Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
ke Mall


__ADS_3

"Bi, apa Triana belum kembali ?" Tanya Steven yang baru sampai di Mension nya , Steven langsung pulang ke Mension berharap Triana sudah pulang , sebab Steven sudah pergi ke sekolah , namun tidak menemukan Triana , dan penjaga bilang jika Triana sudah pulang sedari tadi .


"Belum Tuan, Nona belum pulang sedari tadi , Bibi pikir Nona pergi dengan Tuan " Ucap pelayan itu , Steven yang mendengar ucapan dari pelayan itu langsung khawatir , dia takut terjadi sesuatu kepada Triana . Steven langsung memanggil asisten pribadi nya .


"Alson ,Kau lacak dimana keberadaan Triana , cepat , aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kekasih ku " Titah Steven kepada asisten nya , Asisten nya langsung mengangguk kan kepala nya , dan mengambil laptop nya untuk melacak dimana keberadaan Triana, tidak lama asisten pribadi nya sudah mengetahui dimana lokasi keberadaan Triana


"Tuan , Nona saat ini sedang berada di mall di kawasan xxxx" ujar asisten Steven seraya mengatakan alamat mall yang berada di salah satu ibukota . Steven yang mendengar nya langsung mengambil kunci mobil dan melajukan mobil nya menuju ke mall tersebut . asisten pribadi nya yang melihat tingkah tuan nya hanya tersenyum .


"Baru kali ini Tuan seperti ini , selama kematian Nyonya besar , Tuan sangat tidak memperdulikan masalah percintaan nya , Tuan hanya memprioritaskan pekerjaan nya saja , aku jadi ingat bagaimana Tuan menemukan Nona cantik itu , dari situ bisa aku simpulkan bahwa Tuan ku jatuh cinta pada pandangan pertama , aku harap Nona tidak akan melukai hati Tuan ku , aku takut penyakit Tuan ku kambuh seperti dulu , ketika kehilangan nyonya besar " ujar Asisten pribadi nya sambil mengingat kejadian masa lalu Steven , asisten pribadi nya sangat mengenal sosok Steven .


Triana saat ini sedang makan di salah satu restoran seafood bersama Driaen di mall . Tampak raut wajah gembira dari Driaen , ya tadi niat nya setelah makan ice criem Triana membawa Driaen pulang ke rumah nya , namun lagi lagi pria kecil itu menangis meraung raung meminta bermain ke mall , dengan terpaksa Triana menuruti kemauan Driaen dari pada Driaen menangis .


"Ayo makan lagi , nanti Tante pesan kan lagi , kamu suka ya makan udang ?" Cerca Triana yang melihat berapa lahap nya Driaen menyantap makanan yang berada di depan nya .


"Yes Mom , aku sangat menyukai udang ,Mommy tau , Daddy selalu menyedia kan stok udang di dalam kulkas , jadi ketika Driaen pengen , Driaen bisa suruh Oma atau pelayan memasak nya " jawab Driaen jujur , ya Driaen memang sangat menyukai udang .


Triana yang mendengar nya terkekeh geli , anak kecil usia empat tahun ini seperti anak yang sudah dewasa ,


"Baik , Mbak pesan satu porsi lagi ya udang nya " Triana memanggil pelayan yang berada di restoran itu , Pelayan itu langsung mengangguk kan kepala nya dan membawa pesanan untuk Driaen .

__ADS_1


"Terima kasih mbak " ucap Triana .


"Sama sama Nona " jawab pelayan itu ,


"Ini makan lagi !" Ucap Triana sembari meletakkan piring yang berisi makanan ke arah Driaen .


"Mommy tidak makan ?" Tanya Driaen .


"Tidak , ayo makan , nanti kita bisa pulang " ucap Triana .


"Baik Mom " lalu Driaen melanjutkan makanan nya , sedang asik asik nya makan ,sebuah tangan kekar menutup mata Triana , bau musk tercium di indera penciuman Triana , harum parfum yang sudah menemani nya selama empat tahun ini , ya siapa lagi kalau bukan Steven .


