Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Bertemu kembali setelah sekian lama


__ADS_3

******


Mereka masih saja ribut dan bersikeras dengan pendapat masing masing .


" Andrian aku bisa mengendarai mobil sendiri , dan aku akan berangkat sendiri Andrian , " Ucap Airin yang masih kekeh dengan pendirian nya .


"Tidak Airin , aku ingin kau terus berada di samping ku Airin " pinta Andrian memohon agar Airin mau satu mobil dengan nya .


"Aku tidak ingin mereka nanti melihat ku dengan mu Andrian , aku belum siap jika pernikahan kita di ketahui publik, biarlah kita sembunyikan dulu , nanti apa bila waktu nya kita akan memberi tahu mereka " ujar Airin .


"Tapi Airin sampai kapan lambat lain mereka akan tau ....!" Kalimat Andrian terpotong ketika seseorang memanggil Airin .


Tiba tiba ...


"Airrrriiiiiiin " panggil seseorang yang turun dari mobil . Airin pun terkejut ketika melihat siapa yang datang .


"Daniel Radcliffe?" Ucap Airin .


"ya aku Daniel Radcliffe, aku Daniel mu datang kemari Airin " ucap nya lagi .. Tampak nya Airin sangat mengenal pria tersebut , tampak jelas dari perkataan nya mereka sangat lah dekat , namun kedekatan mereka membuat Andrian tidak nyaman ,tanpa basa basi Andrian menarik tangan Airin dan langsung masuk ke dalam mobil , dan lalu melajukan mobil nya ....


"isssst kenapa main pergi pergi aja ?" Tanya Airin . Namun bukannya menjawab Airin ,Andrian hanya diam dan fokus mengendarai mobilnya.


"Andrian jawab" Teriak Airin kesal ...


Ciiiiiiitttttt


Andrian mengerem mendadak mobil nya , ia langsung terdiam dan mendekati wajah Airin . Kini kedua bola mata saling pandang , wajah nya kian melekat.


"oh tuhan apa ini , bukan nya aku membenci nya , lantas mengapa jantung ku berdegup kencang ketika ia menatap ku seperti ini " gumam nya ,


"aku tidak ingin kau dekat dengan laki laki siapa pun Airin !" Ucap Andrian lembut .


" is kau ini terlalu posesif sekali , aku belum mengenal kan nya pada mu , dan kau langsung pergi begitu saja " ucap Airin dengan nada ketus.

__ADS_1


"Aku tidak peduli siapa dia , yang aku mau kamu milik ku selama nya akan menjadi milik ku , jangan coba coba untuk mendekati laki laki lain siapa pun itu " ucap nya tegas.


Mendengar ucapan Andrian tersebut bukan nya Airin marah tapi ia malah tersenyum tipis .


"Apakah kau sedang cemburu Andrian ?" Tanya Airin sambil menggoda .


"kau mulai menggoda ku Airin ?" Bukan nya menjawab tapi pertanyaannya Airin bagi Andrian terkesan sangat menggoda .


"Aggh malas bicara dengan mu !" Kesal Airin lalu Memalingkan wajah nya .


"Aku suka kau seperti itu " ujar Andrian lalu langsung menjalankan mobil nya lagi.


Di kediaman Rahendra , Daniel merasa aneh , karena tiba tiba Airin pergi dengan seorang laki laki .


"Bagaimana bisa dia dekat dengan laki laki , rasa ku dia tidak pernah , jadi siapa itu , apa itu sepupu nya , ah mungkin lah , tapi kenapa dia tidak pernah mengenal kan nya pada ku " gumam nya sambil terus memandangi mobil yang membawa Airin pergi , namun tiba tiba pundak Daniel di tepuk dari belakang oleh seseorang.


"Hei Daniel " Sapa seseorang tersebut, membuat Daniel memalingkan pandangannya ke arah seseorang itu.


"Om apa kabar ?" Tanya Daniel.


"Baik , bagaimana kau bisa ada disini bukan nya kau masih di Amerika Daniel ?" Tanya Rahendra .


"Iya om , aku bosan di sana terus , aku tidak ada teman nya , aku rindu dengan om dan Airin !" Ujar nya , langsung melepaskan pelukannya.


"Ah kau bisa saja , tapi nampaknya Airin sudah pergi ke kampus Daniel !" Ucap Rahendra .


