
"Sayang hari ini , kamu di antar Oma ya ?" Ucap Mama nya Andrian .. Namun dengan cepat Driaen menggeleng kan kepala nya .
"Tidak Oma No No .. Driaen mau di antar sama Daddy .." Ucap Driaen sambil melirik ke arah Andrian . Andrian yang mendengar itu langsung mengangguk kan kepala nya ,
"Baiklah , Ma biar Andrian saja yang mengantar Driaen ," ucap Andrian .
"Tapi sayang , kamu kan ingin mencari _" Ucapan Mama nya Andrian langsung terpotong ketika Papa Kelvin menyenggol lengan Istri nya , Mama nya Andrian pun langsung tersadar , sedangkan Driaen langsung mengeryitkan sebelah alis nya bingung .
"Ada apa Oma , Daddy mau cari siapa Oma ?" Tanya Driaen yang jiwa kepo nya keluar . Mendengar pertanyaan dari Cucu nya Mama nya Andrian hanya cengengesan saja , dia juga bingung harus menjawab apa pertanyaan sang cucu .
"Itu sayang , Daddy mau mencari berkas yang penting yang ketinggalan di kantor tadi malam " bukan Mama nya yang menjawab , tetapi Papa Kelvin nya lah yang menjawab pertanyaan sang Cucu , mendengar ucapan dari Opa nya , Driaen mengangguk kan kepala nya , untung saja Driaen masih polos , di beri alasan yang seperti itu langsung menurut .
"Sayang ayo cepat habis kan sarapan nya , Daddy mau meeting lagi ini " ucap Andrian kepada putra nya .
"Iya Dad " jawab Driaen .. Lalu mereka pun menyantap makanan itu hingga habis .
*****
"Dear , nanti pulang nya aku jemput ya !" Ucap Steven sambil mencium kening Triana .
"Tidak usah Steve , aku tahu kamu sangat lah sibuk hari ini , lebih baik kamu fokus saja sama pekerjaan kamu , aku pulang bisa naik taksi " Ucap Triana sambil mencium tangan Steven .
__ADS_1
"Tapi Dear_" Ucapan Steven terhenti ketika Triana langsung memotong nya.
"Sudah ayo sana ke kantor , aku tidak apa apa Steven sayang, da da sayaaaaanggg !!!!" Triana berkata sambil membuka pintu mobil dan langsung meninggalkan Steven yang sedang terdiam mematung di dalam mobil akibat panggilan yang di lontarkan oleh Triana .
"Sayang "gumam Steven terus menerus tersenyum , diri nya tidak sadar jika kekasih nya sudah tidak ada di dalam mobil itu .
"Siiit , dia sudah pergi , lihat saja ketika kita sudah resmi menikah , aku tidak akan melepaskan mu Dear!!!!" Ucap Steven lalu melajukan mobil nya meninggal kan tempat itu.
"Selamat pagi Ibu kepala sekolah yang baru " Sapa Guru yang berjejer di sana menyambut kedatangan Triana sambil memberikan hormat . Triana mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum .
"Terimakasih atas sambutan nya , saya sangat senang , tolong bimbing saya ya menjadi kepala sekolah di sekolah ini , " ucap Triana , semua Guru mengangguk kan kepala nya , lalu seorang guru wanita menghampiri Triana .
"Nona , mari saya akan tunjukkan ruangan anda " ucap Guru itu lalu berjalan menunjukkan ruangan yang akan di tempati oleh Triana . Triana mengangguk kan kepala nya ,
"Tuan yang mengatur semua nya Nona , kami hanya menjalankan perintah nya saja " ucap Lalita memberitahu semua tentang isi ruangan dan dekor nya semua nya atas perintah Tuan nya Steven , pemilik sekolah ini .
"Aku tau , dia tidak pernah sedikit pun mengecewakan ku , dasar Steve , selalu saja seperti ini" ucap Triana .
