
Sesampainya Andrian di ruangan meeting , Ia di sambut hangat oleh Tuan Bagaskara ,
"Terimakasih Tuan sudah menawari saya proyek yang besar ini" ucap nya dengan menjabat tangan Andrian .
"Iya ,Aku senang jika Kau juga senang Tuan ," ucap Andrian tersenyum smirk .
"Mari Tuan kita segera membahas nya " ucap nya lagi yang tidak sabaran ketika dirinya di tawari bekerja sama dalam proyek yang besar itu .
"Kau bodoh nak , Aku akan lebih berkuasa setelah mendapat kan Proyek ini" batin nya .
"Aku tau pak Tua apa yang Kau pikirkan , Kau pikir Aku sebodoh itu " batin Andrian , lalu mereka menyimak hasil meeting tadi . Setelah selesai Andrian langsung bergegas menuju ke ruangan nya ia duduk dengan tumpukan berkas-berkas . Namun ketika ia sibuk dengan berkas nya pintu ruangan nya di ketuk .
tok
tok
tok
"Siapa masuk" ucap nya sambil masih sibuk dengan berkas berkas nya
"Rupa nya Kau terlalu sibuk hari ini Putra Ku , sampai Ayah Mu datang Kau tidak memperdulikan nya " Ucap nya , ya yang datang itu adalah Papa Kelvin , ia sangat rindu kepada Andrian . Andrian pun langsung memalingkan wajah nya ke arah sumber suara dan beranjak bangun dari tempat duduk nya ia menghampiri Papa nya dan langsung memeluk nya.
"Kapan Papa pulang ? Mengapa tidak mengatakan nya kepada Ku Pa ?" Ucap nya sambil melepaskan kan pelukan Papa nya .
"Papa tiba tadi malam , bersama kedua mertua Mu , Papa tidak ingin mengganggu waktu istirahat Mu , jadi Papa akan menghampiri Mu saja di kantor "
"Papa tidak pernah mengganggu Ku"
"Oya Andrian bagaimana apa Kau sudah tau siapa di balik dalang penembakan Mu?" Tanya Tuan Kelvin
" Tau Pa , ini kerjaan si Tua Bangka itu , Ia menyuruh anak buah nya untuk mengintai Ku , setelah tau Aku dan anak buah Ku di serang oleh geng mafia Cobra , ia langsung menembak Ku " ucap Andrian yang sangat marah ketika mengingat kejadian itu .
"Ya Kau benar Nak , Dia memang Dia di balik semua ini , dan Papa telah mendapatkan sebuah bukti juga" Menyerah kan sebuah tab ke tangan Andrian .
"Apa ini Pa?" Andrian mengerutkan salah satu alis nya , ia bingung .
__ADS_1
"Kau lihat saja " Andrian langsung membuka nya dan benar saja di situ ada sebuah rekaman bahwa ada seorang wanita yang mulut nya di bekap dan langsung di bawa menuju hotel , dan wanita itu adalah Mama nya Andrian .
"Apa ? Siapa Pa yang melakukan ini semua , ini Mama ?" Tanya Andrian yang masih belum mengerti .
Akhirnya Papa Kelvin jujur dengan apa yang terjadi tempo dulu ,karena ini adalah waktu yang tepat , Andrian juga sudah dewasa . Toh Papa nya sudah punya bukti bahwa Mama nya tidak bersalah .
"Iya Andrian , selama ini Papa menutupi nya dari Mu , dulu Papa marah kepada Mama Mu , karena Papa melihat Foto Mama Mu sedang tertidur dengan seorang lelaki , Papa tidak tau kalau itu hanya jebakan , Papa mencari rekaman CCTV di hotel itu, namun sayang CCTV nya rusak , Papa selalu mencari tau tentang informasi namun saat Papa mencari informasi semua mengarahkan bahwa kejadian itu nyata"
"Papa marah besar kepada Mama Mu sehingga Papa mengusir nya , maaf kan Papa Andrian karena kebodohan Papa Kau harus berpisah kepada Mama Mu " ucap nya sambil menyesali semua ini .
"Tidak apa apa Pa , ini bukan salah nya Papa , lantas Andrian masih penasaran Pa , bagaimana Papa masih bisa mencari tahu lagi tentang informasi semua ini?" Ucap nya lagi .
" Sayang ini semua berkat kedua mertua Mu sayang , mereka sangat baik hati selama ini mereka mencari tahu tentang ini semua dengan menyuruh orang yang sangat ahli untuk mengungkapkan kebenaran ini semua , mereka mencari bukti beberapa tahun lama nya sampai ya sekarang mereka menemukan nya " Andrian tidak menyangka dengan apa yang Papa nya katakan , bahwa Papa mertua nya ikut andil dalam penyelesaian masalah keluarga nya .
