Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Hamil


__ADS_3

Andrian yang panik melihat Arin pingsan langsung menghampiri nya mencoba membangun kan nya


"Sayang , kau kenapa?" Ucap nya sambil menepuk pelan pipi Airin .


"Sayang ? Ayo bangun sambil memeluk nya !" Dengan nada cemas. Namun Airin tidak merespon Andrian sama sekali .


Dengan perasaan yang khawatir takut terjadi sesuatu kepada Airin, Andrian langsung menggendong nya dan berinisiatif membawa nya ke rumah sakit ,


"Robert " Panggil nya dengan suara lantang


"Ada apa Tuan , ?" Robert yang membuka pintu langsung terkejut melihat Andrian menggendong Airin .


"Cepat siap kan mobil , kita ke rumah sakit , " .


"Baik Tuan" Robert langsung menuju parkiran dan membawa mobil menuju ke tempat tuan nya itu .


Dengan sigap Robert langsung turun dan membuka kan pintu nya untuk Tuan dan Nona nya itu , Andrian meletakkan Airin di kursi penumpang dan memasang sabuk pengaman , lalu ia bergegas ke pintu mobil yang lain nya dan masuk . Robert pun segera masuk ke depan dan menancap gas membawa Airin ke rumah sakit.


"Sayang , Kau kenapa , ayo sadar lah? Mengapa Kau membuat Ku sangat panik seperti ini". Ucap nya dengan nada cemas .


"Tuan sebenarnya ada apa tuan mengapa Nona bisa seperti ini?" Tanya Robert ,


"Aku tidak tau tiba tiba Ia melihat Ku langsung pingsan , Cepat Robert , Aku tidak mau sampai dia kenapa kenapa" Ucap nya dengan datar


"Baik Tuan" Robert pun menambah kecepatan mobil nya membelah jalanan ibu kota , tidak perduli banyak kendaraan yang berlalu lalang .


Sesampainya di rumah sakit , Robert langsung turun dan membukakan pintu untuk Andrian , Ia langsung membawa Airin masuk ke ruang UGD dan memanggil dokter ,


"Dokter tolong cepat periksa istri saya " Dengan nada tinggi.


Dokter pun datang menghampiri Andrian ..


"Baik Tuan " Ucap dokter itu dan langsung memeriksa keadaan Airin .


"Bagaimana dokter , apa Ia baik baik saja mengapa Ia belum bangun ?" Tanya Andrian cemas .


"Seperti nya Nona sangat lelah Tuan , melihat dari kondisi nya sangat lemah , seperti nya Nyonya syok berat , kami akan memasang kan selang infus , sebaik nya Nona di rawat dulu Tuan !" Ucap dokter itu dan langsung menyuruh perawat memasang selang infus di tangan Airin .


"Baik lah , asal kan dia cepat siuman , apa pun itu saya tidak mau tau istri saya harus cepat sadar" Ucap nya lantang , dokter yang mendengar Andrian marah tampak takut Ia mencoba menenangkan kan nya .


"Sebaiknya Tuan tenang dulu Nona tidak apa apa Tuan ."


" Baik lah kalau begitu , berikan yang terbaik untuk istri ku "


" baik tuan , saya akan mempersiapkan nya"


Dokter itu pun langsung pergi dan menyiapkan kan semua nya , kini Airin di bawa ke ruangan pribadi keluarga Kelvin , ya rumah sakit itu milik Kelvin papa Andrian , jadi dokter disana sangat mengenal Andrian .


Sesampainya di ruangan pribadi milik keluarga Kelvin , Andrian memerintahkan kepada Robert agar anak buah nya selalu berjaga di luar ruangan ..


"Baik Tuan saya laksanakan " Ucap Robert lalu pergi menelpon anak buah Andrian ..

__ADS_1


Kini Airin tangan nya di pasang selang infus , Andrian yang menyesal terus saja memegang tangan yang satu lagi ia meletakkan tangan nya Airin di pipi nya.


"Sayang ayo bangun " ucap nya


"Maafin Aku sayang. "


"Sayang bangun , "


Andrian menangis sejadi jadinya , sampai membasahi tangan Airin , tiba tiba ..


"Emmmm Aku dimana ?" Airin perlahan membuka kedua matanya


"Sayang Kau berada di rumah sakit, sayang maafin Aku ya?" Ucap nya sambil memeluk Airin . Namun tiba tiba Airin melepaskan pelukannya nya .


"Aghhh Kau , uweeeek uwwwek " Airin beranjak bangun mengambil besi yang untuk meletakkan selang infus . .



" Sayang mau kemana ?" Tanya Andrian panik .