"Steve !!" Pekik Triana , Steven langsung memeluk tubuh kekasih nya dari belakang menyandarkan kepala nya di bahu Triana .


"Kau kan sibuk Steve , jadi aku tidak mengajak mu , lagi pula aku kemari_" Kalimat Triana terpotong ketika Steven meringis kesakitan .


"Awww" ringis Steven karena punggung nya di gigit oleh seseorang , sontak saja Steven dan Triana langsung menoleh ke belakang , ya pelakunya tidak lain Driaen .


"Enak sekali ya mau peluk2 Mommy ku , aku hajar nanti !!" Pekik Driaen sembari menunjuk kan otot otot lengan nya yang masih kecil . Steven langsung menoleh ke arah Triana meminta penjelasan kepada kekasih nya apa yang di maksud oleh anak kecil itu . Triana yang tau bahwa Steven meminta penjelasan langsung menghela nafas panjang .

__ADS_1


"Steve ... Nanti kita bicarakan di rumah , aku akan mengatakan semua nya kepada mu , tapi kamu jangan marah dulu ya , aku juga tidak tau apa apa , " ucap Triana , Steven yang mendengar ucapan Triana menganguk kan kepala nya dan lalu mendekati Driaen yang nafas nya masih memburu dan menatap nya dengan tatapan yang sangat tajam .


"Hei adik manis ..." Panggil Steven .


"Aku itu tampan om , bukan nya manis , dan apa maksud om peluk peluk Mommy ku , apa pikir om sementang Daddy Driaen enggak ada di sini , om seenak nya peluk peluk Mommy ku , aku bisa menghajar om sampe babak belur , lihat ini otot ku saja sudah besar , aku juga bisa melindungi Mommy ku !!!" Cerocos Driaen sembari memamerkan otot otot nya kepada Steven , Steven terkekeh geli mendengar ucapan bocah berumur empat tahun itu .


"Oiya , ampun bos kecil ampun deh , om enggak bakal peluk peluk Mommy nya bos kecil lagi " ucap Steven seraya memperagakan adegan ketakutan supaya Driaen tidak marah lagi dengan nya , Driaen yang melihat itu tertawa terbahak bahak , Driaen merasa diri nya saat ini sangat lah hebat . Karena keramahan Steven ,tidak membutuhkan waktu lama Driaen akhir nya luluh , Steven mengajak Driaen untuk ngobrol . Steven termasuk pria yang sangat menyukai anak kecil , maka Driaen tampak bahagia mengobrol dengan Steven . Triana tersenyum bahagia melihat Steven seperti itu , tampak seperti anak dan ayah nya.


"Steve ,,, aku ke toilet Sebentar ya " pamit Triana , Steven pun menganguk kan kepala nya .


"Driaen kamu sama om Steven ya " ucap Triana sambil mengelus puncak kepala Driaen .


"Yes Mom " jawab Driaen . Triana pun bergegas pergi ke toilet , sedangkan Driaen melanjutkan ngobrol nya dengan Steven .


"Ternyata om ini baik banget ya , asik lagi ngobrol sama om , gak kayak Daddy jarang banget ajak Driaen ngobrol " ucap Driaen yang mengingat bagaimana sifat Daddy nya , jika di ajak ngobrol jarang sekali mau berlama lama , karena Daddy nya selalu saja sibuk dengan pekerjaan nya .


"Oiya , kalau begitu nanti kapan kapan Driaen bisa bertemu lagi dengan om , nanti om ajak makan ice criem , Driaen mau ?" Mendengar ajakan dari Steven mata Driaen berbinar .


"Mau mau !!!! Driaen suka sekali makan ice criem , om tau tidak hari weekend nanti ada varian baru dari ice criem loh , Driaen mau coba ya om " rengek Driaen kepada Steven ,

__ADS_1


"Oke , nanti kita weekend kita jalan jalan , nanti om jemput Driaen " jawab Steven .


"Driaen !!!!" Suara bariton seseorang memanggil Driaen, Driaen dan Steven langsung menoleh melihat siapa yang memanggil nya .


__ADS_2