
Andrian dan Airin kini sudah sampai di kediaman keluarga Rahendra , ia memasukan mobil nya dan langsung menuju ke parkiran , Andrian dengan sigap membuka pintu mobil dan langsung menggendong Airin masuk kedalam rumah , karena saat ini mereka sangat lelah akibat perjalanan jauh yang mereka tempuh .
Andrian membaringkan tubuh istri nya itu dengan lembut ia lalu mengelus perut itu dan mencium nya ,
"Sayang anak Papa , baik baik kan di sini" Andrian seolah berbicara dengan bayi itu .
"Kalau baik baik , Kamu harus selalu jaga Mama ya ," Airin yang mendengar nya hanya terkekeh kecil.
"Kamu apaan sih ?"
"Kan Aku mencoba berbicara kepada nya sayang "
"Ia ia deh "
"Oiya Andrian , Papa sama Mama kenapa ya kok lama banget di luar negeri nya ?" Andrian tampak sedikit berpikir bingung apakah ia harus jujur kali ini atau tidak , karena ia takut Airin akan marah lagi .
"Emmmm nanti kita telpon ya sayang , mungkin masih ada urusan , soal nya Aku juga sudah menghubungi kata nya Papa masih sibuk ngurusin berkas berkas " ucap nya sambil menyakinkan Airin , agar istri nya itu percaya .
"Baik lah " tiba tiba Andrian langsung memeluk Airin dengan lembut .
"Aku tidak ingin kejadian tadi terulang lagi ya sayang , Aku sangat khawatir kepada Mu , Aku takut Kau terluka , apa lagi kita sudah punya calon anak kita , Aku tidak mau Airin kehilangan Mu dan calon bayi kita" ucapan Andrian membuat Airin bersalah karena sikap nya kemarin .
"Iya maafkan Aku Andrian , semua ini karena kesalahan Ku , Aku terlalu mengikuti ego ku. " Andrian mencoba melepaskan pelukannya dan menatap wajah istri nya dengan lekat ,kini mereka saling pandang . Tampak dari wajah Airin yang berkaca kaca sedangkan Andrian wajah nya penuh dengan kekhawatiran ..
"Kau tidak perlu meminta maaf sayang , Aku tidak sepenuhnya menyalahkan Mu , ini juga salah Ku yang sudah tega membohongi Mu , seharusnya Aku menjaga Mu dari orang orang seperti itu " Airin menumpahkan air mata nya , kini ia nangis sejadi jadi nya .
"Maaf kan Aku Andrian maaf , maaf karena membuat Mu khawatir" Andrian dengan sigap langsung menghapus buliran air mata Airin dan ia langsung memeluk nya .
"Sudah lah ayo istirahat , Aku ingin ke luar sebentar bertemu dengan Robert , ada urusan yang harus Aku selesai kan ,dan Kau istirahat lah sayang pasti tubuh Mu sangat lelah" Mendengar perkataan Andrian , Airin mengangguk dan langsung terbaring , Andrian menarik selimut dan menutupi nya tidak lupa ia mencium kening istri nya .
__ADS_1
*****
Saat Daniel sudah sampai di villa ia melihat para pelayan sedang kumpul , dan juga ada beberapa penjaga di sana . Ia menghampiri mereka dengan membawa beberapa paper bag .
"Ada apa ini ,mengapa kalian berada disini ? Bukan nya Aku sudah bilang tadi .Sudah sana sana kembali ke pekerjaan kalian masing masing " Pelayang yang satu mencoba memberi tahu Daniel .
"Ma ma aaf kan Kami Tuan , Nona tidak ada di dalam kamar nya , dan bahkan kami sudah mencari nya di segala penjuru" ucap pelayan itu dengan wajah penuh keringat.
"Apa? Aku tidak salah dengar , kerja kalian apa sih ha ? Hanya menjaga seorang gadis saja tidak bisa "
Bentak nya kepada semua pelayan dan penjaga , membuat mereka gemetar hebat, Daniel langsung menuju ke kamar nya mencari Airin .
"Airin, Airin , " panggil nya , namun ketika langkah nya sudah sampai di kamar ia melihat pintu rahasia nya yang terbuka , membuat nya membulat kan mata nya ..
"Jadi dia telah memasuki nya "
Daniel pun langsung turun ke bawah menghampiri para pelayan dan juga beberapa penjaga .
