
"Bagaimana semua nya , apakah kalian sudah mendapatkan informasi nya ? Aku mau informasi nya saat ini juga!!" Ucap Daniel kepada parah anak buah nya . Anak buah Daniel tampak saling melempar pandang tidak menjawab pertanyaan dari Daniel , mereka takut jika mereka mengatakan nya Daniel akan marah besar .
"Ada apa hum?" Tanya Daniel yang melihat anak buah nya tidak kunjung memberikan jawaban kepada nya.
Karena tidak ingin Daniel menunggu terlalu lama , salah satu anak buah nya memberanikan diri menjawab pertanyaan dari Daniel .
"Ma_Maaf Tuan ,kami tidak berhasil mendapatkan informasi yang Tuan ingin kan. Karena pria itu sangat pandai menyembunyikan identitas nya Tuan . Cuman nama lengkap nya saja yang berhasil kami ketahui Tuan , " jawab salah satu anak buah Daniel dengan nada yang was was , takut kalau Tuan nya akan marah besar. Benar saja Daniel sangat marah , Daniel mengeras kan rahang nya , lalu meraih vas bunga yang berada di atas meja di depan nya lalu membanting nya .
"Craaaaaaccc Pyyyyyaaaaar "
Bunyi suara vas bunga yang jatuh di lantai itu menggema di dalam ruangan tersebut .Anak buah Daniel sudah menunduk kan kepala nya , mereka tidak mampu berkata apa apa lagi saat ini , karena Daniel sudah sangat marah .
Daniel menatap semua anak buah nya , netra nya menatap sangat tajam , terasa seperti ingin menghabisi semua anak buah nya .
"Bodoh .... Bodoh.... kalian bodoh ... Mencari tahu informasi seperti itu saja kalian tidak bisa , APA YANG KALIAN BISA HAH ???" Teriak Daniel dengan suara lantang nya , membuat tubuh semua anak buah nya bergetar hebat . Diam ... Mereka hanya diam tidak berani menjawab perkataan dari Tuan nya .
Tidak mendapatkan jawaban dari anak buah nya Daniel semakin murka .
__ADS_1
"Kalian tidak punya mulut Ha?? Atau mau aku robek mulut kalian satu persatu dengan katana ku ??" Ucap Daniel dengan seringai yang menyeramkan .
Glek
Seluruh anak buah Daniel menelan saliva nya susah payah , mereka tidak pernah membayangkan jika katana milik Daniel bermain main di mulut mereka , sungguh sangat menyeramkan .
"Ma _Maaf Tuan. , Pria itu bukan lah orang sembarangan Tuan , beliau sangat berpengaruh di dunia . Bahkan ketua Mafia terkenal di dunia saja tidak ingin berurusan dengan pria itu Tuan , dan identitas pribadi nya sangat lah di rahasia kan ." Papar salah satu anak buah Daniel , yang memberanikan diri untuk bersuara agar Daniel tidak semakin murka . Mendengar penuturan dari anak buah nya Daniel langsung mengeryitkan dahi nya . Daniel jadi merasa sangat penasaran siapa pria itu sampai sampai anak buah nya bisa berbicara seperti itu .
"Siapa nama pria itu ?" Tanya Daniel dengan nada datar nya .
"Nama nya Tuan Steven Alinskie" jawab anak buah itu yang memberi tahu kan nama pria itu , sontak saja membuat Daniel membulatkan kedua bola mata nya. Diri nya sangat tau betul mengenai nama itu , namun Daniel belum mengetahui wajah dari pemilik nama itu . Nama itu sangat lah terkenal di dunia ,sebagai pembisnis terkenal di dunia , dan bahkan mafia terkenal di dunia saja tunduk dengan seorang Steven Alinskie. Bagaimana dengan Daniel ? Daniel bukan lah apa apa jika di bandingkan dengan seorang Steven Alinskie . Apa kah Daniel akan berhenti mencari tahu kebenaran nya ? Atau Daniel akan mengerahkan seluruh cara agar bisa mengetahui semua nya dan melawan seorang Steven Alinskie ???? Entah lah , Daniel masih terdiam dan tampak syok mendengar nama itu , nama yang sangat dan harus di hindari . Karena tidak ada yang berani bermain main dengan seorang Steven Alinskie .
