Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Menanyakan.


__ADS_3

Andrian masih terus kepikiran dengan perkataan putra nya itu , perkataan putra nya sangat menggangu pikiran nya , Andrian sangat mengetahui bagaimana sifat dari putra nya itu , Driaen tidak pernah mau berdekatan dengan sembarang orang ,dan apa lagi menganggap wanita mana pun Mommy nya , karena sosok Airin tidak akan pernah mengganti kan sesosok ibu bagi Driaen , Ya walaupun Driaen belum pernah melihat Airin secara langsung dan mendapatkan kasih sayang nya , namun sifat Driaen seperti Daddy nya yang teguh dengan pendirian , dia yakin bahwa Mommy nya sangat menyayangi nya sampai sekarang dan Mommy nya tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Andrian yang sangat penasaran ingin mengajak Driaen untuk berbicara . Andrian kini memasuki kamar milik putra nya , di lihat nya putra nya sedang sibuk dengan mainan mobil mobilan nya itu .


Ya Driaen memang sangat menyukai mobil mobilan dan juga motor . Hampir kamar nya penuh dengan mainan itu . Bahkan Driaen yang masih berusia empat tahun sudah meminta Daddy nya membelikan nya furniture mobil dan juga motor . Andrian tidak keberatan sama sekali dengan permintaan dari putra nya , dia bahkan membelikan banyak furniture mobil dan motor, agar Driaen bahagia .


"Sayang .. Daddy boleh menanyakan sesuatu kepada mu ??" Tanya Andrian menghampiri putra nya lalu mengelus puncak kepala putra semata wayangnya itu dengan lembut . Driaen yang mendengar pertanyaan Daddy nya langsung menyudahi aktivitas main nya , Driaen lalu menatap Daddy nya dengan pandangan yang penuh tanya .


"Yes Dad , ada apa ?" Tanya Driaen .


Adrian menghela nafas panjang sebelum menanyakan hal ini kepada putra nya .


"Tadi Driaen bilang kalau Driaen bertemu dengan Mommy , bukan nya Driaen tau bahwa Mommy kan lagi di luar negeri ,jadi mengapa Driaen menganggap orang lain Mommy Driaen ?" tanya Andrian .


Driaen yang mendengar perkataan dari Daddy langsung melotot kan kedua bola mata nya .


"Enak saja Daddy bilang kalau dia bukan Mommy Driaen dan bilang dia orang lain , asal Daddy tau saja dia itu Mommy Dad . Lihat lah wajah nya saja sangat mirip dengan Mommy . " Ucap Driaen yang tidak terima dengan perkataan Daddy nya . Lalu Drian menepuk jidat nya "Driaen lupa ! tadi kan Daddy tidak melihat Mommy , mungkin kalau Daddy melihat nya pasti Daddy akan langsung memeluk Mommy " celoteh Driaen .Andrian yang mendengar celotehan anak nya mengeryitkan dahi nya , Andrian semakin di buat pusing tujuh keliling oleh putra semata wayangnya itu ,


Apa yang di bilang Driaen tadi benar ya ? Lantas siapa wanita yang di sebut Mommy ? Apa benar wajah nya mirip dengan Airin. Aku harus segera menyelidiki nya .

__ADS_1


Ucap Andrian di dalam hati nya .


"Lalu bagaimana bisa Driaen bertemu dengan Mommy ?" Tanya Andrian lagi .


"Tadi di sekolah , Driaen lagi nangis dan enggak sengaja Mommy datangin Driaen deh , Dad , Driaen seneng banget !" Ucap Driaen dengan senyuman merekah nya .


"Lalu , bagaimana bisa tadi Driaen bertemu dengan Om yang tadi ?" Tanya Andrian yang mengingat bahwa putra nya tadi bersama dengan Steven ,


"Oiya , tadi Driaen lagi asik makan sama Mommy , eh tiba tiba aja Om itu peluk peluk Mommy , Driaen marah lah Dad , namun Om itu aneh nya enggak marah sama sekali , malah ngajak Driaen ngobrol " Jawab Driaen . Mendengar jawaban sang putra membuat Andrian semakin di buat kebingungan ,


Peluk? Ada hubungan apa Steven dengan wanita yang di maksud Mommy oleh Driaen ???


