
brukkkk
Triana terjatuh ke lantai , wanita itu tidak sadarkan diri , Steven yang melihat nya langsung menghampiri Triana dan menggendong nya membawa nya ke dalam kamar .
"Cepat panggil kan dokter !!" Teriak Steven dengan segala kecemasan nya , Steven takut akan terjadi sesuatu dengan Triana , sangking khawatir nya Steven tidak memperdulikan lagi para tamu yang masih ramai di Mension mewah nya .
Steven membaringkan tubuh Triana dengan lembut di ranjang , pria yang memiliki rahang tegas itu mengelus pipi sang kekasih dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang.
"Dear bangun !!" Isakan dari Steven tidak bisa di bendung lagi , bulir bening itu berhasil lolos dari pipi nya. Cengeng ,Steven tidak perduli dengan tatapan para pelayan di rumah nya yang menganggap nya seperti itu . Steven saat ini tengah merasa bersedih , takut sesuatu terjadi kepada kekasih nya .
Para pelayan yang melihat Tuan nya seperti itu mengingat kan mereka pada kejadian puluhan tahun yang lalu yang membuat Tuan nya menangis seperti ini dan mengubah segala nya di kehidupan seorang Steven Alinskie menjadi dingin dan datar .
Tidak lama seorang dokter perempuan datang ke dalam kamar tersebut, semua pelayan menyingkirkan diri mereka dan berjalan keluar , Steven masih setia menemani sang kekasih . Dokter tersebut langsung mengeluarkan alat
pemeriksaan nya dan meminta ijin kepada Steven .
"Lakukan !!" Kata Steven dengan dingin nya .
Setelah mendapatkan ijin , dokter tersebut melakukan tugas nya memeriksa kondisi Triana . Steven masih terus memperhatikan gerakan dokter tersebut . Dokter tersebut merasa ketakutan ketika Steven tidak berhenti menatap pergerakan nya , namun sebisa mungkin dokter tersebut menetralisir semua nya , dia takut karena kegugupan nya membuat kesalahan dalam menangani Triana yang otomatis membuat seorang Steven Alinskie murka.
Sementara di luar , Driaen pria kecil itu meraung-raung , Driaen memaksakan diri untuk masuk ke dalam kamar yang terdapat Triana , namun dengan sigap asisten pribadi nya Steven langsung mengehentikan nya .
"Maaf Tuan kecil , anda tidak boleh masuk saat ini , saat ini Nona tengah di tangani oleh dokter !!" Ucap
__ADS_1
asisten pribadi tersebut .
"Aku mau lihat Mommy !!" Teriak Driaen yang terus-menerus meronta ingin masuk ke dalam. Andrian yang melihat sang putra langsung menggendong tubuh nya dan memberikan pengertian nya.
"Sayang tenang lah. Kita tunggu dokter keluar ya !!" Ucap Andrian sambil berusaha menenangkan sang putra ,
"Dad, mom hiks hiks !!" Driaen terisak pilu , pria tampan itu menangis didalam pelukan sang Daddy.
Semua tamu telah di minta pulang oleh para bodyguard Steven , dan kini tinggallah Andrian , Robert , kedua orang tua nya dan Driaen yang masih bersikukuh tidak ingin pulang , awal nya anak buah Steven berusaha menyuruh mereka pulang , namun atas kuasa Andrian mereka tidak berani , mereka membiarkan mafia kejam itu tetap berada di sana. Siapa yang tidak kenal Andrian , dulu pria itu menyembunyikan identitas nya , namun sekarang pria itu menampakkan dengan jelas jika diri nya seorang mafia yang di kenal sangat kejam di dunia.
Di dalam kamar ...
"Eungh " Lenguhan keluar dari bibir mungil Triana , wanita cantik itu telah sadar , Triana mengerjapkan kedua bola mata nya , lalu memegang kepala nya yang terasa sakit.
Triana mendongak kan kepala nya menatap wajah tampan milik Steven.
"Driaen putra ku Steve !!"
