
Airin masih saja dalam mode rengekan nya , dia terus terusan membujuk suami nya tersebut agar mau mengijinkan untuk bekerja .
"Ya apa alasan nya " ucap Andrian masih dengan nada datar nya , Andrian kesal dengan sikap sang istri yang tiba tiba meminta untuk bekerja , padahal diri nya sangat lah mampu memenuhi kebutuhan istri nya bahkan lebih dari kata mampu bagi seorang CEO seperti Andrian .
"Aku ingin mandiri sayang , aku bosan di rumah saja " balas Airin dengan nada manja nya supaya suami nya itu mau mengijinkan nya.
Andrian menghela nafas nya pelan , seperti nya dia harus berbicara ekstra sabar dalam menghadapi istri nya apa lagi saat ini istri nya sedang hamil buah cinta nya .
"Sayang , sebentar lagi kamu kan melahirkan , kita punya anak , seperti nya kamu tidak akan kesepian ketika anak kita nanti hadir" ucap Andrian dengan nada lembut sambil membelai rambut panjang istri nya itu .
"Tapi aku ...." ucapan Airin terpotong ketika jari tangan suami nya berada tepat di bibir wanita itu.
"Sssssst sudah ya , aku tidak mau mendengar apa apa lagi , aku cuman mau kamu tidak usah capek bekerja , karena kamu cukup menikmati saja , yang bekerja itu aku sayang , kamu sudah menjadi tanggung jawab ku sayang " Andrian benar benar membuat istri nya terenyuh dengan kata kata nya , terbukti Airin hanya diam dan menyunggingkan senyuman manis di bibir nya . Ya sebenarnya Airin kesal dengan keputusan suami nya tersebut , namun apa boleh buat ini semua memang benar , dia harus menuruti apa pun yang di katakan oleh suami nya karena seratus nya sekarang dia bukan lagi singgel yang bisa seenaknya dia melakukan tindakan apa pun , dan alasan yang lain nya lagi dia tidak ingin jika calon anak nya nanti terlantar gara gara dia bekerja , sebab dia tidak ingin kehilangan satu momen pun bersama dengan calon anak nya nanti .
"Sayang ayo kita makan , kamu pasti lapar , kasihan calon anak kita pasti dia juga sangat lapar" ucap Andrian sambil mengelus perut istri nya itu dengan lembut dan sesekali dia membungkuk kan badan nya dan mengecup perut istri nya tersebut yang semakin lama semakin membesar , Airin mengangguk kan kepala nya dia berdiri di bantu oleh sang suami . Mereka berjalan berdua menuju ke meja makan , bergabung dengan semua keluarga nya yang sedari tadi sudah menikmati makanan nya .
Andrian menarik kursi untuk di duduki oleh sang istri , dia kemudian ikut duduk di sebelah Airin dan langsung menikmati makanan mereka .
...ΩΩΩ...
Sementara di tempat lain seorang wanita cantik berseragam dokter sedang duduk di sebuah Cafe bersama seorang wanita yang hampir sama dengan usia nya . Mereka tampak sangat akrab dan sedang berbincang bincang .
__ADS_1
"Bagaimana , apa kau sudah tau alamat rumah atau kantor nya dimana ?" Tanya wanita yang memakai baju dokter tersebut sambil sesekali menyeruput minuman yang berada di depan nya .
"Wah wah rupa nya kau sangat antusias sekali ya , sampai tidak sabaran sekali" ucap wanita yang di depan nya sambil menggelengkan kepalanya .
"Sudah , aku tidak mau terlalu lama lagi menunggu semua ini , ini sudah sangat lah lama , aku sudah sangat merindukan nya " ucap Wanita yang memakai baju dokter tersebut sambil tersenyum smirk .
"Tapi dia sudah punya istri, dan yang aku ketahui dia sangat menyayangi istri nya. Jarang sekali aku melihat dia dekat dengan wanita apa lagi se bucin itu " ucap wanita yang di depan nya tersebut ingin menyadarkan wanita yang memakai baju dokter itu . Wanita yang memakai baju dokter itu kesal dengan perkataan wanita yang ada di depan nya .
"Aku sudah tau , Aku tidak peduli dengan wanita itu , aku hanya ingin kembali bersama nya lagi , kau tau kan aku sangat mencintai nya apa lagi pertemuan yang tidak terduga kemarin membuat ku semakin yakin bahwa takdir memang berpihak kepada ku " ucap wanita yang memakai baju dokter tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan .
