
"Sayang " Panggil Andrian dengan lembut kepada Airin sambil mengusap kedua pipi gembul bayi nya . Mereka saat ini sedang berada di dalam ruangan tempat Airin di rawat . Mereka hanya bertiga saja , kedua orang tua Airin sedang ke ruangan dokter karena hari ini Airin beserta bayi nya akan pulang , sedangkan orang tua Andrian sedang mengurus keperluan Airin di kediaman Rahendra yang akan pulang hari ini.
"Iya sayang " jawab Airin dengan lembut , dia masih memangku bayi nya , sambil memandangi wajah bayi nya yang sebelas dua belas dengan wajah sang suami , ya hampir semua yang melihat bayi itu sama persis wajah nya dengan ayah nya serasa melihat Andrian kecil .
"Apa Mommy senang hmm ?" Tanya Andrian .
"Pertanyaan konyol seperti apa itu Daddy ?" Protes Airin dengan pertanyaan sang suami , ya kalau di tanya seperti itu tentu saja Airin akan menjawab sangat sangat bahagia jadi tidak usah di tanya lagi bagaimana bahagia nya Airin saat ini .
"Airin Clarissa Oktavia Rahendra , nama yang bagus , bagaimana dengan nama anak kita ?" Bukan nya menjawab protes nya Airin , Andrian malah menanyakan hal yang lain , untung saja mood istri nya saat ini benar benar sangat bagus, jadi Airin tidak akan marah sedikit pun .
"Hmmm siapa ya ? Apa Daddy sudah punya nama yang Daddy persiapkan sedari dulu ?" Tanya Airin
"Sebenar nya ada !" Jawab Andrian .
"Siapa ?"
"Daddy ingin mommy dulu sayang , baru nanti Daddy " ucap Andrian .
Airin mengeryitkan sebelah alis nya
"Mengapa seperti itu , Mommy juga bingung mau memberi nama nya siapa , karena Mommy belum memikirkan nama nya , ayo lah beri tau saja nama nya siapa , pasti boy juga tidak sabaran kan sayang " Ucap Airin yang penasaran dengan nama yang ingin di berikan Andrian .
"Emmm siapa ya ,siapa kira kira boy nama yang cocok untuk mu?" Ucap Andrian yang seolah olah bertanya dengan bayi nya ,membuat Airin yang mendengar nya terkekeh geli .
"Apa sih , masa nanya sama Boy nya sih ,sayang , emang nya dia udah bisa ngomong apa sayang " ucap Airin .
"Hehehe " kekeh Andrian .
Airin hanya menggelengkan kepala nya dia tidak menyangka kalau suami nya bisa bertingkah absurd juga , ya semenjak dengan Airin , Andrian banyak berubah semua sikap Andrian berubah tidak seperti dulu .
__ADS_1
"Nama nya Driaen Aditya Aerlangga gimana sayang?" Airin yang mendengar nya langsung mengangguk kan kepala nya ,
"Cukup menarik , Mommy suka sayang ,nama kamu sekarang Driaen Aditya Aerlangga ya sayang , jadi anak yang baik buat Mommy dan Daddy " Andrian merasa senang karena sang istri sangat lah bahagia , Andrian mengucapkan syukur kepada Tuhan karena telah mengutuh kan keluarga nya , dari diri nya yang telah menikah dengan Airin , Mama nya yang telah kembali sampai saat ini Andrian memiliki seorang putra yang sangat tampan dan akan menjadi penerus nya kelak ,
drtttt drrrrtttt
suara ponsel mengalihkan nya , Andrian mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas . Andrian melihat siapa yang menghubungi nya .
"Robert ?" Andrian menoleh ke arah sang istri meminta persetujuan untuk mengangkat telpon dari Robert . Airin mengangguk kan kepala nya .
.
"Angkat lah " , setelah mendapatkan persetujuan dari sang istri Andrian langsung mengangkat telpon dari Robert sang asisten pribadi nya .
"Maaf tuan saya sudah mengganggu anda , tapi ini sangat penting tuan" ucap Robert dari sambungan telepon nya.