"Nona sangat beruntung mendapatkan Tuan Steven , Tuan Steven adalah pria yang sangat baik dan manis Nona , tidak ada yang pernah bisa menaklukkan hati nya selain Nona , saya mengatakan hal demikian karena saya adalah pelayan Tuan Steven , saya sudah lama bekerja bersama Tuan Steven , dari orang tua nya masih ada , Tuan Steven membangun sekolah Taman Kanak kanak ini juga atas permintaan terakhir Ibu nya " ujar Lalita panjang lebar yang mengingat kisah Steven , kisah yang sangat manis bagi Lalita , Steven tidak pernah menganggap nya sebagai pelayan , Steven menganggap nya sebagai Teman , tidak lama Ibu Steven meninggal , Steven membangun sekolah itu dan menyuruh Lalita mengajar di sana . Triana mendengar kan dengan seksama tentang kisah Steven yang di ceritakan Lalita ,
"Lalu apa kah Steve tidak pernah mempunyai kekasih dulu ? Dia kan sangat baik ? Sangat mustahil bagi wanita mana pun menolak nya kan ?" Tanya Triana yang penasaran dengan kehidupan Steven . Lalita terkekeh kecil mendengar pertanyaan dari Triana .
__ADS_1
"Nona ... Tidak akan ada yang mampu menolak pesona seorang Tuan Steven , dia sangat baik , manis , dan bahkan sangat kaya raya , siapa yang berani menolak Tuan , tidak akan ada Nona ... Tapi yang harus Nona tau , Tuan tidak pernah sedikitpun dekat dengan wanita ataupun menyukai wanita mana pun , Tuan sangat sulit di dekati wanita Nona , saya baru lihat hanya Nona lah yang mampu menaklukkan hati Tuan , dan Nona adalah wanita satu satu nya yang menempati isi hati Tuan , dan saya mohon kepada Nona demi apa pun Nona jangan pernah meninggalkan Tuan Steven , saya tidak akan tau apa yang terjadi kepada Tuan ku , kalau Nona meninggalkan nya " Ucap Lalita . Mendengar perkataan Lalita , Triana sempat terdiam sesaat , dia takut jika ingatan nya kembali , dia akan pergi meninggalkan Steven , dia juga tidak akan pernah mampu meninggalkan pria yang sangat baik itu . Lamunan Triana buyar ketika Lalita menepuk pelan bahu Triana .
"Nona saya permisi dulu ya , saya ingin mengajar , ini sudah jam masuk pelajaran " ucap Lalita .
"Baik lah , terimakasih Lalita sudah mengantar kan ku " jawab Triana , Lalita hanya mengangguk kan kepala nya dan langsung pergi dari ruangan Triana, Triana lalu duduk dan mengecek kertas kertas yang ada di meja nya .....
Bel sudah menunjukkan waktu nya pulang , Triana pun bergegas akan pulang . Triana sudah memesan tadi online ,Triana berjalan menuju tadi yang sudah menunggu nya di depan gerbang , namun langkah nya terhenti ketika mendengar suara isakan tangis dari anak kecil .
"Huaaaa hiks hiks " tangis anak kecil itu pecah , namun tidak ada seorang pun yang di sana .Triana yang melihat anak kecil itu sendirian langsung menghampiri nya .
"Hei adik manis , kenapa nangis hum?" Tanya Triana dengan nada lembut , anak tersebut mendongak kan kepala nya menatap wajah cantik Triana .
"Mommy hiks hiks " Teriak anak lelaki itu , dan tanpa aba aba anak kecil itu langsung memeluk Triana , Triana terdiam mendapatkan pelukan anak kecil itu , rasa nya sangat nyaman berada di dalam pelukan anak kecil itu .
Namun tidak lama diri nya tersadar ketika anak kecil itu mencubit perut nya .
"Awww" Ringis Triana yang mendapat kan serangan tiba tiba seperti itu . Triana menatap wajah sembab anak lelaki itu ,
"Hei kenapa saya di cubit ? Emang nya saya ada salah apa hum ?" Tanya Triana sambil mengelus puncak kepala pria kecil itu .
"Mommy jahat , Mommy kenapa lama sekali pulang nya ?" Ucap anak itu membuat Triana mengeryitkan dahi nya bingung ...
__ADS_1
"Mommy ?"Pekik Triana ....