
Steven yang bangun dari tidur nya mencari keberadaan sang kekasih , pasal nya ketika diri nya membuka mata nya Triana sudah tidak ada di samping nya.
"Kemana dia ?" Tanya Steven , namun ketika Steven ingin beranjak mencari Triana , Steven mengingat kejadian tadi malam , diri nya tersenyum puas.
"Kau akan menjadi milik ku , dan hanya milik ku sayang . Aku tidak
akan membiarkan mu kembali bersama nya lagi !!" Batin Steven di dalam hati nya . Steven lalu beranjak dari tidur nya dan memakai kaos dan celana nya , betapa senang nya Steven karena bisa memiliki Triana .
Cklekkk
pintu kamar mandi terbuka menampilkan tubuh Triana yang sudah memakai pakaian yang dia kenakan sedari kemarin . Mata cantik yang sembab tidak lolos dari pantauan Steven , Steven menghampiri Triana lalu memeluk wanita nya dari belakang . Triana hanya diam tanpa menolak sama sekali , rasa nya ingin sekali marah dengan Steven , namun hati Triana berkata lain , mungkin diri nya saat ini sedang jatuh cinta kepada Steven .
"Sayang , terimakasih !!!" Ucap Steven kepala nya bersandar di bahu milik Triana .
Triana tidak menjawab sama sekali diri nya masih bingung , apa lah yang ia lakukan dan Steven ini benar ?? Triana takut sesuatu yang buruk akan terjadi kepada nya .
Steven melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh kekasih nya lalu menatap wanita nya yang sedari tadi hanya diam dan tidak merespon sama sekali ucapan nya .
"Ada apa hum ??? " Tanya Steven .
Triana menghela nafas panjang , lalu di tatap nya mata indah milik sang kekasih .
"Steve , aku rasa , apa yang sudah kita lakukan ini salah ... Kita belum_" Kalimat Triana terpotong , ketika Steven langsung menyambar nya dengan suara tawa nya .
Hahahaha
Triana mengeryitkan dahi nya bingung dengan tingkah Steven ,
"Kenapa Steve ??"
Steven memeluk kekasih nya yang sedang kebingungan , dia tau apa yang ingin Triana katakan maka oleh sebab itu Steven tertawa sebelum Triana selesai berbicara , agar kekasih nya itu tidak lagi melanjutkan kalimat nya .
"Dear , kita akan menikah sayang , jadi please jangan bicara seperti itu lagi , aku senang melakukan hal itu tadi malam Dear ... Kita akan bertunangan nanti malam Dear !!" ucap Steven dengan suara parau nya .
__ADS_1
Triana yang mendengar nya langsung melepaskan pelukan sang kekasih ,lalu menatap Steven ..
"Apa ?? Nanti malam Steve ??"Tanya Triana yang masih tidak habis pikir , apa apaan ini Steven mengajak nya bertunangan nanti malam ?? Lalu bukan nya persiapan nya banyak ?? Bagaimana menyelesaikan nya dalam waktu yang sangat singkat ...
Bahkan Triana belum bersiap siap . Lihat lah Triana saja masih di hotel bersama Steven , padahal waktu sudah menunjukkan pukul tengah hari . Tapi kenapa pria yang ada di hadapannya saat ini sangat santai .
Seolah tau apa yang ada di pikiran sang calon tunangan , Steven langsung tersenyum melihat wajah kebingungan dari Triana .
"Sudah lah Dear , kamu tidak usah kepikiran tentang masalah persiapan , nanti kita langsung pulang, dan di sana sudah siap semua nya , nanti malam kita mengada kan acara nya !!" Jawab Steven dengan santai nya .
"Bukan nya ini terlalu mendadak Steve ??" Ah pertanyaan konyol itu ternyata keluar juga dari bibir mungil Triana , rasa nya saat ini Steven ingin sekali menerkam nya lagi , namun Steven buru buru tersadar , agar diri nya bisa menahan diri lagi jangan sampai kebablasan seperti kemarin malam.
Steven menggeleng kan kepala nya .
