
"Aghhhhhh ....." Teriak Andrian sangat kesal .
"Bodoh bodoh bodoh kalian semua nya " Pekik Andrian kesal dengan para anak buah nya yang mencari keberadaan istri nya , namun tidak menemukan nya sama sekali ,bahkan jejak nya saja sangat sulit bagi anak buah nya untuk menemukan nya . Dan bagaimana dengan orang yang menyabotase mobil nya ? Ya Andrian juga sangat kesulitan mencari nya , Robert sang asisten nya saja kelimpungan mencari bukti bukti nya , karena orang yang menyabotase nya sangat bermain cantik dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun ....
bugh bugh bugh bugh
"Aaaaaaaa " pekik para anak buah Andrian kesakitan ketika Andrian menendang mereka semua , bukan tendangan biasa , tetapi tendangan yang membuat mereka langsung terjatuh.
"Ini sudah empat tahun kalian mencari istri ku , tapi apa hasil nya kalian semua nya bodoh bodoh !!" pekik Andrian , Andrian menatap para anak buah nya yang sudah tergeletak di lantai , dia tidak memperdulikan nya sama sekali , rasa nya ingin sekali menghukum mereka lebih . Namun Andrian urungkan niat nya . Andrian menghela nafas berat , Andrian menatap para anak buah nya dengan tatapan yang sangat tajam ...
"Daddy..????" Suara bariton anak usia empat tahun menggema di dalam ruangan kerja Andrian yang penuh dengan anak buah nya yang tergeletak di lantai sambil meringis kesakitan , raut wajah Andrian yang semula nya emosi seketika berubah menjadi tersenyum . Andrian langsung memeluk pria kecil itu yang berlarian ke arah nya .
"Daddy ??? Daddy kenapa tadi malam tidak pulang ? Driaen tidak bisa tidur Daddy...." Ucap pria kecil itu sambil mengerucutkan bibir nya imut , Andrian yang melihat nya hanya terkekeh kecil melihat tingkah absurd putra semata wayang nya itu .
"Daddy tadi malam ada pekerjaan penting sayang , .. " jawab Andrian dengan lembut .
"Kenapa tidak paman Robert saja yang mengerjakan nya , kenapa mesti Daddy , Driaen kan kepengen tidur sama Daddy !!" Ucap Driaen dengan cerewet .
"Sayang , paman Robert, juga sangat sibuk sayang , pekerjaan nya sangat banyak , jadi tidak mungkin Daddy memberikan pekerjaan tambahan lagi " Ucap Andrian dengan nada lembut nya seraya mengelus rambut milik putra nya.
"ihhh jadi sampai kapan Driaen bisa tidur sama Daddy ?" Tanya pria kecil itu .
"Tapi Driaen kan sering tidur sama Oma dan Opa ?" Bukan nya menjawab , Andrian malah bertanya dengan putra nya itu .
"Oma dan Opa sudah setiap malam Dad , Driaen kan ingin tidur dengan Daddy !!" Rengek Driaen dengan nada manja nya , Andrian hanya mengangguk kan kepala nya .
"Baik lah nanti malam " Final Andrian , yang tidak ingin putra kecil nya terus terusan merengek ..
" Kapan Mommy pulang Dad? " Tanya Driaen dengan polos nya .
Deg
Jantung Andrian rasa nya sangat perih mendengar pertanyaan sang putra , dia harus menjawab apa ? Sudah empat tahun Andrian mencari keberadaan sang istri namun semua nya mustahil , Andrian sama sekali belum menemukan titik terang nya . Rasa nya Andrian ingin sekali mengakhiri hidup nya , karena tidak mampu membayangkan hari hari nya selalu tanpa istri nya , namun ada pria kecil yang harus ia jaga dan sayangi. Dia tidak mampu melakukan hal yang membuat putra semata wayangnya itu hancur lagi setelah kepergian istri nya ,Andrian tidak menyerah sedikit pun dia selalu yakin bahwa Airin masih hidup dan baik baik saja . Mungkin saat ini takdir belum mempertemukan nya ,tapi Andrian yakin suatu saat nanti dia akan di pertemukan dengan istri nya .
__ADS_1
"Mommy sebentar lagi pulang sayang ,Driaen jangan khawatir ya , ayo kita sarapan ,Driaen kan hari ini harus sekolah " ujar Andrian sambil menggendong tubuh mungil putra nya .
"Oke Dad ..." Jawab Driaen senang .
Melihat raut wajah putra nya bahagia , Andrian merasa sangat jahat , sampai kapan ia harus membohongi putra nya itu ...
Oh sampai kapan Tuhan , sampai kapan aku harus membohongi putra ku ,aku tidak sanggup mengatakan hal yang sebenarnya ...
ucap Andrian di dalam hati nya .
Ya selama ini Andrian beralasan bahwa Airin sedang berada di luar negeri , Airin ada keperluan yang sangat penting di sana jadi dia selalu menjelaskan kepada putra nya bahwa Mommy nya akan kembali lagi , ya entah sampai kapan , tetapi pria kecil itu dengan polos nya selalu mengiyakan perkataan Daddy nya ...
****
Kletak kletak kletak
Suara sepatu high heels yang menggema di dalam ruangan itu mengalihkan pandangan pria tampan yang saat ini sedang duduk di meja makan , pria itu tersenyum manis menatap seorang wanita cantik yang baru saja turun dari anak tangga .
