
"mah pah tunggu" seruku
"apa Nara??" kedua orang tuaku menoleh
"sebenarnya siapa Rista itu??
"duduk" ucap mamah
"Biarkan mamah yang menjelaskan ya nak, papah Mau mandi dulu, terus istirahat" ucap papah
"siap pah"
aku duduk di samping mamah, mamah menggemgam tanganku..
"sayang jadi Rista itu, mamah temukan di rumah tentangga rumah kita, dia menangis sesenggukan, sebenarnya mamah gak terlalu memperdulikan Rista, tapi dia tetap menangis mamah jadi gak tega, papah menyuruh mamah turun untuk menemui Rista, dia langsung memeluk mamah dia sangat ketakutan nak"
"apa jangan jangan dia di culik mah??"
"gak nak, Rista hidup bersama paman dan bibinya, pamannya mencoba untuk memper*sa Rista"
"astaghfirullah,.kejam sekali"
"iya nak, jadi rista kabur berlari tak tentu arah hingga dirinya diam diam masuk di perumahan kita ini"
"Oalah, kasian dia ya mah??"
"iya nak, mamah harap kamu bisa menerima Rista"
"siap mah, Nara juga senang jadi punya teman" senyumku
"yaudah, mamah capek mau istirahat"
"baik mah, mamah udah makan??"
"udah nak"
mamah mengecup keningku, melangkahkan kakinya menuju kamar, perutku kembali berbunyi, bergegaslah ke meja makan..
"non" lirih bibik
"bibik, udah bik??"
"udah non, lagi tidur"
"Oke bik" bibik duduk di depanku
"non, kasian anak tadi badannya banyak yang lebam, kasian dia"
"kasian dia, untung mamah bawa dia kemari, sekarang dia aman"
"benar non, yaudah bibik ke belakang dulu"
"siap bik"
kusudahi makan malamku, meminum air putih, naik kelantai atas, memakai cream malam terlebih dahulu, kata Hani supaya wajahku bisa glowing..
kusambut pagi hari dengan sang Surya pagi mengibaskan slimutku, mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi..
setelah mandi aku memakai seragam sekolah, menata rambutku memoles sedikit wajahku, supaya lebih fres..
tok tok tok ..
"iya sebentar"
aku berjalan menuju pintu kamar,
Ceklek ..
"pagi kak Nara" senyum manis Rista
"Rista udah bangun"
"udah, kakak mau sekolah ya?? sedih Rista
"iya dong, apa kamu gak sekolah??"
"gak kak, aku di larang sekolah kata bibik dan paman tidak ada uang, jadi aku harus bekerja membantu Mereka" polosnya
"mau gak kalo Rista sekolah??"
__ADS_1
"benarkah??" girang Rista
"iya dong, nanti kakak bilang ke papah mamah" ucapku
"asyik" Rista lompat lompat kegirangan
aku masuk kedalam mengambil tas sekolah, memakai sepatu, mengajak Rista turun ke lantai bawah..
"pagi mah pah" sapaku
"pagi mah pah" ucap Rista menirukan perkataanku
"eeeh, anak anak mamah papah" seru papah
"ayok sarapan bareng bareng" mamah menghampiriku dan juga Rista
Rista memeluk mamah, ia sangat bahagia sekali, mungkin karena efek sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibuk..
kamipun sarapan bersama, sesudah sarapan aku berpamitan kepada mamah dan juga papah, Rista nampak murung..
"kenapa kok murung gitu??" ucapku kepada Rista
"aku takut paman ke sini" ia berlari memelukku Ku
"gak bakal Rista, kamu aman di sini" ucapku mengelus lembut rambut Rista
gak nyangka saja Rista bisa langsung sedekat ini dengan keluargaku,
"kakak berangkat dulu takut telat"
"baik kak"
"daaahhhh"
melangkah kakiku menuju mobil,di depan mang bejo sudah siap sedang menyisir rambutnya supaya terlihat klimis..