****


"Dokter , dokter .... Tolong !!" Panggil Steven dengan nada yang sangat panik, ketika Steven sudah sampai di rumah sakit , Steven turun dari mobil nya sambil menggendong Triana yang sudah tidak sadarkan diri . Dokter dan suster yang mengetahui itu langsung bergegas mendorong brangkar dan menyuruh Steven meletakkan Triana di atas brangkar .


"Tuan Steven , sebaiknya Tuan tunggu di luar saja , saya akan menangani Nona " Ujar Dokter tersebut , yang melihat Steven akan ikut masuk ke dalam. Dokter tersebut adalah Dokter spesialis yang sudah di minta untuk menangani Triana , Steven sudah menghubungi nya sewaktu diri nya berada di jalan tadi ..

__ADS_1


"Baiklah " jawab Steven yang tidak ingin membuang buang waktu , diri nya sangat takut akan terjadi sesuatu kepada kekasih nya itu .


Dokter tersebut langsung bergegas masuk ke dalam ruangan dan memeriksa keadaan Triana. Setelah menunggu beberapa menit , akhirnya Dokter tersebut telah selesai melakukan pemeriksaan kepada Triana. Dokter tersebut keluar dari ruangan tersebut lalu menghampiri Steven yang tengah berdiri cemas menanti keadaan sang kekasih , Steven tampak termenung menatap langit langit rumah sakit , pikiran nya sudah melebar entah kemana mana , Steven sangat takut jika harus kehilangan orang yang paling diri nya cintai lagi setelah kepergian Ibu nya . Steven yang tengah melamun sampai sampai tidak menyadari Dokter membuka pintu dan menghampiri nya .


"Tuan Steven ??" Panggil Dokter kepada Steven. Steven langsung tersadar dan menoleh ke arah dokter yang menangani Triana .


"Bagaimana Dokter ? Bagaimana keadaan Triana? Apa dia baik baik saja ? Aku mau kau menangani nya sebaik mungkin , aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan nya !!" Cerocos Steven . Dokter yang mendengar nya menyunggingkan senyumnya , Steven ini memang pria yang sangat protektif kepada wanita nya , lalu dokter tersebut mencoba menjelaskan nya kepada Steven agar pria itu tidak panik lagi .


"Tuan tenang lah , Nona baik baik saja , Nona hanya sedikit pusing akibat mencoba mengingat sesuatu batuan . Apakah Nona sebelumnya bertemu dengan seseorang yang mengingat kan nya kepada masa lalu Nona ?" Tanya Dokter tersebut , Steven yang mendengar nya tampak berpikir sejenak , lalu mengingat kejadian tadi .


Apakah pria yang tadi yang aku lihat sedang bersama dengan Triana adalah masa lalu Triana ??


Batin Steven di dalam hati nya , yang merasa bahwa ini adalah suatu ancaman bagi nya , jika sampai Triana ingat masa lalu nya dan hal yang paling Steven takut kan adalah ketika Triana pergi meninggalkan nya .


"Ah tidak Dokter ! Aku tidak tau , tadi aku di kantor dan ketika pulang aku melihatnya sudah pingsan di dalam kamar !" Bohong Steven


"Apakah ada hal yang serius ?" Tanya Steven yang ingin memastikan keadaan Triana baik baik saja .

__ADS_1


"Tidak ada hal yang perlu di khawatir kan Tuan , tidak ada hal yang serius Tuan Steven ... Saya sudah memberikan obat kepada Nona agar sakit nya hilang dan sebentar lagi Nona akan sadar , dan setelah infus nya habis Nona bisa pulang nanti saya akan berikan resep untuk di bawa pulang ." Ucap Dokter tersebut yang di balas anggukkan kepala oleh Steven . Lalu Steven bergegas masuk ke dalam ruangan untuk menemani kekasih nya dan meninggalkan dokter tersebut sendirian.


"Beruntung sekali Nona bisa mendapatkan Tuan Steven , Tuan Steven pria yang sangat baik , berhati mulia dan sangat lah manis tidak ada kekurangan sedikit pun , Nona saja sangat di ratu kan , ahh aku wanita jadi merasa iri dengan Nona " ucap Dokter tersebut lalu melangkah kan kaki nya pergi .


__ADS_2