Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Duka Andrian


__ADS_3

"Arggggh" Teriak Andrian dengan nada penuh dengan amarah .


" Sialan , serangan tadi hanya umpan ? Ini hanya umpan agar aku keluar ,sialan bedebah gila " Umpat nya lagi lalu menendang apa pun yang berada di dekat nya .


drrrrtttt drrrrtttt


"Tuan , maaf ponsel anda _" Belum sempat Robert melanjutkan kalimat nya Andrian langsung memotong nya .


"Aku tidak ingin mengangkat panggilan dari siapa pun Robert !!" Bentak Andrian dengan nada tinggi . Robert hanya bisa membuang nafas kasar melihat Tuan nya . Tidak berapa lama ponsel Robert yang bergetar .


drrrrtttt drrrrtttt


Robert langsung menjawab panggilan itu .


"Halo ada apa ?" Tanya Robert dari sambungan telepon nya .


"Tu _ Tuan Robert ,maaf mobil yang membawa Nona mengalami kecelakaan , " ucap anak buah yang berada di sambungan telepon itu dengan nada terbata bata .


"APA?" Suara Robert menggema di ruangan itu membuat Andrian langsung memandang nya dengan tatapan yang sangat tajam .


"Kami sudah berada di rumah sakit , kami akan mengirim kan alamat nya Tuan " ucap nya lagi , namun Robert tidak menjawab nya , tubuh Robert bergetar hebat , Robert hanya mampu diam sambil memandang Tuan nya , tidak lama Robert meneteskan air mata nya , membuat Andrian terkejut .


"Kenapa Robert ?" Tanya Andrian .


"Tu _ Tuan hiks hiks , mobil yang membawa Nona mengalami kecelakaan Tuan " ucap Robert sambil menangis .


"Kau tidak bercanda kan Robert ?" Tanya Andrian yang menurut nya penuturan Robert hanyalah candaan saja.


"Untuk apa saya bercanda Tuan , ini alamat rumah sakit nya yang telah anak buah kirim kan kepada saya " ucap Robert sambil memberikan ponsel nya kepada Andrian.

__ADS_1


Andrian yang mendengar nya langsung gemetar hebat tanpa basa basi lagi Andrian langsung mengambil ponsel Robert , Andrian bergegas pergi meninggalkan markas nya menuju ke rumah sakit .


"Ini tidak mungkin sayang , ini tidak mungkinnnnnnnnn" Teriak Andrian dengan nada yang frustasi sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi . Andrian membelah jalanan ibukota tanpa memperdulikan pengendara lain yang berlalu lalang , yang terpenting saat ini adalah keadaan istri dan anak nya .


****


Ditempat lain seorang pria sedang marah dan emosi , pria itu menghajar seluruh anak buah nya.


Bugh bugh bugh bugh


"Aaaaaaaa" pekik anak buah nya yang terkena tendangan dari Tuan nya .


"Bodoh , sialan , bedebah kalian !" Teriak pria itu dengan suara lantang nya . Anak buah nya hanya bisa menundukkan kepala nya sambil meringis kesakitan akibat tendangan dari Tuan nya itu .


"Aku sudah mengatakan kepada kalian , kalian pantau dan jangan sampai wanita ku celaka , tapi apa yang kalian perbuat wanita ku yang celaka saat ini bukan lelaki itu !!!" Bentak nya lagi masih dengan nada yang tinggi membuat anak buah nya hanya diam saja .


"Ampun Tuan " jawab anak buah nya serentak .


"Memang nya kata ampun bisa membuat wanita ku baik baik saja ha ?" Teriak pria itu dengan segala ke frustasian nya , lalu pria itu mengambil sebuah katana milik nya , pria itu mengarah kan katana nya ke arah para anak buah nya , anak buah nya hanya bisa memejamkan mata nya dan pasrah apa pun yang di lakukan oleh Tuan nya itu , namun ketika katana ingin menebas leher salah satu anak buah nya seseorang datang menghampiri nya .


"Tu _ Tuan tunggu !" Pekik seseorang yang baru sampai . Pria itu menoleh ke arah lelaki yang baru datang itu .


"Apa ?" Tanya pria itu ..


