
Setelah dokter keluar Airin masih dengan wajah jutek nya berbaring sambil membelakangi Andrian , Andrian yang merasa sangat bersalah selalu membujuk nya , namun Airin tidak memperdulikan kan nya ia tetap cuek kepada Andrian . Sebenarnya hati nya sangat lah senang melihat orang yang disayangi baik baik saja , apa lagi mendengar bahwa diri nya sudah hamil rasa nya ia ingin memeluk suami nya itu , tapi ia masih ingin memberikan pelajaran kepada suami nya itu .
"Sayang , maafin Aku ya , Aku tidak bermaksud membohongi Mu sayang , ayo lah dengar kan Aku" Berusaha merayu Airin , namun Airin tetap diam .
"Sayang , Aku punya alasan sendiri kenapa Aku seperti itu. Karena Aku ingin mencari tau siapa pelaku nya sayang ayolah " Rengek nya lagi namun sepertinya tidak mempan .
"Sayang tidak baik loh, Ibu hamil ngambek nanti dedek bayi nya nangis di dalam " ucap nya lagi
"Ha Kau pikir Aku bodoh , enak saja Kau mencoba merayu Ku , Aku tidak mempan" batin Airin di dalam hati .
Andrian seperti nya tidak lelah merayu Airin , sampai dokter datang mengecek kondisi Airin , .
"Maaf permisi Tuan mengganggu anda , saya ingin mengecek keadaan Nona Airin , " ucap dokter sambil memakai stetoskop nya dan mengarah kan ke Airin .
" Bagaimana kondisi nya dokter ?" Tanya Andrian ketika dokter mengalungkan kembali stetoskop nya .
"Kondisi Nona sudah stabil , Nona bisa pulang , tapi jangan terlalu capek dulu banyak istirahat , jangan banyak pikiran karena sangat mempengaruhi janin nya , saya akan memberikan nya obat dan vitamin . Kalau begitu saya permisi Tuan , Nona , nanti suster akan mengantar kan obat nya ." Ucap dokter,
"Terima kasih dokter "
"Iya Tuan , jangan lupa ya nanti sebelum pulang ke ruangan dokter kandungan dulu , kita akan melakukan USG , "
"Baik dokter " ucap Andrian ..
Dokter pun langsung pergi karena ada urusan lain , karena kondisi Airin tidak ada masalah Airin di perbolehkan pulang , tidak perlu rawat inap .
Suster datang membawa obat, dan langsung berjalan menuju Airin untuk membukakan selang infus di tangan Airin. .
Setelah siap membukakan selang infus , suster memberi kan obat dan mengajak Andrian dan Airin pergi menuju ruangan dokter kandungan .
"Ini Tuan obat nya , mari saya antar ke ruangan dokter kandungan " ucap nya.
Andrian dan Airin langsung berjalan dengan suster yang tadi menuju ke ruangan dokter kandungan. Sesampainya di depan ruangan suster tadi membuka pintu lalu masuk .
"Dok ada Tuan Andrian dengan istri nya ingin USG " ucap nya..
Dokter yang tadi masih fokus ke arah laptop langsung bangun mendengar nama Tuan Andrian .
__ADS_1
Siapa yang tidak kenal dengan anak pemilik Rumah Sakit tersebut .
"Suruh masuk" ucap nya
Suster tadi langsung keluar dan menyuruh Andrian dan Airin masuk .
"Tuan silahkan masuk , "
"iya " ucap nya dengan nada datar , lalu suster tadi beranjak pergi untuk kembali mengerjakan tugas nya lagi.
"Selamat datang Tuan dan Nona , senang sekali bisa di kunjungi dengan anda Tuan" Ucap dokter itu ramah .
"Iya dokter , "
"Saya sudah mendengar dari dokter Risa , kata nya Nona sedang mengandung selamat ya Nona " ucap dokter tersebut , Dokter Risa adalah dokter yang menangani Airin tadi .
"Terimakasih dokter " jawab Airin dengan senyuman manis nya.
