
"Silahkan Tuan , Nona di nikmati " ucap pelayan tersebut sambil menghidangkan martabak di atas meja Andrian dan Airin .
"Terimakasih " ucap Airin sambil tersenyum . Pelayan tersebut langsung pamit meninggalkan mereka , Airin dan Andrian langsung menyantap makanan yang sudah ada di depan nya , Airin tampak sangat menikmati makanan itu sampai mulut nya belepotan . Andrian yang menyadari itu langsung mengambil tissue dan membersihkan nya .
"Sayang makan nya jangan kayak gini , lihat lah , " ucap Andrian penuh dengan nada perhatian .
"Terimakasih sayang" Airin membalas nya dengan senyuman yang merekah di bibir nya , lalu mereka melanjutkan makanan nya. Ketika ingin melanjutkan tiba tiba ponsel Andrian berbunyi menandakan ada panggilan masuk .
Tring Tring
"Siapa ?" Tanya Airin sambil mengernyitkan sebelah alis nya . Pasalnya panggilan tersebut telah mengganggu mood makan nya .
"Robert " jawab Andrian jujur , membuat Airin hanya ber oh saja ,dan di rasa tidak mencurigakan dia langsung melanjutkan makanan nya . Sedangkan Andrian menjawab panggilan masuk dari sang asisten nya itu .
"Ya ada apa Robert ?" Tanya Andrian dari sambungan telepon nya dengan nada suara nya yang datar .
"Tuan , di sini ada Sesil , dia berbuat ulah di kantor tuan " ucap Robert .
"Apa ?" Pekik Andrian terkejut mendengar perkataan dari Robert .
"Iya Tuan , saya sampai kewalahan menghadapi wanita gila itu tuan" ucap lagi Robert .
__ADS_1
"Saya tidak mau tau , kamu bereskan semua nya , seret dan usir dia , saya tidak mau berurusan lagi dengan dia !" Andrian berbicara dengan nada tegas , dan langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak , membuat Robert mendecak kesal di sana .
"Oh Tuan , kalau saya bisa melakukan nya saya sudah melakukan nya sedari tadi , tuan tidak tau saja wanita apa yang saat ini saya hadapi , benar benar sudah sangat gila Tuan , bahkan urat malu nya saja sudah tidak ada , sitt kalau tuan tau pasti dia akan marah besar" ucap Robert sambil menghela nafas nya kasar . Bagaimana tidak dia melihat sendiri dengan mata kepala nya itu bahwa Sesil menunjukkan foto nya yang sedang tertidur dengan Andrian dulu di depan para kolega nya Andrian , ya saat ini Robert sedang meeting bersama para kolega , tetapi tiba tiba Sesil datang dan langsung mencari Andrian , tetapi Andrian tidak ada di kantor nya membuat Sesil sangat kesal , lalu dia menunjukkan beberapa foto masa lalu nya , dan langsung menunjukkan kepada beberapa kolega nya Andrian , Robert mengancam nya dan anak buah Andrian ingin menyeret wanita itu , namun beberapa kolega terenyuh melihat ekspresi Sesil yang sedang di buat buat di depan mereka semua nya .
"Lihat lah Pak , asisten nya seperti itu , saya sangat sedih pak , muka saya sangat tercoreng saat ini , saya seorang dokter tapi gara gara kelakuan Andrian aghhh saya tidak tau harus berbuat apa lagi , dia tidak mau bertanggung jawab sama sekali hiks hiks " Sesil pura pura menangis di depan semua para kolega Andrian ,
"Pak Robert , bagaimana ini , saya baru tau loh kalau Tuan Andrian seperti ini , setau saya selama ini dia tidak seperti itu mempunyai skandal yang sangat menjijikkan " ucap para satu kolega dari Andrian.
Robert menghela nafas nya dengan kasar , dia berusaha menjelaskan semua nya kepada para kolega tersebut .
"Ini tidak seperti apa yang bapak lihat semua nya , saya tau bagaimana betul dengan sifat tuan muda saya , dia sangat menjunjung martabat nya tinggi tinggi , dia sangat menjaga kehormatan nya sebagai lelaki , hanya untuk istri nya seorang , dia tidak pernah melakukan apa pun di luar seperti apa yang di sampaikan wanita gila itu !" Robert menunjukkan jari manis nya ke arah Sesil , ya saat ini nampak nya emosi Robert sangat tinggi gara gara Sesil.
