Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Airin di culik


__ADS_3

Sesampainya di tempat yang di tuju Airin langsung masuk kedalam kafe dan di lihat nya Vina sudah ada disana . Ia berjalan menghampiri Vina.


"Hai Vina " ucap nya sambil menarik kursi .


"Hei BESTie Ku ?"


"Kenapa kemaren Kau tidak datang? Aku mencari Mu , tapi yang ada di Romi dan Jeri "


"Nanti deh Aku jelasin , sekarang kita pesan dulu ya!" Vina mengangkat tangan nya


"Mbak" mendengar ada yang memanggil nya , pelayan kafe itupun bergegas mendatangi meja Airin dan Vina .


"Iya Nona mau pesan apa?" Tanya pelayan tersebut menyodorkan buku menu nya


"Aku cappucino cincau hijau dingin deh Mbak , di atas nya di taburi coklat sedikit ya Mbak" Ucap Airin .


"Ha ? Lo gak salah pesan , perasaan Lo biasa nya pesan cappucino doang gak pake hijau atau coklat "


Vina dibuat kebingungan oleh Airin , biasa nya ia cuman meminta cappucino tanpa di tambah apa pun , kini ia meminta di tambah coklat ya Vina tau karena mereka bersahabat dekat sekali . Karena bingung nya sampai sampai Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Haha Ia tidak tau saja kalau Airin itu sedang hamil mungkin ini salah satu ngidam nya .


"Bawel Lo , cepet pesan kasihan tu Mbak nya berdiri aja dari tadi "


"Iya deh iya , Mbak gue pesan koofe lite ya ?" Pelayan tersebut langsung pergi dan menyiapkan pesanan mereka berdua .


"Lo mau cerita apa Vin "


"Gue mau cerita , tapi maaf ya sebelum nya gue ragu mau cerita sama Lo , hiks hiks " Airin terkejut ketika Vina tiba tiba menangis .


"Vin Lo kenapa sih ?" Tanya Airin sambil mencoba menenangkan kan Vina .


"Kalau Lo ada masalah bilang sama gue" ucap nya lagi .


"Maafin gue Airin , gue bodoh , gue salah hiks hiks " Airin semakin penasaran dibuat sahabat nya itu .


"Vin bilang dong ke gue " ucap nya lagi . Tapi bukan nya mengatakan yang sebenarnya nya Vina ingin pergi ke toilet.


"Maafin gue ya Airin , gue ke toilet dulu ya " ucap nya sambil bergegas berjalan meninggalkan Airin seorang diri ,


"Iyya sana nanti keburu keluar lagi " ucap nya . Airin masih bingung dengan sikap Vina , namun ya sudahlah sahabat itu memang seperti itu ada ada saja tingkah nya.

__ADS_1


Setelah 5 menit sudah namun Vina belum kembali , sementara pesanan mereka sudah sampai .


"Ini Nona pesanan nya " sambil meletakkan pesanan di meja .


"Terimakasih mbak " pelayan itupun langsung pergi meninggalkan meja .


"Kok lama banget ya Vina , gue telpon deh " sambil memegang telpon ingin menelpon Vina , Airin juga meminum pesanan yang ia pesan tadi .


"Kok gue ngantuk banget ya ? Kenapa ini aduh ...."


Airin pun jatuh di meja ia tertidur sangat pulas , untung saja ada meja kalau tidak ia bisa jatuh , lalu datang seorang lelaki tampan dan bertubuh kekar berjalan menuju meja Airin.


"Kamu cantik , Aku tidak akan melepaskan Mu " ucap nya sambil menggendong Airin dan membawa nya pergi .


Vina hanya menangis melihat ke arah sahabat nya itu ,


"Hiks hiks maafin gue Rin , gue udah bodoh mau kali nurutin dia , emang dasar Lo Daniel gila " ucap nya sambil mengepalkan tangannya .


