Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Kemarahan Andrian


__ADS_3

Sebenarnya anak buah Andrian ingin sekali memberikan pelajaran kepada sekertaris angkuh itu , namun Airin melarang nya ia tidak mau terjadi sesuatu karena ulah nya sendiri , di sini dia yang salah karena ia sudah menabrak wanita itu , tapi siapa sangka salah satu anak buah Andrian bergegas berjalan menuju ke ruangan Andrian untuk memberi tahu kan semua nya kepada Tuan nya itu .


"Apa ?" Pekik Andrian yang mendengar perkataan dari salah satu anak buah nya .


"Mengapa Kau tidak melindungi nya ? Kalian tau kan dia itu siapa?" Bentak Andrian kepada anak buah nya .


"Maaf Tuan , Nona melarang kami , kami bisa buat apa , kami takut di marahi oleh Nyonya ." Ucap nya


"Baik lah , kembali ke pekerjaan Mu , tetap awasi istri Ku " ucap nya . Anak buah Andrian pun pergi meninggalkan ruangan Tuannya itu ia bergegas menuju ke tempat tadi .


"Robert " panggil Andrian ..


"iya Tuan ," Mendengar panggilan dari Tuan nya Robert pun segera masuk ke ruangan Tuan nya .


"Panggil kan Siska kemari "


"Baik Tuan " Ya wanita yang menampar Airin tadi bernama Siska , ia sekertaris Andrian , namun entah sampai kapan .


"Awas saja Kau berani menyakiti istri Ku , akan Ku beri


pelajaran Kau ". Batin nya .


*****


"Mengapa diam , ? Kau sudah tidak bisa berkata kata kan ,? " Ucap wanita itu


"Nona , maaf saya tidak ada keperluan dengan Nona , dan saya minta maaf karena sudah menabrak Nona tadi " ucap Airin mengalah .


Airin dan beberapa anak buah nya Andrian bergegas meninggalkan wanita itu , wanita itu masih saja menjerit .


"Hei dasar , apa Kau punya mata lihat ini berkas ini jatuh semua nya mengapa Kau tidak membantu Ku " Teriak wanita itu , namun Airin mengabaikan nya , ia tetap bersikap santai dan mencoba tidak memperdulikan nya .


"Ssssit sialan " umpat nya , wanita itu membereskan berkas berkas tersebut dan langsung pergi menuju ke ruangan nya .


Sesampainya di ruangan nya belum punya duduk , Robert datang menemui nya.


"Iya Tuan Robert ada apa ?" Tanya Siska .

__ADS_1


"Kau di panggil Tuan untuk menghadap " Siska menuruti perintah Robert dan segera menuju ruangan milik Andrian ,


Tok tok tok


"Masuk " Siska memasuki ruangan Andrian.


"Tuan ada apa memanggil saya ?" Tanya Siska. Andrian yang tadi nya sibuk dengan dokumen dokumen ia singkirkan ia langsung berdiri mendekati Siska , dan menatap nya tajam, melihat Tuan nya yang mendekati nya ia senang ia pikir Tuan nya itu menyukai nya . Namun tiba tiba


Plaakkk sebuah tamparan keras mendarat di pipi Siska membuat wajah nya merah dan meninggalkan jejak lima di pipi nya , sontak saja membuat nya terkejut.


"A a apa maksud nya Tuan , mengapa tiba tiba Tuan menampar Ku ?" Tanya nya yang masih bingung dengan sikap Tuan nya itu .


"Kau masih bertanya mengapa Aku menampar Mu , Kau ingat bukan kapan terakhir kalinya Kau menampar seseorang ?" Andrian seolah memainkan pikiran Siska .


"Maaf Tuan saya tidak mengerti apa maksud Tuan "


"Apa tadi Kau menampar seorang wanita ?"


"Emmm ia ia Tuan , wanita itu keterlaluan Tuan, ia membuat semua berkas berkas penting terjatuh "


"Apa Kau tau siapa Dia ?"


