
"Apa apa an ini lepasin saya Mau kalian apa kan saya ?" Tanya seorang lelaki yang di seret paksa oleh banyak nya orang yang bertubuh tegap , anak buah nya yang banyak saja kuwalahan sampai ada yang langsung kabur , hanya beberapa saja yang menemani bos nya itu , namun sama saja ingin menghadang orang bertubuh besar itu pun sulit karena jumlah nya bukan sedikit tapi sangat banyak .
"Silahkan anda keluar dari sini , rumah ini sudah bukan rumah anda , dan ini barang barang anda " ucap lelaki bertubuh besar itu sambil melempar kan tiga tas besar ke arah pria itu.
"Enak sekali kalian , ini rumah Ku , dan aku tidak akan pergi meninggalkan nya " ucap nya ingin menerobos masuk kedalam namun sayang sebuah pukulan mendarat di pipi nya
buukk
sontak saja lelaki itu tersungkur jatuh ke bawah sudut bibirnya mengeluarkan darah segar . Ia teringat biasanya memukul para musuh nya sekarang malah diri nya yang terkena pukulan begitu kuat . Beberapa orang berlari menghampiri lelaki yang terjatuh itu , dan membantu nya untuk berdiri .
"Tuan , Tuan tidak apa apa kan ?" Tanya dari salah satu orang itu sambil mengangkat tubuh lelaki itu untuk berdiri , lelaki itu menggeleng kan kepala nya .
"Tidak apa apa " jawab nya dengan nada datar . Namun ia melihat ke arah wajah lelaki itu terdapat darah di sudut bibir nya , niat nya ingin membalas perbuatan kepada orang yang telah memukul Tuan nya , namun sayang mereka kalah , dari segi jumlah mereka sangat sedikit di bandingkan orang orang itu .
"Sebaiknya kita pergi dari sini Tuan " Ajak lelaki itu dan memapah tubuh Tuan nya itu , Tuan nya hanya mengangguk kan kepala nya , dia sudah bingung mau berbuat apa lagi , karena dia sudah tidak memiliki kuasa apa pun lagi , bahkan rumah , mobil dan semuanya sudah hilang seketika bukan milik nya lagi , ya dalam hanya hitungan sekejap saja semua nya hilang ..
"Mau kemana kita ?" Tanya lelaki itu ,
"Lihat Tuan ," tunjuk lelaki itu ke arah sebuah mobil di ujung seberang jalan , mereka memapah Tuan nya dan memasukkan ke dalam mobil tersebut . Betapa terkejutnya ia melihat sesosok yang menyetir di depan .
"Daniel ?" Panggil lelaki itu .
"Bagaimana bisa Daniel , kau masih memiliki mobil ini ?" Tanya nya lagi .
"Pa , apa aku sebodoh itu pa , Aku bahkan diam diam telah mengubah sesuatu dari nama papa menjadi nama ku , dan tinggal 2 mobil , satu rumah di luar negeri yang aku tempati sewaktu aku tinggal di luar negeri , dan sebuah perusahaan kecil yang berada di luar negeri juga pa " Ucap nya , ya lelaki itu adalah Tuan Bagaskara , ia tidak menyangka anak nya secerdas itu .
__ADS_1
"Baguslah rupanya kau tidak sebodoh itu nak , tidak rugi papa menyekolahkan Mu " ucap Bagaskara senang .
"Pa , mungkin aku tidak akan lama di sini , aku akan kembali keluar negeri terlebih dahulu , aku ingin merintis perusahaan kecil itu , apa papa ingin ikut dengan ku ?" Tanya Daniel .
"Tidak , biarkan papa di sini sebentar papa akan memberikan seseorang pelajaran terlebih dahulu sebelum papa menyusul mu " ucap nya dengan bangga , Bagaskara berpikir akan memberikan perhitungan terlebih dahulu kepada Andrian , karena ia tadi mendapatkan informasi dari anak buah nya bahwa semua ini adalah ulah Andrian .
"Ck berani betul anak ingusan itu bermain main dengan ku " batin nya .
