Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Seratus delapan puluh Derajat


__ADS_3

Andrian yang sedang frustasi di depan mobil nya terus terusan menendang ban mobil nya , dia menjambak rambut nya dan duduk di samping mobil nya dengan meringkuk .


"Mengapa kau bodoh Andrian , kau bodoh , kau punya istri yang sangat baik seperti Airin , tetapi kenapa kamu biarkan dia pergi karena keaalahan mu tidak mau menjelaskan apa pun tentang wanita sialan itu aahhhkkk " gumam Andrian dia dalam hati nya , ya kalau di tanya tentang penampilan nya tidak usah di tanya lagi , penampilan nya sungguh kacau , tidak nampak seperti Andrian dulu yang terlihat rapih , dengan stelan kemeja dan jas nya kini penampilan Andrian sangat lah acak acakan , rambut berantakan kemeja nya yang kusut . Ketika Andrian tengah di selimuti oleh rasa bersalah , dia sedikit mendengar suara tangisan yang menurut nya suara nya tidak lah sangat asing bagi nya. Seperti mendapat panggilan batin Andrian mengikuti sumber suara , dia berjalan perlahan sampai lah di sebuah taman yang tidak jauh dari tempat kost an itu , Andrian berdiri di dekat pohon besar dan mengamati sumber suara ,


Deg


Jantung nya terasa berhenti berdetak , melihat suara yang tidak asing bagi nya , ya siapa lagi kalau bukan suara sang istri yang sudah sangat dia rindukan . Andrian ingin melangkah kan kaki nya dia ingin berlari mendatangi sang istri lalu memeluk nya , namun dia urungkan niat nya ketika dia melihat istri nya sedang berbicara dengan wanita yang tidak asing pula bagi nya , ya siapa lagi wanita itu kalau bukan sahabat dari istri nya, Vina . Dia lebih memilih mendengar kan dan bersembunyi di balik pohon besar itu . Dan sampai tiba Airin dan Vina berhenti berbicara dia melihat istri nya berdiri bersama teman nya itu berjalan pergi meninggalkan taman itu , Andrian juga berjalan pelan di belakang nya mengikuti nya . Namun ketika Airin ingin memasuki rumah kost an nya lagi , Andrian mencegah nya , dia sudah tidak tahan lagi , dia sangat lah rindu dengan wanita nya itu. Andrian langsung memegang tangan Airin dan langsung memeluk nya . Dia sangat rindu dengan wanita itu yang biasa nya selalu menemani setiap hari nya . Dia menumpahkan semua isi di hati nya , dia tidak ingin Airin memberontak dan memintanya untuk melepaskan pelukannya , dia tidak ingin istri nya itu pergi lagi meninggalkan nya .


"Sayang , Maaf , maafin Aku , Aku janji akan memberi tahu semua nya , asal kamu mau maafin aku , jangan pergi lagi seperti ini , aku tidak kuat harus berpisah lagi dengan Mu , cukup tadi malam , jangan nanti , besok atau pun kapan pun aku tidak mau , kau boleh menghukum ku apa pun itu , tapi tidak untuk pergi meninggalkan ku ." Ujar Andrian di dalam pelukan hangat sang istri . Airin berusaha ingin melepaskan pelukan nya , bukan nya apa dia tidak enak di sana ada Vina sahabat nya . Namun Andrian tidak membiarkan Airin melepaskan pelukannya , dia malah semakin erat memeluk sang istri , dia takut Airin akan pergi lagi jika dia melepaskan pelukannya.


"Jangan lepaskan , aku tidak mau kau pergi sayang " ucap Andrian lembut . Mendengar perkataan Andrian , Airin sangat lah kesal , bagaimana tidak saat ini dia sedang menahan malu karena itu tempat umum bukan nya di rumah .


"Andrian lepas dulu , malu di sini tempat umum" ucap Airin sambil berusaha melepaskan pelukan suami nya , ya sebenarnya dia juga tidak ingin melepaskan nya entah mengapa dia juga berasa sangat nyaman di dalam pelukan suami nya itu , rasa nya dia tidak ingin jauh jauh lagi, tapi dia masih berfikir ini di tempat umum banyak sepasang mata yang melihat nya .

__ADS_1


"Tapi janji jangan pergi lagi" Ucap Andrian memastikan jika Airin tidak akan pergi lagi meninggalkan nya.