"Ada apa Robert , cepat katakan !"
"Tuan markas kita sedang di serang oleh kelompok baru , anak buah banyak yang kuwalahan tuan , karena pasukan nya sangat banyak , dan ini adalah serangan mendadak , karena sebagian anak buah banyak yang berada di kediaman dan juga di rumah sakit " ucap lagi Robert dengan nada yang sangat cemas .
"Aku akan kesana !"Ucap Andrian lalu memutuskan sambungan telepon nya . Andrian menatap ke arah sang istri dan juga anak nya.
"Ada apa sayang ?" Tanya Airin yang merasa bahwa suami nya sedang ada masalah besar .
"Ada hal yang harus Daddy kerjakan sekarang sayang , apa bisa nanti Mommy dan Driaen pulang bersama Papa dan Mama ?" Tanya Andrian yang merasa tidak tega kalau istri nya harus pulang tanpa diri nya , karena perasaan nya memang sangat benar benar tidak enak , ada sesuatu yang sangat menjanggal di dalam hati nya .
"Tidak apa apa Daddy , ayolah sana , pasti uncle Robert memerlukan Daddy , nanti Driean bersama Oma dan Opa ya sayang " jawab Airin .
"Tapi sayang , Daddy sangat khawatir dengan kalian berdua "
__ADS_1
"Gak apa apa sayang , Sana pergi Mommy dan Driaen baik baik saja kok jangan khawatir ya "
"Tapi ..." Ucapan Andrian terpotong ketika Mama dan Papa nya Airin sudah datang ,
"Sayang Cucu Oma " pekik Mama nya Airin .
"Ssssttt Ma jangan berisik deh , nanti si boy bisa bangun gara gara suara cempreng Mama " ledek Papa Rahendra membuat Mama nya Airin sewot .
"Ck bilang saja Papa iri sama Mama , Mama kan lebih dekat sama si Boy , sedang kan Papa apa , gila kerja muluh sampai gak ingat cucu " ketus Mama nya Airin . Papa Rahendra hanya memutar bola mata nya malas mendengar ucapan sang istri , Papa Rahendra lebih baik mengalah dari pada terus terusan berdebat , karena tidak ada guna nya berdebat dengan istri nya tidak ada ujung nya .
"Iya iya deh Mama " .
"Pa , Ma , Andrian titip Airin sama Driaen ya " ucap Andrian .
"Eh tunggu tunggu Driaen ?" Tanya Mama nya Airin yang belum tau nama cucu nya , semenjak kelahiran cucu nya mereka hanya memanggil nya dengan sebutan Boy ,
"Iya Ma , nama Boy sekarang Driaen Aditya Aerlangga . Daddy nya yang kasih nama nya , " Ucap Airin dengan senyuman merekah .
"Wah nama yang sangat bagus ,Oma suka " sahut Mama nya Airin .
"Andrian kamu mau kemana ?" Tanya Papa nya Airin .
"Ada masalah sedikit Pa , , Andrian titip Airin dan Driaen ya Pa, Ma , karena Andrian gak bisa antar pulang Pa , Ma . Mungkin Andrian akan pulang malam setelah masalah nya selesai " ucap Andrian lagi .
"Pergi lah Andrian , kamu tidak usah khawatir , Oya mobil kamu kan sudah di isi barang barang Airin jadi bawa saja mobil Papa , karena mobil kamu sudah terisi barang Airin , nanti biar Papa yang bawa mobil kamu ,dari pada kamu suruh orang lagi beresin barang nya , papa sama Mama masih nunggu obat dan dokter yang akan ngecek kondisi Airin dan Driaen " ucap Papa nya Rahendra , Andrian hanya mengangguk kan kepala nya .
"Baik lah Pa , Andrian pamit dulu ya" pamit Andrian kepada kedua mertua nya , Andrian juga pamit kepada anak dan istri nya .
"Daddy pamit dulu ya sayang " Andrian lalu mengecup kening istri nya lama dan mencium pipi anak nya rasa nya sangat berat meninggal kan kedua nya , entah ada apa namun Andrian sangat merasa cemas saat ini .
__ADS_1