
Airin mangerjapkan mata nya ia melihat di sekeliling nya namun tidak ada Andrian , membuat nya langsung beranjak bangun dan duduk menyandar di sofa ,pandangan nya kini beralih ke sofa yang memperlihatkan suami nya itu yang sedang sibuk dengan laptop nya , ia bangun dan menghampiri nya dan langsung memeluk nya .
"Kenapa sudah bangun ?" Tanya Andrian ,namun pandangan nya masih fokus ke arah laptop nya .
"Karena Kau tidak menemani Ku mangkak nya Aku terbangun " ucap nya manja ,
"Emmmmm maaf sayang , Aku banyak sekali pekerjaan , bahkan Robert tidak mampu menghendel semua nya" ucap Andrian .
"Maafin Aku ya , gara gara tadi Aku ngajak Kamu jalan jalan , Kamu jadi repot seperti ini " ucap Airin yang merasa bersalah atas perilaku nya tadi .
"Hei ,mana mungkin Kau bersalah , sudah semestinya kan Aku mengajak Mu jalan jalan ." ucap nya sambil membalas pelukan Airin .
"Terimakasih ya sudah mau mengerti Aku " ucap Airin ,ia mencium pipi Andrian , membuat Andrian tersenyum bahagia...
"Ya udah lanjutin kerja nya , tapi Aku tetap berada di sini ya sayang " ucap Airin manja , mana mungkin Andrian menolak kalau sudah begitu . Ya walaupun sedikit mengganggu karena pasti Airin akan bergelayut manja , tapi Andrian tidak mau membuat istrinya itu kecewa .
"Baiklah sayang " ucap nya sambil memandangi layar laptop lagi .
Di luar kediaman Rahendra ....
Mobil Vina , Romi dan Jeri sudah sampai di depan pintu gerbang , ia mencoba meminta kepada salah satu penjaga di sana untuk membuka kan nya .
"Pak tolong buka in dong , "ucap Romi .
"Ada perlu dengan siapa ya ?" Tanya penjaga itu .
"Kami teman nya Airin " sahut Vina
"Sebentar Nona " para penjaga itu langsung membuka kan gerbang nya mempersilahkan mereka masuk , mobil mereka memasuki kawasan kediaman itu , mereka terpukau dengan luas nya halaman banyak nya mobil dan juga penjagaan di sana sangat lah ketat .
"Ini rumah apa istana presiden sih , banyak banget yang jaga " ucap Romi
"Iya banyak banget yang jaga , badan nya juga wow , ngerih bos sekali di pukul KO kita " sambung Jeri .
"Sssssst udah diem , ayo kita masuk , Aku sudah tidak sabar melihat Airin , aku sangat merindukan sahabat Ku itu " ucap Vina sambil membuka pintu mobil . Mereka pun turun dari mobil dan melihat ke arah kediaman itu .
"Waw amazing, besar banget rumah nya , gak ada apa apa nya sama rumah bokap Gue " ucap Romi.
"Iya Rom , gak nyangka ya Airin sekaya ini , bahkan kalau di kampus Dia gak pernah nampak seperti orang kaya ," ucap Jeri yang mengingat Airin ketika di kampus ia sangat sederhana .
"Iya Jer , pantesan bos Andrian ngebet banget sama dia , aslinya ampun tajir " ucap Romi .
"Iya , Gue kalau gitu mau juga sama Airin . Udah cantik , tajir lagi " ucap Jeri.
"Apa Gue gak salah dengar Jer ? Mana mau Airin sama Lo , seleranya aja Andrian , ya Lo apaan muka nya aja pas pas an malu malu in aja " ucap Romi ..
"Udah ayo kita masuk " ajak Vina kepada kedua teman nya itu .
__ADS_1
Mereka hanya mengangguk kan Kepala nya dan berjalan menuju pintu depan rumah Airin , sesampainya di depan pintu mereka menekan bel
Ting Tong Ting Tong
Bunyi bel membuat para pelayang melirik , salah satu di antara mereka langsung berlari membuka pintu , sedang kan yang lain nya menyiapkan makan malam karena sudah jam makan malam.
Pelayan membuka pintu ....
"Ada yang bisa saya bantu ?" Tanya pelayan kepada Romi , Jeri,dan juga Vina yang berdiri di depan pintu .
"Maaf apa kami bisa bertemu dengan Airin ?" sahut Vina .
"Anda siapanya Nona ?" Tanya nya lagi .
"Saya teman nya " ucap Vina ,
"Nama nya ?" Tampak pelayan bingung karena selama ini Airin tidak pernah membawa teman ke rumah .
"Vina,Romi dan Jeri" Ucap Vina .
"Baiklah , silahkan masuk dan duduk dulu , saya akan memanggil Nona " ucap pelayan itu mempersilahkan mereka masuk dan duduk di sofa , sementara ia langsung ke atas ke kamar Nona nya.
