
Sudah Satu bulan lama nya Airin kembali dengan Andrian, dan kehidupan mereka sudah kembali lagi seperti biasa nya. Mama dan Papa nya Andrian juga sudah berdamai, sedangkan Steven pria itu sudah tidak pernah terlihat lagi . Padahal Papa dan Mama nya Andrian meminta Steven agar tinggal bersama dengan mereka , dan akan memberikan kasih sayang mereka sepenuhnya kepada Steven. Namun Steven menolak nya mentah mentah , diri nya tidak akan sanggup jika harus hidup bersama dengan Andrian dan Airin. Walaupun Steven sudah memaafkan kesalahan Tuan Kelvin dan istri nya , Steven juga tidak menampik jika harus dekat dengan Tuan Kelvin yang notabene nya adalah ayah kandung nya.
Uwek Uwek .
Sudah satu Minggu ini Airin terus menerus muntah , diri nya juga merasakan pusing .
"Sayang ~ ," panggil Andrian yang menghampiri Airin yang sedang memuntahkan isi perut nya di wastafel kamar mandi .
"Kita ke dokter ya ??" Andrian tidak tega ketika melihat wajah pucat sang istri , Airin sangat pucat dan lemas sampai diri nya sudah tidak mampu untuk berjalan lagi .
Namun Airin langsung menggeleng kan kepala nya tidak mau di bawa ke rumah sakit.
"Enggak usah , mungkin aku cuman masuk angin aja kok , kamu enggak usah cemas ya !" Tolak Airin dengan nada yang lembut agar Andrian tidak kecewa. , Namun siapa sangka ketika Airin hendak ingin melangkah kan kaki nya tiba tiba tubuh nya oyong dan Airin langsung terjatuh tidak sadarkan diri. Untung saja Andrian dengan sigap menangkap nya .
Andrian langsung menggendong tubuh Airin yang sudah lemas dan membawa nya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit.
"Istri anda hamil Tuan , dan usia kandungan nya sudah menginjak 2 Minggu ." ujar sang dokter kepada Andrian .
Andrian yang mendengar bahwa istri nya tengah hamil langsung membulatkan kedua bola mata nya , pasal nya dari awal Airin kembali sampai Satu bulan ini diri nya dan Airin belum melakukan hubungan suami istri , alasan nya karena Driaen tidak ingin tidur tanpa Airin , dan Andrian memaklumi nya . Dan ini apa , ?? Apa Andrian tidak salah dengar jika istri nya saat ini tengah hamil , ?? Lantas dengan siapa istri nya hamil . Sungguh pertanyaan itu terus saja berputar di dalam kepala Andrian.
"Eungh " Lenguhan itu keluar dari mulut Airin , Airin baru saja tersadar dari pingsan nya , Airin mengerjap kan kedua bola mata nya lalu menatap sekeliling , dan melihat Andrian yang tengah menatap nya dengan tatapan yang sangat tajam .
"Apa kita di rumah sakit ??" Tanya Airin .Bukan nya menjawab pertanyaan dari Airin , Andrian malah menghela nafas nya kasar lalu duduk di sebelah Airin.
"Anak siapa itu ,,??" Tanya Andrian dengan nada datar nya .
__ADS_1
Airin mengeryitkan sebelah alis nya bingung ketika Andrian menanyakan hal seperti itu .
"Maksud nya apa Andrian , aku tidak mengerti??" Tanya Airin .
"Anak siapa yang kamu kandung Airin ??" Bentak Andrian yang sudah tidak sanggup lagi menahan emosi nya. Airin yang mendengar ucapan dari Andrian langsung terkejut dan bangun dari tidur nya .
"A_Aku hamil ??" Tanya Airin .
"Aku tanya anak siapa itu ,?? Aku tidak menyangka jika kami tega mengkhianati ku Airin !! Itu jelas bukan darah daging ku ,!!" Pekik Andrian dengan nada tinggi.
Airin menangis mendengar nada bicara Andrian yang sangat tinggi , selama ini Andrian tidak pernah berbicara dengan nada tinggi seperti itu ,
"Maaf kan aku , Andrian , maaf kan aku .. Aku salah Andrian , aku salah telah melakukan nya sebelum aku pulih dari ingatan ku " Ucap Airin .
