Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Five months passed


__ADS_3

Sudah lima bulan berlalu , Andrian dan Airin menjalankan kehidupan mereka tanpa ada nya apa pun yang mengganggu mereka , Andrian dan Airin , tiga bulan yang lalu mereka yang sudah melaksanakan wisuda nya dengan nilai yang sangat memuaskan membuat mereka sangat bangga , akhirnya mereka berdua bisa menyelesaikan kuliah mereka .


Dan tepat saat ini kandungan Airin menginjak usia sembilan bulan , Airin di perlakukan bak seorang ratu oleh suami nya itu , dia tidak boleh beranjak dari tempat tidur mengingat perut nya yang sudah sangat besar ,Andrian semakin protektif dengan istri nya itu .


"Sayang , aku mau ke ruangan kerja sebentar ya , ada Robert yang sedang menunggu di sana !" Ucap Andrian sambil mengecup puncak kepala istri nya lama .


"Iya " jawab Airin sambil meringis merasakan sakit di perut nya , namun Airin mencoba menahan sakit nya , agar suami nya tidak terlalu khawatir ,


"Apa sudah merasakan tanda tanda nya ,? Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit " Andrian terlihat cemas melihat raut wajah sang istri yang tampak nya sedang menahan sakit , Andrian mengetahui banyak tentang perihal ibu hamil , karena semenjak kehamilan Airin menginjak bulan ke 7 Andrian selalu mencari tahu tentang seseorang yang ingin melahirkan , maka oleh itu dia mengetahui semua nya .


Airin menggelengkan kepalanya menandakan diri nya baik baik saja , ya walaupun memang sakit , tapi dia tidak ingin membuat suami nya itu khawatir .


"Aku tidak apa apa , kau urus lah pekerjaan mu dengan Robert dulu , nanti kalau sudah selesai baru kita berangkat ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan " lirih Airin.


Andrian yang tau betul kalau istri nya berbohong dan istri nya sedang menahan sakit mengurungkan niat nya untuk membahas pekerjaan dengan Robert , karena prioritas nya saat ini adalah istri nya , kalau masalah pekerjaan dia urus belakangan , karena istri nya lah yang terpenting saat sekarang ini .

__ADS_1


"Tapi _" Ucapan Andrian terputus ketika Airin langsung memotong ucapan nya .


"Aku tidak apa apa sayang pergilah , kau sudah terlalu sering mengabaikan pekerjaan mu , aku tidak mau karena kau selalu seperti ini membuat perusahaan yang telah di bangun selama ini menjadi hancur sia sia !" Ucap Airin yang mengerti betul karena dari awal usia kandungan nya menginjak usia delapan bulan , suami nya itu tidak pernah masuk ke kantor lagi , karena semua yang mengenai istri nya , Andrian yang mempersiapkan nya , sampai Airin melakukan senam ibu hamil , Andrian juga selalu setia menemani nya . Semua pekerjaan nya di limpahkan dengan Robert sang asisten pribadi nya , tapi bukan berarti Airin tidak percaya dengan kaki tangan suami nya itu , tapi bagaimana pun Andrian harus mengecek nya , karena Robert juga tidak bisa memberikan kuasa nya tanpa ucapan dari Tuan nya itu .


"Baik lah " jawab Andrian pasrah ,karena kalau dirinya terus menerus berdebat dengan sang istri tidak ada ujung ujung nya ,lebih baik diri nya mengalah ,


"Sayang Daddy keluar sebentar ya , mau urus pekerjaan , gak bakalan lama kok , baik baik ya di dalam sana , Daddy sayang kamu !" Ucap Andrian sebelum pergi sambil mengelus perut istri nya dengan lembut , lalu dia bergegas keluar kamar dan segera menghampiri Robert dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya .


Belum lama kepergian suami nya Airin yang berada di dalam kamar masih saja meringis merasakan sakit , perlahan lahan sakit nya semakin menjadi jadi , rasa nya dia tidak tahan , tapi dia harus tetap tenang dan ingat apa yang sudah dia pelajari selama ini .


"Sayang , jangan nakal ya di dalam perut Mommy , Mommy sayang kamu!" Ucap Airin sambil mengelus perut nya yang buncit . Namun rasa nya masih sangat sakit , sampai Airin sudah tidak tahan lagi . Airin ingin beranjak dari ranjang nya ia ingin berjalan keluar kamar nya untuk memanggil suami nya yang berada di ruangan kerja nya , sedangkan Papa dan Mama nya kini masih berada di luar negeri untuk mengurus perusahaan nya yang berada di luar negeri , dan kata nya hari ini juga akan pulang , karena orang tua Airin ingin menemani anak nya melahirkan .


Airin yang berjalan sambil menahan sakit perut nya , dia sudah tidak tahan lagi tiba tiba tubuh nya oyong dan ingin terjatuh , untung saja ada tangan kekar yang menahan tubuh Airin , ya siapa lagi kalau bukan Andrian , rupa nya Andrian datang di waktu yang sangat lah tepat , Andrian tadi sudah berada di ruangan kerja nya bersama dengan Robert , namun Andrian lupa membawa laptop nya yang di tinggal kan di dalam kamar nya , dan Andrian bergegas mengambil nya , namun siapa sangka ketika dia membuka pintu dia melihat istri nya yang ingin terjatuh , tanpa menunggu lama lagi Andrian langsung berlari menahan tubuh istri nya itu . Ya Andrian sangat lah merasa bersalah , jika diri nya tidak datang tepat waktu mungkin saat ini istri nya sudah jatuh dan dia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan istri dan calon bayi nya itu.


"Sayang "lirih Andrian.

__ADS_1


"Sakit ?" Tanya Andrian , Airin hanya mengangguk kan kepala nya , tanpa basa basi lagi Andrian langsung menggendong tubuh istri nya itu lalu membawa nya menuju ke mobil , Andrian menyuruh sopir untuk segera melajukan mobil nya ke rumah sakit .


"Sakit sekali ya ?" Tanya lagi Andrian sambil mendekap tubuh istri nya .


"Iya sayang !" jawab Airin, mendengar perkataan istri nya Andrian langsung mengelus perut istri nya dengan lembut.


"Di sini " tunjuk Airin ke arah punggung nya , Andrian lalu mengikuti kemauan istri nya , dia mengelus punggung istri nya dengan lembut .


"Bagaiman sayang ?" Tanya Andrian yang melihat raut wajah istri nya yang tampak agak sumringah .


"Lumayan sayang , " jawab Airin.


"Ini nama nya kontraksi palsu sayang , kalau begitu nanti kamu harus ikutin apa yang di ajarkan oleh dokter oke , tarik nafas buang kan " ucap Andrian menuntun istri nya .


Airin hanya bisa mengikuti suami nya itu , semua nya sudah mereka pelajari terlebih dahulu dengan di bimbing oleh dokter kandungan yang sudah sangat profesional yang sudah di suruh oleh Andrian untuk menangani istri nya , Andrian ingin yang terbaik untuk istri dan juga anak nya .

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama , Andrian dan Airin sudah sampai di rumah sakit , rumah sakit yang akan menjadi tempat bersalin nya Airin , tanpa menunggu waktu yang lama lagi , Andrian langsung menggendong istri nya dan membawa nya ke dalam rumah sakit . Melihat Andrian datang seluruh suster berlari menghampiri nya , mereka mengambil brangkar lalu menyuruh Andrian untuk meletakkan Airin di atas brangkar tersebut .


__ADS_2