"Lantas apa ini semua , ini bukti pak Robert , saya dan rekan rekan semua nya sudah melihat nya sendiri " ucap lagi salah satu kolega itu .
benar , besok kita lanjutkan lagi meeting nya , saya akan urus semua ini dulu " Robert pun mengakhiri meeting nya itu ,
"Saya tunggu penjelasan nya Pak Robert , saya ingin Tuan Andrian sendiri yang menjelaskan nya , dan apa bila tuan salah kami harap dia mau bertanggung jawab kepada wanita itu , kasihan pak ," ucap kolega itu lagi dan langsung melenggang kan kaki nya keluar ruangan meeting Andrian dan juga di susul dengan beberapa kolega yang lain . Robert hanya mengangguk kan kepala nya saja , lalu dia menatap Sesil dengan tatapan yang sangat tajam , seolah dia ingin menelan bulat bulat Sesil .
Sesil yang awal nya takut dengan tatapan dari Robert langsung menepis semua nya , dia berusaha tetap tenang dan santai demi semua misi nya berjalan dengan baik .
"Kau wanita gila " pekik Robert dengan rahang nya yang sudah mengeras .
__ADS_1
"Hahaha bertemu kembali Robert , kau selalu ada di sisi pria ku , aku sangat berterima kasih karena kau selalu menjaga pria ku itu , tapi kali ini kau tidak akan bisa mengacaukan rencana ku , " ucap Sesil penuh dengan semangat , dia yang awal nya takut menjadi sangat berani ini semua demi ingin memiliki Andrian .
"Jangan harap kau bisa mendapatkan tuan Andrian , kau tau Sesil , Tuan muda ku sudah mempunyai istri bahkan wajah nya lebih cantik dari wajah mu yang sangat murahan itu !" Robert tersenyum sinis melihat wajah Sesil yang tadi nya penuh dengan senyuman kini mendadak merah padam .
"Hei Kau ! Tidak ada wanita yang lebih cantik selain aku ! Dan ingat Robert bodoh , aku akan. menghancurkan wanita ****** itu dengan kedua tangan ku sendiri , karena wanita itu telah berani nya merebut milikku!" Ucap Sesil sambil menekan kan setiap kata kata nya .
Robert tertawa lepas mendengar perkataan dari Sesil , lalu dia mengubah raut wajah nya sangat seram dan mendekat ke arah Sesil , Robert mencekram bahu Sesil dengan sangat kuat , membuat Sesil meringis kesakitan .
"Baru ini ! Kau sudah merasa kan sakit ? Kau berani mengatakan Nona ku wanita ****** ? Yang wanita ****** itu adalah kau Sesil , dan ingat Sesil , ini belum seberapa sakit , lihat lah apa yang aku akan perbuat jika kau berani menyentuh Nona ku walaupun hanya seujung rambut nya "ucap Robert dan langsung menghempaskan tubuh Sesil ke lantai , membuat Sesil meringis kesakitan .
"Awww!" Ringis Sesil sambil memegang mengusap bokong nya yang sakit . Robert lalu menyuruh anak buah Andrian untuk menyeret wanita itu , dan lagi lagi Sesil berbuat ulah , dia bangkit dari jatuh nya dan langsung berlarian ke arah para karyawan di sana dan menunjukkan semua foto itu, membuat Robert menghela nafas nya kasar , Robert ingin sekali menghancurkan wanita sialan itu , namun dia tetap harus tenang dan menjaga image Tuan muda nya .
Sementara Airin yang mendengar ucapan suami nya dengan asisten pribadi nya merasa penasaran , Airin ingin menanyakan kepada suami nya itu apa yang sebenarnya terjadi. Ya walaupun ekspresi Andrian saat ini santai dan biasa biasa saja , seolah olah tidak ada sesuatu yang terjadi .
"Sayang ada apa ? Ada masalah di kantor ?" Tanya Airin .
"Emmm masalah kecil sayang , aku yakin Robert bisa mengatasi nya , ayo habis kan makanan nya , aku tidak mau mengganggu mood makan mu sayang " jawab Andrian sambil tersenyum .
"Sayang ayolah , kau urus saja masalah itu , aku tidak apa apa kok, lagian aku sudah sangat kenyang" Airin berbohong , padahal diri nya masih ingin makan martabak lagi , bahkan ingin memesan nya lagi , tapi dia tidak ingin egois .
"Baik lah , sayang ikut ke kantor juga ya , " ajak Andrian , Airin hanya mengangguk kan kepala nya ,
__ADS_1
Andrian langsung membayar semua makanan itu dan melenggang pergi ke luar restauran itu dan pergi ke kantor bersama dengan Airin .