
...Andrian melirik ke arah atas bangunan yang menjulang tinggi itu ia mengangguk kan kepala nya , seorang yang sedari tadi sudah bersiap itu langsung siap membidik , Seorang sniper melepaskan tembakan nya tepat di tujuan tidak meleset sedikit pun, tepat di jantung nya . Dia puas dan tersenyum ke arah Andrian ....
"Akhhhhkk " pekik orang itu jatuh tersungkur dengan darah segar yang banyak mengalir di tubuh nya .
...Kelvin dan istrinya terkejut ketika yang terkena tembakan bukan anak nya tetapi Bagaskara . Kelvin dan istrinya berlari menuju Andrian , tampak nya Andrian dan Airin baik baik saja tidak kurang satu pun . Tetapi Airin tampak nya sangat syok melihat itu semua , ia tidak habis pikir orang di hadapan nya mati mengenaskan....
"Andrian dia dia ..." ucap Airin terbata bata sambil menatap lelaki itu yang sudah tidak bernyawa lagi .
Andrian langsung mendekap Airin di pelukan nya ,ia tidak ingin istri nya syok .
"Sayang kalian tidak apa apa ?" Tanya Mama nya Andrian datang menghampiri mereka .
"Tidak Ma " Sahut Andrian .
"Sayang ayo sama Mama , ikut Mama " ucap Mama nya Andrian mengajak Airin pergi dari tempat itu , Airin pun menuruti Mama nya Andrian ia pergi dari tempat itu . Kini tinggal lah Andrian dan Papa Kelvin .
"Apa yang sedang terjadi ?" Tanya Papa Kelvin .
"Nanti Aku jelas kan Pa , "Ucap Andrian mengambil ponsel di saku celana nya dan mencoba menghubungi seseorang , tidak lama hubungan telpon itu tersambung ,
"Kau beres kan ini semua " ucap Andrian dengan nada tegas di seberang telepon lalu dia langsung mematikan panggilan telepon nya secara sepihak .
Tidak menunggu waktu yang lama beberapa orang bertubuh kekar dan memakai pakaian serba hitam mendatangi tempat tersebut , lalu menghadap ke Andrian dan Kelvin mereka membungkuk kan badan nya setengah memberi hormat kepada Andrian dan Kelvin .
"Urus " Ucap Andrian dengan nada datar nya .
"Baik Tuan" Sahut mereka serentak .
Seakan sudah mengerti ,mereka pun bergegas mengerjakan apa yang sudah di perintahkan oleh Andrian .
Tuan Kelvin lalu mengajak Andrian ke suatu tempat untuk membicarakan semua nya . Mereka sudah tiba di sebuah tempat yang sangat sunyi tidak ada orang yang berlalu lalang satu pun di sana .
__ADS_1
"Apa yang terjadi sebenarnya Andrian ?" Tanya sang Papa .
"Aku sudah tau Pa , dia mengikuti aku sejak aku keluar dari kantor tadi sampai aku membawa Airin ke supermarket , lalu aku menghubungi anak buah ku untuk berjaga jaga di sekitar supermarket , dan aku sudah meletakkan sniper andalan di atas gedung , aku sudah yakin ia akan senekat itu " ucap Andrian. Tuan Kelvin mengangguk paham semua penjelasan dari anak nya itu .
"Sekarang mau kau apakan mayat lelaki tua itu ?" Tanya Kelvin
"Aku akan mengirim nya ke hotel tempat dia tinggal , biar anak nya mengetahui Papa nya sudah tidak ada " ucap Andrian .
"Iya benar sekali , untung saja insting mu kuat , kalau tidak Papa tidak membayangkan apa yang akan terjadi kepada mu dan Airin saat ini" Ucap Papa Kelvin bangga dengan anak nya itu .
"Papa tenang saja, aku akan menjaga Airin , aku tidak akan membiarkan nya terluka sedikitpun " ucap Andrian, mendengar perkataan Andrian Papa Kelvin tersenyum , dia sangat bangga kepada anak nya itu , .
"Ayo kita temui mereka " ajak Papa Kelvin sambil menepuk bahu anak nya .
