Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Pergi ke dokter


__ADS_3

Airin masih meringkuk di bawah selimut nya kejadian tadi benar benar membuat nya sangat syok , dia belum bisa memejamkan mata nya ,


"Ya ampun Tuhan , Aku sangat sangat takut " lirih nya. Namun saat dia mengeluarkan kepala nya dari dalam selimut tiba tiba suara pintu terbuka , refleks membuat nya langsung masuk ke dalam selimut lagi .


Cekklek


"Ya ampun ? Apa itu, apakah orang tadi jadi hantu ? Apa lagi wajah nya yang terkena tembakan tadi , sungguh mengerikan " ucap nya lagi dengan suara gemetar.


Suara pintu terbuka menandakan seseorang masuk ke dalam kamar, Airin yang masih syok mengeratkan selimut nya , namun sebuah tangan kekar menarik selimut Airin , dan menghampiri Airin . Airin menjerit ketakutan di balik selimut itu , bayangan kejadian tadi langsung memenuhi pikiran nya .


"aaaaaaaaa " teriak Airin saat tangan kekar membuka selimut bagian atas kepala Airin .


"Sayang " pekik orang itu , berusaha menenangkan Airin . Mendengar suara yang tidak asing bagi Airin , Airin langsung membuka selimut nya dan melihat nya . Dia langsung memeluk orang itu , ya siapa lagi orang itu kalau bukan Andrian . Andrian langsung membalas pelukan istrinya .


"Takut ?" Tanya Andrian sambil mengelus puncak rambut istri nya .


"Aku takut " lirih Airin dengan suara gemetar . Mendengar ucapan istri nya Andrian langsung khawatir dia takut akan terjadi sesuatu kepada istri nya semenjak kejadian tadi , dan Airin seperti nya masih sangat syok.


"Tidak apa apa sayang ada aku di sini yang menemani mu " ucap Andrian lembut .


"Tapi bagaimana kalau hantu ... hantu .... dia ....." ucap Airin gemetar , ia masih mengingat wajah orang yang terkena tembakan tadi sungguh mengerihkan . Dia belum tau saja bagaimana Andrian menghabisi musuh musuh nya , mungkin kalau Airin melihat nya dia tidak sanggup menatap Andrian .


"Ssssttt , tidak ada sayang " ucap Andrian lagi berusaha menenangkan istri nya .


"Tapi tapi " sahut Airin masih dengan nada gemetar nya .


Andrian yang bingung dengan tingkah istri nya memutuskan untuk membawa istrinya ke dokter . Ia takut kejadian tadi membuat istri nya semakin berhalusinasi parah .


"Sayang ayo kita ke dokter " ucap Andrian dengan lembut , Airin hanya mengangguk kan kepala nya itu mungkin memang harus karena semakin lama Airin semakin syok .


Andrian langsung menggendong istri nya ala bridal style , ia berjalan menuju ke luar dan membawa istri nya masuk ke dalam mobilnya , ia melajukan mobi nya dengan kecepatan sedang , di dalam mobil ia terus menggenggam tangan istri nya dengan lembut , ia berusaha terus menenangkan nya .

__ADS_1


"Tenang lah sayang , aku akan selalu bersama mu jangan khawatir ya " ucap Andrian sambil menciumi tangan Airin . Airin tersenyum melihat perlakuan manis dari suami nya itu .


.........


Sementara di tempat lain , Daniel masih saja menangis di atas pusara sang Papa , dia masih syok dengan apa yang terjadi saat ini , Daniel terus terusan berteriak tidak jelas , dia memanggil manggil nama Papa nya . Sementara anak buah nya hanya diam melihat tuan nya , mereka ingin mendekat namun mereka takut Daniel akan mengamuk .


"Papa Papa , mengapa ini terjadi kepada Papa " teriak Daniel .


"Aku akan menemukan nya Pa , aku janji akan membalas kan ini semua Pa " ucap Daniel dengan suara yang gemetar .


"Don " Panggil Daniel .