"Cepat berikan semua informasi tentang alamat nya " ucap nya lagi dengan kata kata yang menekan .
"Ini , di sini semua alamat nya , dari rumah nya dan juga alamat kantor nya , dia adalah CEO dari perusahaan Papa nya , dan kau tau dia itu masih tinggal bersama dengan mertua nya , orang tua dari istri nya . " ucap wanita itu sambil menyodorkan secarik kertas tersebut yang berisi alamat lengkap kepada wanita yang berpakaian dokter tersebut . Wanita itu langsung menerimanya dengan senyuman smirk nya , dia sangat lah senang sudah mendapatkan alamat dari lelaki yang membuat nya tergila gila seperti ini .
"Makasih ya , aku seneng banget" ucap wanita itu .
"Tapi ingat , jangan gegabah , aku gak mau ya kau sampai berbuat nekat , apa lagi mencelakai wanita tersebut , wanita tersebut sangat berpengaruh di keluarga nya , kau tidak tau saja bagaimana ayah dari wanita itu , kalau kau tau pasti kau akan berpikir berulang kali untuk mencelakai nya" ujar wanita yang ada di depan nya terus terusan mengingat kan teman nya itu .
"Kenapa ? Kenapa ? Aku tidak takut sama sekali dengan ayah nya ,. bahkan ayah ku juga memiliki kedudukan tertinggi di antara perusahaan perusahaan ternama di ibukota ini " ucap wanita itu dengan sombong nya dia tidak merasa takut sama sekali dengan apa yang di katakan oleh teman wanita tersebut .
"Tapi ...." ucapan wanita yang berada di depan nya tersebut di potong oleh wanita yang berpakaian dokter ,
__ADS_1
"Sudah jangan bahas lagi , aku sudah di telpon , sebentar lagi aku akan melakukan operasi , jadi kau jangan khawatir kan aku oke , aku tidak takut dengan siapa pun , by aku pamit dulu ya , terimakasih infonya " ucap wanita tersebut melenggang pergi dari Cafe tersebut meninggal kan teman nya yang masih duduk terdiam .
"Kau terlalu meremehkan wanita tersebut , aku takut kau kenapa kenapa , jika ayah dari wanita tersebut tau mungkin aku yakin dia tidak akan membiarkan mu untuk hidup tenang , ais kenapa kau ceroboh sekali " ucap wanita tersebut yang terus menerus gelisah memikirkan teman nya .
......................
Andrian kini sedang berkutat dengan laptop nya , setelah selesai makan siang tadi Andrian pamit untuk ke ruangan kerja nya karena kerjaan nya sangat lah banyak , sebab sedari kemarin dia selalu mengabaikan nya . Airin yang melihat Andrian tengah sibuk di depan laptop nya menghampiri suami nya tersebut , dia bergelayut manja merangkul suami nya dari belakang .Bukan nya merasa terganggu atau pun marah Andrian sangat lah merasa gemas dengan tingkah laku sang istri , dia menutup laptopnya kemudian meraih tubuh istri nya membawa nya di dalam pangkuan nya .
"Kenapa ? Apa tidak bisa membiarkan suami mu ini bekerja sebentar saja ?" Tanya Andrian sambil menciumi kening istrinya tersebut , membuat istrinya terkekeh kecil .
"Aku ingin ..." ucap Airin sengaja menggantung sambil tersenyum nakal .
"Baik lah aku akan memberikan apa yang kau ingin kan sayang " bisik Andrian lalu mengangkat tubuh istri nya menggendong nya ala bridal style dan ingin membawa nya ke kamar mereka, namun tiba tiba Airin menghentikan langkahnya .
"Sayang turun " ucap Airin . Andrian yang mendengar ucapan sang istri tidak mengerti , dia mengeryitkan sebelah alis nya .
"Kenapa bukan nya tadi kau ingin?" ucap Andrian mengingat perkataan sang istri yang menurut nya istri nya menginginkan nya .
Airin tertawa lepas melihat ekspresi lucu sang suami , dia kemudian membisikkan sesuatu di telinga suami nya tersebut .
"Aku ingin makan martabak sayang" bisik Airin dengan terkekeh kecil .
__ADS_1