Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Menjelaskan kepada Mertua


__ADS_3

Andrian kini sudah sampai di kediaman Rahendra ,dia langsung keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam rumah mewah itu .


Dia bertemu dengan salah satu pelayan rumah Rahendra , Andrian menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pelayan itu. Merasa Tuan muda nya menoleh ke arah nya salah satu pelayan itu menundukkan kepalanya menghadap ke arah Tuan Muda nya itu .


"Maaf Tuan Muda , apa kah anda memerlukan sesuatu ?" Tanya Pelayan itu .


"Bi apakah Airin sudah pulang ?" Tanya Andrian kepada salah satu pelayan .


"Maaf Tuan Muda , Nona sedari tadi belum pulang , bukan nya tadi Nona pergi bersama Tuan " ucap pelayan itu sambil menunduk kan kepala nya .


Mendengar perkataan pelayan Andrian langsung bergegas pergi dari kediaman tersebut dia ingin segera mencari keberadaan sang istri nya yang entah dimana sekarang keberadaan nya . Dia pun masih bingung karena nomor ponsel Airin pun tidak aktif , jadi sangat sulit untuk di lacak. Langkah Andrian terhenti ketika mendengar suara wanita paruh baya memanggil nya.


"Andrian ?" Panggil wanita paruh baya itu sambil menghampiri Andrian .


Andrian langsung menoleh ke belakang dia melihat wanita paruh baya itu sedang mengerutkan keningnya dan pandangan nya berpencar ke sana kemari mencari sesuatu. "Airin dimana ?" Tanya wanita paruh baya itu lagi sambil celingukan kesana kemari .


Mendengar pertanyaan wanita paruh baya itu , Andrian membuang nafas nya kasar dia masih bingung menjelaskan keberadaan istri nya yang entah kemana . Namun bagaimana pun tanggapan Mama mertua nya nanti ,Andrian mau tidak mau harus memberi tahu kan semua nya kepada Mertua nya.

__ADS_1


"Maaf kan Andrian Ma , Airin menghilang " ucap Andrian dengan menundukkan kepala nya karena Andrian merasa sangat bersalah kepada sang Mertua yang tidak becus menjaga anak semata wayangnya.


"Apa ?" Pekik Mama Airin yang masih tidak percaya dengan ucapan sang menantu .


"Kamu yang benar, jangan bercanda Andrian ?" Tanya lagi Mama mertua nya memastikan bahwa yang di katakan menantu nya itu hanya candaan saja . Andrian mengangguk kan kepala nya , Andrian masih saja menunduk kan kepala nya , dia masih tidak berani menatap kedua netra sang mertua .


Melihat anggukan dari menantu nya, Mama nya Airin tiba tiba lemas , dia sampai ingin terjatuh ke lantai karena kaki nya tidak sanggup menopang tubuh nya , namun Papa Rahendra dengan sigap datang menghampiri sang istri , dia menopang tubuh sang istri dan membawa nya duduk di sebuah sofa . Andrian merasa sangat bersalah melihat mertua nya seperti itu , dia langsung menghampiri kedua mertua nya . Kini Andrian sudah bersimpuh di bawah kedua mertua nya , mata Andrian mengeluarkan buliran bening , dia sangat merasa bersalah kepada kedua mertua nya karena tidak mampu menjaga putri semata wayang mereka .


"Pa , Ma , maafin Andrian " ucap Andrian sambil menyeka air mata yang keluar membasahi pipi nya .


Papa Rahendra langsung mengangkat tubuh menantu nya dan mengajak nya untuk duduk di sofa . Papa Rahendra membuang nafas nya kasar dia mencoba mengatur ke khawatir an nya .


Mendengar ucapan dari Papa mertua nya Andrian membuka suara nya mengatakan kejadian yang sebenarnya.