"I i ia tuan" sahut salah satu anak buah nya yang bernama Doni , ia langsung berjalan mendekati Tuan nya .


"Siap kan tiket , kita pergi ke luar negeri sekarang " Ucap Daniel dengan nada tegas .


"Baik Tuan " ucap Doni , ia lalu bergegas pergi .


"Aku janji Pa , aku akan mencari tau siapa yang telah membunuh Papa , dan aku akan membalas kan nya " batin Daniel di dalam hati .


......................


Sementara di sisi Airin dan Andrian mereka sudah sampai di rumah sakit , Andrian membawa Airin ke dokter psikiater , ia ingin istri nya lebih tenang lagi .


Membutuh kan waktu lama dokter menjelaskan kepada Airin , karena tampak nya Airin sangat syok saat ini , tapi dokter terus saja menjelaskan nya dengan lembut.


"Bagaimana sekarang , apakah nona sudah agak mendingan ?" Tanya dokter .


"Emmmmm sudah , sudah agak lumayan dok " jawab Airin. Mendengar perkataan istri nya Andrian menghela nafas panjang , ke khawatir an nya sudah hilang .


"Tolong Nyonya jangan stres , kasihan bayi yang ada di kandungan Nona , kalau Nona stres takut nya mempengaruhi kehamilan Nona ." ucap Dokter itu lagi

__ADS_1


"Baik dok , terimakasih ya " Dokter mengangguk kan kepala nya , Dokter menyarankan kepada Andrian dan Airin untuk memeriksa kan kandungan nya di dokter kandungan .


"Tuan , sebaik nya tuan membawa Nona ke ruangan dokter kandungan , biar Dokter kandungan memeriksa kandungan Nona Tuan " ucap Dokter itu .


"Baik lah , saya permisi dulu ya dokter , terimakasih


atas waktu nya " ucap Andrian berdiri dari tempat duduk nya dan menggandeng tangan Airin.


"Iya sama sama Tuan, Nona , " ucap dokter itu ramah .


Andrian dan Airin kini keluar dari ruangan dokter psikiater , Andrian dan Airin menuju ke ruangan dokter kandungan , mereka mengikuti saran dokter tadi untuk memeriksa kan kandungan nya . Sesampainya di depan ruangan dokter kandungan Andrian mengetuk pintu .


Tok tok tok tok


"Iya silahkan masuk " ucap sang dokter . Andrian dan Airin bergegas masuk , betapa terkejutnya Andrian ketika melihat sang dokter kandungan Andrian langsung membulat kan kedua mata nya .


"Sesil " pekik Andrian , dokter itu yang tadi nya sibuk dengan berkas yang ada di depan nya sontak saja terkejut ketika mendengar suara yang tidak asing bagi nya . Dokter tersebut langsung mendongak kan kepala nya , dia memastikan apa kah dia benar atau hanya ilusi nya saja .


"Andrian ?" Jawab dokter itu , Airin yang melihat suami dan dokter itu saling tatap membuat nya curiga .


"Siapa dokter itu , mengapa Andrian mengenal nya dan lagi Andrian tidak pernah menatap orang seperti itu , mengapa dia menatap dokter itu seperti itu " batin nya di dalam hati .


"Ekhhmmm " Tatapan mereka terhenti ketika Airin berdekhemmm ,


Sontak saja membuat Andrian dan dokter tersebut mengalihkan pandangan mereka .


"Saling kenal ?" Tanya Airin kepada mereka berdua .


"Ah i ..." belum selesai dokter itu berbicara , namun langsung di potong oleh Andrian


"Tidak sayang , Aku tidak mengenal nya , Oya nampak nya kita keluar saja ya , Robert tadi menelpon ku , Ayo sayang " ucap Andrian , dia langsung menarik tangan Airin dan hmembawa Airin pergi dari ruangan itu ,

__ADS_1


"Ada apa ? Mengapa pergi" Tanya Airin penuh selidik .


__ADS_2