
Kini mereka sudah pulang , karena lelah Airin langsung masuk ke kamar nya dengan di gendong oleh Andrian ala bridal style, Airin awal nya menolak , namun suami nya tetep kekeuh menggendong nya .
"Udah sayang turunin aja , Aku berat" ucap Airin sambil berpegangan pada leher Andrian .
"Apa Kau meragukan suami Mu ini sayang hemm ?"
"Tidak , "
"Baik lah , jangan banyak bergerak kita akan ke kamar oke" Airin hanya mengangguk kan kepala nya , ia tersenyum atas perilaku manis suami nya itu . Sesampainya di kamar Andrian langsung merebahkan tubuhnya dengan lembut , setelah itu ia menutup kan nya dengan selimut .
"Sayang istirahat lah Aku akan membersihkan diri dulu , nanti Aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan untuk Mu ." Ucap Andrian penuh dengan perhatian .
"Baik lah sayang " Andrian langsung mengecup kening istrinya dan ia segera bergegas mandi .
******
Di tempat lain ada seorang wanita yang sangat resah , dia selalu mondar mandir kesana kemari ,
"Ck bagaimana ini cara nya Aku mengembalikan ponsel nya , Aku takut dia akan marah kepada Ku" ucap nya bingung sambil memegang tas .
"Aku tidak enak sekali dengan nya , dia sahabat Ku , gara gara lelaki itu Aku harus kehilangan sahabat Ku , Ck dasar Kau Daniel " umpat nya kesal ,
"Hei Vin kenapa Lo?" Ucap seorang lelaki yang menghampiri nya , ya wanita itu adalah Vina , ia bingung harus bagaimana mengembalikan tas Airin karena ia merasa bersalah waktu itu telah andil menjebak Airin. Ia saja baru tau kalau Airin sudah bebas dari Daniel , karena ia mendengar percakapan Daniel kepada Papa nya ,ia sangat bahagia sahabat nya itu sudah bebas dari jeratan Daniel , padahal ia tau Airin tidak akan di lukai oleh nya , namun ia tetap saja tidak terima dengan sikap Daniel itu dan ia juga tidak menyangka Papa nya juga ikut andil dalam urusan Daniel yang ingin merebut Airin .
"Eh eh ini Gue gak apa apa kok" ucap nya bohong dan menghentikan langkahnya seketika .
"Napa si Vin , kita tau kok Lo pasti ada masalah , coba ceritakan ke kita mana tau kan masalah Lo berkurang" ucap nya lagi meyakinkan Vina .
"Iya deh Vin , mana tau kan kita bisa bantu " ucap teman nya yang satu lagi .
__ADS_1
"Iya iya deh , Gue cerita " mereka duduk dan langsung mendengar kan Vina bercerita .
"Jadi gini Gue merasa bersalah banget sama Airin Rom , Jer .Karena waktu itu Gue ikut andil ngejebak Airin , Gue ajak Dia , dan terus Gue tinggalin , sebenarnya Gue gak mau , tapi Gue di paksa ,hiks hiks semua ini gara gara Daniel sialan " ucap Vina sambil menangis . Ya lelaki itu adalah Romi dan Jeri, mereka melihat Vina yang sedang mondar-mandir di taman kampus mereka langsung menghampiri nya .
"What ?" Mendengar perkataan Vina , Romi dan Jeri membulat kan kedua matanya , mereka tidak menyangka dengan kejadian seperti ini ..
Romi yang tidak tega melihat Vina menangis itu ia langsung mencoba menenangkan Vina dengan mengusap lembut air mata yang membasahi pipinya .
"Ck sialan Lo cari kesempatan dalam kesempitan " ucap Jeri sambil menepis tangan Romi dari pipi Vina.
"Apa sih Lo berisik " ucap Romi tidak terima .
"Terus Vin , siapa itu Daniel dan mengapa bisa Lo kenal sama dia ?" Tanya Jeri.
