
Mobil taxi yang membawa Airin pergi menuju kost an nya masih melaju , dia menatap ke arah luar jendela , Airin masih saja menangis dia tidak mampu berkata apa apa lagi mengingat kejadian tadi dimana baru kali ini suami nya menutupi sebuah rahasia yang entah apa itu rahasia nya dia pun tidak tau sebab Andrian tidak mau menjelaskan nya . Pak sopir melihat Airin menangis sedikit terenyuh dia memberanikan diri untuk menanyakan kenapa wanita cantik itu menangis .
"Ehkkm maaf Nona , seperti nya Nona tidak cocok menangis " ucap Sang sopir taxi itu yang kalau di bilang usia nya tidak jauh beda dengan Airin ya masih muda dan juga tampan . Mendengar perkataan sang sopir , Airin menoleh ke arah sumber suara .
"Eh tidak kok Mas , saya tidak menangis " ucap Airin sambil menyapu air mata nya , dia tidak ingin terlihat lemah , dia ingin kuat menjalani semua ini .
"Tidak apa apa Nona , kalau Nona ingin menangis sekarang menangis lah , tapi ingat Nona setelah Nona keluar dari mobil ini tolong Nona jangan menangis lagi , wajah cantik Nona tidak cocok menangis "ucap Sang sopir mencoba menenangkan Airin , Airin tersenyum mendengar perkataan sang sopir itu .
"Apa sih mas , saya tidak nangis kok , lagian mas ini suka sekali ya ngegombal " ucap Airin sambil menggulung kan senyuman manis nya membuat sang sopir melirik dari kaca .
"Ya Tuhan mimpi apa semalam saya , kenapa hari ini saya jumpa bidadari cantik seperti ini , dan senyuman nya oh Tuhan ,manis sekali" batin sang sopir sambil melirik Airin dari balik kaca .
"Eh tidak kok Nona , saya tidak gombal , Nona memang benar benar sangat cantik " ucap lagi sang sopir membuat Airin tertawa , ya walaupun tertawa karena terpaksa supaya tidak tampak sedih .
"Jangan banyak kali memuji Pak " ucap Airin lagi .
"Eh Maaf Nona " ucap sang supir , Tidak lama kemudian mereka telah sampai Airin membayar taxi dan langsung keluar dari dalam mobil .
Kaca mobil taxi itu pun turun nampak kepala sang sopir keluar melihat Airin .
"Sampai jumpa lagi Nona " ucap Sang sopir , mendengar perkataan sang sopir taksi itu Airin hanya menggulum kan senyuman nya , dia mengangguk kan kepala nya , dia langsung bergegas berjalan menuju ke sebuah rumah ya rumah kost an nya yang akan dia tempati sementara waktu .
__ADS_1
Airin masuk ke dalam rumah kost san itu , dia sudah di sapa oleh seorang wanita paruh baya yang sudah menunggu nya sedari tadi .
"Selamat malam Nona ?" sapa wanita paruh baya itu .
"selamat malam Bu" sahut Airin .
"Apa Nona tersesat , maaf saya tidak menjemput Nona " ucap wanita paruh baya itu lagi .
"Ah tidak kok , dimana kamar saya saya ingin istirahat Bu" ucap Airin yang sudah ingin segera membaringkan tubuh nya di atas ranjang , ya karena lelah hati dan juga lelah fisik .
"Mari Nona saya antar " ajak wanita itu yang langsung berjalan menunjukkan kamar yang akan di tempati Airin sementara waktu , wanita paruh baya itu adalah pemilik kost an , dia sangat mengenal Airin karena Ibu kost an itu adalah mantan pekerja di rumah Tuan Rahendra . Tidak lama berjalan Ibu kost an itu telah sampai di sebuah kamar tempat untuk Airin beristirahat . Ibu kost an itu mempersilahkan Airin untuk masuk ,
"Silahkan masuk Nona , semoga Nona suka , kalau Nona ada yang ingin di perlukan panggil saja saya, nanti saya akan segera datang " ucap Ibu pemilik kost an itu .