"Silahkan Nona berbaring di brangkar , saya akan memulai nya " Airin pun berbaring di brangkar tersebut . Dokter itu mengoleskan gel di perut Airin , gel itu tampak dingin , dan meletakkan suatu alat ke perut Airin yang sudah di olesi gel tadi dan menggerakkan alat tersebut . Andrian yang penasaran mendekat duduk di samping Airin sambil memperhatikan apa yang di lakukan dokter tersebut .
"Lihat Tuan, Nona , itu tampak seperti bintik bintik , itu janin Tuan dan Nona janin nya masih berusia empat Minggu " ucap dokter tersebut , Andrian langsung memperhatikan layar monitor tersebut betapa bahagia nya ia melihat calon buah hatinya itu ,
Lalu dokter meletakkan alat itu dan memberi pengarahan kepada pasangan tersebut .
"Nona harus banyak istirahat , karena janin nya masih sangat kecil, Nona jangan banyak melakukan aktivitas yang terlalu menguras tenaga "
"Baik dokter ,"
"Terimakasih dokter , kalau begitu saya dan istri saya permisi dulu" Pamit Andrian
"Iya Tuan , hati hati ya Tuan dan Nona , terimakasih sudah berkunjung "
" Iya dokter" jawab mereka serentak. Mereka pun berjalan pergi keluar rumah sakit untuk kembali ke kediaman Rahendra .
"Sayang aku sangat bahagia sekali " ucap Andrian namun tidak di balas dengan Airin , karena Airin masih kesal dengan nya .
Di luar rumah sakit tampak Robert sudah menunggu Andrian dan Airin, karena Andrian sebelum nya sudah menelpon Robert untuk menyiapkan mobil nya ..
__ADS_1
Mereka berjalan menuju mobil namun tetap dalam diam , Andrian lalu membuka kan pintu mobil nya seperti biasanya mempersilahkan Airin masuk , namun Airin tetap cuek saja tidak ada respon sedikit pun , ia malah meraih pintu mobil yang ada di depan dan membuka nya lalu masuk .
"Robert Kau duduk di belakang ,biar Aku yang membawa mobil nya" ucap nya sambil bergegas masuk ke dalam mobil.
"Baik Tuan" Robert hanya geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan tingkah kedua nya ..
Mobil pun berjalan meninggalkan rumah sakit dan menuju ke kediaman Rahendra .
Di dalam mobil tampak nya Andrian mencoba merayu Airin lagi , ia mencoba memegang tangan nya .
"Sayang" panggil nya sambil memegang tangan Airin , Airin langsung menepis tangan Andrian .
"Kalau Kau berani menyentuh Ku lagi Aku akan turun" dengan nada kesal .
"Sayang Maaf" rengek Andrian .
"Diam atau Aku turun" ucap nya . Mau tidak mau Andrian memilih diam daripada harus menurunkan Airin ..
Robert yang melihat tingkah bos nya itu hanya tertawa . Andrian yang menyadari Robert tertawa langsung menegur nya .
"Robert kenapa kau tertawa" ucap Andrian dengan nada tinggi ,
"Maaf Tuan"
"Awas Kau " ancam Andrian . Robert pun langsung diam takut ancaman dari bos nya .
Suasana hening sampai di kediaman Rahendra , Andrian yang ingin membukakan pintu untuk Airin namun Airin sudah membukanya dulu dan langsung masuk kedalam rumah .
"Non sudah pulang?" Tanya salah satu pelayan disana .
"Sudah Bi , Bi masakan saya nasi goreng dan antar ke kamar ya" Airin berlalu dan menuju kamar .
"Baik Non" ucap pelayan itu ,
"Airin sayang " panggil Andrian , namun ketika sampai ke dalam kamar Airin mengunci pintu nya dari dalam .
"Sayang buka , maafin Aku , Aku bisa jelasin semua ini sayang " ucap nya ,
__ADS_1
Namun Airin tidak menghiraukan Andrian , ia tidak peduli dengan rengekan nya , ia langsung membersihkan tubuh nya .