"Apa Pa ? "
"Iya Nak , mereka lah yang menjadi bukti ini semua , dan ini juga " Papa Kelvin menyerah kan beberapa berkas yang sudah tersusun rapih , di situ terdapat dokumen yang berisikan semua bukti bukti peristiwa 15 Tahun yang lalu. Andrian membaca semua nya , seketika rahang nya mengeras mata nya membulat , dan gigi nya berbunyi seakan ingin menerkam mangsa nya .
"Bedebah sialan ,Tua Bangka itu " Ucap nya dengan nada tinggi .
"Sudah jangan di bawah emosi " Kelvin ingin memenangkan putra nya itu ia tidak ingin anak nya melakukan sesuatu hal yang akan membuat nya rugi .
"Tidak sayang , kita tidak perlu emosi , kita hadapi semua ini dengan santai , kita akan bermain cantik , seperti Dia selama ini yang sudah sangat pandai
bermain cantik " ucap nya sambil tersenyum smirk . Andrian lalu meredam sedikit emosi nya , benar juga yang di katakan Papa nya kali ini mereka harus bermain dengan cantik , dan yang telah Andrian rencana kan saat ini harus benar benar berhasil .
"Baik lah Pa , Aku akan membuat nya se hancur hancur nya , agar ia merasakan apa yang telah kita alami sedari dulu" ucap nya sambil mengepalkan kedua tangannya .
"Andrian , Papa ingin mengajak Mu menjemput Mama Mu , Papa sudah mempunyai alamat nya , anak buah Papa yang sudah mencari nya ," ajak Papa Kelvin .
"Baiklah Pa , Andrian ikut " mereka pun bergegas pergi menuju ke rumah Mama nya Andrian , sebelum Andrian pergi , ia menyerahkan semua pekerjaan nya kepada Robert .
Di dalam mobil Andrian berinisiatif mengajak istrinya ,
"Pa jemput Airin dulu ya " ucap nya
__ADS_1
"iya sayang " balas papa , sebelum mereka menuju ke rumah Mama nya Andrian , Andrian pergi ke kediaman Rahendra untuk menjemput istrinya .
Di lain tempat ...
Airin yang merasa bosan di dalam kamar ia ingin sekali keluar , tapi mengingat kejadian kemarin ia merasa sangat takut , apa lagi sahabat nya Vina sangat tega menjebak nya .
"Aku harus ngapain , Aku sangat bosan" ucap nya sambil membalik kan majalah yang di pegang nya .
"Aku ingin ke kantor nya Andrian , tapi Aku takut malah mengganggu nya bekerja "
"Sedangkan Mama sudah pergi arisan , Aku juga tidak suka pergi ketempat seperti itu " Mama nya Airin tadi sudah mengajak nya untuk ikut dengan nya ke tempat arisan di sebuah mall mewah , namun Airin menolak nya , ia lebih memilih diam di rumah ketimbang ikut arisan yang sangat membosankan bagi nya . Tiba tiba suara mobil masuk ke kediaman Rahendra .
"Sayang Airin ?" Panggil nya .
"Iya eh Andrian kok udah pulang ? Ini kan masih jam 11 siang " ucap nya ,
"Sayang ayo siap siap Aku akan mengajak Mu ke suatu tempat " ujar nya yang membuat hati Airin sangat bahagia ,
"oke , Aku ganti baju dulu ya " ucap nya sambil bergegas pergi ke kamar dan mengganti baju nya .
"jangan lama lama ya sayang " uap Andrian,
"iya " tidak butuh lama Airin sudah selesai mengganti baju nya kini mereka berjalan memasuki mobil nya .
"Eh ada Papa juga di sini ?"Tanya Airin yang ketika masuk ke dalam mobil Papa mertua ya sudah ada duduk di depan di samping supir .
"Iya sayang Papa akan mengajak Mu dan Andrian pergi ke rumah Mama nya Andrian , Papa ingin menjemput nya sayang " ucap Papa Kelvin .
"Wah bagus Pa , Airin cukup senang mendengar nya " Papa Kevin tersenyum lebar ketika mendengar perkataan Airin , mereka pun pergi dari kediaman Rahendra dan langsung menuju tempat tinggal Mama nya Andrian , sesampainya di sana Andrian sudah tidak sabar bertemu dengan Mama nya. Ia juga sangat merindukan Mama nya itu , mereka turun dari mobil dan berjalan ke rumah berlantai dua yang kata nya itu rumah Mama nya .
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Suara pintu di ketuk membuat sang empunya rumah langsung membuka nya .. Mama Andrian terkejut ketika membuka pintu di lihat nya ada Tuan Kelvin , Andrian dan juga Airin.
"Maka?" Panggil Andrian ....