Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Pergi ke supermarket


__ADS_3

Airin yang malu langsung ingin beranjak pergi , namun tangan Andrian memegangi nya ,


"Mau kemana ?" Goda Andrian .


"Mau pergi ke kamar Andrian !" Jawab Airin yang masih tersenyum malu .


"Mau lanjutin yang di bilang mama ?" Goda Andrian ,


"Andriaaaaaan" teriak Airin yang malu malu saat di goda Andrian , ia langsung menaiki tangga dan berjalan ke kamar nya .


Andrian yang masih bingung dengan semua ini , masih memikirkan nya , ia bingung mengapa mama nya begitu dekat dengan mama nya Airin .


"Aku akan menyelidiki nya sendiri, aku tidak akan memberi tau papa , kalau aku memberi tau papa , pasti papa akan marah besar kepada papa Rahendra " gumam nya di dalam hati .


Andrian langsung bergegas menuju kamar untuk melihat Airin , sontak saja ia terkejut melihat Airin yang sudah rapih dan cantik dengan celana jins kaos ketat dan tas kecil membuat Airin sangat elegan .


Andrian tak henti hentinya memandangi sang pujaan hati nya , ia tidak pernah memaling kan pandangan nya .


"Andrian ? kau kenapa ? apa ada yang salah dengan ku ?" Tanya Airin yang semakin kebingungan di tatap Andrian yang tiada hentinya , bukan nya menjawab Andrian hanya menatap Airin tanpa bergerak sama sekali , ia tidak merespon Airin . Airin yang kesal lantas menghampiri nya dan mencubit nya .


"Kamu kenapa si aneh banget ?"


tanya Airin yang semakin penasaran .


"Ehh aku tidak apa apa , kau mau kemana Airin , mengapa kau pergi tidak mengajak ku ?" tanya Andrian dengan nada manja.


"Aku ingin pergi ke supermarket dekat sini , aku tidak lama kok sebentar saja ya ?" ucap nya .


"tidak , aku akan ikut bersama mu " tak ingin membuat Andrian marah lagi Airin hanya meng ia kan nya saja . Mereka pun berjalan keluar dan menuju ke mobil untuk pergi ke supermarket , seperti biasanya Andrian selalu memanjakan Airin , ia membukakan pintu mobil nya dan mempersilahkan masuk Airin , Airin yang diperlukan seperti itu membuat nya semakin tersipu , ia tiada henti nya tersenyum manis .

__ADS_1


Sesampainya di supermarket , Andrian bergegas turun dan membukakan pintu mobil mempersilahkan Airin untuk turun .


"Silahkan turun tuan putri ku " Ucap Airin yang membuat nya tersenyum malu , siapa yang tidak ingin seperti Airin , diperhatiin layaknya seorang putri oleh Andrian , pasti semua wanita menginginkan nya.


Lalu mereka berjalan memasuki supermarket , Airin memilih barang barang yang ingin ia beli , tiba tiba ponsel Andrian berbunyi ..


"Airin aku keluar sebentar aku akan menyusul mu lagi , kau cari terus barang yang kau perlu kan ya. " Ucap Andrian , Airin kesal dengan sikap Andrian mengapa mau angkat telepon saja Andrian mesti menjauh dari nya , pikiran nya pun aneh aneh , ia mengira Andrian memiliki kekasih .


"huuu sebal nya " ucap nya .


Sementara di luar Andrian sedang berbicara di ponsel dengan anak buah nya ....


"ya ada apa ?" Tanya nya dengan nada datar ..


"Maaf tuan mengganggu , saya sudah mendapatkan informasi semuanya tentang Daniel dan keluarga nya , semua nya sudah saya rekap di dalam berkas " ujar sang anak buah .


"Baiklah nanti aku akan ke markas!" ucap nya dengan dingin dan langsung mematikan telpon sepihak , anak buah nya tidak heran lagi dengan sikap Andrian , suara teriakan dan bentakan sudah biasa di dengar mereka . Apalagi mereka sering melihat Andrian menghabisi seseorang di depan mata mereka .


