Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Insiden


__ADS_3

Setelah kepergian Andrian , Airin dan Driaen sedang di periksa oleh dokter yang di tugaskan khusus menangani Airin dan Daeran .


"Kondisi Nona sudah sangat stabil , dan bayi nya sangat lah sehat Tuan , Nyonya , Nona jangan lupa di minum obat dan vitamin nya agar tubuh nya semakin fit ya " ujar dokter tersebut .


"Terimakasih dokter , " ucap Airin .


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Nona , Tuan besar , Nyonya besar dan juga Tuan muda " ucap Dokter seraya memberikan hormat nya kepada Airin , Driaen , Tuan Rahendra dan juga Mama nya Airin .


"Iya dokter terimakasih ya " ucap Mama Airin berterima kasih kepada dokter tersebut . Dokter itu hanya mengangguk kan kepala nya lalu pergi meninggalkan ruangan itu .


"Sayang ayo , biar Mama yang gendong Driaen ya , biar Papa yang dorong kursi roda kamu " ucap Mama nya Airin sambil mengambil cucu tersayang nya itu .


Airin memberikan putra nya kepada Mama nya .


"Baik Ma " jawab Airin sambil beranjak turun dari tempat tidur lalu duduk di kursi roda .


"Ah cucu Oma kenapa tampan sekali sih , kalah loh sama opa , opa aja waktu muda nya dulu gak ganteng ganteng amat kayak cucu Oma " cerocos Mama nya Airin sambil berjalan menggendong cucu nya , sedang kan Airin dan Papa nya hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Mama nya yang absurd .


"Ma , Papa muda nya juga tampan loh , bukti nya saja Airin cantik kan , dia pasti nurun dari Papa " ucap Tuan Rahendra yang tidak mau di bilang jelek .


"Tampan apaan muka pas pas san gitu di bilang tampan , dan harus Papa tau ya kalau Airin cantik itu karena nurun dari Mama , Mama cantik jadi Airin juga cantik Papa " celoteh Mama Airin .


"Tapi Ma , Papa tampan loh ,

__ADS_1


lihat ini " ucap Rahendra sambil menarik turunkan sebelah alis nya , istri nya hanya memutar bola mata nya malas melihat tingkah narsis dari suami nya . Sedang kan Airin sudah tertawa melihat perdebatan Mama dan Papa nya , menurut Airin kejadian ini sangat lah langkah , dia tidak pernah membayangkan akan melihat tingkah konyol dari kedua orang tua nya itu , sangat jarang sekali , tetapi ada apa ini , mengapa Airin tiba tiba bersedih m, perasaan apa ini , entah lah Airin merasakan hati nya sedang tidak baik baik saja , padahal keluarga nya sedang berbahagia .


Perasaan apa ini , mengapa aku merasakan kalau kebersamaan ini hanya sesaat , oh Tuhan kenapa hati ku ini , sedang ada apa hati ku ini Tuhan , apa karena Andrian tidak ada di dekat ku , tapi aku tidak sedikit pun mengkhawatirkan nya , tetapi aku malah mengkhawatirkan kedua orang tua ku , mengapa aku sangat mencemaskan kedua orang tua ku padahal mereka berada di dekat ku . Batin Airin di dalam hati nya sambil memandangi kedua orang tua nya yang masih saja tersenyum bahagia .


Mungkin ini hanya perasaan ku saja , aku tidak boleh memikirkan hal aneh aneh , sekarang aku sudah sangat bahagia mempunyai keluarga yang lengkap , dan kehadiran putra ku menjadi pelengkap dalam kehidupan ku dan keluarga ku , terimakasih Tuhan , aku sangat bersyukur dengan semua ini . batin lagi Airin yang menepis semua perasaan di dalam hati nya .


Tidak terasa mereka sudah sampai di mobil yang akan membawa mereka menuju ke kediaman Rahendra , Tuan Rahendra menggendong putri nya masuk ke dalam mobil , lalu tuan Rahendra mengecup kening putri nya dan mengelus puncak kepala nya ,


Rasa apa ini mengapa aku mau menetes kan air mata ku ketika Papa ku mencium kening ku dan mengelus kepala ku , bukan kah sudah biasa dalam hidup ku papa ku melakukan hal ini tapi mengapa aku merasakan hal aneh , seolah papa ku akan pergi meninggalkan ku . Batin Airin lagi , yang tidak bisa memungkiri perasaan nya di dalam hati nya .


