
Setelah Andrian dan Airin sudah selesai bicara , mereka berdua memutuskan untuk turun ke bawah dan bergabung bersama keluarga besar mereka . Tapi Airin kesal dengan penampilan suami nya hari ini , ya menurut nya sangat aneh saja penampilan nya tidak biasa nya penampilan nya seperti itu .
"Sayang kenapa penampilan mu kali ini aneh sekali ?" Tanya Airin sambil memperhatikan Andrian dari atas hingga bawah . Andrian juga melirik penampilan nya kali ini , dia juga terkejut karena penampilan nya sangat lah acak acak kan .
"Oh Tuhan , aku berpenampilan seperti ini sedari tadi , bagaimana bisa , ini semua karena mu sayang , aku sudah tidak memikirkan penampilan ku lagi karena ulah mu" ucap Andrian sambil memanyunkan bibirnya seolah sedang merajuk .
Airin yang mendengar perkataan suami nya itu hanya mengeryitkan sebelah alis nya
"Karena Aku ? Apa aku yang membuat mu seperti ini ? Setau aku tadi malam aku tidak pulang?" Tanya Airin .
"Iya karena mu lah , biasa nya kamu yang selalu menyiapkan semua nya , dari pakaian , makanan dan ....." Andrian memotong perkataan nya sambil menggoyangkan sebelah alis nya dengan nakal .
"Dan apa ? Udah sana mandi , aku akan siapkan semua nya " ucap Airin kesal sebab wajah nya sudah menjadi merah seperti tomat karena di goda oleh Andrian, Airin mendorong tubuh suami nya itu ke kamar mandi , Andrian hanya mengikuti saja , setelah Andrian sudah di kamar mandi , Airin menutup pintu kamar mandi dan dia kembali ke kasur , Andrian membuka lagi pintu kamar mandi dan hanya menampilkan kepala nya saja .
"Sayang mandi bareng yuk" ajak Andrian dengan senyuman nakal nya.
"Andriannnnn" pekik Airin kesal .
"Apa sayang , kan sudah sering ? Aku kangen " rengek Andrian seperti bayi .
"Sudah cepet mandi , atau aku ngambek lagi ini " ancam Airin .
"Iya iya deh " Andrian akhirnya mengalah dari pada istri nya itu ngambek lagi jadi dia tambah pusing . Airin tersenyum melihat raut wajah suami nya seperti itu , dia senang sekali bisa seperti ini lagi bersama suami nya , ya walaupun dia awal nya kesal dan kecewa tapi semua itu dia tepis kan , dia sudah mengetahui semua tentang masa lalu suami nya ,ya walaupun agak sedikit menyakitkan namun dia harus terima toh Andrian tidak berbohong sama sekali .
Andrian sudah siap dengan mandi nya dan juga sudah mengenakan pakaian dengan rapih , Andrian melirik ke arah istri nya yang sedang tersenyum melihat nya . Andrian langsung menghampiri istri nya dan meletakan tangan nya di pinggang sang istri ,
__ADS_1
"Kenapa sayang kok senyum senyum ?" Tanya Andrian .
"Suka aja sama penampilan mu yang saat ini , dari pada yang tadi uhh aku jamin pasti tadi Robert dan beberapa anak buah mu sudah menertawakan mu" ledek Airin , Andrian langsung menyatukan kening nya dengan kening istri tercinta nya itu .
"Mereka tidak ada yang berani mentertawakan ku sayang" ucap Andrian sambil mencium bibir istri nya itu .
Airin mendorong tubuh Andrian ,
"Kata siapa mereka tidak berani , lihat lah nanti , aku akan membuktikan nya " ucap Airin yang langsung bergegas keluar dari kamar nya .
Andrian tersenyum melihat tingkah sang istri , dia juga bergegas keluar kamar mengejar sang istri .
"Sayang tunggu " teriak Andrian. Namun Airin tidak menghiraukan panggilan sang suami . Dia terus berjalan sampai di tempat keluarga nya yang sedang duduk berkumpul bersama , Airin kemudian mendudukkan diri nya di sofa. Andrian berlarian kecil dan terus saja merengek memanggil istri nya membuat kedua mertua dan kedua orang tua nya terkekeh melihat tingkah dari Andrian , ya bagaimana tidak sangat bertolak belakang sekali dengan sikap nya yang biasa nya dingin dan kejam itu , bahkan terhadap semua musuh Andrian tidak segan segan menampakkan wajah kejam nya , sampai mereka saja gemetar pada ketakutan. Apa lagi anak buah nya kalau melihat tingkah bos nya seperti ini bisa bisa mereka tertawa sekeras nya .