Ya sebenarnya Vina tidak ke toilet ia bersembunyi di sebalik dinding tempat itu , Ia di suruh Daniel untuk menjebak Airin , sebenarnya ia tidak mau , tapi Daniel mengancam nya akan membunuh nya


Flashback ****


"Iya emang gue udah gila , gue udah tergila gila oleh nya , Lo harus bantuin rencana gue , karena gue yakin kalau Lo yang ngajak ketemu pasti dia mau " ucap nya dengan nada yang tidak kalah tinggi nya .


"gak , gak gue gak mau " Airin beranjak pergi dari ruangan itu namun tangan Daniel mencekal nya


"Tomi " panggil Daniel


"Ya Tuan " ucap nya , Tomi adalah salah satu anak buah nya Daniel .


"Kau tau apa yang harus Kau lakukan kan ?" Sambil melirik ke Vina .


"Daniel jangan "


"Kalau Lo mau Lo masih hidup cepet Lo hubungi Airin dan jalankan rencana gue "


"iya , tapi janji jangan sakiti Airin gue gak mau Airin kenapa kenapa"


"Lo bodoh ya , gue itu cinta mati sama dia , gak mungkin gue sakiti dia barang sedikit pun , dan siapa saja yang membuat dia terluka berurusan sama gue , cepet Lo hubungi dia " Ucap Daniel , ya memang benar Daniel cinta mati kepada Airin , dan Vina pun mengetahui nya kalau kakak nya itu sangat mencintai sahabat nya itu. Tapi tindakan Daniel itu salah besar .

__ADS_1


"Iya iya , " Vina langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Airin , Airin pun membalas nya membuat Daniel senang .


"Sana Lo siap siap " mendorong tubuh Vina dengan begitu kasar , Vina pun pergi dari ruangan itu .


"Sebentar lagi kita akan bersama Airin , Aku tidak akan melepaskan Mu " Ia tertawa senang , ya Daniel memang sudah gila. Ia melakukan semua cara agar Airin bisa menjadi milik nya . Dan benar saja ketika Vina sampai di kafe ia duduk dan di pantau oleh Daniel , ketika Vina beranjak ke toilet Daniel dengan sigap ke arah pelayan yang sedang membuat kan pesanan untuk mereka , ia langsung menaburkan obat tidur ke dalam minuman Airin , ketika Airin sudah menerima pesanan nya tadi ia meminum nya tidak lama ia pun langsung tertidur dan Daniel yang membawa Airin tadi keluar dari kafe .


*****


Di jalan Andrian masih bingung mencari keberadaan sang istri , sebab ia tadi ketinggalan jejak nya karena ia tadi harus memakai baju nya .


"Robert Kau sudah menemukan nya ?" Tanya Andrian melalu panggilan ponsel nya


"Tuan , mobil Nona berada di sebuah kafe , tetapi saya sudah mencari nya di dalam kafe sampai ke penjuru kafe namun Nona tidak ada Tuan " ucap Robert ,karena ketika Andrian memakai baju , Andrian langsung menghubungi Robert untuk segera mencari istri nya , namun sayang Robert kalah cepat dengan Daniel .


"Aggh sialan , cepat periksa CCTV nya" ucap Andrian ..


Robert pun beserta anak buah Andrian masuk ke ruang resepsionis dan mengecek CCTV di sana , awal nya Robert mendapat penolakan dari meneger kafe namun ketika Robert bilang siapa Tuan nya meneger kafe langsung memperbolehkan kan nya.


Robert terkejut ketika melihat rekaman itu ,


"Nona di culik " ucap nya


Robert langsung meng Kofi semua CCTV itu dan mengirim kan nya kepada Tuan nya .


Ting


Bunyi suara notifikasi pesan


Andrian bergegas mengambil ponselnya dan membuka pesan itu


[Tuan ini rekaman CCTV nya]


[video CCTV]


Mata Andrian terbelalak saat melihat rekaman CCTV itu ia memukul setor nya kuat


Bruk


"Haiish sialan Kau Daniel " umpat Andrian ..

__ADS_1


__ADS_2