"Saya pamit dulu ya Nona " ibu kost itu pun pamit , Airin mengangguk kan kepala nya . Kini Airin langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu ,ya pasilitas nya cukup lumayan untuk sebuah kost an terbilang cukup mewah . Bayangan Andrian masih saja ada di dalam pikiran Airin , namun Airin ingin selalu menepis kan bayangan itu , dia mencoba memejam kan kedua mata nya , tidak membutuhkan waktu lama Airin sudah terlelap tidur , ya mungkin karena cukup lelah sampai dia terlelap seperti itu .
Di tempat lain Andrian masih saja menunggu Airin , dia masih duduk di depan mobil bersama Robert dan para anak buah nya .
"Tuan ini sudah larut , sebaik nya Tuan susul Nona , " ucap Robert .
"Tapi aku takut Robert , nanti Airin semakin marah " ucap Andrian yang tidak ingin istri nya semakin marah kepada nya .
__ADS_1
"Tuan bisa jelas kan semua nya , saya yakin Nona akan paham " Sambung lagi Robert yang tidak ingin Tuan nya frustasi seperti ini .
"Tapi aku takut Robert , aku takut Airin akan salah paham jika aku menjelaskan siapa Sesil ." sahut Andrian tampak bingung bagaimana cara menjelaskan semua yang terjadi saat ini .
"Tapi kalau tidak Tuan jelaskan , Nona pasti curiga Tuan, lihat lah apakah Tuan tidak kasihan , pasti saat ini Nona merasa sangat sedih , Nona sedang mengandung Tuan , takut nya sangat berpengaruh terhadap bayi Tuan dan Nona " papar Robert panjang lebar .
"Baik lah , aku akan mencoba menjelaskan nya , " Andrian lalu pergi berjalan masuk ke dalam Cafe , dia ingin menjelaskan semua nya tentang siapa sebenarnya Sesil itu . Andrian sudah sampai di dalam Cafe , dia memandang ke seluruh sudut ruangan namun dia tidak menemukan istri nya itu , dia lalu berjalan menuju ke toilet berharap istri nya itu berada di sana , namun hasil nya nihil dia tidak menemukan nya . Andrian mengambil ponselnya di dalam saku celana nya , dia mencari nomor Airin dan langsung menghubungi nya namun sayang nomor nya tidak lah aktif ya benar saja ponsel Airin sudah di nonaktifkan . Andrian langsung bergegas berjalan keluar , dia memanggil Robert mencari keberadaan istri nya.
"Airin tidak ada di dalam cepat selidiki CCTV di Cafe ini , aku akan kembali ke rumah mencari nya di rumah " ucap Andrian .
"Baik Tuan " mendengar titah dari Tuan nya Robert pun segera masuk ke dalam Cafe dan menemui manager Cafe tersebut untuk melihat rekaman CCTV itu . Sedang kan Andrian kini sudah melakukan kecepatan mobil nya dengan kecepatan tinggi , dia melajukan mobilnya menuju ke kediaman Rahendra . Tidak membutuhkan waktu lama untuk Robert , Robert sudah mendapatkan rekaman CCTV itu , dia langsung menghubungi Tuan nya .
"Maaf Tuan ," ucap Robert di seberang telepon .
"Iya ada apa Robert , cepat katakan apa yang sudah kau lihat ?" Tanya Andrian .
"Maaf Tuan , melihat dari rekaman CCTV di Cafe , Nona sudah sedari tadi keluar dari Cafe , namun tampak nya Nona sengaja mengendap ngendap menghindari kita Tuan " ucap Robert lagi menjelaskan apa yang telah dia lihat di rekaman CCTV itu.
"Apa ? Lalu apa kau tau kemana Airin pergi?" Tanya Andrian lagi .
"Maaf tidak Tuan , Nona tidak tampak lagi di rekaman CCTV area luar Cafe lagi , tampak nya Nona bersembunyi dan cukup berjalan jauh mencari kendaraan " ucap Robert .
__ADS_1
Mendengar perkataan Robert, Andrian mendengkus kesal .
"Cepat cari Airin , lacak dimana lokasi nya sekarang " titah Andrian dan langsung mematikan sambungan telepon nya , dia langsung kembali fokus ke arah jalanan lagi .