
"Tuan Muda , ayo kita pulang , nanti Tuan besar akan marah Tuan muda " Triana langsung tersadar dari lamunannya ketika seorang pria paruh baya menghampiri nya dan memanggil anak lelaki itu . Anak lelaki itu dengan cepat menggeleng kan kepala nya dan langsung memeluk tubuh Triana dengan erat .
"Eh eh " Triana terkejut dengan aksi anak lelaki itu , ingin sekali menolak pelukan anak lelaki itu , namun hati Triana tidak mampu menolak nya , ada perasaan nyaman saat anak lelaki itu memeluk nya , belum pernah Triana merasakan hal se nyaman ini selama empat tahun ini .
"No no ... Driaen hanya ingin pulang dengan Mommy Pak deh , Pak deh sana pulang dulu , Driaen mau main sama Mommy dan makan ice criem , ya kan Mom ?" Celoteh Driaen , membuat Sang supir dan Triana kebingungan di buat nya .
"Tuan muda , ayo nanti Tuan besar bisa marah , dan dia bukan Nyonya Tuan , dia bukan Mommy Tuan muda , kalau Tuan besar tau pak deh bisa kena marah Tuan ayolah..." bujuk sang supir , mendengar jawaban dari sang supir Driaen langsung menangis kuat .
"Huaaaaaaaaa hiks hiks , Driaen mau Mommy , Driaen mau sama Mommy !!! Ini Mommy Driaen hiks hiks , pak deh jahat bilang ini bukan Mommy Driaen hiks !!!" Teriak Driaen , Triana yang mendengar tangisan Driaen menjadi tidak tega . Sedangkan sang sopir sudah kelimpungan dengan tangisan Driaen .
Bisa bisa di penggal ini kepala ku dengan Tuan besar , jika tau Tuan muda menangis , wah gawat ini
Batin sang sopir seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
Triana yang tidak tega karena Driaen terus menerus menaangis , Triana langsung melepaskan pelukan Driaen dan mensejajar kan tubuh nya dengan anak kecil itu .
"Sudah jangan menangis lagi ya sayang , ayo Tante belikan ice criem , tapi habis itu kamu harus pulang ya , kasihan nanti mereka mencari kamu ya ?" Bujuk Triana dengan lembut nya sambil mencolek hidung anak lelaki itu . Mendengar perkataan Triana Driaen langsung terdiam lalu tersenyum penuh kemenangan . Driaen lalu mengangguk kan kepala nya dan langsung menggenggam tangan Triana dengan erat , seolah tidak ingin Triana pergi dari nya .
"Tapi Mommy pulang juga kan? Tidak akan pergi lagi ?" Tanya Driaen , membuat Triana nampak berpikir sejenak . Setelah mendapatkan ide Triana langsung tersenyum
"Emmm maaf sayang tidak bisa sayang ,Tante harus pergi , tapi lain waktu Tante akan mengunjungi mu ke rumah ya, nanti Tante anterin kamu pulang , sudah ayo kita makan ice criem , ?" Ajak Triana kepada Driaen ,
"Apa urusan Mommy belum selesai ?" Tanya Driaen lagi yang membuat Triana mengeryitkan sebelah alis nya bingung . Namun sesaat kemudian akhirnya Triana mengangguk kan kepala nya , karena tidak ingin membuat Driaen menangis lagi .
"Iya sayang " jawab Triana .
"Baik lah, tapi Mommy janji sama Driaen , Mommy harus pulang ya ?" Ucap Driaen dan lagi lagi Triana bingung , namun diri nya langsung mengangguk kan kepala nya .
"Ayo kita beli Ice criem di sana !" Ajak Triana sambil menunjukan tempat penjualan Ice criem di dekat sekolah , Triana melirik ke arah pria paruh baya yang ternyata sopir pribadi anak itu .
__ADS_1
"Saya akan ikut bapak mengantar nya pulang , nanti saya akan pulang naik taxi yang sudah saya pesan
barusan " ucap Triana , pria paruh baya itu mengangguk kan kepala nya .
"Baik Nona " ucap nya lalu mereka pergi membeli ice criem yang di inginkan anak kecil itu.
*****
"Saya sangat senang bisa berkerja sama dengan anda Tuan Steven" Ucap Andrian sambil menjabat tangan Steven , ya saat ini Andrian dengan Steven sedang berada di sebuah restoran untuk membicarakan bisnis . Mereka baru mengenal satu Minggu yang lalu ketika Steven sebelum berangkat ke luar Negeri untuk menjalani pengobatan kekasih nya .
"Sama sama Tuan Andrian , saya juga sangat senang bisa berkerja sama dengan anda " jawab Steven membalas jabatan tangan dari Andrian.