"Airin marah dengan Andrian Pa , tadi kami ke rumah sakit ingin USG, memeriksa kan kondisi kandungan Airin , namun tiba tiba Andrian bertemu dengan teman masa lalu Andrian , ya kebetulan teman masa lalu Andrian itu adalah dokter kandungan di sana , Andrian juga terkejut Pa , mengapa bisa bertemu dengan wanita itu, Airin meminta penjelasan kepada Andrian , namun Andrian terlalu egois tidak ingin menjelaskan siapa wanita itu Pa , Andrian menyesal , Airin sekarang pergi entah kemana Pa " ucap Andrian panjang lebar menjelaskan semua titik permasalahan nya kepada kedua mertua nya.


Papa Rahendra diam sejenak dia masih menatap menantu nya itu dengan tatapan intens .

__ADS_1


"Pa , Andrian salah Pa , Andrian siap di hukum atas kesalahan Andrian Pa , tapi tolong jangan pisah kan Andrian dengan Airin , " ucap Andrian memohon kepada sang mertua . Mama Airin tampak terenyuh mendengar perkataan sang menantu , namun Mama nya Airin masih kecewa atas perkataan awal Andrian tadi . Papa Rahendra memegang bahu Andrian .


"Tenang lah nak , beri waktu Airin sendiri dulu, " ucap Papa Rahendra .


Mendengar ucapan dari mertua nya itu , Andrian mendongak kan kepala nya ,


"Pa , papa tau dimana Airin ?" Tanya Andrian yang merasa curiga dengan sang papa mertua , bukan Andrian saja yang curiga mama nya Airin pun curiga dengan suami nya yang tiba tiba mengatakan hal tersebut .


"Ya Papa tau sesuatu tentang Airin Pa , ayo lah Pa , jangan buat Mama khawatir anak kita lagi hamil Pa , Mama tidak mau terjadi sesuatu kepada nya " Ucap Mama Airin penuh dengan harapan bahwa suami nya sudah mengetahui sesuatu tentang putri semata wayangnya itu .


"Tenang lah Ma , Airin berada di tempat yang aman , biarkan malam ini dia memenangkan pikiran nya dulu , Papa yakin besok dia sudah tenang " Jawab Papa Rahendra . Ya Rahendra sebelumnya sudah mengetahui keberadaan putri semata wayang nya dari Ibu pemilik kost an , Ibu pemilik kost an itu menelpon Tuan Rahendra mengatakan bahwa Airin berada di tempat kost an nya dia, karena selama bekerja kepada tuan nya dulu dia tidak pernah melihat tuan putri nya itu pergi dari rumah larut malam apa lagi menginap di rumah siapa pun , maka oleh sebab itu ibu kost itu memberi tahu kan kepada Rahendra supaya Rahendra tidak khawatir dimana keberadaan sang putri .


Andrian masih bingung dia masih terus bertanya kepada mertua nya itu .


"Pa , apa maksud Papa , coba katakan Pa dimana Airin , Andrian akan menjemput nya dan menjelaskan semua nya kepada Airin Pa ?" Andrian memohon kepada mertua nya agar memberitahu kan dimana keberadaan sang istri ..


"Andrian tenang lah , saat ini memang Airin sedang membutuhkan ketenangan , biarkan dulu dia sendiri , besok pagi Papa akan memberi tau kan alamat nya dan kamu bisa menjemput nya " ucap Tuan Rahendra .

__ADS_1


"Tapi Pa ?" Andrian mencoba mengelak perkataan mertua nya . Dia masih bersikeras ingin mengetahui keberadaan sang istri karena dia saat ini merasa sangat bersalah dengan sikap nya yang tadi membuat sang istri pergi meninggalkan nya .


"Tenang lah , ayo kamu ke kamar istirahat lah , Papa janji besok Papa akan memberitahu kan dimana Airin berada, istirahat lah Andrian sedari tadi kamu belum ada istirahat , apa lagi kejadian tadi siang , ayo istirahat lah , Papa kan sudah janji , Papa tidak akan mengingkari janji papa . " ucap Papa Rahendra menenangkan menantu nya itu , mau tidak mau Andrian menuruti perkataan mertua nya , dia sangat berharap besok Airin akan memaafkan kesalahannya yang terlalu egois .


__ADS_2