"Airin sudah siap apa belum ?"


Tanya Andrian mendekat .


"belum" jawab nya ketus , ia kesal dengan sikap Andrian , karena Andrian kalau mengangkat ponsel selalu menghindari nya , ia pikir Andrian memiliki wanita lain .


"Kamu kenapa Airin ?" Tanya nya lagi sambil mendekati Airin .


"Eh kau mau apa Andrian ? Jangan dekat dekat , ini di tempat umum , apa kau tidak malu ?" Ucap Airin masih dengan nada kesal .


"Kau katakan dulu , mengapa kau seperti ini ?"

__ADS_1


"ah tidak apa-apa " jawab nya masih dengan nada kesal .


Andrian yang sadar dengan sikap Airin langsung mendekati nya dan


cup


ia langsung mencium pipi Airin , Airin sangat malu apa lagi pengunjung supermarket itu sangat ramai .


"Apa sih. Kau tidak malu apa ?" Tanya nya sambil menggulung kan senyuman nya .


"Tidak ,ngapain aku harus malu , kau kan istri ku , kamu saja ngapain pancing pancing aku , pakai ngambek ngambek segala " ucap Andrian sambil tersenyum yang membuat wajah Airin merah seperti tomat .


"Andrian apaan sih , malu tau " Ucap Airin malu malu ,Andrian sangat pandai membuat Airin tersenyum , yang tadi nya Airin ngambek kini ia tersenyum manis . Entah apa yang dirasakan Airin saat ini , tampak nya ia kini mulai jatuh cinta kepada Andrian .


Ketika Airin sudah siap berbelanja , ia dan Andrian langsung menuju ke tempat kasir dan membayar belanjaan yang tadi ia bayar. Namun ketika hendak ingin keluar dari supermarket tiba tiba


"bruukk " Semua barang belanjaan Airin jatuh , Andrian yang berjalan di belakang nya langsung melihat seorang yang menabrak Airin , ia langsung memarahi nya .


"Apa kau tidak punya mata hiits sialan " umpat nya , sambil membantu Airin mengambil barang belanjaan nya yang berserakan .


"Maaf saya tidak sengaja putar kecil ku " Ucap nya . Sontak saja mendengar hal itu Andrian dan Airin langsung memalingkan pandangannya yang tadi nya pandangan nya ke bawah kini mengarah ke orang itu .


"Mama ?" Ucap Andrian , dan Airin pun terkejut ketika Andrian menyebutkan kata mama . Karena dari pertama ia menikah dengan Andrian , ia belum tau mama nya Andrian .


"Putra kecil ku " Langsung memeluk Andrian , Andrian tidak menyangka setelah sekian lama ia bertemu dengan mama nya , tangis pun pecah , Andrian yang di kenal orang nya kakuh dan dingin tiba tiba menumpahkan semua air mata nya . Namun tiba tiba pelukan itu langsung terhenti ketika wanita itu mendapat pesan dari ponsel nya.


[Kau berani sekali menemui Andrian , kau tidak ingat apa yang aku katakan , cepat pergi dari sana atau tidak kau akan tau akibat nya ]


Langsung saja ia terperanjat dari sana dan langsung pergi meninggalkan Andrian dan Airin ,

__ADS_1


Andrian masih bingung yang tadi nya ia menangis ia langsung terdiam dan bingung , mengapa mama nya tiba tiba datang dan tiba tiba juga langsung pergi , pasti ada sesuatu yang ia tidak mengetahui nya . Airin yang berada disampingnya langsung menenangkan nya , tiba tiba Andrian memeluk Airin dengan erat , ia langsung menangis di dalam pelukan Airin , Airin yang penasaran di buat nya tidak berani menanyakan apa apa , ia memilih diam dan menenangkan Andrian , biarlah nanti kalau sudah Andrian tenang , Airin akan menanyakan nya .....


__ADS_2