamar nya , dia ingin segera mencari makanan untuk nya , namun dengan tiba tiba dia di kejut kan dengan seorang wanita yang sedang membantu ibu nya berjalan memasuki salah satu kost an , Airin masih belum percaya , dia agak sedikit mendekat ke arah wanita itu , Airin membulat kan kedua bola matanya ketika yang di lihat ternyata benar sesuai ekspektasi .

__ADS_1


"Vina" pekik Airin sambil menatap wanita yang memunggungi nya , Vina langsung menoleh ke arah sumber suara yang menurut nya suara itu sangat lah tidak asing . Benar saja ketika dia mendapat kan sumber suara Vina langsung membulat kan kedua bola mata nya itu . Dia meletakkan Mama nya untuk duduk dulu di sebuah bangku yang berada tidak jauh dari diri nya .


"Sebentar ya Ma, Vina ke sana dulu" ucap Vina sambil meletakkan Mama nya di atas bangku .


"Pergi lah Nak " jawab sang Mama dengan senyuman nya .


Setelah mendapat ijin dari sang Mama , Vina pun langsung berlari menuju ke arah sahabat nya itu.


"Airin ? " Vina langsung memeluk Airin , Airin juga membalas pelukan nya . Tidak lama mereka berpelukan Vina melepaskan pelukannya dia bingung kenapa Airin berada di tempat ini .


"Kamu kamu kok di sini Airin ?" Tanya Vina merasa penuh curiga , sebab dia tidak pernah memberi tahu kan tempat tinggal nya kepada siapa pun , termasuk kepada Jeri dan Romi . Apa lagi Airin , akhir akhir ini Airin kan sibuk dengan suami nya , setelah Airin mengajukan skripsi dia tidak pernah lagi pergi kuliah , jadi Vina tidak bertemu dengan Airin, ya hanya waktu itu ketika Vina , jeri dan Romi datang ke rumah nya .


"Andrian ?" Tanya Vina memastikan bahwa Airin bersama dengan suami nya , Airin hanya menggeleng kan kepala nya .


"Aku sendiri Vin " jawab Airin .


Vina sudah bisa menebak kalau Airin sendirian pasti sahabat nya itu sedang ada masalah dengan suami nya .


"Airin , ayo ikut aku , kita cari tempat yang enak buat bicara" ajak Vina kepada sahabat nya itu , dia yakin Airin akan menceritakan semua nya kepada diri nya , dia ingin mencari tempat yang nyaman untuk Airin. meluapkan isi hati nya , dia tau bahwa sahabat nya itu tidak baik baik saja .

__ADS_1


"Baik lah ayo" Airin bersedia , mereka berdua pun berjalan mencari tempat yang di kira nya membuat Airin merasa tenang dan nyaman .


Sementara di tempat lain , Andrian kini sudah bangun dan bersiap bertemu dengan Tuan Rahendra , dia ingin menanyakan dimana keberadaan sang istri , tampak nya kali ini stelan Andrian agak aneh dia tidak seperti biasa nya yang terkenal dengan rapih , mengenakan jas , tapi kali ini rambut nya acak acakan , pakaian nya tidak beraturan . Ya bagaimana tidak dia semalaman tidak tidur, dia terus memikirkan istri nya itu .


Andrian berjalan menuruni anak tangga dengan sikap yang tidak seperti biasanya , dia agak lemas dan tidak tampak bersemangat . Tuan Rahendra sudah berada di bawah bersama istri nya yang sedang menikmati sarapan pagi nya , betapa terkejutnya mereka ketika melihat anak menantu nya yang berpenampilan seperti itu tidak seperti biasanya.


"Andrian kamu kenapa sayang ?" Tanya Mama Airin khawatir melihat penampilan sang menantu , sebenarnya tadi malam Mama nya Airin masih kecewa dengan Andrian , tapi suami nya menjelaskan semua nya yang membuat istri nya itu paham , jadi Mama nya Airin sudah tidak marah lagi dengan Andrian , malah saat ini dia merasa kasihan melihat penampilan menantu nya itu .


"Tidak apa apa Ma , pagi Pa , Ma " Andrian langsung menghampiri kedua mertua nya .


"Sayang duduk lah sarapan dulu ya" ajak Mama nya Airin .


"Maaf Ma , Andrian nanti saja sarapan nya , Oya Pa , bisa Papa beri tahu sekarang alamat nya ?" Andrian menoleh ke arah Papa mertua nya meminta alamat sang istri .


"Oke baiklah , " Tuan Rahendra mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya dan mengotak ngatik nya tidak lama Tuan Rahendra sudah siap dengan ponsel nya .


"Sudah Papa kirim" ucap Tuan Rahendra . Mendengar perkataan mertua nya , Andrian langsung merogoh ponsel nya dan melihat benda pipi itu , seakan mendapatkan undian berhadiah mata Andrian berbinar .


"Terimakasih Pa . Pa , Ma Andrian berangkat dulu ya " pamit Andrian kepada kedua mertua nya , mertua nya hanya mengangguk kan kepala nya , Andrian langsung bergegas menuju mobil nya dan dia masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .

__ADS_1


__ADS_2