Deg
Kata kata itu keluar dari bibir Triana , membuat Steven tidak mampu berkata apa apa lagi , dan pria itu tampak syok mendengar ucapan dari Triana .
"Tuan !!" Dokter tersebut memanggil Steven dengan lembut lalu menjelaskan semua nya bahwa saat ini ingatan Triana sudah sepenuhnya pulih , dan wanita itu sudah mengingat semua masa lalu nya.
__ADS_1
Steven terdiam mendengar ucapan dari sang dokter , pria berahang keras itu sungguh terkejut dan tidak mampu berkata apa apa lagi , Steven takut , sangat takut dia tidak akan mengira semua nya akan terjadi secepat ini . Kenyataan Triana akan meninggalkan nya semakin sangat jelas , Steven tidak ingin hal tersebut terjadi , Steven sangat tidak mau kehilangan orang yang dia sayang lagi .
"Aku ingin kembali Steve , aku ingin kembali ke keluarga ku !!" Kata kata itu sial nya berhasil keluar dari bibir Triana , wanita itu ternyata benar benar ingin pergi meninggalkan nya , Steven hanya diam dan mematung melihat Triana berjalan dengan gontai keluar dari kamar .
Cklekkk
Pintu kamar terbuka , wanita itu melihat semua keluarga nya yang sudah berada di sana , wanita itu langsung menghampiri mereka semua tidak menghiraukan panggilan sang asisten pribadi nya Steven yang mencoba menahan dan memanggil Nona nya.
"Driaen !!" Panggilan itu berhasil mengalihkan atensi semua nya , mereka lalu menatap wanita yang masih dengan wajah pucat nya menghampiri mereka semua nya . Tanpa kata apa pun wanita itu memeluk sang putra ,mengambil alih dari Andrian yang masih tengah menatap wanita itu dengan tatapan merindu ,wanita itu memeluk nya dengan erat , putra yang telah lama dirindukan oleh nya ,rasa nya rindu itu sangat mengguncang nya . Dia menghiraukan semua orang yang berada di sana , termasuk Steven yang saat ini sudah berdiri di belakang wanita itu .
"Mommy !!" Suara Driaen membuat wanita itu melepaskan pelukan nya , wanita lalu menangkup kedua pipi pria kecil itu lalu mengecup seluruh wajah nya , membuat pria kecil itu terkekeh karena geli .
"Mommy tidak apa apa ??" Tanya Driaen .
Wanita itu menggeleng kan kepala nya .
"Tidak sayang , mommy tidak apa apa !!" Sahut wanita itu . Lalu Andrian menghampiri nya dan berniat memegang tangan wanita itu , namun tangan nya langsung di tepis oleh Steven. .
"Aku berhak , aku masih suami sah nya !!" Ucap Andrian dengan lantang , membuat Steven mengepalkan kedua telapak tangan nya , rahang pria tampan itu mengeras seketika dan tentu saja tatapan pria itu sangat tajam dan mematikan , membuat semua orang yang berada di sana sangat ketakutan . Iblis lama muncul kembali itu lah pikiran semua orang yang berada di sana , sudah lama Steven tidak menampakkan wajah iblis nya , lebih tepat nya ketika muncul nya sosok Triana , wajah iblis pria itu hilang musnah bak di telan bumi .
Kok Andrian tau sih Triana itu Airin , jawaban nya simpel , ternyata Andrian selama ini menyelidiki nya , walaupun Steven menutup rapat informasi pribadi nya , namun Andrian dengan mudah mendapatkan nya , dan tidak lama dari kejadian tadi Andrian sudah mendapatkan email dari anak buah nya dan memberikan semua informasi tentang Steven dan Triana yang ternyata adalah Airin istri nya .
Bugh Bugh Bugh
__ADS_1
Steven memukul Andrian membabi buta , dan Andrian tidak tinggal diam pria itu langsung membalas pukulan Steven, siapa saja yang berada di sana tidak bisa melerai kan perkelahian itu , sampai Airin maju di tengah tengah antara Steven dan Andrian dan membuat semua orang membulat kan kedua bola mata nya ,Andrian dan Steven langsung berhenti .