"No Dear .. Ini tidak terlalu cepat . Bahkan semua persiapan nya sudah 70% , aku sudah menghubungi asisten pribadi ku , kita tinggal pulang lalu kita bersiap siap " jawab Steven . Yeye kan Triana melupakan lagi siapa kekasih nya itu , Kekasih nya itu milyader Triana ?? Diri nya tidak melakukan apa apa , hanya memerintah anak buah nya saja , masalah nya langsung selesai . Tidak payah turun tangan sendiri . Maklum lah konglomerat .
Triana tersenyum malu mendengar perkataan Steven , bagaimana bisa ia melupakan status seorang Steven Alinskie ,
"Baik lah , ayo kita pulang " ajak Triana .
"Ayo dear ...!!" Ajak Steven . Namun langkah Triana terhenti sebentar , membuat Steven mengeryitkan sebelah alis nya bingung .
"Apa ada yang ketinggalan Dear ??" Tanya Steven .
Triana terkekeh lalu menunjuk ke arah bawah Steven yang hanya memakai celana pendek nya saja, tanpa memakai celana Kasual nya .
"Upps siiit" umpat Steven , lalu mengambil celana nya yang berada di bawah ranjang .
Bagaimana seorang Steven akan keluar dari kamar hotel dengan memakai celana pendek nya , apa kata orang yang diri nya lewati . Oh Steven kamu ini ada ada saja .
***
Di lain tempat , Andrian tengah meregang kan otot otot nya , Andrian baru saja bangun dari tidur nya setelah tadi malam diri nya sibuk menghabiskan malam nya dengan meminum minuman keras .
__ADS_1
"Ahkkkkkk kepala ku " pekik Andrian ketika kepala nya masih pusing , mungkin akibat diri nya yang kebanyakan minum minuman tersebut .
Andrian bersandar di dasboard tempat tidur nya lalu memijit kepala nya yang masih sangat pusing .
Cklekkk
Pintu kamar nya terbuka menampilkan sang asisten pribadi nya yang masuk ke dalam kamar nya .
"Hoahh , Robert , kenapa kamu tidak mengetuk pintu kamar ku terlebih dahulu ??" Omel Andrian.
Robert tersenyum lalu memberikan obat pereda rasa nyeri kepada Tuan nya itu .
"Saya tau Tuan sedang mabuk tadi malam , jadi saya bawakan obat ini , agar pusing Tuan segera hilang !!" Ucap Robert yang segera memberikan obat itu kepada Andrian dan segelas air putih .
Andrian langsung mengambil nya , sudah hal yang menjadi rutinitas bagi seorang Robert , ketika Tuan nya sedang mabuk , diri nya lah yang memberikan obat pereda nyeri . Kenapa bukan Mama dan Papa nya Andrian ?? Atau pelayan nya yang lain?? Jawaban nya simpel , Mama dan Papa nya sibuk mengurus Driaen , dan Para pelayan tidak di ijinkan masuk ke kamar Andrian . Karena Andrian tidak ingin barang barang yang ada di kamar nya di sentuh oleh siapa pun kecuali Mama, Papa , Driaen , dan juga Robert sang asisten pribadi nya .
"Kau selalu saja tau apa yang aku butuhkan !!" Celetuk Andrian .
Robert hanya tersenyum , lalu pria itu mengeluarkan sebuah undangan dan memberikan nya kepada Andrian .
Andrian menatap undangan tersebut lalu bertanya kepada Robert .
"Dari siapa ??"
"Dari Tuan Steven Taun ... Kata nya nanti malam akan ada acara pertunangan , Tuan Steven dan Nona Triana , kekasih nya .!!" Ucap Steven .
Andrian langsung mengangguk kan kepala nya .
"Baik lah , nanti malam kita akan pergi ke acara itu , beri tahu Mama , Papa dan Driaen , agar mereka semua nya ikut nanti malam !!" Titah Andrian .
Robert Langsung mengangguk kan kepala nya paham ,
"Baik lah , Tuan bisa istirahat terlebih dahulu , saya akan memberi tahukan kepada Tuan besar , saya pamit keluar , saya ingin mengerjakan pekerjaan kantor !!" Pamit Robert .
__ADS_1
Andrian mengangguk kan kepala nya , sudah biasa Robert akan mengerjakan pekerjaan kantor Tuan nya sendiri , jika Tuan nya habis mabuk .