"Eungh " Suara lenguhan itu keluar dari bibir mungil Triana . Triana menggeliat kecil , lalu mengerjapkan kedua mata nya dan merasakan ada sesuatu yang melingkar di perut nya , Sontak saja Triana melirik ke arah samping , dan mendapat kan seorang pria tampan yang tengah tertidur dengan lelap nya sembari memeluk Triana , siapa lagi kalau bukan Steven kekasih nya . Steven yang sangat lelah karena menunggu Triana bangun , akhirnya memutuskan untuk membaringkan diri nya di ranjang sebelah Triana . Niat nya ingin membawa pulang , karena infus nya sudah di lepas , namun Steven tidak tega mengganggu tidur sang kekasih . Bukan nya takut , Triana malah mengamati wajah sang kekasih sambil tersenyum . Pahatan wajah yang begitu sangat indah dan sempurna yang Tuhan ciptakan ada di dekat nya . Triana mencoba menggerakkan tangan nya yang sudah tidak terpasang infus lagi mengarah kan nya ke wajah Steven dan mengelus pahatan sempurna itu .
"Tampan " satu kata yang lolos keluar dari bibir mungil Triana . Tangan nya bergerak dari alis ke mata , hidung dan berhenti di bibir indah milik Steven . Bibir merah jambu yang sangat seksi , entah bagaimana bisa pria itu mempunyai bibir seindah itu , padahal pria biasa nya kan merokok , apa kah seorang Steven Alinskie yang terkenal kaya raya itu tidak pernah merokok ?? Entah lah sangat mustahil ...
Triana menghentikan aktivitas tangan nya karena dia sudah lancang menyentuh bibir Steven , padahal Steven sudah sering memberi nya kecupan di kening nya .
__ADS_1
"Mengapa berhenti hum ??"
Deg
Suara serak khas orang bangun tidur itu membuat atensi Triana terkejut .Triana membulat kan kedua bola mata nya menatap sempurna netra milik Steven yang membuka dengan perlahan sambil kedua sudut bibir nya tersenyum . Triana sangat malu , bahkan Triana memalingkan wajah nya ke samping tidak mau menatap Steven .
" Ka _ Kamu sudah tidak tidur Steve ?" Pertanyaan konyol itu keluar dari bibir mungil milik Triana . Steven yang mendengar nya langsung terkekeh , dan diri nya melihat sang kekasih tampak sedang menahan malu akibat perbuatan nya tadi . Entah mengapa Steven merasa sangat gemas melihat Triana seperti itu , sedangkan Triana wanita itu sudah merutuki kebodohan nya karena sudah berani bertindak lancang dengan pria tampan yang ada di samping nya saat sekarang ini .
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang kekasih Steven meraih wajah sang kekasih dan menangkup nya . Steven melihat wajah Triana sangat memerah , Steven sangat menyukai nya ..
"Ayo sayang sini lihat " pinta Steven yang melihat Triana sedari tadi mengalihkan tatapan nya ke arah lain walaupun wajah nya sudah menghadap ke arah Steven . Mau tidak mau Triana menatap wajah sempurna milik Steven . Jantung nya entah mengapa berdebar sangat lah kencang , entah perasaan apa ini , tetapi Triana baru merasakan nya . Sebelum nya bila dekat bersama Steven jantung nya tidak seperti ini . Tapi entah mengapa kali ini berdekatan dengan pria ini Triana tidak bisa mengendalikan detakkan jantung nya .
Steven memangkas jarak wajah di antara kedua nya , saat ini jarak wajah kedua nya sangat lah dekat ,
Cup
Deg
__ADS_1
Satu kecupan berhasil mendarat sempurna di bibir mungil milik Triana . Triana tampak terdiam dengan aksi yang di lakukan oleh Steven , Triana tidak menolak sedikit pun , Steven yang menyadari tidak ada penolakan dari sang kekasih ingin melakukan hal yang lebih . Benar saja Steven memegang tengkuk Triana dan menahan nya .