
******
Mereka masih saja ribut dan bersikeras dengan pendapat masing masing .
" Andrian aku bisa mengendarai mobil sendiri , dan aku akan berangkat sendiri Andrian , " Ucap Airin yang masih kekeh dengan pendirian nya .
"Tidak Airin , aku ingin kau terus berada di samping ku Airin " pinta Andrian memohon agar Airin mau satu mobil dengan nya .
"Aku tidak ingin mereka nanti melihat ku dengan mu Andrian , aku belum siap jika pernikahan kita di ketahui publik, biarlah kita sembunyikan dulu , nanti apa bila waktu nya kita akan memberi tahu mereka " ujar Airin .
"Tapi Airin sampai kapan lambat lain mereka akan tau ....!" Kalimat Andrian terpotong ketika seseorang memanggil Airin .
Tiba tiba ...
"Airrrriiiiiiin " panggil seseorang yang turun dari mobil . Airin pun terkejut ketika melihat siapa yang datang .
"Daniel Radcliffe?" Ucap Airin .
"ya aku Daniel Radcliffe, aku Daniel mu datang kemari Airin " ucap nya lagi .. Tampak nya Airin sangat mengenal pria tersebut , tampak jelas dari perkataan nya mereka sangat lah dekat , namun kedekatan mereka membuat Andrian tidak nyaman ,tanpa basa basi Andrian menarik tangan Airin dan langsung masuk ke dalam mobil , dan lalu melajukan mobil nya ....
"isssst kenapa main pergi pergi aja ?" Tanya Airin . Namun bukannya menjawab Airin ,Andrian hanya diam dan fokus mengendarai mobilnya.
"Andrian jawab" Teriak Airin kesal ...
Ciiiiiiitttttt
Andrian mengerem mendadak mobil nya , ia langsung terdiam dan mendekati wajah Airin . Kini kedua bola mata saling pandang , wajah nya kian melekat.
"oh tuhan apa ini , bukan nya aku membenci nya , lantas mengapa jantung ku berdegup kencang ketika ia menatap ku seperti ini " gumam nya ,
"aku tidak ingin kau dekat dengan laki laki siapa pun Airin !" Ucap Andrian lembut .
" is kau ini terlalu posesif sekali , aku belum mengenal kan nya pada mu , dan kau langsung pergi begitu saja " ucap Airin dengan nada ketus.
__ADS_1
"Aku tidak peduli siapa dia , yang aku mau kamu milik ku selama nya akan menjadi milik ku , jangan coba coba untuk mendekati laki laki lain siapa pun itu " ucap nya tegas.
Mendengar ucapan Andrian tersebut bukan nya Airin marah tapi ia malah tersenyum tipis .
"Apakah kau sedang cemburu Andrian ?" Tanya Airin sambil menggoda .
"kau mulai menggoda ku Airin ?" Bukan nya menjawab tapi pertanyaannya Airin bagi Andrian terkesan sangat menggoda .
"Aggh malas bicara dengan mu !" Kesal Airin lalu Memalingkan wajah nya .
"Aku suka kau seperti itu " ujar Andrian lalu langsung menjalankan mobil nya lagi.
Di kediaman Rahendra , Daniel merasa aneh , karena tiba tiba Airin pergi dengan seorang laki laki .
"Bagaimana bisa dia dekat dengan laki laki , rasa ku dia tidak pernah , jadi siapa itu , apa itu sepupu nya , ah mungkin lah , tapi kenapa dia tidak pernah mengenal kan nya pada ku " gumam nya sambil terus memandangi mobil yang membawa Airin pergi , namun tiba tiba pundak Daniel di tepuk dari belakang oleh seseorang.
"Hei Daniel " Sapa seseorang tersebut, membuat Daniel memalingkan pandangannya ke arah seseorang itu.
"Om apa kabar ?" Tanya Daniel.
"Baik , bagaimana kau bisa ada disini bukan nya kau masih di Amerika Daniel ?" Tanya Rahendra .
"Iya om , aku bosan di sana terus , aku tidak ada teman nya , aku rindu dengan om dan Airin !" Ujar nya , langsung melepaskan pelukannya.
"Ah kau bisa saja , tapi nampaknya Airin sudah pergi ke kampus Daniel !" Ucap Rahendra .
