
semua keluargaku nampak sangat bahagia apalagi kak Jodi, dia langsung mencium kening kak fatim..
namun saat kak Jodi medekati kak fatim, tiba tiba kak fatim mual mual,, kak Jodi jadi mundur..
"mungkin untuk beberapa Minggu ini pak Jodi jangan mendekati ibu fatimah,, seperti itu bawaan bayi" senyum dokter
"baik dok" sedih kak Jodi
"gak papa jod, paling gak lama" ucap mamah mengelus lembut punggung kak Jodi
"hahaha, dulu waktu mamah hamil kamu,, persis seperti ini"
"beneran pah??"
"iya, sampai papah bingung harus ngapain"
"hahahaha" aku ketawa mendengar cerita papah yang sama seperti kak Jodi
"bapak ibu semuanya, saya Tinggal dulu bu fatim bisa pulang sekarang"
"baik dok" kompak mereka
papah dan kak jodi ketempat adminitrasi sedangkan aku sama mamah menunggu kak fatim..
"mah, nara keluar sebentar ya??"
"mau kemana??"
"ketoilet"
"lha itu ada" menunjuk kearah toilet
"mau cari luar aja mah, sama jalan jalan"
"gak malu belum mandi kan??"
"hehehhe, gak papa tetap cantik kok" cengirku
"yaudah" senyum mamah
__ADS_1
kak fatim hanya tersenyum kepadaku ia masih lemas,aku keluar dari ruang udg rumah sakit sangat nampak rame..
Aku berjalan mencari toilet,,namun apesnya aku malah bertemu kak kevin dan vinka,,kak kevin masih duduk di atas kursi roda sedangkan vinka mendorongnya..
Kali ini aku hanya bisa menatap pria ynag selama ini aku cintai, kak kevin pun hanya menatapku..
Terlihat pujat dan sayiup wajah kak kevin,ingin rasanya aku memeluknya memberikan dia semangat agar cepat sembuh..
Tapi apa daya, sekarang aku bukan siapa siapa aku hanya orang lain,vinka menataku sangat sinis..
kedua oeang tua kak kevin dan vinka berjalan menemui mereka,aku masih menatap kak kevin yang berlalu meninggalkan aku..
Sakit hatiku sangat sakit sekali,air mataku mentes begitu saja harus aku sadari kenyataan ini,,kak kevin bukanlah untukku..
dari belakang seseorang menepuk pundakku,,segera ku usap air mataku aku malu kalo terlihat abis nangis..
"nara kenapa kamu masih di sini??" tanya kak jodi
"gak papa kak, udah kak??" tanyaku
"belum bentar lagi selesai, kakak ambil obat dulu"
"oke kak, papah mana??"
"okelah, aku duluan ya kak"
"oke siap"
Gak jadi ke toilet berjalan menuju ugd,,sesampainya di sana kak fatim sedang di bantu suster untuk turun dari bed..
"ayo nara, kita pulang sekarag" seru papah
"oke pah"
"kamu abis nangis??" tanya mamah
"gak kok mah,"
"gak usah bohong" ucap mamah lagi
__ADS_1
"beneran gak kok,tadi hanya nangis bahagia" senyum palsuku
"mamah harap kamu gak bohong" ucap mamah
"gak kok mah,jangan terlalu khawatirkan aku mah" aku memeluk mamah dari samping
"baiklah, ayo kita pulang"
"oke mah"
Kitapun berjalan di belakang kak fatim,sesampainya di parkiran mobil papah aku menatap seseorang yang sebaya denganya..
"ramdan" sapa papah
papah nyamperin pria paruh baya tersebut,akupun menoleh ke arahnya apa yang aku lihat ini benar kan?? Kak kevin di sana dan bersama pria paruh baya tersebut..
"nara sini" seru papah
"gak mau pah" ucapku menatap kak kevin dari kejauhan
"kenapa gak mau nak?? Itu teman bisnis papah mungkin mau kenalkan kamu ke mereka"
"malas mah"
"hus, gak boleh malas sana kasian loh papah"
"tapi mah"
"udah sana,,tuh papah masih nunggu kamu"
"baik mah"
aku berjalan menemui papah,
"ini nara anak kamu??" tanya om ramdan
"iya om"
"cantik, kenalkan ini kevin anak om" ucapnya
__ADS_1
"iya om saya tau,dia seseorang yang sangat berarti dalam hidup aku" batin nara menatap alvin..
******