
Aku cuek dengan Doni, memainkan ponselku sambil mendengarkan obrolan mereka,
"Nara" lirih Doni
"ya??"
"aku minta maaf"
"untuk??"
"kata kataku kemarin"
"iya gak papa kok"
"tapi kenapa sikap kamu masih dingin sekali kepadaku??"
"Karena sikapku tergantung sikap kamu??"
Hani menatapku..
"jangan dingin-dingin ke Doni dia kemarin bilang kepadaku kalau dia menyesal telah ngomong gak enak hati kepadamu Nara"
"Iya habis bagaimana ya?? omongan Doni sama adit itu menusuk banget tau nggak??"
"maaf ya Nara, jangan nesu lagi aku gak akan melakukan hall itu lagi" seru Doni
"iya Nara, kita perbaiki semuanya" sambung Hani
"oke deh, tapi kamu jangan berkata hall yang menyakiti perasaanku lagi ya"
"iya Nara" senyum Doni
aku membalas senyumannya, Hani bertepuk tangan yang kencang sekali..
"apa sii Han? malu tau diliatin orang" ucapku
"senang aja, akhirnya kalian berdua akur"
"hehehehe"
aku menghabiskan minumankan, kakiku menendang kaki Hani di bawah kolom meja..
"eeem, Don kita pulang dulu ya??"
"gak, nanti??"
"mau mengerjakan pr, banyak banget soalnya"
"Oo, hati hati ya kalian"
"iya oke" kompakku dan juga Hani
aku dan Hani meninggal doni yang masih makan, segera aku masuk kedalam mobil begitupula dengan Hani..
"jalan pak, kita langsung mengantar Hani kerumahnya" ucapku
"siap"
mobil melaju dengan kecepatan sedang, Hani masih senyam senyum,
"apa kamu menyukai Doni??"
"a-apa??" kaget Hani
"ciyeeee, salting"
"iya aku sama Doni udah jadian"
"apa !! " teriakku
"busyet !! gak usah kencang Kencang juga kali" menutup telinganya
"kamu serius udah jadian sama Doni??"
"iya Nara comel, aku emang sengaja diam diam"
"astaga Hani"
"hehehhehe, Doni membuatku sangat Nyaman"
__ADS_1
"ihiy, ciyee yang udah punya ayang"
"apaan siih, malu tau" Hani malu malu
"padahal aku kira kamu menyukai Adit loh"
"Adit?? Hahahhaha
Hani tertawaan terbahak-bahak..
"gak banget aku punya perasaan ke cowok yang mulutnya kek perempuan" ucapnya
"hehehhe, emang iya sii Adit sangat menyebalkan" jawabku
mobil berhenti di depan gerbang Hani, Hani masih enggan untuk turun,
"kok gak turun??"
"suka gabut kalo di rumah, gak ada teman" cemberut Hani
"yaelah, besok beli kucing kaya aku, jadi gak kesepian" usulku
"benarkah??"
"iya, coba aja dulu pasti kamu bakal suka"
"oke deh, trimkasih Nara"
"sama sama, daaahhh Hani"
mobil kembali melaju, ku rapikan rambutku menggunakan sisir rambut, merebahkan kembali tubuhku..
aku jadi mengingat wajah ganteng kevin tadi?? dia sangat mempesona, dahlah gak usah mimpi ketinggian Adit yang wajah ganteng pas Pasan saja terang terangan menolakku apalagi Kevin?? aku pastikan dia langsung menendang aku..
deru mesen mobil sudah tidak terdengar lagi, ku buka mobil menutupnya kembali, melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah..
"pulang non" sapa bibik
"iya bik, buatkan aku jus jambu ya bik?? tolong bawa ke kamarku"..
"siap deh non"
"Sama sama"
naik kelantai atas, membuka pintu kamarku melihat kamar bersih, wangi dan rapi membuatku sangat nyaman..
ku letakkan tas sekolahku, mengambil handuk dengan bersenandung ria, meskipun sudah sore tapi cuaca masih sangat panas sekali..
ceklek ..
"tumben gak di kunci non?? seru bibik
"gak bik, taruh situ saja aku mau mandi dulu"
"oke"
aku masuk ke dalam kamar mandi, menyalakan air ke bathtub ingin berendam mengunakan sabun aroma Terapi supaya badan dan fikiran menjadi fres..
setengah jam aku berendam berasa sudah fres bergegas, mengambil handuk lalu memakainya..
