
Andrian memegang tangan Airin lalu dirinya memeluk erat wanita yang selama ini di rindukan nya.
"Sayang ~" Andrian benar benar sangat bersyukur bisa bertemu lagi dengan Airin , Andrian sempat berpikir jika diri nya tidak akan bertemu lagi dengan wanita nya .
Airin melepaskan pelukan nya , ada rindu juga di dalam hati nya , namun sayang nya rindu itu di kalah kan oleh pikiran nya yang masih tertuju kepada Steven , entah mengapa Airin merasa bersalah dengan pria tampan itu . Dan entah mengapa hati Airin selalu ada nama Steven, bukan Andrian.
"Kenapa hum ??" Andrian mengeryitkan sebelah alis nya karena Airin tiba tiba melepaskan pelukannya . Pelukan yang sangat di rindukan oleh Andrian selama ini .
"Maaf " cicit Airin sambil menunduk kan kepala nya . Airin tidak mampu menatap wajah Andrian yang notabene nya masih suami sah nya. .
Andrian meraih dagu wanita cantik itu lalu mendongak kan kepala Airin dengan jari nya .
"Apakah ada yang salah sayang? Aku merindukan mu sangat merindukan mu sayang " Ucap Andrian.
Airin memundurkan langkahnya perlahan namun tangan kecil Driaen memegang tangan Airin sehingga Airin menghentikan langkahnya .
"Mommy mau kemana ?? Apa Mommy enggak kangen sama Daddy ?" Suara Driaen membuat Airin memejamkan mata nya , Airin tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya jika di hati nya saat ini ada nama Steven bukan Andrian lagi .
Airin menyunggingkan senyuman manis nya lalu mensejajarkan tubuh nya dengan pria kecil itu .
"Maaf kan Mommy sayang !!" Ucap Airin , lalu mengelus rambut Driaen dengan penuh kasih sayang .
__ADS_1
Andrian yang melihat nya langsung menghampiri mereka berdua , Andrian juga mensejajarkan tubuh nya dan memeluk kedua nya dengan erat.
"Tolong jangan tinggalkan kami berdua lagi sayang , aku tidak akan sanggup jika harus berpisah lagi dengan mu , sudah cukup selama ini kamu pergi sayang , aku mohon !! Driaen butuh kamu !!" Lirih Andrian dengan suara parau nya .
Airin meneteskan buliran bening itu dari pipi nya , dia juga tidak ingin seperti ini , namun di hati nya ada nama Steven . Dan yang telah di lakukan nya kemarin dengan Steven , tidak mungkin Airin melupakan nya , diri nya sudah tidak pantas lagi bersama dengan Andrian yang masih menjaga kehormatan nya sampai saat ini .
"Kita pulang ya , !!" Andrian berucap sambil menguraikan pelukan nya , lalu menatap wajah cantik yang sedang terisak tangis ..
Airin mengangguk kan kepala nya , dia tidak mungkin menolak permintaan Andrian yang masih sah menjadi suami nya . Andrian , Driaen , Airin , dan asisten pribadi nya pergi dari tempat itu. Sedangkan kedua orang tua nya sudah pergi sedari tadi untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.
Sebelum meninggal kan Mension mewah milik Steven , Airin menghentikan langkahnya .
"Aku ingin bertemu dulu dengan Steven , biar bagaimanapun diri nya sudah menyelamatkan aku , dan membuat ku masih hidup sampai saat sekarang ini " Ucap Airin. .
Andrian menghela nafas nya kasar , lalu pria itu tampak memejamkan mata nya sesaat , ada rasa tidak rela jika istri nya harus menemui pria itu . Namun Andrian juga tidak mungkin melarang nya , bagaimana pun jasa Steven sangat besar kepada sang istri . Akhirnya dengan terpaksa Andrian mengangguk kan kepala nya .
"Baik lah " Sahut Andrian .
