
Kebaikan Airin membuat para anak buah mengagumi nya , mereka bahkan membandingkan nya dengan Tuan nya .
"Wah Nona sangat baik sekali ,jarang jarang ada yang memperlakukan kita seperti ini" Ucap salah satu anak buah Andrian .
"Iya Nona sangat baik beda sekali dengan sikap Tuan "
"Ssst jangan gosip nanti denger Tuan bisa di penggal kepala Mu "
"Iya iya deh "
Mereka pun berhenti berbicara dan menyantap makanan nya hingga habis. Namun tiba tiba Andrian datang bersama Robert dan mengejutkan mereka semua .
"Ngapain kalian ?" Tanya Andrian dengan raut wajah yang datar . Melihat Tuan nya datang mereka langsung berdiri memberi hormat .
"Maaf Tuan" ucap mereka serentak
"Apa begini cara kerja kalian " Bentak Andrian membuat semua anak buah nya gemetar .
"Ma ma maaf kan Kami Tuan " Ucap salah satu anak buah nya. Andrian pun langsung mendekati mereka dan ingin memberikan pelajaran nya , namun tiba tiba Airin berdiri dan berjalan menghampiri nya .
"Hei apa begini cara Mu bersikap kepada mereka ?" Tanya Airin .
"Sayang " lirih Andrian , seakan nyali nya ciut di buat istrinya . Yang tadi nya wajah nya datar dan penuh dengan amarah kini menjadi hangat.
"Seharusnya nya Kau memarahi Ku , bukan nya mereka ? Karena Aku yang memaksa mereka untuk menemani Ku makan "
"Sayang kan mereka harus nya menjaga Mu bukan nya malah enak enak makan ," ucap Andrian dengan lembut .
"Hei Aku kan sudah mengatakan nya tadi apa Kau tidak dengar ? Lagi pula mereka sangat baik kepada Ku , Aku suka dengan sikap mereka , jadi Aku memberikan bonus kepada mereka" Airin melangkah kan kaki nya pergi dari tempat itu .
"Sayang mau kemana?"
"Mau pulang , sudah tidak selera Aku di sini" Melihat tingkah Tuan nya semua anak buah Andrian terkekeh kecil, bagaimana bisa seorang bos bisa menjadi seperti anak kecil di buat oleh istri nya . Padahal biasanya ia terkenal dengan sikap dingin nya dan sangat lah kejam membantai para musuh nya , sungguh bertolak belakang dengan yang mereka lihat sekarang . Andrian yang menyadari nya langsung membalikkan badannya .
"Awas kalian" Andrian langsung memasang wajah datar nya dan menatap mereka dengan tatapan tajam . Seketika membuat semua anak buah nya terdiam dan tidak berani tertawa lagi .
Airin kini terus berjalan menuju ke luar perusahaan , ia mencari taxi yang sedang berlalu lalang , Andrian yang mengejar nya pun langsung mengikuti nya dan ketika Airin ingin masuk ke taxi namun tangan nya di tahan oleh Andrian.
__ADS_1
"Sayang ? Ayo ikut ".
"Aku tidak ingin mengganggu pekerjaan Mu , jadi sebaiknya Aku pulang saja " Andrian tidak peduli perkataan nya , Andrian membawa nya menuju mobilnya dan langsung memasukan Airin .
"Mau kemana kita ?" Tanya Airin bingung.
"Ada deh , " melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
"Tapi bukannya Kau harus bekerja , mengapa Kau malah meninggalkan kantor ?" Andrian hanya tersenyum kecil sambil meraih tangan istrinya itu.
"Aku sudah menyuruh Robert sayang , tenang lah , hari ini Aku hanya ingin menemani Mu , Aku akan membuat Mu bahagia " Mendengar perkataan Andrian membuat Airin sangat bahagia , mood nya yang tadi nya kacau sekarang berubah , malah kini ia bergelayut manja di lengan Andrian.
flashback ***
"Robert Kau gantikan Aku meeting, Aku ingin menyusul istri Ku , ," Ucap Andrian kepada asisten nya itu .
"Baik Tuan , apakah saya beri mereka pelajaran juga Tuan" ucap Robert sambil melirik anak buah Andrian .
"Tidak perlu " Andrian bergegas berjalan menyusul Airin .
