
Andrian kini sudah sampai di alamat yang telah di beritahukan oleh mertua nya . Dia mengecek lagi untuk memastikan alamat nya benar , berulang kali dia mengecek ternyata benar . Andrian lalu turun dari mobilnya berjalan menuju sebuah bangunan rumah berlantai dua itu . Andrian berjalan menuju ke depan pintu , tidak lama Andrian sudah sampai di depan pintu rumah itu, dia tidak ingin mengulur waktu lagi Andrian langsung membunyikan bel rumah itu .
Ting tong Ting Tong .
Suara bel berbunyi membuat seorang wanita paruh baya yang ada di dalam kamar nya keluar dan menuju ke pintu rumah nya .
Tidak lama seorang wanita paruh baya membuka pintu rumah nya dan langsung menyapa Andrian dengan ramah.
"Maaf Tuan ,ada yang bisa saya bantu ?" Tanya wanita paruh baya itu .
"Saya ingin bertemu dengan Airin , apa kah benar Airin tadi malam ada di sini?" Tanya Andrian tho the point .
"Iya benar , tadi malam Nona memang di sini " ucap wanita paruh baya itu dengan ramah .
"Tolong tunjukkan kepada saya dimana dia berada sekarang " ucap Andrian datar .
"Maaf Tuan , saya tidak bisa memberi tahukan tentang Nona ke sembarang orang karena ...." Ucapan wanita itu terpotong oleh tatapan tajam Andrian , Andrian langsung membuang nafas nya dengan kasar dan langsung berbicara .
__ADS_1
"Saya suami nya" ucap Andrian dengan nada khas datar nya membuat wanita paruh baya itu langsung membulat kan mulut nya . Pasal nya wanita pemilik kost itu memang belum mengetahui bahwa Nona nya sudah menikah .
"Eh oh Maaf Tuan , saya tidak mengetahui nya , silahkan masuk , saya akan mengantar Tuan ke tempat Nona " ucap Wanita itu ramah dan langsung mempersilahkan Andrian masuk ke dalam rumah nya yang sedikit agak besar yang banyak kamar yang dia sewakan untuk kost . Ibu kost itu berjalan bersama Andrian menuju ke salah satu kamar kost yang di tempati oleh Airin . Mereka sampai di depan kamar itu dan ibu kost langsung mengetuk pintunya .
"Nona , Nona , " panggil Ibu pemilik kost itu sambil mengetok pintu kamar. Ibu kost itu terus memanggil Airin namun tidak ada respon sama sekali , dan akhirnya ibu kost itu menatap Andrian .
"Maaf Tuan , Nona tidak menjawab" ucap nya dengan nada takut , dia takut kalau Andrian akan marah , mendengar ucapan dari ibu kost itu Andrian merasa khawatir dengan sang istri dia langsung menuju ke pintu kamar itu dan langsung mengetuk nya dan memanggil istri nya itu dengan lembut .
"Sayang , sayang ," panggil Andrian , namun sayang tidak ada jawaban dari sang istri . Tanpa menunggu persetujuan dari ibu kost , Andrian langsung mendobrak pintu kamar itu , ibu kost hanya diam dia tidak sedikit pun protes kepada sikap Andrian , karena dia takut dengan Andrian , ya bagaimana tidak takut wajah tampan itu sangat lah datar tanpa senyuman dan tatapan nya sungguh sangat lah tajam , membuat siapa saja yang menatap nya gemetar hebat .
"Sitttt" umpat nya , Andrian langsung keluar dari kamar itu dan menghampiri ibu pemilik kost an itu . Ibu kost yang melihat Andrian menghampiri nya dengan raut wajah yang kesal membuat nya gemetar hebat , bahkan ibu kost itu tidak berani menatap wajah Andrian .
Andrian menatap ibu kost yang menunduk itu dengan kesal , pasal nya dia tidak menemukan istri nya itu di kira nya ibu kost telah berbohong dan menyelesaikan istri nya itu .
"Cepat jawab dimana Airin ?" Bentak Andrian yang membuat seluruh penghuni kost an itu keluar .
Ibu kost masih menunduk dengan kaki yang gemetar hebat .
__ADS_1
"Maaf Tu tu an ,sa saya ti tidak berbo bohong , tadi malam Nona memang tidur di kamar itu , saya yang melihat nya sendiri Tuan " ucap Ibu pemilik kost dengan terbata bata . Mendengar perkataan Ibu pemilik kost itu Andrian membuang nafas nya kasar dia meraup wajah nya dengan telapak tangan nya kasar . Dia sesekali melirik semua sepasang mata yang menyaksikan kejadian itu, semua orang tampak diam , dan tidak berani sedikit pun membela ibu pemilik kost itu , lalu tidak lama dia melangkah kan kaki nya pergi meninggalkan kost an itu . Ya tanpa mengucap kan apa pun dia langsung pergi dari sana . Melihat Andrian pergi ibu kost an itu langsung menghela nafas nya panjang ,
"Huuuuf kalau tiap hari saya bertemu dengan orang itu mungkin jantung saya bisa copot , bagaimana tidak sangat lah kejam , tapi kenapa Nona bisa tahan ya dengan lelaki seperti itu ." Gumam ibu pemilik kost itu . Ya ibu pemilik kost an itu tidak tau betul dengan sikap Andrian , dia sangat lah manis dan lembut dengan sang istri , berbeda jika dengan orang lain , apa lagi kalau dia sedang marah , hanya dengan sang istri lah hati nya bisa luluh .
Andrian kini sudah sampai di mobil nya dia merasa sangat kecewa dan frustasi , bagaimana tidak dia tidak menemukan sama sekali keberadaan sang istri . Dia merogoh ponsel nya dan langsung menghubungi seseorang , tidak lama sambungan telepon nya terhubung .
"Cepat cari Airin sekarang , aku tidak mau tau kalian harus bisa menemukan nya hari ini juga , atau tidak kalian tau sendiri apa yang akan aku lakukan kepada kalian " ucap Andrian dari seberang telepon dan langsung memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak . Andrian sangat frustasi sampai sampai dia menendang nendang ban mobil nya .
"Arrrrgggghhh" teriak Andrian .
Sementara di tempat lain , Airin dan Vina sedang duduk di sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari rumah kost an itu , mereka tampak diam sejenak , lalu Vina memegang tangan Airin dan berusaha menguatkan sahabat nya itu .
"Gue gak tau apa masalah Lo Airin , tapi gue harap Lo jangan sedih seperti ini , gue bisa ngerasain gimana hati Lo saat ini , Lo gak bisa bohongi semua nya , gue bisa menatap wajah Lo yang tampak tegar , tapi sebenarnya Lo sangat sedih" Ucap Vina . Airin membalas genggaman tangan sahabat nya itu , lalu dia menatap sahabatnya dengan mata yang sudah berkaca kaca , dia tidak mampu lagi menyembunyikan nya , dia langsung mengeluarkan semua air mata ,yang sudah dia bendung sedari tadi .
"Hiks hiks hiks Vin" lirih Airin sambil menangis , Vina langsung memeluk sahabatnya itu dan berusaha menenangkan nya .
"Keluar kan semua nya Airin , jangan di tahan lagi , itu akan membuat Lo semakin sakit " ucap Vina dengan lembut .
__ADS_1