Airin pun melangkah kan kaki nya ke arah yang sudah diri nya tebak dimana keberadaan Steven . Steven pasti berada di balkon kamar nya , benar saja ketika Airin sampai di dalam kamar Steven Airin tidak menemukan keberadaan pria itu , dan Airin langsung menuju ke arah balkon kamar Steven .
Airin menghampiri Steven yang tengah menatap ke luar dan tangan pria itu di masukkan di dalam kantong celana nya , sampai Airin datang pun Steven tetap diam dan tidak merasakan kehadiran nya. Airin menghela nafas nya panjang lalu berdiri tepat di belakang Steven .
__ADS_1
"Steve ~" Suara lembut itu mengalihkan atensi Steven , pria itu langsung membalikkan tubuh nya dan menatap wanita yang sangat dicintainya. Kedua sudut bibir Steven terangkat ketika melihat Airin , Steven berpikir jika Airin lebih memilih diri nya dari pada Andrian .
Steven melangkah kan kaki nya hendak menghampiri Airin , namun suara Airin membuat langkah kaki Steven berhenti.
"Steve , maaf kan aku , aku datang kemari ingin mengucapkan terimakasih yang banyak kepada mu Steve, aku akan kembali ke keluarga ku lagi , maaf kan aku Steve , mungkin karena aku kamu menjadi kecewa seperti ini," lirih Airin sambil menitikkan air mata nya .
Steven memejamkan kedua bola mata nya , pria tampan itu masih mencerna semua kata kata yang di lontarkan oleh wanita yang sangat di cintai nya .
Tidak lama Steven membuka mata nya lalu menatap Airin dengan tatapan yang sangat sulit di artikan .
"Lalu kejadian semalam ?? Apa kamu melupakan nya ?? Apa kamu tidak sedikit pun memikirkan diri ku ??" .. Sial !! Kata kata itu keluar dari bibir Steven , Airin menjadi dilema dengan semua ini . Harus berbuat apa diri nya saat ini ketika hati nya ingin bersama dengan Steven , namun diri nya tidak mungkin meninggalkan Driaen sang putra. Driaen sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu , tidak mungkin Airin egois demi rasa nya dengan Steven dia melupakan pria kecil itu .
Airin menggelengkan kepala nya .
"Maaf kan aku Steven , jujur aku sangat nyaman dengan mu , tapi maaf aku harus kembali ke keluarga ku , ada pria kecil yang harus aku sayangi" Ucap Airin.
"Kita bisa merawat nya bersama sama dear. Aku akan menyayangi anak mu seperti anak ku sendiri . Kita bisa tinggal bersama sama , ayolah Dear , aku tidak ingin kita berpisah , aku tau kamu pasti juga merasakan hal yang sama dengan ku !" Ujar Steven .
"Tidak Steve , aku tidak akan bisa melakukan hal seperti itu . Aku tidak akan mungkin bisa memisahkan Driaen dengan Andrian. Maaf Steve, kamu harus bisa melupakan aku , cobalah membuka hati untuk seseorang , aku tidak akan mungkin menyakiti Andrian bagaimana pun dia masih suami sah ku. Maaf kan aku Steve , maaf kan aku harus berbicara seperti ini . Soal kejadian semalam , aku harap kamu melupakan nya , karena aku juga merasa sangat bersalah dengan suami ku ketika mengingat kejadian itu. ..."
Lalu Airin menghampiri Steven yang masih diam mematung mendengar kata kata pahit yang keluar dari bibir Airin.
__ADS_1
Airin menggenggam tangan Steven .
"Maaf kan aku Steve , terimakasih atas semua yang telah kamu lakukan untuk ku , dan kamu pasti nya tidak akan lupa jika Andrian adalah adik mu . Steve. ... Kamu sudah bertemu dengan keluarga mu , ayah mu.. adik mu .. Walaupun Andrian bukan adik kandung mu , tapi darah mu dengan nya masih sama ... Aku mohon kamu bisa berdamai dengan semua ini !!" Ucap Airin lalu melepaskan genggaman tangan nya dan pergi dari hadapan Steven dengan perasaan yang hancur , sedangkan Steven pria itu menatap nanar kepergian Airin.