"Lalu ? Apa wanita itu terlalu buruk di mata Mu ? "


"Tidak Tuan , tapi saya tidak suka , nampak nya ia menggoda beberapa anak buah Tuan, karena saya lihat ia berjalan bersama anak buah Tuan"


Andrian sangat marah mendengar perkataan Siska , rahang nya sudah mengeras tatapan nya sangat tajam . Ia mencekam pundak Siska dan mendorong nya jatuh ke lantai.


"Ahkkk" Teriak Siska kesakitan .


"Kau tau siap wanita yang kau tampar tadi dan yang Kau sebut wanita ceroboh dan penggoda dia adalah ISTRI KU " Bentak Andrian .


Mendengar perkataan Andrian , Siska membulat kan mata nya , ia tidak menyangka bahwa wanita itu adalah istri dari Tuan nya , karena yang ia tau Tuan nya itu belum menikah ,


"Maaf kan saya Tuan , saya salah saya minta maaf " Ia bersimpuh di bawa kaki Andrian , namun Andrian tidak memperdulikan nya .


"Robert ?" . Mendengar nama nya di panggil Robert pun masuk .

__ADS_1


"Iya Tuan , "


"Kau tau apa yang Kau harus lakukan sekarang bukan ?"


"Baik Tuan " Robert pun sudah mengerti apa yang harus di lakukan oleh nya , ia pun menghampiri wanita itu dan langsung membawa nya pergi dari ruangan Andrian .


"Tuan maaf kan saya , saya tidak akan mengulangi nya lagi Tuan" Teriak wanita itu , Andrian tidak memperdulikan nya , ia duduk kembali ke meja nya dan memeriksa dokumen dokumen ..


Ya wanita itu akan di pecat , dan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan dimana pun karena itu konsekuensi nya yang telah membuat macam macam kepada Andrian maupun orang terdekat nya .


*****


Airin masih saja mengelilingi perusahaan besar itu ia tidak tampak lelah sedikit pun, kali ini tujuan nya ke kantin yang ada di kantor tersebut, tidak lupa pula anak buah Andrian yang selalu standby di dekat Airin .


"Apa Nona ingin makan?" Tanya salah satu anak buah Andrian , karena melihat Airin berhenti di kantin perusahaan.


"Iya Aku ingin makan , coba Kau pesan kan es cappucino dan semangkuk bakso ya " . Airin langsung masuk dan duduk di salah satu kursi di sana .


"Baik Nona " Salah satu anak buah itu pun bergegas memesan pesanan Airi tadi , dan yang lainnya berdiri di samping Airin .


"Hai kenapa kalian berdiri , sana sana duduk di sana , kalian juga pesan lah , tenang saja nanti biar


Aku yang bayar " ucap Airin .


"Tapi Nona , Kami tidak bisa , Kami harus standby menjaga Nona "


"Sudah lah , cepat sana duduk temani Aku makan , apa Kau mau Aku memberi tahu kan kepada Tuan kalian , dan nanti kalian akan di hukum dengan nya ?" Airin mengancam mereka , bukan tanpa alasan karena ia melihat mereka sangat lelah dan pasti nya ia ingin memberi bonus kepada mereka . Mendengar perkataan Airin anak buah Andrian pun langsung menuruti nya ia takut kalau Airin akan mengadu kepada Tuan nya itu . Mereka tidak bisa membayangkan wajah Tuan nya yang sedang marah , sangat sangat menyeramkan .


"Baik Nona " mereka pun duduk dan memesan makanan juga seperti yang di perintahkan Airin .


Salah satu anak buah nya tadi membawa makanan yang di pesan Airin dan langsung meletakkan makanan tersebut di meja Airin


"Ini Nona pesanan nya "


"Terimakasih , Kau juga duduk dan pesan makanan seperti yang lain dan tidak ada bantahan oke "


"Baik Nona "

__ADS_1


Airin pun menyantap makanan itu dengan lahap dan bahkan ia sudah menghabiskan nya , dan para anak buah Andrian merasa senang dengan kebaikan Airin ...


__ADS_2