Romi dan Jeri masih di buat takjub akan kebesaran rumah itu , apa lagi di dalam nya banyak sekali isi nya , berbagai furniture yang sangat mewah nan cantik .
"Wah luar biasa " ucap Romi .
"Di luar kayak showroom , di dalam kayak Museum " sungut Romi .
"Apaan sih kayak Museum , kayak kerajaan baru bener " tambah Jeri .
"Sama aja kali , lihat tu itu , wah pasti mahal mahal , antik antik lagi" tunjuk Romi , Vina yang melihat tingkah keduanya hanya diam dan menggeleng kan kepalanya .
Di dalam kamar, Andrian dan Airin masih ber manja manja sambil menonton televisi . Tampak nya Andrian juga sudah menyelesaikan pekerjaan nya , ia tampak santai sambil memeluk istrinya .
Tok tok tok tok
Suara pintu kamar di ketuk membuat Andrian melepaskan pelukannya ia beranjak dari duduknya dan membuka nya .
"Sebentar " ucap Andrian .
"Baik lah " ucap Airin .
Cklekkk
"Ada apa Bi ?" Tanya Andrian ketika yang di lihat nya pelayan berdiri di depan pintu kamar nya.
"Maaf Tuan , ada temen nya Nona Airin , Vina , Romi dan juga Jeri " ucap pelayan membuat Andrian tiba tiba wajah nya menjadi datar , karena ia mengingat bahwa kejadian kemarin Vina juga terlibat .
__ADS_1
"Baiklah , Nanti saya turun " ucap Andrian .
"Baik Tuan Muda " ucap pelayan lalu pergi .
"Ada apa sayang ?" Tanya Airin yang melihat ekspresi suami nya itu lain dari yang tadi .
"Mereka datang kemari " ucap Andrian sambil menahan emosi nya .
"Mereka siapa?" Tanya Airin bingung .
"Vina , Romi dan Jeri " ucap Andrian.
"Wah kenapa Kau tidak mengatakan nya sedari tadi , ayo kita turun ke bawah sayang " ajak Airin .
"Aku tidak ingin Kau menemui mereka ,apa lagi Vina , bukan nya dia sudah menjebak Mu ?"
"Sayang sudah lah , Kau terlalu khawatir Kau lihat di sini ramai yang menjaga , mana mungkin mereka berani berbuat macam macam , dan satu lagi , Aku sangat yakin Vina tidak bermaksud seperti itu , pasti ada alasan nya ayolah " Airin mencoba menjelaskan kepada suami nya agar tidak berfikiran negatif .
"Baiklah " Akhirnya Andrian mengalah dan mau menuruti kemauan istrinya . Mereka berjalan keluar kamar menghampiri teman teman nya itu ...
Romi dan Jeri masih saja terpukau dengan semua kemewahan yang berada di rumah Airin , ia masih memandang ke sana kemari , sedang kan Vina tampak was was karena ia takut kalau Airin tidak akan memaafkan nya ,Andrian dan Airin sudah sampai di hadapan mereka .
"Wah rupanya kalian yang datang " ucap Airin menyambut teman temannya nya itu .
"Eh Bu bos apa kabar , makin cantik saja " ucap Romi , Jeri langsung menyentil telinga Romi membuat sang empunya merintih
"Aaawwww sakit " ucap Romi sambil memegang telinga nya .
"Sopan kalau ngomong mau di rebus Lo sama Bos , lihat tu muka nya udah datar serem " bisik Jeri .
Romi pun paham dan mengangguk kan kepala nya .
"Ngapain kalian kemari?" Tanya Andrian to the point dengan wajah datar nya .
Vina maju ke depan Airin ia langsung menangis meminta maaf kepada Airin .
"Airin maafin aku , aku sudah bersalah karena aku ikut menjebak mu kemarin " ucap Vina sambil menangis .
"Maaf kan aku Airin , aku tidak bermaksud sama sekali , aku tidak pernah setuju dengan rencana Daniel , aku terpaksa Airin , Daniel mengancam Ku " ucap nya lagi . Airin langsung memeluk Vina .
"Sudah ya Vin , aku tidak mau kau terus terusan merasa bersalah , aku tau kau melakukan nya terpaksa, jadi sudah ya jangan menangis lagi" ucap Airin sambil melepaskan pelukannya .
"Kau pikir semudah itu meminta maaf Vin?" ucap Andrian dengan nada tinggi .
"Sudah lah sayang jangan di perpanjang , toh Vina sudah mengakui kesalahannya dan dia juga sudah meminta maaf" ucap Airin , mendengar perkataan istri nya itu ia hanya bisa mengalah .
" Baik lah , ini peringatan Vina , Aku akan tetap mengawasi mu , awas saja kau berani seperti kemarin ," ucap Andrian .
__ADS_1
"Iya Andrian , maaf kan aku , aku janji aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi " ucap nya , Andrian hanya mengangguk kan kepala nya .