
"Steve " panggil Triana dengan lirih nya , saat ini Triana sedang berada di dalam kamar hotel yang di pesan oleh Steven . Triana melihat tubuhnya dan juga tubuh Steven yang sama sama tidak memakai sehelai benang pun , Triana mengingat semua kejadian tadi , perbuatan yang seharusnya tidak diri nya dan Steven lakukan sebelum benar benar sah menjadi pasangan suami istri . Namun nafsu mengalah kan semua nya , Triana tidak bisa menolak pesona dari seorang Steven . Triana menangis , menangkup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya . Rasa nya Triana saat ini benar benar sangat hina . Sedangkan Steven , pria itu masih tertidur pulas akibat kelelahan karena aksi mereka tadi . Steven tidak sadar jika kekasih nya saat ini sedang menangis .
Flashback ****
Saat mereka tengah asik melakukan cumbuan di dalam ruangan inap Triana tadi , getaran ponsel milik Steven menghentikan aktivitas mereka . Steven mengambil ponsel nya yang berada di saku celana nya dan melihat siapa yang menghubungi nya . Steven mengeryitkan sebelah alis nya ketika tahu siapa yang menghubungi nya , lalu Steven menatap Triana meminta ijin untuk menjawab telpon nya .
"Sayang ... Sebentar ya .. Aku akan menjawab nya sebentar !!" Pinta Steven , Triana mengangguk kan kepala nya , lalu Steven beranjak dari brangkar rumah sakit berjalan ke luar ruangan .
Lama .....
Steven kembali dengan raut wajah yang sangat sulit di artikan , tampak ada raut wajah kecewa , lalu menatap Triana dengan sekilas . Triana bingung dengan perubahan dari Steven .Lama Steven terdiam sambil menatap wajah Triana , lalu suara dingin Steven memecah kan keheningan ,
"Ayo kita pulang " ajak Steven dengan nada dingin nya , membuat Triana semakin di buat penasaran ada apa dengan Steven ???
"Apa aku membuat kesalahan ?" Tanya Triana kepada Steven . Steven yang mendengar pertanyaan dari Triana langsung meraup wajah nya kasar , nafas nya naik turun menahan emosi . Steven lalu menatap Triana dengan lekat .
"Apa kau mencintaiku??" Kata kata itu keluar dari bibir Steven , Triana yang terkejut dengan pertanyaan dari Steven ,langsung tersenyum .. jadi Steven seperti itu karena ingin memastikan apakah diri nya mencintai nya atau tidak .
"Steve , apa lamaran mu yang aku terima tidak cukup menggambarkan perasaan ku ?" Triana balik bertanya kepada Steven , membuat pria itu langsung menyunggingkan senyuman nya . Pria itu lalu mendekat ke arah Triana lalu mengecup bibir nya yang sudah membuat diri nya candu . Triana hanya pasrah sambil membalas kecupan tersebut . Sampai Steven ingin menuntut nya lebih , Triana pun hanya pasrah . Namun Steven tidak ingin melakukan nya di rumah sakit tersebut . Steven membawa Triana ke sebuah hotel yang tidak jauh dari rumah sakit itu . Setelah sampai dan cek out Steven langsung mengajak Triana ke kamar yang sudah diri nya pesan . Triana lagi lagi hanya mengangguk kan kepala nya pasrah ,
__ADS_1
Entah mengapa wanita itu mau saja ?
Apa ada sesuatu dengan Triana ??
Apakah Triana sudah mencintai seorang Steven Alinskie ???
Entah lah , hanya hati Triana yang mengetahui nya .
Tanpa menunda nunda lagi Steven yang tengah di landa rasa yang aneh , rasa yang seakan takut kehilangan seorang Triana . Entah mengapa perasaan itu langsung muncul di dalam benak Steven . Tanpa menunggu waktu menjadi pasangan suami istri lagi , Steven langsung menuntun Triana untuk melakukan hubungan layak nya seorang suami dan istri . Mereka menghabis kan malam panjang ini di dalam kamar hotel tersebut .
!!!!!!!!
Apa Andrian tidak takut jika putra kecil nya tau ??
Apa dia tidak pernah memikirkan bagaimana kondisi putra nya saat nanti mengetahui bahwa Daddy nya seperti ini ???
Andrian tampak nya tidak bisa berpikir panjang , yang saat ini hanya ada di pikiran nya hanya lah Airin , istri tercinta nya . Dia tidak ingin yang lain nya lagi . Dia hanya ingin hidup bahagia bersama istri dan anak anak nya kelak . Namun takdir seolah mempermainkan nya . Takdir tidak pernah membiarkan nya bahagia .
"Sayang " lirih Mama nya Andrian yang melihat raut wajah kehancuran putra nya .
__ADS_1
"Ma , Andrian hanya ingin Airin Ma , Andrian hanya ingin Airin !!" Ucap Andrian .
"Sayang .. Bila Mama bisa bertemu dengan Airin, Mama akan langsung membawa nya kehadapan mu sayang ... Tapi ... Nyata nya saat ini sangat berbeda sayang . Airin_ ...." Belum sempat Mama nya melanjutkan perkataannya Andrian langsung memotong kalimat nya .
"Tidak . Airin masih hidup Ma .. Mama tidak tau kan , tadi putra ku sendiri yang mengatakan nya jika diri nya bertemu dengan Mommy nya " racau Andrian . Mendengar perkataan dari putra nya itu semua orang yang berada di sana membulat kan kedua bola mata nya .
Apa mereka tidak salah dengar ???
Apa Andrian saat ini sedang bermimpi ???
Bagaimana Driaen bisa tau jika itu Mommy nya , ah iya mereka sampai lupa , jika seluruh sudut kediaman tersebut penuh dengan Foto Andrian dan Airin. Bahkan di kamar Andrian terpampang sangat jelas Foto diri nya dengan istri nya .
Dan tampak nya besok mereka harus memastikan nya sendiri . Mereka akan bertanya kepada pria kecil itu .
"Sayang , sudah ya , Mama percaya kok , sekarang kamu ke atas ya , kamu istirahat , besok kan kami harus kerja !!" Pinta sang Mama dengan nada lembut nya . Andrian yang masih setengah tersadar tersebut langsung mengangguk kan kepala nya .Namun ketika Robert ingin membawa nya ke kamar , Andrian menghentikan nya . Dia menatap Papa dan Mama nya dengan pandangan mata yang sayu .
"Ma , Pa aku hanya ingin Airin kembali " kata kata itu keluar dari bibir Andrian membuat Mama nya menangis histeris.
Rasa nya hati nya sangat hancur . Dulu diri nya yang pergi meninggalkan putra nya , tapi saat ini cucu nya di tinggal oleh menantu nya . Bagaimana tidak diri nya menangis . Selalu membayang kan kejadian masa lalu yang terulang lagi.
__ADS_1