Awal nya lelaki yang baru datang itu terkejut ketika melihat Tuan nya memegang sebuah katana , lelaki itu sampai menelan Saliva nya susah payah , tapi diri nya harus tetap biasa saja agar Tuan nya tidak semakin marah .


"Tuan , Kemungkinan besar Nona Airin hanyut di sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan, karena tidak di temukan apa pun yang menandakan keberadaan Nona , kalau bayi nya selamat , tapi tidak dengan kedua orang tua Nona , Tuan Rahendra dan juga istri nya meninggal dunia Tuan" ucap lelaki itu , seketika tubuh pria itu terjatuh ke lantai , pria itu melempar katana nya . Pria itu ******* ***** rambut nya frustasi ,


"Apa yang aku perbuat , Tuan Rahendra dan istri nya meninggal , pasti ketika Airin sudah di temukan dia pasti marah besar dengan ku , karena aku lah penyebab terbunuh nya kedua orang tua nya , aghhhhh , tapi tidak tidak aku tidak boleh seperti ini , aku harus kuat , aku harus menemukan Airin sebelum pria brengsek itu menemukan nya terlebih dahulu , mengapa Airin dan keluarga nya yang menjadi korban , aku menginginkan Pria brengsek itu lah yang menjadi korban nya , karena pria itu yang membuat ku kehilangan Ayah dan ibu ku " pekik pria itu di dalam hati nya . Pria itu memejamkan mata nya sesaat , lalu pria itu melirik ke semua anak buah nya dengan pandangan yang sangat sulit di artikan .

__ADS_1


"Aku mau kalian cepat mencari keberadaan Airin , aku tidak mau terjadi sesuatu kepada nya , aku yakin dia masih hidup , dan kalian aku bebas kan hari ini juga , aku mau kalian ikut mencari nya , sampai kalian tidak menemukan nya maka kepala kalian yang akan menjadi pajangan di kediaman ku!!" Titah pria itu dengan nada dingin nya membuat parah anak buah nya menelan Saliva nya susah payah .


"CEPAT KERJAKAN" bentak pria itu dengan nada tinggi nya , membuat semua anak buah nya terkejut.


"Baik Tuan " ucap semua anak buah nya serentak , lalu mereka beranjak pergi dari ruangan itu .


"Agggghhh sialan kau Andrian ....." Teriak pria itu sambil memecahkan seluruh barang yang berada di dalam ruangan nya , membuat suara pecahan itu sangat menyeramkan .


*****


"Andrian ?" Pekik Tuan Kelvin yang melihat putra nya berlarian . Melihat Papa nya Andrian langsung menghampiri nya.


" Pa , dimana Airin ? dimana Driaen ?" Tanya Andrian dengan nada yang sangat cemas. Tuan Kelvin langsung memeluk putra nya , Andrian semakin di buat kebingungan ,


"Sayang kamu harus sabar " ujar Tuan Kelvin . Mendengar perkataan dari Papa nya Andrian langsung melepaskan pelukan Papa nya , Andrian memundurkan langkahnya lalu menjambak rambut nya , sedangkan Tuan Kelvin hanya bisa terisak pilu membayang kan nasib putra nya saat ini .


"Ti_Tidak Pa , jangan katakan _" ucapan Andrian terpotong ketika beberapa perawat mendorong dua brangkar yang tertutup kain putih keluar dari ruangan , sontak saja membuat Andrian langsung menangis , Andrian menghampiri kedua brangkar itu dan langsung memeluk salah satu nya .


"Ti_ tidak ini bukan istri ku kan Pa , ini bukan Airin " Teriak Andrian , Tuan Kelvin menghampiri putra nya, Tuan Kelvin mencoba menenangkan putra nya itu ,


"Sayang itu bukan Airin ,


ta_tapi itu _" mendengar itu bukan istri nya Andrian sedikit bisa bernafas lega , namun sesaat diri nya teringat kepada kedua mertua nya dan putra nya .


"Itu siapa Pa ?" Tanya Andrian ,


"Itu Tuan Rahendra dan Istri nya " ucap Papa Kelvin , membuat Andrian membulat kan kedua bola mata nya dan langsung menangis .


"Tidak ......" Teriak Andrian ...

__ADS_1


__ADS_2