"Morning Dear ?" Sapa pria tampan itu yang bernama Steven .
Lalu wanita itu menghampiri Steven dan duduk di depan nya .
"Sudah mau masuk sekarang hum ? Apa tidak kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh kemarin?" Tanya Steven dengan lembut , Steven meraih jari wanita itu dan mengelus nya dengan penuh perhatian .
"Tidak apa apa Steve , aku juga ingin melakukan aktivitas , selama di luar negeri aku capek hanya bolak balik ke rumah sakit saja , dan hari ini aku senang sekali Steve, kamu mengijinkan ku untuk menjadi pemimpin di sekolah milik kamu" Ucap Wanita itu .
"Apa pun Dear , untuk mu , aku akan melakukan apa pun , " jawab Steve lalu mencium tangan wanita cantik itu .
"Ayo makan ," ajak Steve . Wanita itu hanya mengangguk kan kepala nya , lalu mereka menyantap makanan yang sudah di siap kan sedari tadi oleh pelayan rumah milik Steve .
Hening , awal nya hanya hening dan suara dentingan sendok menggema di ruangan itu , namun suara bariton Steve mencair kan keheningan itu .
"Dear , apa kamu sudah memikirkan hal yang semalam aku katakan ?" Tanya Steve kepada wanita itu sontak saja membuat wanita itu tersedak makanan nya .
__ADS_1
uhuk uhuk uhuk
Steven dengan sigap mengambil air minum dan memberikan nya kepada wanita itu , wanita itu menengguk air minum hingga tandas . Wanita itu menatap wajah tampan Steven dengan pandangan yang sangat sulit di artikan .
Apa yang harus aku katakan kepada nya , tidak mungkin juga aku menolak ajakan nya , aku merasa tidak enak sama sekali , dia yang sudah menolong ku , namun aku masih belum mengingat siapa jati diri ku ini , apa keputusan ku saat ini tepat ,,,aku harus berbuat apa , tidak mungkin aku selalu menolak ajakan nya ....
Ucap wanita itu di dalam hati nya .
Steven yang tau maksud dari tatapan itu langsung menghela nafas panjang , diri nya sudah tau jawaban apa yang akan di berikan oleh wanita yang di cintai nya ini .
"Dear , aku akan menunggu mu , aku tidak akan memaksa mu sampai kamu benar benar siap Dear ... Andai kamu ingin aku menunggu mu sampai ingatan mu kembali , aku juga bersedia Dear ..." Ucap Steven dengan suara parau nya , terdengar nada kecewa yang ada di telinga Wanita itu , membuat wanita itu terenyuh , Steven bukan pria yang pemaksa , Steven sangat menghargai apa pun keputusan wanita itu , empat tahun sudah wanita itu hidup bersama Steven , jadi wanita itu sangat mengenal pria itu , pria yang lembut , manis dan sangat memanjakan nya , tidak pernah sedikit pun mengasari nya .
Kamu mencari apa lagi di dunia ini , sedangkan di depan mu saat ini sudah ada pria yang sangat manis , memanjakan mu seperti ratu setiap waktu ....
Ucap wanita itu di dalam hati nya .
"Steven ... Apa kamu siap ? Jika aku dulu nya adalah seorang wanita_" Ucapan wanita itu langsung terpotong ketika Steven menempel kan jari telunjuk nya di bibir wanita itu .
"Ssssttt !! Jangan katakan kata kata itu lagi Dear ,,, Aku kan sudah bilang dengan Mu Dear , mau bagaimana pun dulu nya Kamu , Aku tidak mempedulikan nya , yang Aku tau Kamu baik Dear , dan selama nya Kamu wanita yang baik " Ucap Steven dengan nada yang sangat lembut , membuat wanita itu tertegun , wanita mana yang tidak bahagia di perlakukan sangat manis oleh seorang pria .
"Steve ... Kamu pria yang baik , aku beruntung mengenal mu Steve, " Ucap wanita itu , Steven hanya tersenyum senang atas pujian yang di lontarkan oleh wanita yang sangat di cintai nya .
"Steven ... Aku menerima ajakan mu" Ucap wanita itu lagi dengan nada pelan namun Steven masih bisa mendengar nya , Steven terperanjat , diri nya tidak menyangka bahwa wanita yang sangat di cintai nya menerima ajakan menikah nya .
"Dear apa aku tidak salah dengar Dear ?" Tanya Steven yang masih belum percaya ,Steven takut ini hanya lah mimpi, mimpi yang selama ini di impikan oleh Steven . Mendengar pertanyaan Steven, Wanita itu langsung menggeleng kan kepala nya .
"Tidak Steve , kamu tidak salah dengar " ucap wanita itu sambil memalingkan wajah nya karena malu . Steven yang melihat nya langsung mengangkat dagu wanita itu , dan tatapan mereka saling beradu ...
"Coba ucap kan sekali lagi ?" Goda Steven .
Dengan malu malu wanita itu menatap lekat Steven , lalu wanita itu berteriak ...
"Steven Alinskie .... Aku Triana Larasati bersedia menikah dengan Mu ...." Teriak wanita itu, membuat Steven tidak melunturkan senyuman nya , Steven sangat bahagia saat ini .
__ADS_1
"Terimakasih , terimakasih Dear" Ucap Steven sambil memeluk Triana .