
Sesampainya Andrian dan Airin di kantor mereka berdua benar benar terkejut melihat kekacauan yang dibuat Sesil , bagaimana tidak Sesil semakin berulah , dia kini sedang duduk sambil terisak nangis dan menjerit jerit di depan para karyawan perusahaan milik Andrian , Andrian yang melihat kejadian itu sangat lah geram , dia langsung mengeraskan rahangnya , sementara Robert dan anak buah nya sedari tadi bingung ingin melakukan apa lagi terhadap wanita gila itu . Pasal nya ketika mereka ingin mengusir Sesil , beberapa karyawan yang berada di sana menghalangi nya. Jadi mereka takut nama bos nya menjadi buruk di mata para karyawan nya .
Robert dan para anak buah Andrian yang melihat kedatangan Tuan dan Nona nya langsung bergegas berlari menuju ke arah Tuan dan Nona nya , mereka memberikan hormat kepada Tuan dan Nona nya .
"Mengapa kalian masih diam saja?" Pekik Andrian dengan nada emosi sebab di lihat nya sedari tadi Robert dan anak buah nya hanya diam saja , tidak melakukan apa apa .
Robert yang mendengar nada suara tuan nya pun menunduk kan kepala nya ,dia sangat takut saat ini tuan nya benar benar marah kepada nya dan para anak buah yang lain nya .
"Roberrrrrt" Bentak Andrian .
"I-iya Tuan " ucap Robert terbata bata.
"Katakan !!!" Robert pun langsung menjelaskan semua nya , berharap tuan nya bisa mengerti apa maksud nya.
"Tuan , jika kita bertindak gegabah , saya yakin semua para karyawan di sini pasti akan menganggap tuan yang salah , jadi kita harus santai menghadapi wanita gila itu tuan" ucap Robert dengan pelan .
"Saya tidak mau tau , usir dia !" Titah Andrian kepada Robert dan para anak buah nya yang tidak bisa di ganggu gugat.
"Ta - tapi Tuan " Robert ingin menjelaskan nya lagi , namun ucapan nya langsung di potong oleh
__ADS_1
Andrian .
"Apa kalian tuli , bagaimana bisa kalian selemah ini menghadapi wanita gila itu ?" Ucap Andrian lagi masih dengan nada penuh emosi . Robert saat ini sangat lah bingung , sebab kalau mereka melakukan tindakan gegabah otomatis para karyawan akan menilai buruk Andrian . Seketika Robert pun memiliki ide ,Robert yang mengetahui kalau Tuan nya akan luluh dengan istri nya , dia langsung melirik Nona nya yang keberadaannya di samping Tuan nya ,Airin yang mengetahui maksud dari sang asisten pribadi suami nya langsung menghela nafas dengan pelan , Airin langsung meraih tangan kekar suami nya dan mencoba bergelayut manja di tangan suami nya tersebut , berharap suami nya bisa meredam emosi nya , dan bisa berpikir lebih jernih lagi dalam melakukan tindakan nya .
"Sayang " panggil Airin dengan lembut , Andrian yang mendengar panggilan manis dari sang istri langsung mengusap wajah nya dengan kasar , dia perlahan mengatur nafas nya dan langsung menoleh ke arah istri tercinta nya .
"Iya sayang !" Ucap Andrian lembut sambil mengulas kan senyuman manis nya , senyuman yang tidak pernah di lihat siapa pun kecuali sang istri .
"Yang di katakan oleh Robert itu benar sayang , sebaik nya kamu harus berpikir dulu dalam menghadapi wanita itu , kalau kamu langsung gegabah aku yakin , semua karyawan di kantor ini akan memandang kamu jelek , dan membenarkan ucapan wanita itu " ucap Airin dengan lembut , Andrian yang mendengar nya langsung menghela nafas kasar , dia memejamkan sejenak kedua bola mata nya , agar dia bisa berpikir lebih jernih lagi , dan tidak melakukan tindakan yang membuat image nya menjadi buruk di depan semua karyawan nya , ya bagi Andrian image nya sangat lah penting karena dia tidak ingin para karyawan menilai atasan nya dengan sikap nya yang buruk , dia ingin semua karyawan nya menilai nya sebagai atasan yang memiliki sifat yang baik , agar mereka bisa mencontoh nya .