Anak buah Andrian pun bernafas dengan lega , mendengar perkataan itu.
Flashback Off****
"Iya sayang , Aku kan sudah janji akan membuat Mu bahagia , jadi mana mungkin Aku mengingkari janji Ku " Airin tersenyum , dan sekarang mobil mereka memasuki kawasan mall mewah . Andrian dan Airin turun dan langsung memasuki kawasan mall tersebut , Andrian kini sudah sampai di toko ponsel, Airin kini telah sibuk memilih milih ponsel ,
"Maaf Nona , Tuan ada yang bisa saya bantu ?" Ucap seorang wanita penjaga toko tersebut .
"Iya Mbak tolong bantu istri saya mencari ponsel ya , tunjukan beberapa ponsel yang keluaran terbaru "
"Baik Tuan , " Ucap wanita itu lalu ia mengambil ponsel dan memberikan nya kepada Airin .
"Ini Nona " Airin langsung mengambil nya dan melihat nya .
"Kayak nya saya kurang suka deh Mbak sama yang ini , tolong Carikan lagi ya yang lain." Ucap Airin sambil membolak balik kan ponsel yang di pegang nya .
"Baik Nona , ini Nona, ponsel terbaru dan mewah Nona " Wanita penjaga toko itu memberikan sebuah ponsel kepada Airin .
__ADS_1
"Emmm seperti nya tidak deh Mbak , tolong lagi Carikan yang lain ya "
"Baik Nona , "
"Ini Nona " ucap wanita itu lagi membawa beberapa ponsel di tangan nya ,
Airin masih saja sibuk mengamati nya ,mencari mana yang cocok dengan nya ,sementara Andrian hanya diam saja dan memperhatikan istri nya itu , ia sudah biasa bukan dengan sikap Airin seperti itu selama hamil, jadi Andrian tidak heran lagi .
"Ini tidak ada yang cocok untuk Ku , tolong ambilkan lagi ya yang lain" wanita itu kini bingung beberapa ponsel mewah yang ia bawa namun Airin tidak menyukai nya , bahkan harga ponsel itu tidak main main. Kini wanita itu mengambil ponsel yang lain nya .
"Nona , ini ponselnya silahkan dicek kembali " Airin langsung mengamati nya .
"Aku tidak tertarik dengan ini , Aku ingin mencari nya sendiri " Airin berjalan menghampiri wanita itu dan kini dia sedang melihat lihat ponsel yang berjejer rapih di lemari kaca besar itu .
"Silahkan Nona " Ucap nya sambil menemani Airin .
"Wah apa ini , coba ambil yang ini?" Pinta Airin ketika melihat sebuah ponsel yang ia sukai.
"Baik Nona , Maaf Nona ini bukan ponsel keluaran terbaru Nona ," wanita penjaga toko itu memberikan ponsel tersebut ke Airin ,
"Tapi Aku suka ,Aku mau yang ini saja ya ?" Wanita penjaga toko itu di buat bingung oleh nya ,
"Yang mahal semua di tolak , dasar tidak punya duit saja awal nya sok melihat ponsel yang mewah" batin wanita itu .
Ketika Andrian melihat istrinya sudah mendapatkan ponsel nya ia langsung mendekati nya .
"Sudah sayang ?" Tanya Andrian .
"Sudah " sambil menunjuk kan ponsel baru nya .
"Ini ponsel buakn keluaran terbaru sayang , mengapa Kau memilih nya?" Tanya Andrian .
"Aku menginginkan ini sayang , yang lain Aku tidak suka ," ucap nya lagi
"Ya sudah deh " Andrian lalu mengambil dompet dan mengeluarkan kartu black card nya dan memanggil wanita penjaga toko itu.
"Mbak " Wanita itu menghampiri mereka.
"Iya Tuan "
"Istri saya sudah memilih yang ini , dan ini " Andrian menyodorkan kartu black card nya .
Wanita itu terkejut ketika Andrian menyodorkan black card nya .
"Wah Aku sudah salah sangka deh , tidak tahu nya sultan , tapi kenapa ya istrinya kok malah pilih ponsel yang murahan" batin nya sambil menggesek black card itu .
__ADS_1
"Ini Tuan " Wanita itu mengembalikan nya , Andrian dan Airin lalu pergi dari toko itu ...