"Ahkkk sialan mengapa Aku tidak memikirkan ini semua , seharusnya Aku membawa anak buah Papa untuk berjaga dari sini , tapi Aku yakin Airin tidak bisa pergi jauh dari sini , karena ia kan sedang hamil " Ucap nya , namun sayang Daniel terlalu bodoh ,ia pikir Andrian tidak tau dimana Daniel membawa istri nya , ia kira dengan merusak ponsel Airin semua nya tidak akan terlacak , namun bukan nya Andrian naman nya kalau tidak bisa melakukan hal gampang seperti itu .
*****
"Gimana Robert apa yang Kau tau ?" Tanya Andrian kepada Robert sambil duduk di sebuah kursi depan rumah .
"Ya Tuan , Daniel terlalu menganggap kita bodoh , ia tidak tahu kalau Tuan membawa Nona pulang , ia masih saja menyuruh pelayan di sana untuk mencari Nona , " ucap nya ,membuat Andrian tersenyum sinis . Bukan hal yang suit bagi Robert mencari informasi itu , ia sudah menyuruh salah satu anak buah nya untuk mengawasi villa itu .
"Haa ha sudah Ku duga ternyata dia tidak se pandai si tua Bangka itu , Tampak nya dia menganggap Aku remeh " Robert terkekeh kecil mendengar perkataan Tuan nya itu .
"Lalu bagaimana dengan si tua Bangka itu ?" Tanya Andrian
__ADS_1
"Tuan Bagaskara kini sudah mengetahui kalau Tuan sudah sehat , dan seperti nya ia memberi tahu Daniel sebelum ia menculik Nona , maka itu ia langsung berpikir menculik Nona Airin , agar ia bisa selalu dengan nya "
"Maaf Tuan , apakah sudah mempunyai rencana untuk Tuan Bagaskara ?" Andrian langsung tersenyum sinis mendengar perkataan Robert itu .
"Kali ini Aku sudah mempunyai rencana yang sangat matang untuk menghancurkan nya ,sekarang Kau siap kan berkas untuk kita bekerja sama dengan perusahaan nya , Aku ingin sekali bermain main dengan Tua Bangka itu " jawab nya dengan senyuman smirk .
"Baik Tuan " Robert pun segera pergi dan menyiapkan semua nya ,
Andrian langsung bergegas menuju ke kamar nya menemani istri nya yang sedang tidur pulas .
"Kau cantik sekali sayang " Andrian membelai rambut panjang nya dan langsung memeluk Airin kini mereka sudah terlelap ke alam mimpi .
******
"Ayo Pa , cepetan Mama sudah rindu sekali dengan Airin " ucap nya sambil turun berjalan cepat memasuki sebuah mobil yang sudah ada anak buah nya yang menunggu Tuan dan Nyonya nya .
"Iya deh Ma , Papa juga rindu, tapi pelan pelan Mama , nanti Mama bisa jatuh " Namun perkataan nya kali ini tidak di hiraukan oleh sang istri , tiba tiba
tekkkkk
"Auhhh sakit " Kaki nya jatuh karena terlalu buru buru berjalan membuat high heels nya patah .
"Kan Papa sudah bilang ke Mama , Mama sih ngeyel banget " ucap nya lalu menggendong sang istri .
"Pa malu ah dilihatin sama besan" ucap sang istri .
"udah deh , apa Mama mau Papa turunin terus Mama jalan sendiri ?" Dengan berat hati istri nya mau di gendong . Melihat tingkah kedua besan nya itu Tuan Kelvin hanya tersenyum lebar . Ya pasangan suami istri itu adalah kedua orang tua Airin, mereka sudah pulang dari luar negeri kini mereka sudah ada di bandara menuju ke kediaman nya , Mama nya Airin sudah tidak sabar bertemu dengan anak nya itu , karena baru kali ini ia meninggal kan nya , ia sangat rindu dengan putri cantik nya itu . Sedangkan Papa Kelvin masih penuh dengan rasa bersalah mengingat kejadian tempo dulu yang telah mengusir istri nya karena suatu fitnah ,
"Apakah ia akan memaafkan Ku" batin nya di dalam hati ,
__ADS_1
Kini mereka sudah masuk kedalam mobil dan langsung melakukan mobilnya menuju ke kediaman masing masing .