"wiih, tumben" seruku
"eh sii non, mari non berangkat" ucapnya
"siap"
Hani [ Nara, seperti biasa ya?? tunggu aku kalo aku belum datang, ]
Aku [ siap, kamu juga tunggu aku kalo aku belum datang ]
Hani [ beres rebes ]
ku masukan kembali ponselku kedalam tas, ku letakkan di tempat persembunyian yang sangat aman, kalo ada razia aku pastikan tidak akan ketahuan sama Bu guru maupun pak guru..
sesampainya di sekolahanku Hani ternyata Hani sudah menungguku, ia melambaikan tangannya, membuka pintu mobil menutupnya kembali..
"pagi gajah bengkak??" Veronika senyum miring
para anak buahnya cekikikan..
"pagi juga tengkorak berjalan" jawabku dengan sinis
"apa !! kamu bilang??" geram Veronika
"punya telinga gak??"
"kamu gak lihat nih dua telinga aku !! "
"kalo punya harusnya dengar dong aku ngomong apa !! "
"benar benar kamu ya !! " mau menamparku
"lariiii" teriakku
sekuat tenaga aku berlari menuju Hani,
"ayok !! kita lari" ucapku ke hani
kamipun berlari, badanku terasa sangat berat sekali, udah lama aku gak lari jadi merasa sangat berat saat berlari apa mungkin karena berat badanku ini??
nafasku naik turun keringat membasahi tubuhku, masuk kedalam kelas langsung aku duduk..
"nih tissu" Hani memberikan aku tisu
__ADS_1
"trimakasih Han"
"sama sama"
pak guru datang, pelajaranpun di mulai semua murid nampak serius mendengarkan perkataan dari pak guru..
"buka halaman lima puluh dua, kerjakan sekarang" seru pak guru
"iya pak" kompak kita semua
akupun mengerjakan soal, untung aku mempunyai otak encer jadi kalo soal begini kecil bagiku..
ya maaf bukannya sombong tapi itu kenyataan, aku selalu mendapatkan ringking satu dan nilai terbaik, meskipun aku gendut tapi banyak berprestasi..
bel berbunyi, waktunya istirahat semua siswa keluar dari kelas, akupun langsung otw banter ke kantin..
"mari makan" kompakku dan juga Hani
kamipun makan mie plus telur, minumnya cukup lemon tea, Hani makan begitu lahapnya tapi kok gak pernah makanan yang dia telen jadi daging padahal kalo makan sama denganku porsinya..
kantin yang tadinya aman aman saja, gaduh seketika kehadiran kak Kevin dan juga kak erlan histeris melihat mereka berdua..
"Oo dua pangeran tampan" lirih Hani
"lebay"
"mata kamu selalu gak waras kalo lihat yang beginian"
"waras lah, tapi gak banget kalo sampe teriak teriak gak jelas, ingat ada Doni kamu"
"seketika aku hilang ingatan kalo sudah melihat cowok cowok keren dan tampan seperti Mereka"
"idih, busyet ngeri kali kau Han" hahhahaha
"hahahhha, gak papa ini hal wajar" ucapnya lagi
kak Kevin dan juga kak erlan beserta gengnya duduk di kursi sebelahku, kak erlan senyum kepadaku..
"Nara" lirih erlan
"Hay kak" sapaku
Hani melonggo menoleh kearaku, menoleh lagi kearah kak erlan, mengucek kedua bola matanya, menepuk nepik kedua pipinya..
"Nara aku gak mimpi??"
"gak ini nyata !! "
"coba kamu cubit aku"
aku mencubit lengan Hani..
"auw sakit Nara !!" memegangi bekas cubitanku
hahahhhaha
"lagian salah siapa di suruh cubit" hehehe
"i-itu kak ganteng erlan memanggil nama kamu dan senyum juga??"
"iya"
"gila ini benar diluar nalar"
"hahahhha, apanya yang di luar nalar??"
"lha itu kak erlan, menyapa kamu"
"iri ya??" hahahahha
Hani menghembuskan nafasnya, hidungnya di besar besarkan, menatap aku dengan penuh selidik..
"muka itu loh Han, jelek sangat" hahahha
"Nara !! "
"heeem"
"apa kamu memakai ajian supaya kak erlan senyum kepadamu dan tau namamu !! " menatapku horor
__ADS_1
******