"Oh iya tadi sebenarnya aku bertemu dengan Airin , tapi om siapa yang bersama nya ? setau aku Airin tidak pernah dekat dengan laki laki siapa pun kecuali aku , ?" Tanya Daniel yang membuat Rahendra tersenyum .


"Oh itu suami Airin Daniel " jawab Rahendra santai .


"Apa ? sejak kapan mengapa dia tidak memberi tahu ku ?" Tanya Daniel , ada perasaan sangat kesal ketika Papa nya Airin itu menyebut pria itu dengan sebutan "Suami"


"Mungkin Airin belum memberi tahu mu , dia pikir kau masih lama di Amerika Daniel !" Ucap Rahendra .

__ADS_1


Daniel yang mendengar itu seakan membuat nya panas , ia tidak menyangka pujaan hati nya selama ini sudah memiliki suami , terlebih lagi ia tidak mengetahui nya .


Sebenarnya Daniel pulang dari Amerika berniat untuk melamar Airin , ia yakin bahwa Airin akan menerima nya karena Airin tidak pernah dekat dengan lelaki mana pun. Hanya Daniel laki laki yang mampu mendekati Airin , apa lagi mereka bersahabat sudah sejak lama . Ia pikir peluang mendapatkan Airin sangat besar , namun impian nya sirna begitu saja ketika Airin sudah menikah.


Daniel pun berpamitan kepada Rahendra untuk pergi pulang , Rahendra pun meng ia kan karena mengingat dirinya juga akan ke kantor.


****


sesampainya di kampus , Airin langsung ingin keluar dari mobil , namun Andrian menghentikan langkahnya , dan segera turun membuka kan pintu mobilnya . Layak nya seorang princess Airin malu malu keluar dari mobil , ingin menolak namun sama saja , ia tak mampu . Pasti Andrian akan memaksa nya lagi .Mereka pun berjalan bergandengan membuat semua mata tertuju kepada mereka .


"Aku malu Andrian , lepas kan aku .Jangan macam macam nanti mereka akan tau " ucap Airin sambil melepaskan tangan Andrian namun Andrian semakin erat memegang nya .


"Berarti kalau di rumah boleh ya macem macem " Ujar Andrian , yang membuat pipi Airin merah merona bak kepiting rebus . Airin pun langsung berusaha melepaskan tangan Andrian , dan berlari kecil .


"Kau semakin membuat ku mencintaimu Airin " ucap nya . Niat ingin mengejar namun langkah nya terhenti seketika saat diri nya sadar sedang di awasi oleh seseorang .


Ia langsung terdiam dan menoleh kebelakang. Ia meraih telpon genggam nya dan langsung menghubungi seseorang .


"Laksana kan " ucap nya dan langsung mematikan telpon sepihak . Orang yang di telpon pun sudah mengerti apa yang di maksud oleh Andrian . Mereka pun melaksanakan tugas nya .


Siapa kah yang sedang membututi Andrian ?Apakah mama nya ...


Namun ketika hendak ingin memasuki ruangan kelas Andrian di kejutkan dengan suara ponsel , ia langsung saja bergegas mengangkat nya .


"Tuan semua sudah siap , sudah ada di markas " ucap seseorang yang berada di telpon


"iya , " Jawab Andrian dan langsung mematikan telpon . Saat menerima telpon itu jiwa mafia nya seakan berkobar ia ingin menghancurkan apa saja yang ada di dekat nya , namun ia harus menahan sedikit emosi nya , karena ia sedang berada di halaman kampus . Namun tiba tiba ia di kejutkan dengan kehadiran Romi dan jeri .


"bos , ngapain loh disini , dosen udah mau masuk tu ?" ucap Romi .


"Ya elah kali bos , serius amat si pandangan nya " ujar jeri yang melihat Andrian sedang memandangi sesuatu yang sangat sulit di artikan , bukan nya menjawab ia langsung memalingkan badan nya dan berjalan menuju ruang kelas .


"Ah bos kenapa sih " Ujar Romi sambil berlari kecil menghampiri bos nya.

__ADS_1


"mungkin sedang pms , " sambung jeri , yang seketika omongan nya di hentikan oleh Romi , karena ia takut Andrian akan marah.


Sesampainya di ruang kelas suasana hati yang awal nya kacau mendadak menjadi berwarna , saat ia melihat pujaan hati nya sedang tersenyum dan tertawa bersama Vina . Sontak saja pandangan nya tak berpaling sedikit pun dari sang pujaan hati .


__ADS_2