"Iya Pa" Sahut Andrian , Andrian dan Papa Kelvin kini berjalan menuju Airin dan Mama nya yang sedang duduk menenangkan diri .
Sesampainya di tempat Airin dan Mama nya Andrian , Andrian langsung memeluk istrinya ia sangat khawatir dengan kondisi nya .
"Sayang apa kamu baik baik saja ?" Tanya Andrian cemas .
"Andrian, sebaik nya kau ajak pulang Airin , dia butuh istirahat sayang " ucap Mama nya Andrian dengan nada yang lembut .
"Iya , bawah lah dia pulang Andrian , Papa yakin nanti kondisi nya akan segera membaik " Ucap Papa Kelvin , Andrian menganguk kan kepala nya .
"Baik lah Pa , Ma , Andrian dengan Airin pulang dulu ya " pamit Andrian kepada kedua orang tua nya .
"Iya sayang hati hati ya " ucap Mama nya Andrian .
"Iya Ma " sahut Andrian , Andrian dan Airin pun pergi meninggalkan kedua orang tua nya mereka masuk ke dalam mobil dan kembali ke kediaman Rahendra . Sementara kedua tangannya Andrian masih berada di area supermarket itu , mereka juga akan kembali ke kediaman mereka .
"Apa Mama mau belanja lagi ?" Tanya Tuan Kelvin kepada istrinya .
__ADS_1
"Kita cari lain waktu saja ya Pa ,Mama rasa nya masih syok melihat kejadian tadi " Sahut Mama nya Andrian .
"Baik lah Ma , ayo " Ajak Papa Andrian menggandeng tangan istrinya itu .
...Di lain tempat anak buah Bagaskara terkejut ketika memasuki hotel milik tuan nya itu . Bagaimana tidak mereka melihat Tuan nya sudah tidak bernyawa bersimbah darah , mereka semua nya panik ....
"Ada apa ini ? Apa yang terjadi dengan Tuan Bagaskara ?" Tanya salah satu anak buah nya .
"Aduh bagaimana cara nya kita menjelaskan nya
kepada Tuan Muda " ucap yang satu nya lagi .
"Bagaimana pun nanti resiko nya kita tetap harus memberi tahu Tuan Muda ," ucap anak buah yang satu nya lagi . Salah satu dari mereka berempat mengambil ponsel nya , ia mencoba menghubungi Tuan Muda nya , tidak lama kemudian telepon nya tersambung , mereka takut , namun mereka harus tetap mengatakan nya .
"Tu tu tuan Muda , maaf kami mengganggu anda " ucap anak buah dari seberang telepon .
"Iya ada apa ? Apa di sana baik baik saja ? " Ucap Daniel dari seberang telepon .
"Maaf Tuan maaf kan kami" ucap nya lagi dengan nada gemetar .
"Ada apa ? Dimana Papa Ku apa dia baik baik saja ?" Tanya Daniel lagi saat ini nada bicara nya mulai meninggi.
"Maaf Tuan Muda , Tuan Besar saat ini sudah tidak ada lagi " ucap anak buah itu.
"Apa ? Apa maksud kalian ? Kalian jangan mengada ngada ? " Ucap Daniel masih tidak percaya .
"Maaf Tuan muda , setelah kami mengantar Tuan muda sampai di bandara , kami berhenti dulu di sebuah tempat makan , ketika kami sudah sampai di hotel kami mendapat kan Tuan besar sudah tidak bernyawa lagi Tuan muda , Tuan besar seperti nya terkena tembakan di bagian jantung nya " ucap anak buah itu menjelaskan kejadian yang sebenarnya .
"Apa ?Papa ....." Teriak Daniel di seberang telepon,
"Aku akan kembali " ucap nya sambil mematikan telepon nya sepihak .
__ADS_1
Daniel pun bergegas ke bandara ia akan kembali lagi untuk melihat Papa nya . Ia sangat terpukul dengan kejadian ini , dia masih tidak percaya mengapa semua ini bisa terjadi .
"Siiit tidak akan aku biarkan orang yang sudah menghabisi Papa Ku bernafas " umpat nya .