"Iya aku janji , cepat lepaskan " ucap Airin , mendengar kata itu Andrian langsung melepaskan pelukannya , dia kini menatap wajah istri nya dengan lekat , namun Airin mengalihkan pandangannya ke arah sahabat nya itu . Dia melihat sahabatnya yang sedang melongo melihat aksi kedua pasutri itu . Airin menghancurkan lamunan Vina dan mengembalikan lagi kesadaran nya .


"Vin , Vin ayo kita temui ibu kost" ucap Airin membuyarkan lamunan Vina . Vina yang mendengar nama nya di panggil dia langsung tersenyum kikuk .


"Eh iya ayo , Oya kamu pulang dengan Andrian kan , " ucap Vina kikuk .


"Emmm iya Vin , tapi aku ingin bertemu dulu dengan ibu kost an ini , aku tidak enak tidak pamit kepada nya " ucap Airin . Vina menganguk kan kepala nya dia langsung berjalan masuk ke dalam rumah kost an itu dengan Airin , bagaimana dengan Andrian , dia juga mengekor dari belakang , dia takut kehilangan istri nya lagi . Airin dan Vina terkejut ketika melihat ibu pemilik kost an itu sedang duduk di sofa sambil melamun menatap kamar yang tadi malam di tempati oleh Airin , ya pintu kamar nya sudah rusak akibat dobrakan dari Andrian . Dan ibu pemilik kost an itu sedang termenung masih takut karena bentakan Andrian tadi . Mendengar ada suara langkah yang sedang berjalan ke arah nya ibu kost an itu langsung menatap ke arah Airin , Andrian dan juga Vina . Dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan nona nya itu lagi .


"Saya pergi sebentar bi , bi itu kenapa pintu kamar nya kok seperti itu ?"Tanya Airin penasaran sebab sewaktu dia pergi tadi belum seperti itu . Ibu pemilik kost an hanya diam , lalu menatap Andrian yang berada di samping Airin , melihat tatapan dari ibu pemilik kost an itu , Airin tampak nya sudah sangat mengerti , dia langsung menegur Andrian dengan semua kesalahan nya . Andrian yang di pandang oleh ibu pemilik kost an itu hanya diam dan memutar bola mata nya malas , dia sudah bisa menebak pasti ibu pemilik kost an itu meminta nya tanggung jawab .


"Andrian ..." pekik Airin .

__ADS_1


"Iya sayang " ucap Andrian lembut yang nyaris membuat ibu pemilik kost an itu terkejut ya berbeda sekali berbeda seratus delapan puluh derajat tidak seperti tadi sikap nya .


"Sudah tau apa yang harus kamu lakukan ?" Seperti seseorang yang sudah memiliki indera ke enam Andrian langsung mengangguk kan kepala nya dan mengambil dompet yang berada di dalam saku celana nya , dia mengambil uang kes sekitar dua juta rupiah . Dia langsung memberikan kepada ibu pemilik kost an itu dengan wajah yang datar dan tanpa kata . Melihat itu ibu pemilik kost an itu diam tidak berani harus berbuat apa apa , dia bingung harus mengambil nya atau pun tidak . Airin yang melihat kecanggungan ibu pemilik kost an itu dia langsung menegur suami nya itu .


"Andrian ... " Panggil Airin lagi , ya seperti anak yang takut kepada ibu nya Andrian menghela nafas kasar dia seperti nya sudah faham apa maksud dari sang istri .


"Maaf kan saya , ini uang untuk semua kerusakan yang ada " ucap Andrian datar .


Deg


Ibu kost kaget mendengar perkataan Andrian , ya berbeda sekali ya batin nya . Ibu pemilik kost an itu langsung mengambil uang yang di sodorkan oleh Andrian .


"Terimakasih Tuan , tapi ini kebanyakan Tuan , sedikit saja sudah cukup untuk mengganti nya , tidak perlu sebanyak ini tuan " ucap nya . Namun Andrian hanya diam tanpa menjawab apa pun pandangan nya pun hanya tertuju kepada Airin , Airin yang melihat sikap suami nya hanya menghela nafas pelan , dia tau sang suami tidak lah suka basa basi dengan orang , kecuali dengan diri nya sendiri .

__ADS_1


" Tidak Bi , ambil lah , aku yang sangat berterima kasih kepada Bibi sudah mengijinkan ku menginap di sini , aku minta maaf jika kelakuan suami ku seperti itu " ucap Airin panjang lebar .


"Iya Non , terimakasih banyak ya Non , Tuan " ucap ibu pemilik kost an itu.


__ADS_2