
Sembilan bulan berlalu , dan ini adalah hari dimana Airin akan melahirkan , Airin tengah berada di ruangan bersalin . Andrian yang tidak menginginkan kehadiran anak yang di kandung Airin , pria itu hanya menunggu istri nya di luar ruangan . Andrian tidak dapat memungkiri rasa kecewa yang ada di dalam diri nya , ketika diri nya tau jika anak yang di kandung istri nya adalah anak dari Steven . Andrian dan Airin kini berada di luar negeri tepat nya di London , Andrian benar benar mengajak Airin pergi ke London agar kehamilan Airin tidak di ketahui . Andrian mengatakan kepada kedua orang tua nya dan Driaen bahwa mereka berdua akan menetap di London untuk beberapa bulan karena ingin mengurus perusahaan nya yang ada di London . Tanpa menaruh rasa curiga kedua orang tua nya pun menyetujui , mereka juga memberikan waktu kepada Andrian dan Airin berdua setelah sekian lama berpisah . .
Andrian tengah memainkan ponsel nya dan mencoba mengirimkan pesan ke seseorang .
[Cepat datang ke rumah sakit Xxxx yang ada di London sekarang. Gue enggak akan menjelaskan apa pun sampai Lo datang kemari ]
Send .
Setelah pesan itu centang biru Andrian langsung meletakkan ponsel nya lagi di saku celana nya tanpa menunggu balasan .
Di belahan bumi sebelah , seorang pria tengah terbaring menatap foto seorang wanita , perasaan pria itu tengah di landah gelisah , diri nya selalu memikirkan wanita itu , wanita yang seharusnya tidak diri nya pikir kan lagi , namun nyata nya diri nya tidak mampu sedikit pun untuk menghapus wanita itu di dalam hati nya maupun hidup nya .
Ting
Bunyi suara Notifikasi dari ponsel nya mengalihkan perhatian nya , pria tampan itu lalu mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas dan langsung membuka nya . Pria itu sontak terkejut ketika melihat pesan itu , pesan dari kolega bisnis nya sekaligus adik tiri nya , ya nomor nya masih tersimpan di ponsel pria itu .
Tanpa membalas pesan itu , pria itu langsung bangkit dari tidur nya dan langsung menghampiri sang asisten pribadi nya .
"Ayo kita pergi ke London sekarang ! " Titah nya .
__ADS_1
Sang asisten yang tengah duduk santai langsung terlonjak kaget ketika dan Tuan mengajak nya pergi ke London malam malam begini. Berbagai pertanyaan pun ada di dalam benak sang asisten , namun sang asisten itu mengurungkan niat nya untuk bertanya , dan memilih untuk mengikuti Tuan nya langsung pergi ke London .
Tidak lama bagi pria itu sampai di London , karena pria itu memakai jet pribadi milik nya . Sesampainya di lobi rumah sakit , pria itu sudah di sambut Robert , sang asisten pribadi Andrian. Robert langsung mengarah kan pria itu untuk menuju ke suatu ruangan . Tanpa mengucapkan kata apa pun dan dan tanpa bertanya pria itu hanya diam dan mengikuti Robert .
Tap Tap Tap Tap
Cklekkk
Robert membuka pintu sebuah ruangan VVIP di rumah sakit London , dan mempersilahkan masuk Pria itu . Pria itu pun masuk ke dalam ruangan VVIP itu dan menatap sekeliling ruangan itu dan pandangan nya tertuju ke arah Airin dan Andrian yang tengah duduk di atas brangkar . Dan satu lagi ada seorang bayi yang tidak jauh dari kedua nya di dalam sebuah box bayi.
"Ada apa ??" Akhirnya setelah lama diam pria itu mau mengeluarkan suara nya dan menatap ke arah Andrian .