"Robert !!!" Panggil Andrian , Robert yang di panggil langsung datang dan menundukkan badan nya .
"Ya tuan " jawab Robert .
"Kita akan pergi menuju ke lokasi nya sekarang " ujar Andrian .
"Tuan Steven sebaik nya anda satu mobil saja dengan saya , " ajak Andrian . Steven tampak berpikir sejenak . Namun akhirnya Steven menganguk kan kepala nya .
"Baiklah " jawab Steven . Steven memanggil asisten pribadi nya untuk pulang terlebih dahulu karena diri nya dan rekan bisnis nya akan mengunjungi tempat proyek sebentar .
"Alson , kamu bisa pulang terlebih dahulu , aku akan pergi dengan Tuan Andrian menuju tempat proyek " Ucap Steven yang langsung di anggukkin oleh Alson asisten pribadi nya .
"Baik Tuan " jawab Alson .
"Mari tuan Steven " ajak Andrian yang di balas anggukan oleh Steven .
Tidak lama mereka sudah di dalam mobil yang akan membawa mereka menuju sebuah tempat yang akan di laksanakan proyek mereka , mereka tampak berbincang bincang , namun perbincangan mereka terhenti ketika ponsel milik Steven berbunyi .
__ADS_1
Tring Tring Tring
Steven mengambil ponsel nya yang berada di saku celana nya dan langsung mengangkat panggilan telepon tersebut .
"Iya Dear ?" Ucap Steven dengan nada nan lembut .
"Ah Steve , maaf kan aku ya , aku hari ini pulang nya agak terlambat , maaf aku ada urusan sebentar , kalau sudah selesai nanti aku akan langsung pulang , jangan marah ya !!!" Ucap wanita dari sambungan telepon itu yang tidak lain adalah Triana kekasih Steven . Sementara Steven mengeryitkan kening nya bingung mendengar perkataan kekasih nya .
"Ada urusan ?" Pekik Steven , pria itu tidak tahu apa urusan sang kekasih pasal nya dia sudah menjadwalkan bahwa Triana harus cepat pulang dan tidak boleh bekerja terlalu lama , Steven takut kondisi Triana akan ngedrop .
"Iya .. Nanti ketika aku sudah sampai rumah aku akan menceritakan semua nya kepada mu " jawab Triana yang terus meyakinkan Steven , pasal nya Triana sangat tau se protektif apa kekasih nya itu.
"Are you oke Dear ?" Tanya lagi Steven yang takut jika kekasih nya itu kenapa kenapa .
"Yes , sudah dulu ya Steve , nanti kita bicarakan lagi di rumah , .......
"Mommy oh Mommy "
Setelah mengatakan itu Triana langsung mematikan sambungan telepon nya , Suara teriakan anak kecil di ujung panggilan Triana membuat Steven cemas , ada apa dengan kekasih nya itu , dan siapa anak kecil yang berada dekat dengan kekasih nya itu , dan heboh nya suara itu memanggil nya dengan sebutan 'Mommy' Steven benar benar di buat cemas saat ini . Pikiran nya sudah tidak tentang pekerjaan nya lagi , tetapi memikirkan kekasih nya itu. Andrian yang menyadari gelagat aneh dari Steven langsung memberanikan diri untuk bertanya .
"Ada apa Tuan Steven ?" Tanya Andrian . Steven menghela nafas kasar , lalu menatap Andrian sekilas .
"Tidak ada apa apa Tuan Andrian, bagaimana jika perkunjungan hari ini kita batal kan terlebih dahulu , ada hal yang sangat penting yang ingin aku urus " ucap Steven yang langsung di anggukkin oleh Andrian ,
"Baik Tuan Steven , " Andrian langsung menoleh ke arah asisten pribadi nya yang sedang menyetir mobil . " Robert , antar Tuan Steven ke rumah nya " Titah Andrian kepada Robert ,
"Baik Tuan " jawab Robert
"Tidak usah Tuan Andrian , anda tidak perlu repot-repot saya akan meminta asisten saya untuk menjemput saya di sini , sudah anda kembali saja ke kantor anda " tolak Steven .
__ADS_1
"Tapi saya tidak enak Tuan Steven " ujar Andrian yang tidak enak kepada Steven , pasal nya tadi diri nya yang mengajak Steven untuk satu mobil dengan nya .
"Tidak apa apa Tuan Andrian , sebentar lagi asisten saya sudah sampai " ucap Tuan Steven dan tidak lama asisten nya sudah sampai di samping mobil milik Andrian , rupa nya asisten nya tidak meninggal kan Tuan nya pergi dengan klien nya sendiri , asisten nya sedari tadi mengikuti nya dari belakang ,