Bukan nya menjawab namun


Ia langsung berjalan ke kamar mandi berdiri di wastafel.


"uweeeek uwwwek uwwwek "


Ia muntah sampai berulang kali , Andrian yang melihat Airin muntah muntah panik dan langsung menghampiri sang istri .


"Sayang kenapa ? Apa ada yang sakit?" Tanya Andrian cemas sambil memegang punggung Airin perlahan memijat nya ...


Dokter masuk dengan Andrian dan memeriksa keadaan Airin .


"Kenapa Nona apa yang anda rasakan ?" Tanya dokter


"Aku hanya mual dan sedikit pusing dok?" Ucap nya sambil memegangi perut dan mengusap nya.


Dokter tampak nya paham dengan yang apa yang di alami Airin. Ia melakukan berbagai pertanyaan nya ,


"Apakah Nona sebelum nya ada merasakan mual?" Tanya dokter .


"Ada dok, waktu itu saya berjalan ingin masuk ke restoran , namun ketika ingin masuk saya langsung muntah muntah dan kepala saya pusing dok " ucap Airin .


Flashback\*\*\*\*


Airin yang berjalan menuju pintu restoran tiba tiba merasakan pusing dan mual , ia bergegas mencari toilet yang berada di luar ,


"Uwwwek uwwwek uwwwek " Airin muntah , dan rasanya tubuh nya sangat lemas , tapi semuanya ia tepis kan karena ia mengingat bahwa ia harus bertemu dengan pria brengsek yang menculik suami nya .


"Aku tidak boleh lemah , Aku harus kuat demi suami Ku" Ucap nya , ia langsung bergegas merapihkan pakaian nya , dan berjalan menuju tempat masuk restauran dengan langkah sempoyongan .


flashback off *****

__ADS_1


"Kapan terakhir anda datang bulani ?" Tanya dokter .


"Saya tidak ingat dok " Ia berpikir setelah Andrian menyentuh nya selam itu ia tidak datang bulan . Seingat nya pertama menikah lah Ia datang bulan , setelah itu Ia tidak pernah datang bulan lagi .


Andrian hanya diam mendengarkan dokter dan Airin bicara .


"Oke baiklah , suster ?" Panggil dokter ,


"Ia dok" suster pun datang menghadap dokter


"Sediakan alat ini dan langsung tes urine nya ya " Ucap dokter sambil menulis dan memberikan secarik kertas kepada suster .


"Baik dok" Suster langsung pergi mengambil alat yang sudah di tulis dokter .


Andrian yang bingung langsung menanyakan kan kepada dokter .


"Ada apa ini dok , apa istri saya baik baik saja ?" Tanya Andrian cemas .


"Tenang Tuan , Nona Airin pasti baik baik saja ." Ucap dokter .


Suster pun masuk membawa alat itu , dan langsung mengajak Airin ke toilet , untuk melakukan yang di perintahkan oleh dokter , setelah selesai Airin baring di atas brangkar nya lagi , Andrian langsung duduk di kursi samping brankar dan memegang tangan Airin .


Namun alih alih ingin mendapatkan perhatian dari Airin ,Airin melepaskan tangan Andrian , karena Ia masih kesal dengan Andrian yang tega membohongi nya .


Suster pun memberikan alat itu kepada dokter , dokter pun langsung memeriksa nya dan senyum-senyum ...


"Ada apa Dok mengapa anda senyum senyum "Tanya Andrian kepo


"Ha tidak apa Tuan , maaf , Tuan muda dan Nona muda selamat ya anda sebentar lagi menjadi seorang Ayah dan Ibu .." Ucap dokter


Andrian tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh dokter ,


"Maksud nya dokter?"


" iya Tuan , selamat istri anda hamil" Ucap dokter lagi


"Hamill?"



Andrian kegirangan , Ia mencium kening sang istri dan tanpa sadar air mata Airin jatuh turut bahagia mendengar perkataan dokter , namun ia usap dan langsung menyembunyikan wajah senang nya karena ia masih sangat kesal atas kebohongan Andrian .


"Baik Tuan saya tinggal dulu , dan Nona banyak banyak istirahat Anda tidak boleh kelelahan , karena kehamilan di trismester ini masih rentan"


"Baik dok " ucap nya


"Nanti kita akan melakukan USG untuk mengetahui perkembangan janin nya " ucap dokter


"Baik dok terima kasih " ucap Airin.


"Kalau ada apa apa panggil saya ya Tuan?" Ucap dokter lagi

__ADS_1


"Baiklah " Jawab Andrian


Dokter pun segera melangkah kan kaki nya menuju ke ruangan nya , ia tidak lupa menutup pintu ruangan Airin..


__ADS_2