"Oh iya tadi sebenarnya aku bertemu dengan Airin , tapi om siapa yang bersama nya ? setau aku Airin tidak pernah dekat dengan laki laki siapa pun kecuali aku , ?" Tanya Daniel yang membuat Rahendra tersenyum .
"Oh itu suami Airin Daniel " jawab Rahendra santai .
"Apa ? sejak kapan mengapa dia tidak memberi tahu ku ?" Tanya Daniel , ada perasaan sangat kesal ketika Papa nya Airin itu menyebut pria itu dengan sebutan "Suami"
"Mungkin Airin belum memberi tahu mu , dia pikir kau masih lama di Amerika Daniel !" Ucap Rahendra .
__ADS_1
Daniel yang mendengar itu seakan membuat nya panas , ia tidak menyangka pujaan hati nya selama ini sudah memiliki suami , terlebih lagi ia tidak mengetahui nya .
Sebenarnya Daniel pulang dari Amerika berniat untuk melamar Airin , ia yakin bahwa Airin akan menerima nya karena Airin tidak pernah dekat dengan lelaki mana pun. Hanya Daniel laki laki yang mampu mendekati Airin , apa lagi mereka bersahabat sudah sejak lama . Ia pikir peluang mendapatkan Airin sangat besar , namun impian nya sirna begitu saja ketika Airin sudah menikah.
Daniel pun berpamitan kepada Rahendra untuk pergi pulang , Rahendra pun meng ia kan karena mengingat dirinya juga akan ke kantor.
****
sesampainya di kampus , Airin langsung ingin keluar dari mobil , namun Andrian menghentikan langkahnya , dan segera turun membuka kan pintu mobilnya . Layak nya seorang princess Airin malu malu keluar dari mobil , ingin menolak namun sama saja , ia tak mampu . Pasti Andrian akan memaksa nya lagi .Mereka pun berjalan bergandengan membuat semua mata tertuju kepada mereka .
"Aku malu Andrian , lepas kan aku .Jangan macam macam nanti mereka akan tau " ucap Airin sambil melepaskan tangan Andrian namun Andrian semakin erat memegang nya .
"Berarti kalau di rumah boleh ya macem macem " Ujar Andrian , yang membuat pipi Airin merah merona bak kepiting rebus . Airin pun langsung berusaha melepaskan tangan Andrian , dan berlari kecil .
"Kau semakin membuat ku mencintaimu Airin " ucap nya . Niat ingin mengejar namun langkah nya terhenti seketika saat diri nya sadar sedang di awasi oleh seseorang .
Ia langsung terdiam dan menoleh kebelakang. Ia meraih telpon genggam nya dan langsung menghubungi seseorang .
"Laksana kan " ucap nya dan langsung mematikan telpon sepihak . Orang yang di telpon pun sudah mengerti apa yang di maksud oleh Andrian . Mereka pun melaksanakan tugas nya .
Siapa kah yang sedang membututi Andrian ?Apakah mama nya ...
Namun ketika hendak ingin memasuki ruangan kelas Andrian di kejutkan dengan suara ponsel , ia langsung saja bergegas mengangkat nya .
"Tuan semua sudah siap , sudah ada di markas " ucap seseorang yang berada di telpon
"iya , " Jawab Andrian dan langsung mematikan telpon . Saat menerima telpon itu jiwa mafia nya seakan berkobar ia ingin menghancurkan apa saja yang ada di dekat nya , namun ia harus menahan sedikit emosi nya , karena ia sedang berada di halaman kampus . Namun tiba tiba ia di kejutkan dengan kehadiran Romi dan jeri .
"bos , ngapain loh disini , dosen udah mau masuk tu ?" ucap Romi .
"Ya elah kali bos , serius amat si pandangan nya " ujar jeri yang melihat Andrian sedang memandangi sesuatu yang sangat sulit di artikan , bukan nya menjawab ia langsung memalingkan badan nya dan berjalan menuju ruang kelas .
"Ah bos kenapa sih " Ujar Romi sambil berlari kecil menghampiri bos nya.
__ADS_1
"mungkin sedang pms , " sambung jeri , yang seketika omongan nya di hentikan oleh Romi , karena ia takut Andrian akan marah.
Sesampainya di ruang kelas suasana hati yang awal nya kacau mendadak menjadi berwarna , saat ia melihat pujaan hati nya sedang tersenyum dan tertawa bersama Vina . Sontak saja pandangan nya tak berpaling sedikit pun dari sang pujaan hati .