"Iya Daniel itu Kakak Gue Jer "
"Apa ? Baru tau Gue Lo punya Kakak , selama ini Gue gak pernah lihat Vin " Romi terkejut dengan perkataan Vina , karena selama ini ia tidak pernah melihat bahwa Vina mempunyai seorang kakak , kalau ia berkunjung ke rumah nya Vina pun yang ada cuman Mama dan Papa nya , Romi sangat mengenal Vina , karena dulu ia teman sekolah menengah atas nya , dan hubungan mereka memang terlalu dekat , mereka sering menghabiskan waktu bersama . Namun ketika mereka sudah kuliah tiba tiba hubungan mereka menjadi renggang .
"Lalu apa yang dia rencana in sama Airin waktu itu ?" Tanya Jeri .
"Waktu itu Dia nyuruh Gue bawa Airin ke cafe yang udah di siapkan semua sama Dia , Ketika rencana nya berjalan dengan lancar , Dia membawa Airin pergi , Gue takut banget ketika anak buah nya Andrian rame banget di depan mencari Airin , Gue mutusin jalan belakang. Untung Gue gak ketangkap , kalau gak entah gimana nasib Gue "
"Terus terus " ucap mereka berdua.
"Gue merasa bersalah kali sama Airin lihat ini , sebelum Gue pergi , Gue bawa tas nya " ucap Vina sambil menunjuk kan tas Airin .
"Ssiitt sialan banget tu si Daniel , tega banget culik sahabat nya " ucap Romi geram .
"Alasan Dia apa Vin , membawa Airin pergi, bukan nya Dia Sahabat nya ?" Tanya Jeri masih bingung .
__ADS_1
"Daniel itu terobsesi kali sama Airin , sebenarnya Dia pulang ke dalam negeri cuman mau lihat Airin dan Dia sebenarnya mau ngelamar Airin , tapi rencana nya gagal karena Airin sudah menikah dengan Andrian " ucap Vina.
"Wah wah gila tu Daniel bini orang mau di embat juga " Sahut Romi .
"Jadi sekarang apa yang mau Lo buat Vin ?" Tanya Romi .
"Gue juga gak tau , Gue mau balikin ini tas nya ke Airin , tapi Gue gak tau rumah nya dimana , kalau pun Gue harus di hukum oleh Andrian , Gue terima karena Gue yang salah ." Ucap Vina lagi .
"Gimana ya Vin , sebenarnya Gue tau alamat Airin karena Gue juga pernah ngikutin Dia , tapi Gue takut sama Andrian " Ucap Romi yang sangat takut kalau Andrian marah ia membayangkan nya saja sudah bergidik ngerih .
"Rom bantuin Gue please , Lo kasih tau aja alamat nya , nanti Gue pergi sendiri ,dan masalah Andrian marah biar Gue aja yang nanggung , kalian gak usah" Romi tidak tega mendengar Vina memohon kepada nya, ia langsung meng ia kan nya , dan Dia juga akan ikut menemani nya .
"Oke , Gue juga sama Jeri ikut Lo , Gue akan temani Lo ,setidak nya Gue dan Jeri bisa bantuin Lo ngejelasin ke Andrian " ucap Romi .
"Bener tuh Vin , kita gak mau aja Lo kenapa , karena Andrian galak banget" tambah Jeri .
"Gitu Airin betah ya sama dia , kenapa gak sama Gue aja " ucap Romi .
"Wusss ngarang Lo , mana doyan dia sama Lo tampang pas pas an" sahut Jeri .
"Setidaknya Gue gak galak kali"
Mendengar perdebatan mereka membuat Vina tertawa , mereka itu sangat konyol.
"Gitu dong Vin ketawa , udah jangan di pikirin lagi , nanti kita bantuin" ucap Romi
"Thanks ya guys kalian memang sahabat Gue. " ucap Vina ,
"Cuman sahabat ?" Ledek Romi
__ADS_1
"He emmm" jawab Vina, Jeri langsung menyentil kuping Romi sampai yang empunya meringis kesakitan ,setelah mereka puas, mereka langsung beranjak pergi menuju rumah Airin ...