"Jadi ini anak siapa ?" Tanya memperdulikan kata maaf dari Airin , Andrian terus menerus menanyakan siapa ayah dari anak yang ada di dalam kandungan Airin.
"Ini anak Steven " Jawab Airin .
Mendengar nama itu sontak saja Andrian sangat murka , diri nya tidak menyangka istri nya akan melakukan hal itu dengan Steven.
"Gugur kan "
Deg
Airin tidak mampu mengucapkan kata kata apa pun , rasa nya sangat sesak di dada nya , Airin tidak menyangka jika Andrian akan menyuruh nya untuk menggugurkan janin yang tidak berdosa sama sekali .
"Airin !! Aku mau kamu gugur kan janin itu !!" Pekik Andrian yang sangat emosi , sebab Airin sedari tadi hanya diam tanpa mau mengucapkan kata apa pun.
__ADS_1
Airin tergeragap , wanita cantik itu langsung menggeleng kan kepala nya.
"Tidak Andrian !! Aku tidak akan membunuh anak yang tidak berdosa ini. Kamu tau ini salah ku , bukan salah nya , jadi aku tidak akan pernah membunuh nya " Ucap Airin dengan segala keberanian nya. Saat ini Airin akan tetap mempertahankan anak yang berada di dalam kandungan nya , walaupun Andrian akan marah .
Andrian sangat murka mendengar perkataan dari Airin , Andrian tidak ingin anak itu akan lahir di tengah tengah kebahagiaan nya .
"Aku tidak mau kamu melahirkan anak itu !! Aku ini suami mu Airin , kamu harus menuruti semua nya !!" Seru Andrian.
Airin tetap menggeleng kan kepala nya menolak semua permintaan Andrian.
"Sekali pun kamu suami ku , aku tidak akan membunuh nya Andrian . Tolong lah , aku mohon , dia tidak berdosa Andrian . Di sini aku yang berdosa, jadi hukum aku saja , jangan hukum dia dan membunuh nya " lirih Airin sambil menitikkan air mata nya .
Andrian memejamkan kedua mata nya , rasa nya sangat sesak di dalam dada nya, ketika mengetahui jika istri nya hamil anak orang lain . Tapi Andrian juga tidak akan membiarkan Airin pergi lagi meninggalkan nya , biar lah ini menjadi kenangan pahit untuk nya .
"Oke aku akan membiarkan mu untuk melahirkan anak haram itu !! Tapi ada syaratnya !" Ucap Andrian. ...
Rasa nya sangat sakit ketika Andrian mengatakan jika anak yang berada di dalam kandungan Airin ini adalah anak haram , namun bagaimana lagi , mau Airin mengelak juga kenyataan nya seperti itu , jika anak yang ada di dalam kandungan nya anak hasil hubungan tanpa di sadari oleh ikatan.
"Apa syarat nya ??" Tanya Airin .
"Syarat nya , kamu jangan pernah memberi tahu kan kehamilan mu dengan Driaen , Mama dan Papa . Dan ketika bayi itu lahir , kamu berikan bayi itu ke pria brengsek itu , aku tidak sudih merawat nya , dan membiarkan mu merawat anak haram mu itu !!" Ketus Andrian .
Sungguh sakit ketika Airin mendengar persyaratan yang di berikan oleh Andrian , namun Airin tidak memiliki pilihan lain , Airin harus menerima persyaratan itu , kalau tidak Andrian akan memaksa nya untuk menggugurkan janin yang tidak berdosa itu .
Airin menghela nafas nya kasar lalu menatap wajah suami nya yang masih memancarkan kilatan amarah .
"Baik lah aku setuju . ,Lalu bagaimana aku menyembunyikan kehamilan ku ini , perut ku lama lama akan membesar !!" Ucap Airin .
__ADS_1
"Aku akan membawa mu ke luar negeri ketika perut mu sudah mulai membesar . Dan kamu akan melahirkan di sana , dan pada saat itu juga aku akan menghubungi pria brengsek itu dan menyuruh nya mengambil anak haram nya !!" Sahut Andrian dengan datar.