Andrian membuka mata nya perlahan di rasa nya sudah tenang dia langsung menoleh ke arah sang istri .
"Robert ! " Panggil Andrian dengan nada tegas nya .
"Ya Tuan " jawab Robert .
"Kumpulkan semua nya ke salah satu ruangan yang luas, dan siapkan bukti yang dulu !!" ucap Andrian dengan nada tegas nya , membuat Robert hanya mengangguk kan kepala nya dan langsung bergegas menjalankan perintah dari Tuan nya , beserta dengan anak buah Andrian
Robert pun langsung menjalan kan perintah tuan nya. Robert mencari berkas berkas , sedangkan anak buah nya mengumpulkan para karyawan dan juga mengamankan wanita gila itu .
__ADS_1
Sementara Airin dan Andrian kini melangkah kan kaki nya ke arah lift , menuju ke ruangan Andrian , mereka berencana akan mengistirahatkan tubuh nya dahulu , sebelum mereka menghadapi nya nanti .
Ting
Bunyi lift terbuka , Andrian dan Airin langsung memasuki lift tersebut dan mengarahkan lift nya ke lantai atas tempat di mana ruangan Sang CEO berada
Tidak membutuhkan waktu yang lama lift pun terbuka Andrian dan Airin langsung berjalan memasuki ruangan CEO , dan mereka kini sudah berada di dalam ruangan Andrian , Andrian masih saja tidak habis pikir dengan kejadian semua ini .Mengapa bisa wanita itu melakukan hal sebodoh ini , apakah dia tidak malu ? Atau apa kah dia tidak memikirkan reputasi nya nanti sebagai seorang dokter , padahal ini semua akan menjadi viral , bahkan Andrian pun tidak mengetahui kalau Sesil sudah mempunyai seorang suami. Andrian menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang lembut dia memejamkan mata nya , dia ingin meredamkan amarah nya , dia tidak ingin semua masalah nya akan menjadi runyam , apa lagi saat ini istri nya sedang hamil , Andrian sangat lah takut akan terjadi sesuatu kepada janin dan juga istri nya karena terlalu memikirkan hal yang menurut Andrian tidak lah penting .
Airin yang baru keluar dari kamar mandi ,dia melihat suami nya langsung menghampiri nya , Airin berbaring di atas paha suami nya membuat suami nya langsung membuka mata nya dan menatap wajah sang istri .
"Sayang apa baik baik saja ?" Tanya Andrian seraya mengelus puncak kepala sang istri , Andrian sesekali membelai rambut panjang yang cantik milik istri nya itu .
"Aku baik baik saja" jawab Airin dengan mengulas senyuman di raut wajah nya , tapi Andrian merasa senyuman itu hanya lah senyuman terpaksa , dia menyangka istri nya saat ini merasa kesal dengan apa yang terjadi saat ini .
"Pulang lah , aku akan mengantar mu , aku tidak ingin kamu kecapean sayang " ucap Andrian yang masih setia dengan membelai wajah sang istri . Airin mendongak kan kepala nya menatap sang suami ....
"Apa kau meragukan ku ? Apa kau tidak ingin aku menemani mu di sini? Oh apa kau ingin menyembunyikan sesuatu lagi dari ku ? " Tanya Airin yang seperti nya mode emosi nya sekarang sudah aktif , membuat Andrian yang mendengar nya langsung meringis .
"Ya aku mau lah sayang di temani istri ku yang super super cantik ini , maaf aku tidak bermaksud seperti itu sayang , tidak ada yang aku sembunyikan dari mu lagi sayang , kau lah cinta ku , kau lah hidup ku sayang , aku tidak akan mengecewakan mu lagi sayang , kau ingat kan aku sudah berjanji kepada mu !" Ucap Andrian dengan lembut dan panjang lebar , dia takut bumil nya salah paham kepada nya . Ya Andrian tidak perduli kalau ucapan nya di bilang sangat lah lebai , yang terpenting istri nya luluh dan tidak mengungkit apa pun lagi.
__ADS_1