"Tapi pa , apa setidak nya kita pergi dulu , nanti setelah kita berkuasa lagi ,baru deh kita hancur mereka" Ucap Daniel memberikan saran kepada Bagaskara , namun sayang Bagaskara menolak nya .
"Tidak Daniel , kamu tidak perlu khawatir kan papa , papa bisa menghadapi nya , kamu pergi lah soreh ini keluar negeri , rintis lah perusahaan itu , buat berkembang seperti perusahaan yang dulu " ucap Bagaskara .
"Baik lah pa, setelah aku mengantarkan papa ke hotel aku akan segera berangkat keluar negeri , dan ingat kalian harus menjaga papa ku " ucap nya kepada anak buah papa nya .
"Lihat saja , tunggu aku Andrian " batin nya .
Di suatu ruangan ....
"Bagaimana ? Apa kah sudah ada kabar ?" Tanya seorang lelaki paruh baya itu .
"Sudah Tuan , semua nya seperti rencana yang di beritahu kan sebelum nya , " ucap anak buah nya .
"Bagus sekali , terus bagaimana ekspresi nya , ku yakin dia akan sangat histeris melihat ini semua " Ucap nya sambil tersenyum lebar .
"Salah satu teman saya melihat nya Tuan , dia berjalan sempoyongan melewati halaman rumah nya , bahkan pihak bank pun sudah menyegel rumah , kendaraan dan beserta aset pribadi nya ."
__ADS_1
"Wah wah ini kabar yang sangat mengejutkan bukan ,? Apa dia sekarang menjadi gelandangan ?" Tanya nya lagi.
"Tidak Tuan , sekarang dia. berada di sebuah hotel bersama dengan anak lelaki nya " ucap anak buah nya
"Lalu , istri dan anak perempuan nya kemana , bukan nya dia memiliki anak perempuan juga ?"
"Istri nya sudah pergi dari rumah nya Tuan , Dia sangat keterlaluan Tuan , di saat saham nya naik drastis ia mempunyai banyak kekasih di luar sana , istri nya tau sehingga membuat nya pergi meninggalkan Dia Tuan , dan menurut info sekarang istri nya berada di sebuah kos an bersama putri nya " ujar nya panjang kalo lebar , membuat seorang lelaki itu tersenyum bahagia .
"Hahahaha lihat lah Bagaskara , Kau sudah berani bermain main dengan anak Ku , lihat lah apa yang kamu rasakan sekarang " Ucap nya sambil tertawa , ya benar saja itu adalah Tuan Kelvin Papa nya Andrian, ia telah mendapatkan informasi sebelumnya dari Robert , ia menyuruh salah satu anak buah nya untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi itu , benar saja anak buah nya sudah berpencar di kediaman Bagaskara , mereka melihat nya dengan sangat jelas , bahwa Bagaskara kali ini hancur sehancur nya .
...Di tempat lain Airin kini ingin membeli sesuatu barang di minimarket , ia menelpon Andrian untuk mengajak nya membeli barang .....
"Sayang please bisa ya ?" Rayu Airin .
"Baiklah sayang tapi nanti soreh ya soal nya sebentar lagi aku mau meeting " ucap Andrian dari seberang telepon .
"Apa tidak bisa di wakilkan oleh Robert sayang ?" Tanya Airin lagi .
"Tidak sayang , karena ini meeting nya sangat penting , bersabar lah sebentar ya sayang , nanti Aku akan menjemput mu , ingat jangan pergi kalau tidak bersama ku " ucap Andrian , ia tidak ingin Airin nekat pergi sendiri an karena terlalu bahaya untuk nya , mengingat musuh nya berada dimana mana .
"Baik lah by " ucap Airin mematikan sambungan telepon nya ,
"Huuuuf aku sangat suntuk , tapi tidak apa apa deh kan tidak lama lagi " ucap nya senang , ia naik ke lantai atas kamar nya dan masuk kedalam kamar nya ...
Yuk tinggal kan komentar nya ya biar author semakin semangat update nya 🥰🥰🥰
__ADS_1