Aku Rindu Pada Mu Ibu

Aku Rindu Pada Mu Ibu
Pemakaman Tuan Bagaskara


__ADS_3

...Daniel mematikan sambungan telepon nya ia bergegas menuju ke bandara untuk kembali pulang ke dalam negeri , ia tidak habis pikir mengapa ini terjadi , sedangkan sebelum ia meninggalkan dalam negeri Papa nya masih baik baik saja ....


"Ulah siapa ini " gumam Daniel , ia yang duduk di bangku pesawat nampak begitu sedih mendengar kenyataan ini , dia masih tidak percaya bahwa Papa nya telah pergi meninggalkan nya selama nya . Tidak lama pesawat yang di tumpangi oleh Daniel sudah mendarat di bandara , ia segera bergegas turun dan mencari kendaraan untuk membawa nya ke hotel tempat di mana Papa nya saat ini . Sekitar lima menit ia sudah mendapatkan taxi , ia langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh sopir untuk membawa nya ke sebuah hotel.


...Di tempat lain Andrian dan Airin sudah sampai di kediaman Rahendra , Andrian menggendong tubuh Airin ala bridal style ia membawa nya menuju ke kamar nya , namun saat ingin menuju ke kamar nya Tuan Rahendra dan istrinya terkejut melihat Airin yang terdiam nampak syok di pelukan Andrian , kedua orang tuanya langsung menghampiri mereka ....


"Andrian , ada apa ini , mengapa Airin seperti ini ?" Tanya Tuan Rahendra panik melihat anak nya tampak sangat syok .


"Iya sayang kenapa dia , Airin sayang " ucap Mama nya Airin yang tidak kalah panik.


"Pa , Ma , Andrian akan jelaskan semuanya , tapi Andrian akan membawa Airin ke kamar dulu , biar Airin istirahat " ucap Andrian , mendengar ucapan Andrian kedua orang tua Airin mengangguk kan kepala nya.


"Iya sayang bawa lah " ucap Tuan Rahendra , Andrian langsung membawa istri nya menuju ke kamar mereka , tidak butuh waktu lama Andrian sudah sampai di kamar ia membaringkan tubuh istri nya dengan sangat lembut di atas kasur yang sangat empuk itu . Ia menarik selimut dan mencium kening istrinya .


"Istirahat lah , Aku akan keluar sebentar " ucap nya sambil mengelus rambut Airin , namun tiba tiba langkah Andrian terhenti ketika tangan Airin memegang erat lengan suami nya itu .


"Aku takut kamu kenapa kenapa " ucap Airin dengan nada yang lemah .


"Aku akan baik baik saja , tenang lah" ucap Andrian , mendengar perkataan suami nya itu Airin mengangguk kan kepala nya , Andrian pamit keluar , Airin mengijinkan nya .


"Sayang istirahat lah , aku tidak akan lama " ucap nya lagi berusaha meyakinkan istri nya itu .

__ADS_1


" baik lah ," ucap Airin , mendapat persetujuan dari sang istri Andrian pun langsung keluar dari kamar ia menghampiri kedua mertua nya yang sudah menunggu penjelasan nya sedari tadi .


Tap tap tap


...Langkah Andrian memasuki ruangan berkumpul keluarga , dia melihat kedua mertua nya sedang menunggu nya dengan duduk di sofa ....


"Pa , Ma " Panggil Andrian memecahkan keheningan mereka .


"Duduk lah nak " Rahendra menyuruh Andrian untuk duduk di sofa, tampak raut wajah mereka bertiga saat ini sangat serius .


"Ada apa Andrian ? Coba ceritakan apa yang sedang terjadi ?" Tanya Mama nya Airin yang sudah sangat was was menanti penjelasan dari anak menantu nya itu . Andrian menghembuskan nafas nya panjang mencoba memulai penjelasan nya .