Andrian tersenyum sinis melihat pria yang ada di hadapannya saat ini , "Steven , aku ingin kau mengambil anak mu ini... " Tunjuk Andrian ke arah bayi yang ada di dalam box itu . "Sebelum aku membuang nya !!" Sambung nya lagi dengan kalimat yang sangat menohok menusuk hati , sampai Airin hanya mampu menitikkan air mata nya mendengar perkataan suami nya itu .
Lalu Steven menatap ke arah Airin yang terus-terusan terisak . Seolah tau kebingungan Steven , Airin mencoba menjelaskan nya .
"Steve ... Ini anak mu .. Anak yang baru saja aku lahir kan Steve . Maaf karena aku baru memberi tahu mu , jika kamu tidak percaya , kamu bisa melakukan tes DNA kepada nya ." lirih Airin dengan suara lemah nya.
Deg
__ADS_1
Jantung Steven berdetak kencang , diri nya tidak menyangka perbuatan beberapa bulan yang lalu dengan Airin menghadirkan sosok malaikat kecil . Steven merasa sangat bahagia dan sedih . Bahagia karena kehadiran seorang malaikat kecil darah daging nya sendiri . Dan sedih ketika diri nya baru sekarang mengetahui nya , kenapa bukan nya sedari awal diri nya tau , kalau diri nya tau sedari awal , pasti Steven akan membawa Airin pergi dari Andrian .
.
"Dear , terimakasih , terimakasih karena kamu sudah melahirkan anak ku ,!" Ucap Steven dengan gembira .
Andrian yang mendengar itu langsung murka ,
"Stop !! Kau tidak berhak memanggil istri ku dengan sebutan itu. Dan kau harus tau , aku memanggil mu kesini karena aku ingin kau membawa anak haram mu ini pergi , aku tidak sudih merawat nya dan aku juga tidak akan membiarkan istri ku merawat nya ." Pekik Andrian .
Steven yang mendengar perkataan Andrian langsung mengepal kan kedua tangan nya , pria itu sudah kehabisan kesabaran , Andrian menyebutkan malaikat kecil nya dengan sebutan anak haram , oh No , Steven tidak akan pernah bisa membiarkan siapa pun menghina malaikat kecil nya . Steven ingin memukul Andrian , namun suara Airin mengurungkan niat nya .
"Steve ... Maaf kan aku .. Aku tidak ingin membuat mu dengan Andrian ribut di depan putri kecil ku . Dan aku mohon Steve , tolong jaga putri ku , aku tidak bisa merawat nya . Maaf kan aku Steve , maaf kan aku . Ketika suatu saat nanti putri ku tumbuh besar , jangan pernah bilang jika aku ibu nya, bilang saja jika ibu nya sudah tidak ada . Sekali lagi maaf kan aku Steve . Aku akan pergi dengan Andrian !!" Ucap Airin sambil menangis , lalu Airin memegang tangan Andrian dan mengajak nya pergi dari ruangan itu . Andrian langsung mengangguk kan kepala nya , Andrian menggendong Airin meninggalkan ruangan itu yang masih menyisakan Steven dengan bayi kecil nya . Steven masih mematung menatap Airin yang pergi dengan Andrian . Steven tidak menyangka jika Airin tega membiarkan dan meninggalkan bayi yang tidak berdosa sama sekali .
Setelah Airin dan Andrian sudah tidak nampak lagi , Steven langsung menghampiri bayi cantik itu dan menggendongnya , mencium pipi nya dan tersenyum ke arah bayi cantik itu .
"Daddy janji , Daddy akan menjadi sosok Ayah dan Ibu untuk mu sayang " Janji Steven .
Selepas itu mereka hidup masing masing , Airin hidup bersama dengan Andrian dan Driaen . Sedangkan Steven hidup bersama denah putri kecil nya yang sangat cantik , bahkan wajah nya sama persis dengan Airin .
__ADS_1
Tamat ......
Terimakasih yang udah support buat karya Aku Rindu Pada Mu Ibu ini . Thanks buat like nya ya .. See you di novel aku selanjutnya ....