"Sudah Pa " jawab Andrian yang langsung ikut duduk di samping istri nya itu .
"Mulai sekarang , kalian harus lebih sering lagi terbuka ya , jangan ada rahasia di antara kalian , papa tidak mau mendengar kalian seperti ini lagi , " Ucap Mama Airin sambil memandangi kedua anak nya . Mereka mengangguk kan kepala nya paham . Kemudian mereka saling menatap .
"Kami janji Pa , Ma , akan lebih sering lagi terbuka " ucap mereka bersamaan membuat kedua sepasang orang tua nya tersenyum bahagia . Ya masalah nya selesai .
"Ya sudah , kejadian ini jadi pelajaran buat kalian berdua" ucap Mama nya Andrian menasehati kedua anak nya yang baru memulai bahtera rumah tangga .
"Iya , kalian ini gak malu apa sama calon cucu Papa , " ledek Papa Kelvin sambil terkekeh membuat yang lain juga ikutan terkekeh .
"Oya ,sayang tadi Papa dapat surat dari kampus katanya kamu besok ikut sidang bersama suami kamu" ucap Papa Rahendra" sambil menyodorkan dua buah surat .
__ADS_1
"Loh kamu kapan selesai kan skripsi , kenapa kita sama ikut sidang nya ?" Tanya Airin yang curiga sebab suami nya kan selalu ke kantor mengurus perusahaan Keluarga nya ,
"Aku setiap hari ikut kelas online sayang " ucap Andrian ,
"Dan selesai sidang kita akan wisuda bareng " tambah Andrian lagi .
"Ck gak asik " ucap Airin sambil memanyunkan ujur bibirnya.
"Asik asik aja dong " timpal Andrian sambil terkekeh kecil melihat raut wajah istri nya .
"Sudah sudah kenapa kalian ribut lagi , ayo kita makan siang , ini sudah masuk jam makan siang " ucap Papa Kelvin melerai kedua anak nya . Semua nya mengangguk kan kepala nya dan berniat berdiri , namun ketika Rahendra ingin berdiri putri nya itu mencekal tangan nya .
"Oya Pa, setelah selesai wisuda Airin mau kerja ya Pa ?" Pinta Airin kepada Papa nya , karena dia ingin sekali menjadi wanita mandiri tidak selalu bergantung kepada kedua orang tua nya apa lagi suami nya .
Tuan Rahendra mengeryitkan sebelah alis nya , dia menatap putri semata wayangnya kemudian beralih ke menantu nya .
"Kamu salah minta ijin ke Papa , kamu minta ijin lah ke suami mu" ucap Papa Rahendra .
"Yahh kalau minta sama Andrian pasti gak di kasih deh Pa " ucap Airin yang seperti nya sudah bisa menebak apa yang akan di kata kan oleh sang suami ketika dirinya meminta ijin untuk berkerja setelah selesai wisuda .
"Coba aja dulu " kata Papa Rahendra kemudian Papa Rahendra mengajak besan nya untuk makan siang bersama yang telah di siapkan oleh para pelayan . Semua nya pergi menuju ke meja makan ya kecuali Airin dan juga Andrian , mereka tidak mau ikut campur dengan urusan sang anak , biar lah mereka menyelesaikan nya sendiri , mereka cukup memantau nya saja . Airin dan Andrian mereka sama sama masih dalam keadaan hening . Airin sekilas menatap wajah tampan suami nya itu , dia menarik nafas nya pelan , lalu memegang tangan suami nya itu .
"Sayang ?Boleh ya ?" Pinta Airin dengan nada manja nya . Andrian kemudian menoleh ke arah istri nya dia menatap istri nya dengan lekat .
"Ada alasan ?" Tanya Andrian dengan nada datar nya , ya seperti nya dugaan Airin sangat lah tepat , bahwa suami nya itu pasti tidak akan mengijinkan nya .
__ADS_1