"Apa yang terjadi sebenarnya Andrian , apa dia mencoba mencelakai mu dan Airin ?" Tanya Rahendra ,


"Tuan Bagaskara sedari tadi mengikuti ku Pa , sampai aku pulang dan membawa Airin ke sebuah supermarket , sampai itu lah dia terus memantau ku dan Airin , dan pada saat yang sudah tepat ia ingin menembak ku pa , untung saja anak buah ku sudah aku tempat kan disana " ujar Andrian panjang lebar . Mendengar perkataan dari Andrian Tuan Rahendra sudah mengerti sekarang , ia tidak habis pikir dengan sikap nekat nya , padahal dia kan sudah tau bahwa Andrian bukan lah orang sembarangan .


"Dia sangat berbahaya sekali " lirih Mama nya Airin merasa takut karena kejadian yang di ceritakan menantu nya itu , ia takut anak nya dan menantu nya kenapa kenapa .


"Tenang Ma, dia sudah mati , jadi dia tidak akan mengancam Airin lagi " ucap Andrian .


"Syukur lah , karena orang seperti Bagaskara itu sangat berbahaya sekali ," ucap nya lagi

__ADS_1


"Mama tenang saja , aku akan selalu menjaga Airin Ma " ucap Andrian mencoba meyakinkan Mama mertua nya itu .


"Mama yakin dengan mu sayang " ucap Mama Airin .


******


...Beralih ke sisi Daniel , kini lelaki itu sudah sampai di depan hotel , ia memasuki hotel dengan tergesa gesa , sampai tiba di lantai hotel tempat Papa nya itu . Ia langsung membuka paksa pintu itu ....


Brak


...Daniel langsung masuk ke dalam , ia jatuh beringsut ke bawah melihat Papa nya sudah tidak bernyawa lagi , ia menangis sejadi jadi nya , ia masih tidak menyangka Papa nya akan pergi meninggalkan nya secepatnya ini , tentu dengan kematian yang sangat mengenaskan itu ....


"Siapa yang melakukan ini siapa " teriak Daniel marah. Semua anak buah yang melihat itu tidak berani berucap sedikit pun mereka hanya diam dan tertunduk melihat bos nya. Mereka takut akan menjadi sasaran amukan bos nya . Setelah lama Daniel pun akhirnya menoleh ke arah para anak buah nya , Daniel menatap mereka dengan tatapan tajam .


"Kau urus pemakaman Papa ku" ucap nya sambil menunjuk kan jari nya ke arah salah satu anak buah nya , anak buah nya hanya mengangguk kan kepala meng ia kan perkataan bos nya .


"Baik Tuan " ucap Anak buah nya , lalu bergegas menyiapkan semua nya , Daniel masih terdiam dengan segudang tanda tanya siapa yang membunuh papa nya .


...Tidak lama kemudian anak buah Daniel sudah menyelesaikan kan nya mereka membawa tubuh Tuan Bagaskara ke dalam peristirahatan terakhir nya , Daniel menetes kan air matanya ketika tubuh Papa nya sudah tidak tampak lagi , bahkan sudah tertutup oleh tanah , ia mengingat kenangan dahulu bersama sang Papa , Papa yang sangat hangat menyayangi nya , ia selalu di manja dan juga di sayang dengan penuh cinta tapi sekarang Papa nya sudah pergi meninggalkan nya selama lama nya , bahkan dia tidak pernah tau kalau ibu nya saat ini bukan lah ibu kandung nya , karena Tuan Bagaskara tidak pernah memberi tau nya , dan sekarang ibu dan adik nya pun dia tidak tau kemana , karena ibu dan adik nya tiba tiba saja pergi meninggalkan nya dengan tuan Bagaskara tanpa sepengetahuan Daniel . Entah apa permasalahan nya Daniel juga tidak tau . Daniel mula berjalan menuju pusara sang Papa , ia menundukkan kepalanya menatap bertaburan bunga di atas pusara itu , ia mengepalkan kedua tangannya di depan pusara sang Papa nya ....


"Aku berjanji Pa , Aku akan mencari tau semua nya dan Aku akan membalas kan dendam Papa " ucap nya .

__ADS_1


__ADS_2