
"Sempurna " Ucap dokter yang menangani Airin .
"Mari Nona , ikuti arahan dari saya " ucap nya lagi .
"Tarik Nafas hembuskan silahkan anda mengejan seperti yang sudah pernah kita ajarkan " ucap Dokter itu .
"Uhhhhhh Aaaaaaaah" teriak Airin.
"Ayo Nona " Ucap Dokter
"Uuuh. ,.. aaaaaaaa" teriak Airin lagi .
"Ayo Nona lagi sedikit lagi " ucap Dokter itu lagi kepada Airin yang terus menerus mengejan
Ya bagaimana kondisi Andrian saat ini Andrian saat ini sangat lah frustasi di atas kepala sang istri , dia tidak henti henti nya menangis .
"Hei bagaimana ini , apa yang kau lakukan , aku tidak membayar mu hanya untuk mengatakan seperti itu ya , !" Bentak Andrian yang melihat Dokter yang menangani istri nya hanya mengatakan hal seperti itu tapi tidak melakukan tindakan apa pun. Dokter tersebut menghela nafas kasar , dia sudah terbiasa dengan ucapan kasar dari tuan nya ini .
"Maaf tuan , memang seperti ini " jawab Dokter tersebut .
"Tapi _" Ucapan nya terhenti ketika .
"Uhhhh aaaaaaaaaaaaa" Teriak Airin teriak Airin bersamaan keluar nya seorang bayi .
"Oeeek oeeek " tangis bayi itu pecah di dalam ruangan itu .
"Selamat Tuan , Nona , bayi anda lelaki , dan kondisi nya sangat lah sehat Tuan Nona " ucap Dokter tersebut sambil mengecek kondisi bayi Andrian dan Airin . Mendengar perkataan dari dokter tersebut , tampak senyuman merekah keluar dari bibir Airin , rasa sakit yang sedari tadi ia rasakan seakan hilang dalam sekejap mata karena telah mendengar bayi nya sehat sehat saja ,
__ADS_1
"Boleh aku gendong ?" Pinta Airin.
"Maaf Nona , kami akan membersihkan Nona dulu , nanti setelah itu , Nona bisa menggendong bayi Nona, dan memberikan nya asi " ucap salah satu suster itu . Airin hanya mengangguk kan kepala nya .
Andrian yang melihat itu langsung memeluk istri nya , dia mencium kening sang istri dengan lama . Andrian tidak menyangka saat ini status nya bukan hanya sebagai suami tetapi sudah menjadi ayah , dia merasa sangat bahagia sekali ,
"Terimakasih sayang Terimakasih aku berjanji aku akan menjaga mu dan juga bayi kita sayang , aku tidak akan membiarkan siapa pun mengusik kebahagiaan kita sayang , sekarang hanya ada kamu dan bayi kita sayang yang merupakan pelengkap di dalam kehidupan ku" ucap nya sambil terus terusan mencium kening sang istri . Airin yang mendengar perkataan suami nya dia menyunggingkan senyuman manis nya . Dia juga tidak menyangka saat ini setatus nya sudah bertambah menjadi seorang ibu , dia ingin menjadi ibu yang baik untuk anak nya , seperti kasih sayang yang telah ibu nya berikan selama ini untuk nya , dia tidak pernah kekurangan sedikit pun kasih sayang kedua orang tuanya itu .
"Iya sayang , aku juga sangat senang bayi kita sudah lahir , sayang dia pasti sangat tampan ya seperti dirimu " ucap Airin dengan nada pelan ,
"Hei jelas lah dia kan anak ku , pasti tampan seperti ku , jelas jelas Daddy nya saja sangat lah tampan" jawab Andrian dengan nada songong nya, membuat Airin memutar bola mata nya malas .
"Nyesel banget aku muji kamu " cetus Airin .
"Sayang ..." lirih Andrian dengan nada manja nya .
Sedangkan di luar sudah ada dua pasang orang tua paruh baya yang sedang menunggu kelahiran penerus mereka , mereka tampak sangat khawatir , namun ketika mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu , kekhawatiran mereka sirna , mereka berpelukan satu sama lain karena penerus mereka telah lahir ke dunia ini .
"Cucu kita sudah lahir " ucap Tuan Kelvin .
"Ya , kita sudah memiliki
cucu Kelvin " sahut Tuan Rahendra sambil memeluk besan nya itu .
"Ha laki laki apa perempuan ya?" Tanya Mama nya Airin .
"Lelaki atau perempuan sama saja yang penting sehat " jawab Mama nya Andrian .
__ADS_1
"Aku tidak sabar melihat cucu ku " ucap Tuan Kelvin .
"Sabar eh itu " ucap Tuan Rahendra sambil melihat ke arah pintu yang sedang terbuka .
Cekklek
Dokter yang menangani Airin itu keluar , mereka langsung menghampiri dokter tersebut .
"Bagaimana dok , bagaimana kondisi anak saya dan juga cucu saya " ucap Tuan Kelvin yang sedari tadi sudah tidak sabar menanti kehadiran pewaris nya .
"Kondisi Nona Airin baik Tuan , dan bayi nya sangat lah sehat , jenis kelamin nya laki laki tuan dan sangat lah tampan "ucap Dokter tersebut , membuat dua pasang orang tua paruh baya itu tak henti hentinya mengucap kan syukur .
"Baik lah saya tinggal dulu ya Tuan besar , Nyonya besar saya ingin mengurus hal yang lain " pamit dokter tersebut , mereka semua mengangguk kan kepala nya , dan mereka langsung masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat penerus mereka.
Di dalam ruangan Airin sudah di bersihkan dan saat ini dia sudah siap memberi asi nya untuk pertama kali nya kepada bayi nya , awal nya sangat lah sakit sampai dia meringis dan Andrian melarang Airin , namun Airin tetap bersikeras akan memberi kan asi nya kepada anak nya , dia terus terusan memberi penjelasan kepada sang suami , bahwa awal nya memang sakit tapi nanti tidak dan akhirnya Andrian mengijinkan nya .
"Sayang " Suara wanita paruh baya mengalihkan tatapan mereka ke arah bayi nya , mereka menatap wanita yang memanggil nya tadi dan di belakang nya sudah ada beberapa orang lain , yang tidak lain adalah Mama , Papa nya Airin dan juga Mama , Papa nya Andrian .
"Cucu Oma " ucap Mama nya Andrian langsung mengambil bayi yang sedang berada di dalam gendongan Airin . Sekarang kehadiran bayi itu menjadi pelengkap bagi keluarga mereka , bagaimana tidak bayi itu adalah pewaris dari keturunan tiga raja bisnis yang sangat ternama , Tuan Kelvin , Tuan Rahendra , dan Andrian .
"Mirip Andrian kecil ya Pa " Ucap Mama nya Andrian yang melihat wajah cucu nya mirip sekali wajah Andrian seperti bayi nya .
"Iya serasa kayak Andrian lahir lagi ya Ma , cucu opa , sayang " ucap Tuan Kelvin sambil mengelus pipi bayi itu dengan lembut .
"Iya dong Ma , Pa , Andrian kan keren + ganteng jadi anak Andrian juga mirip kayak Daddy nya " jawab Andrian angkuh , membuat kedua orang tua nya memutar bola mata nya malas .
"Iya iya deh " ucap Mama nya Andrian dengan nada yang malas .
__ADS_1
Membuat semua nya hanya terkekeh melihat tingkah pede Andrian , mereka pun bergilir menggendong bayi itu , rasa bahagia senang semua mereka rasakan saat ini .