"Sayang kenapa menangis ?" Tanya tuan Rahendra yang melihat putri nya menitikkan air mata nya .


"Pa , Airin enggak tau entah perasaan Airin atau apa Airin juga tidak tau tapi Airin benar benar takut kehilangan Papa dan Mama " ucap Airin jujur. Tuan Rahendra terkekeh kecil melihat putri semata wayangnya itu .


"Papa kenapa ngomong nya kayak gitu ?" Tanya Airin dengan tangisan nya yang tidak bisa di tahan nya lagi .


"Sayang sudah lah , ayo kita pulang , kasihan Driaen pasti dia sudah tidak sabar melihat kediaman nya " ucap lagi tuan Rahendra , lalu tuan Rahendra menutup pintu mobil dan mengitari mobil lalu duduk di kursi pengemudi . Lalu Tuan Rahendra melajukan mobil . Sedangkan Mama nya Airin dan Driaen duduk di samping Airin.


"Sayang , Mama mau kamu tidak boleh sedih lagi sayang , apa pun yang terjadi nanti Mama ingin kamu tetap berada di sisi Suami dan anak mu , walaupun takdir menentang itu semua nak , Mama yakin kamu dan Andrian pasti bisa melewati semua nya dengan mudah " ucap Mama nya Airin . Airin yang mendengar nya langsung mengeryitkan sebelah alis nya merasa bingung dengan perkataan Mama nya .


"Ma , ada apa ini , kenapa mama ngomong kayak gitu , apa ada sesuatu yang Mama rahasia kan Ma ?" Tanya Airin .


"Tidak sayang , Mama tidak pernah merahasiakan apa pun kepada mu sayang , dari dulu sampai kamu besar Mama tidak pernah merahasiakan apa pun , " ucap Mama nya Airin .

__ADS_1


"Jadi apa maksud dari perkataan Mama tadi ?" Tanya Airin dengan bingung , namun Mama nya hanya membalas dengan senyuman saja .


"Ma jawab Ma " pinta Airin yang semakin penasaran .


" Nanti kamu akan


mengerti sayang " hanya itu yang di lontarkan di bibir Mama nya Airin , membuat Airin semakin kebingungan apa maksud dari sang Mama . Dan Papa nya mengapa Papa nya hanya tersenyum saja , tidak ada ucapan lagi hanya hening saja sampai tiba tiba di sebuah tanjakan mobil yang di kendarai mereka tidak bisa mengerem , karena mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi membuat Rahendra sulit mengontrol nya naas mobil tersebut masuk ke dalam jurang ,


"Aaaaaaaa" teriak semua yang berada di dalam mobil tersebut , mobil anak buah Andrian yang berada di belakang yang di tugas kan untuk mengawal Airin pulang sampai ke kediaman mobil itu langsung berhenti seketika , mereka turun semua nya ke jurang melihat mobil itu yang hampir meledak , tanpa basa basi lagi mereka langsung menghampiri nya dan melihat tuan muda nya menangis .


"Owwweeee" tangis Driaen ,mereka lalu mengambil Driaen dan menjauhkan nya dari mobil tersebut , dan mereka mencoba mencari keberadaan yang lain , mereka menemukan Tuan Rahendra dan juga Mama nya Airin , mereka langsung membawa nya. Sedangkan dimana Airin mereka sudah mencari nya namun tidak menemukan nya ,


"Tidak ada Nona " ucap salah satu anak buah nya .


"Sudah di cari lagi , coba yang teliti " ucap lagi yang satu nya lagi .


"Sudah , tidak ada , aku yakin Nona pasti terbawa arus sungai itu lihat lah pintu mobil nya terbuka " ucap salah satu anak buah yang menunjukkan pintu mobil itu terbuka mengarah ke arah sungai yang berada di jurang itu .


"Awas lari !!!" teriak anak buah yang satu nya lagi yang melihat mobil ingin meledak.


dan seketika mobil pun


"Bommmmm" meledak , untung semua anak buah sudah menjauh dari sana .

__ADS_1


__ADS_2