Ceklek..
pintu kamar mandi terbuka, kau menutupnya kembali, mengambil baju kebanggaanku kaos oblong celana boxser..
mengambil jus jambu, berjalan menuju teras kamarku menikmati senja yang begitu indah, sambil mendengar lagu favoritku..
Ting ..
notifikasi pesan berbunyi, aku raih ponselku pesan dari Hani, segera aku membukanya..
Hani [ Nara udah buka grup belum?? ]
Aku [ belum emang kenapa?? ]
Hani [ coba di buka ]
Aku [ siap ]
ku buka chat group yang masuk, pesannya sudah banyak, aku membukanya..
__ADS_1
Degh !!
sekolah akan mengadakan persami, dan itu besok hari Jumat dan Minggu dua hari lagi?? aaagghhh !! aku paling males ada beginian apalagi jurit malam, sangat menyebalkan..
Aku [ udah aku baca, itu wajib ya?? ]
Hani [ wajib lah, gimana dong aku belum punya piama baru baju baru ]
Aku [ besok beli, gitu aja susah ]
Hani [ kita ke mall ya besok?? ,]
Aku [ iya, siap ]
ku letakkan kembali ponselku, duduk Kembali menikmati bintang yang mulai berkelip kelip, tiba tiba rasanya ingin makan, perut ini sudah sangat lapar..
berjalan kelantai bawah, ternyata mamah sama papah sudah berada di ruang makan mereka sedang mengobrol tapi kok dengan orang asing..
"malam pah mah" sapaku
"malam sayang" jawab mamah
papah masih mengobrol dengan gadis kecil umurnya mungkin baru sembilan tahun, aku yang penasaran segera ikut duduk di kursi meja makan..
"pah dia siapa??" penasaranku
anak itu makan dengan lahapnya, baju kucel, bauknya minta ampun, rambutnya gak banget aku jadi gak selera makan..
"papah nemuin dia di gerbang rumah pak Mon, mamah mu ini yang meminta papah membawanya dia ikut pulang" papah menjelaskan
"mamah kenal??" selidikku
"gak, mamah kasian saja sama nih anak lontang Lantung gak tentu arah, kamu gak keberatan kan Mamah sama papah mengadopsi dia"
"apa??" kagetku
"kamu gak suka?? kalo gak suka gak papa biar nanti mamah mengantar dia ke pantai asuhan"
kalo di fikir fikir kenapa gak?? lagian sepi juga tidak ada teman di rumah sebesar ini, apalagi dia perempuan, pas banget sama aku yang ingin mempunyai adik perempuan..
"boleh dong mah" senyumku
seketika anak itu memandangku, mentapku nanar..
"kak makasih" lirihnya malu malu
"Sama sama, oh iya nama kamu siapa??" tanyaku
"rista kak, pasti Kaka cantik ini namanya Nara kan?? ucapnya
"nama yang bagus, loh kok dah tau nama kakak??"
"papah sama mamah, yang memberi tahukan aku" senyum manisnya
"papah mamah??" kagetku
mamah tersenyum kearahku, kenapa anak ini bisa langsung sedekat itu sama papah mamah, apa mungkin anak kecil ini di takdirkan untuk menjadi bagian dari keluarga ku..
"iya kak, mereka berdua sangat baik dan aku di suruh memanggil mereka dengan sebutan mamah dan papah"
"iya iya, umur kamu berapa??"
"delapan tahun kak"
"Haaahh? delapan tahun sudah hidup di jalanan??" menatap kedua orang tuaku
gak salah siih?? jika mamah sama papah mau mengadopsi dia, kasian sekali anak sekecil ini udah hidup di jalanan..
"yaudah, sekarang Rista mandi sama bibik biar keliatan fres, nanti biar mbak nah yang membelikan pakian untuk kamu" ucap mamah
"trimakasih" ucapnya
bibik datang keruang makan,
"maaf tuan nyonya, kamarnya sudah siap"
"baiklah, urus dia aku sama tuan mau mandi"
"baik nyonya, ayo dek kita mandi dulu" mengandeng tangan Rista
__ADS_1
******