
Andrian membawa Airin kedalam mobil , ia langsung melajukan mobil nya meninggal kan Rumah sakit tersebut . Di dalam mobil Airin masih saja menerka nerka siapa kah wanita tadi , mengapa wanita itu membuat suami nya sampai seperti ini , setau nya Andrian tidak pernah dekat dengan wanita , tapi tampak nya Andrian sangat mengenal nya , entah lah bagaimana rasa nya perasaan Airin saat ini , antara kesal dan cemburu . Kesal karena Andrian sedari tadi diam saja dan tidak memberikan penjelasan apa pun . Cemburu karena seperti nya Andrian sangat mengenal wanita itu , karena Airin melihat dari tatapan suami nya itu yang terasa sangat aneh . Hati Airin di penuhi dengan seribu pertanyaan pertanyaan , karena sudah tidak tahan lagi ia memberanikan diri untuk bertanya kepada suami nya .
"Andrian ?" Panggil Airin .
Mendengar suara istri nya Andrian yang sedari tadi fokus ke arah jalanan kini dia menoleh ke arah istri nya .
"Iya sayang , " ucap Andrian santai tanpa sedikitpun merasa bersalah .
"Siapa tadi ?" Tanya Airin dengan penuh selidik . Mendengar pertanyaan Airin , Andrian sedikit menghela nafas nya kasar , ia bingung harus menceritakan tentang wanita itu atau pun tidak , karena dia tidak ingin membahas wanita itu sama sekali . Ia kemudian hanya diam dan mengembalikan pandangan nya ke depan lagi .
"Kenapa diam ?" Tanya Airin kesal , sebab Andrian tidak menjawab pertanyaan nya dan seperti nya Andrian menyembunyikan sesuatu .
Andrian masih diam tanpa ingin berbicara sedikit pun , membuat Airin semakin kesal .
"Berhenti " pekik Airin dengan nada agak tinggi . Dengan cepat Andrian memberhentikan mobilnya , Andrian menoleh ke arah istri nya lagi .
"Kenapa sayang , ada yang ingin kamu beli ,?" Tanya Andrian berusaha melupakan pertanyaan sang istri , padahal dia tau bahwa saat ini sang istri sangat lah kesal , namun dia masih tetap enggan memberikan penjelasan tentang siapa wanita itu. Dia menganggap wanita itu tidak ada arti nya , dia tidak ingin menyebut atau pun mendengar wanita itu lagi . Namun berbeda dengan Airin , Airin tetap lah membutuhkan sebuah penjelasan , karena dia tidak ingin ada duri di antara hubungan rumah tangga nya . Tanpa menjawab perkataan Andrian ,Airin langsung membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil , Andrian yang melihat itu langsung keluar dan menyusul istri nya . Airin tampak berjalan ke tepi jalan yang tampak sebuah Cafe . Andrian terus mengejar sang istri .
__ADS_1
"Sayang mau kemana ?" Tanya Andrian yang ingin menghentikan langkah istri nya . Airin menoleh ke arah belakang dengan tatapan tajam .
"Pergi " ucap Airin dengan nada tinggi .
"Sayang ?" Panggil Andrian .
"Pergiiiiii" Teriak Airin , Airin langsung masuk ke dalam Cafe tanpa menghiraukan suami nya lagi . Andrian hanya membuang nafas nya kasar , saat ini dia sangat sangat frustasi . Bagaimana cara nya dia menceritakan semua ini , dia masih bingung , dia takut Airin akan salah mengartikan nya . Ya entah apa yang terjadi dulu sampai Andrian saat ini benar benar tidak tau cara menjelaskan nya .
Di tempat lain di sebuah ruangan , seorang wanita sedang tersenyum senang , ya antara rasa terkejut atau pun rasa senang sama sama wanita itu rasakan . Tapi yang jelas wanita itu sangat bahagia sekali seperti sedang mendapat kan sebuah undian besar .
"Ah aku bertemu dengan nya lagi , " ucap nya sambil memainkan jari nya di atas meja ,
"Oh apa kah ini benar , jadi dia sudah menikah ? " ucap nya lagi sambil terus mengecek ponsel nya berkali kali .
"Oh benar saja " Wanita itu masih belum percaya dengan apa yang dia lihat di ponsel nya , dia mencari nomor seseorang dan langsung menghubungi nya . Tidak lama kemudian seseorang yang sedang di hubungi nya pun menjawab panggilan nya .
"Halo ?" Ucap wanita itu dalam sambungan telepon nya .
__ADS_1
"Ya ada apa sil ? " tanya seseorang yang berada di seberang telepon .
"Aku butuh penjelasan tentang dia , bisa kah kita bertemu ?" Tanya nya lagi .
"oh baik lah bisa , sekarang atau nanti ?" Tanya seseorang itu lagi .
"Nanti ya , aku masih ada pasien , nanti sekitar jam 22.00 ya , Aku shareloke " Ucap wanita itu membuat janjian dengan seseorang .
"oke , aku tunggu kabar dari mu lagi ya " ucap seseorang yang berada di seberang telepon .
"Oke " Wanita itu langsung mematikan sambungan telepon nya , dia menatap pandangan lurus ke depan sambil tersenyum smirk .
"akhhh tidak akan ku biarkan dia pergi lagi dari hidup ku lagi , tunggulah sayang aku kembali Andrian " ucap nya dengan senyuman yang merekah . Ya wanita itu bernama Sesil dokter kandungan yang tadi bertemu dengan Andrian dan juga Airin , ya entah apa hubungan antara Andrian dan Sesil namun tampak nya Sesil sangat mengenal Andrian .
Sementara Andrian masih saja menunggu istri nya di luar Cafe , dia mencoba ingin masuk ke dalam namun sayang lagi lagi Airin menyuruh nya keluar , karena takut Airin lebih marah kepada nya , Andrian menunggu nya di luar , dia takut terjadi sesuatu kepada istri nya . Sementara Airin duduk dengan sejuta tanda tanya dan tanpa di sadari air mata nya terus membasahi pipi mulus wanita itu .
"Tega nya kau , mengapa kau tidak bisa menjelaskan semua ini , apa yang telah kau sembunyikan " pekik Airin sambil mengusap air mata nya dengan kasar , pikiran pikiran aneh pun memenuhi kepala nya , dia tidak mampu berkata apa apa lagi , yang bisa dia lakukan saat ini adalah menghindari suami nya sampai suami nya mau menjelaskan semua nya kepada nya .
__ADS_1
Karena tubuh nya sangat lelah , dan lagi pula sudah jam 21.00 , Airin memutuskan untuk pulang namun tidak pulang ke rumah dia memutuskan untuk sementara waktu mencari kos an yang terdekat . Dia tidak ingin bertemu dengan suami nya dulu , karena dia sangat kesal kepada suami nya yang tidak mau berkata sebenarnya . Airin melangkah hendak keluar dari Cafe , namun dia melihat suami nya sedang duduk di depan mobil yang terparkir di Cafe bersama Robert dan juga beberapa anak buah nya , Airin membuang nafas nya kasar , dia berencana akan mengendap ngendap agar tidak ketahuan oleh suami dan para anak buah nya itu . Airin terus berjalan sampai dia berhasil pergi dari kawasan Cafe tersebut , dia mencari taxi untuk mengantarkan nya ke sebuah kos an yang sudah dia pesan sebelum nya di dalam Cafe . Airin pun sudah mendapatkan taxi , dia menunjukkan taxi alamat kos an nya yang tidak jauh dari Cafe tersebut ..